
5 menit yang lalu sebelum kejadian Arka menghilang.
Arka yang tengah duduk dengan tenang menunggu Airin mengantarkan bunga pesanannya pada pelanggan, terlihat begitu anteng ditempat duduknya. Ia menurut apa yang dikatakan oleh Airin selaku mamanya dan hanya duduk diam sambil menunggu Airin selesai mengantarkan bunga pesanannya pada pelanggan pribadinya.
Namun, entah karena bosan menunggu Airin yang ternyata sedikit agak lama mengantarkan pesanan, karena adanya obrolan sedikit dengan sang pelanggan, membuat Arka yang sedari tadi anteng dan diam ditempat duduknya, tiba-tiba saja bangkit dari tempat duduknya dan berlari keluar dari dalam toko.
Saat itu, kedua bola matanya tak sengaja menangkap sesuatu yang menarik ketika menengok ke arah kaca dari dalam toko.
"Robotnya bisa jalan." Ucapnya yang tiba-tiba tertarik ketika melihat seseorang yang sedang bercosplay menjadi karakter robot yang sangat ia suka, hingga tanpa sadar membuat Arka berlari keluar dan ingin menghampiri robot yang bisa berjalan tersebut, seperti apa yang ia fikirkan dan ucapkan ketika pertama kali melihatnya.
Ia pun berlari keluar dengan wajah penuh rasa penasaran, hingga tanpa sadar melupakan janjinya yang ia buat dengan sang mama untuk tetap diam dengan tenang.
...
Hal yang tak di duga itupun membuat Airin begitu kelabakan, mengingat anaknya tiba-tiba menghilang dan tak terlihat oleh matanya.
"Saya pergi dulu ya mbak, mau coba cari Arka dulu, siapa tau dia belum terlalu jauh perginya." Pamit Airin dengan wajah khawatir pada sang pelanggan bunganya, yang juga pemilik toko souvenir yang tengah ia datangi saat ini.
"Ok, hati-hati ya kamu. Jangan terlalu memarahinya kalau bertemu, siapa tau dia hanya bermain disekitar toko. Kebetulan di sekitar sini juga ada taman dan permainan anak-anak, jadi coba kamu datang dan cari kesana, siapa tau anakmu ada disana. Nanti biar aku bantu cari disebelah sini juga." Balas pemilik toko dengan sedikit menenangkan Airin yang terlihat panik.
"Terimakasih ya, mbak. Tolong hubungi Airin ya kalau nanti mbak ketemu sama Arka." Airin memaksakan senyuman pada bibirnya, meski raut wajahnya kini sudah dipenuhi dengan rasa ke khawatiran.
"Iya, nanti akan ku hubungi kalau bertemu sama Arka." Balasnya pada Airin yang kini terlihat semakin panik.
Arin pergi begitu saja setelah pamit pada pemilik toko souvenir dan pelanggan bunganya itu, dan segera berlari mencari keberadaan anaknya disekitaran toko.
"Arka pergi kemana, ya?" Ucap Airin dengan wajah yang penuh gelisah mencari keberadaan anaknya.
__ADS_1
"Duh, sepertinya memang benar kita tuh tidak boleh meleng sedikit pun." Sesal Airin yang sedikit ceroboh dalam menjaga Arka.
"Tenang Airin, mungkin Arka hanya bermain dan tidak terjadi apapun dengannya." Ucapnya yang mencoba menenangkan dirinya sendiri dan terus berkeliling mencari keberadaan Arka.
Jika bisa memilih waktu kembali, mungkin Airin tak akan meninggalkan pandanganya sedikit pun pada sang anak. Ini karena ia terlalu percaya pada sang anak yang biasanya selalu menurut apapun perkataanya, tanpa ia sadari bahwa Arka hanyalah anak-anak biasa yang kadang bisa membuat kesalahan. Di tambah dengan usianya yang masih kecil ini adalah masih aktif-aktinya anak dengan segala hal keingintahuanya.
"Dimana ya dia? Sebenarnya kamu pergi kemana sih, nak?" Ucap Airin yang sedikit frustrasi karena tak kunjung melihat anaknya setelah berputar disekitar toko yang ia datangi bersama Arka.
...
Di lain sisi, Arka yang sedang dicari oleh Airin, tampaknya kini berada di depan suatu tempat yang seperti sebuah kafe. Saat tengah berlari mengejar orang yang tengah bercosplay menjadi robot, tanpa sadar ia berjalan terlalu jauh dari arah tempatnya semula.
Meski sempat bertemu sebentar dengan seseorang yang tengah bercosplay sebagai robot bersama dengan anak kecil disampingnya, namun Arka terlihat tak tau ketika harus kembali lagi pada tempatnya semula. Ia tersesat dan kehilangan arah tujuan untuk kembali lagi pada Airin.
"Mama." Gumam Arka yang sedikit kebingungan mencari keberadaan Airin.
Namun anehnya ia cukup tenang dan tak langsung panik ataupun menangis meski berada dalam tempat yang asing dan jauh dari mamanya. Ia berjalan perlahan sambil terus mengawasi orang-orang disekitarnya dengan rasa waspada.
Ia berlari menjauh dari orang yang tadi menyapanya. Ingatannya tiba-tiba muncul ketika Dava yang juga omnya, pernah memberitahukannya untuk lari jika bertemu dengan orang yang tidak dikenal dan terlihat mencurigakan.
"Aduh." Keluh seseorang ketika tak sengaja tertabrak oleh Arka yang tengah berlari tanpa melihat jalan.
Keduanya sama-sama merasakan sakit ketika tak sengaja tertabrak, bahkan Arka sampai terjatuh ke lantai. Ia mengernyit sakit pada pantat dan kedua tanganya yang terasa nyeri.
"Duh, kalau jalan lihat-lihat dong, gimana sih?" Ucap seorang perempuan dengan kesal pada orang yang menabrak dirinya hingga membuat tas yang ia bawa terjatuh dan menumpahkan barang-barang di dalamnya.
Perempuan itu tak perduli meski yang sedang dia marahi itu seorang anak kecil. Karena suasana hatinya terlihat buruk dan sedikit kesal ketika melihat tas dan barang-barang di dalamnya menjadi tumpah keluar.
__ADS_1
"Hey, dengar tidak sih apa yang aku bilang." Ucapnya lagi setengah teriak pada Arka yang masih diam dan memberikan gestur ketakutan.
"Dasar, kenapa hari ini aku sial banget, sih." Umpatnya kemudian dengan ekspreai kesal dengan anak di depanya.
"Awas ka.."
"Arka.." Panggilan Airin menghentikan omelan perempuan itu pada Arka. Merasa namanya dipanggil, Arka menatap ke arah sumber suara dan melihat Airin yang tengah berlari menuju ke arahnya dengan ngos-ngosan.
Arka hendak berlari ke arah Airin ketika melihat wajah mamanya. Namun, tiba-tiba tubuhnya ditahan oleh perempuan yang ia tabrak itu.
"Hey, Enak aja main pergi." Ucap perempuan itu menahan tubuh Arka. "Diam disini sampai mama kamu datang kemari." Ucapnya lagi sedikit mengancam dan membuat Arka tak jadi menghampiri mamanya.
"Apa yang anda lakukan terhadap anak saya?" Tanya Airin ketika melihat perempuan itu memegang tubuh anaknya, saat itu Airin juga sempat melihat perempuan itu seperti sedang mengangkat tanganya pada Arka dari kejauhan.
"Ini beneran anak kamu, kan?" Tanya perempuan itu balik dan melepaskan tubuh Arka hingga membuat Arka langsung menghampiri Airin dan disambut oleh Airin dengan pelukan.
"Iya benar, dia anak saya. Memangnya kenapa? Apa anak saya berbuat salah pada anda?" Balas Airin.
"Bagus kalau dia memang anakmu. Berarti aku bisa mendengar permintaan maaf darimu." Ucap perempuan itu dengan menyilangkan kedua tanganya.
"Dari saya?" Bingung Airin.
"Benar, lihat lha sekarang. Semua isi tasku tumpah karena ulah anakmu yang ceroboh." Tunjuk perempuan itu pada tasnya yang masih tergeletak dilantai.
Airin menatap Arka untuk mengkonfirmasi jawaban sebenarnya dan Arka hanya bisa tertunduk diam yang artinya menandakan kebenaran akan ucapan perempuan itu.
"Saya minta maaf, biar saya saja yang menaruh kembali barang-barang milik anda pada tas anda kembali." Ucap Airin yang hendak mengambil barang milik perempuan itu sekaligus meminta maaf atas kecerobohan anaknya.
__ADS_1
"Enak aja, kamu harus ganti semuanya, make up dan tasku yang jatuh itu. Soalnya Aku sudah gak mau pakai lagi karena kotor."
Airin terpaku mendengarnya. Menatap tak percaya pada perempuan di depanya yang berlagak begitu angkuh padanya dan sang anak.