Masih Berharap Dia Kembali?

Masih Berharap Dia Kembali?
56. Teka Teki


__ADS_3

Semua saling menatap dan berpandangan, seolah saling meminta pendapatnya tentang Darren yang kini sudah terbangun dari koma dan sekarang justru tidak mengenali anggota keluarganya sendiri. Semua tampak syok, terkhusus kakek Ferdi yang terlihat tak mempercayainya. Tubuhnya langsung terkulai lemas dan tiba-tiba merasakan perasaan bersalah disaat bersamaan, mengingat dirinya sempat memberikan perintah untuk menjemput paksa cucunya yang sedang melarikan diri dan segera dibawa pulang kerumah saat bertemu. Terlebih karena perintah itulah yang akhirnya membuat cucunya mengalami kecelakaan.


"Apa kecelakaannya begitu hebat hingga membuatnya amnesia begini? Katanya dia sudah di operasi dan kondisinya baik-baik saja, kenapa sekarang kondisinya jadi seperti ini? Jawab.." Kakek Ferdi yang terlihat begitu syok mencengkram baju sang anak, Edward yang juga papa dari Darren dengan ekspresinya yang meminta penjelasan.


"Papa tenang dulu, kalau papa teriak begini, apalagi di depan cucu papa yang baru bangun dati koma, malah akan membuat kondisi Darren semakin buruk nanti. Sebaiknya kita bicara diluar saja, ok. Ayo semua keluar lebih dulu dari sini."


Edward mencoba menenangkan papanya dan membawa semua anggota keluarganya untuk keluar dari ruangan Darren. Meninggalkan seorang diri Darren yang menatap semuanya dalam kondisi bingung dengan tubuhnya yang masih terlihat lemah.


Di sisi lain, Kakek Ferdi yang kini sudah mulai bisa tenang akhirnya mengikuti keinginan anaknya dan keluar dari ruangan Darren, di ikuti lainya yang terdiri dari ibu dan adik tiri Darren yang juga ikut mengunjungi Darren. Ke empatnya pun akhirnya keluar dan memilih untuk berbicara diluar ruangan Darren.


"Sekarang lebih baik kita panggil dokter dulu untuk menanyakan soal kondisi Darren, karena saya pun juga merasa terkejut dengan hal ini." Ujar Edward untuk menenangkan papanya juga pada dirinya sendiri yang saat ini sama-sama merasa terkejut dengan kondisi Darren yang juga anaknya itu.


Keterkejutan juga tampak di alami oleh ibu dan adik tiri Darren yang saat itu juga menyaksikannya secara langsung kondisi Darren. Keduanya sama-sama memasang ekspresi tak percaya dengan apa yang mereka lihat, meski hubunganya dengan kakak tirinya tidak terlalu baik, namun adik tiri Darren yaitu Gloria tak pernah membenci kakaknya. Disamping itu, mama tiri Darren, dan juga ibu kandung dari Gloria yaitu Natalie tampak memasang ekspresi yang begitu terkejut dan sedikit ketakutan saat melihat Darren yang tiba-tiba hilang ingatan. Tubuhnya tiba-tiba saja merasa gemetar karena hal itu, seolah ikut merasakan tragedi yang di alami oleh Darren.


Bukankah itu artinya kecelakaan hari itu parah? - Ucap Natalie dalam hati.


Natalie terus memikirkan kondisi Darren dan tubuhnya tak berhenti untuk panik akan hal itu. Namun, ekapresinya tiba-tiba berubah ketika dirinya terfikirkan sesuatu.


"Ma, apa mama tau kalau kak Darren selama ini tinggal di melbourne?" Tanya Gloria setengah berbisik pada mamanya.


Natalie yang sebelumnya terdiam karena tengah memikirkan kondisi Darren, dibuat terkejut dengan pertanyaan anaknya yang tiba-tiba.

__ADS_1


"Kenapa kamu bertanya? Dan, apa maksud kamu bertanya begitu sama mama?" Ucap Natalie yang entah mengapa menjadi sedikit sensitif karena pertanyaan anaknya, Gloria.


"Mama kenapa deh, kan Gloria cuma tanya doang soal itu. Soalnya kan selama ini Gloria nggak tau keberadaan kakak ada dimana. Apa salah kalau Gloria pengen tau soal kakak?, karena siapa tau aja mama tau soal ini?" Jawab Gloria yang merasa aneh dengan respon mamanya yang sedikit berlebihan menurutnya.


Natalie yang menyadari kesalahannya mulai bersikap tenang dan mencoba mengatur kembali ekspresi wajahnya.


"Kamu bertanya di situasi yang tidak tepat, makanya mama bersikap seperti ini. Lain kali kamu harus melihat kondisi dan tempatnya." Ujar Natalie sedikit berbisik dan memberikan gesture pada Gloria untuk diam saja.


Mendapatkan perintah itu tentu saja membuat Gloria tidak bisa berkutik dan hanya bisa mengikuti perkataan mamanya yang menyuruhnya untuk diam da tidak bertanya apapun lagi. Setelah berhasil membuat Gloria berhenti bertanya, dan kondisinya yang saat ini jauh lebih tennag, Natalie beralih menghampiri suami dan mertuanya untuk menenangkan keduannya yang masih gelisah dan menghawatirkan kondisi Darren, sedangkan Gloria memilih untuk duduk menjauh dari keluarganya yang terlihat mencemaskan kondisi kakaknya itu.


"Aku benar-benar seperti orang yang nggak terlihat dimata mereka." Keluhnya yang sesikit terabaikan.


Flashback pun berakhir dan kembali pada kenyataan.


Cuplikan ingatan tentang kecelakaannya dulu membuat Darren terdiam. Meski saat itu merasa ada yang aneh dengan kecelakaanya, namun karena kondisi tubuhnya yang terus menolak untuk mengingat kejadian itu membuatnya membuang jauh untuk menyelidiki lebih lanjut tentang penyebabnya, terlebih kasusnya sudah ditutup oleh polisi dengan kesimpulan kelalaian seorang pengemudi yang tengah mengendarai kendaraanya dengan keadaan mabuk.


"Aku memang merasa aneh, tapi aku tidak terlalu perduli soal itu, karena ada yang lebih penting dari ini.." Ujarnya yang kini sudah berada di melbourne bersama dengan Lucas.


Di tempat yang sama ia mengalami kecelakaan dan melarikan diri dari rumah sebelumnya, Darren yang kini sudah berada di kota melbourne, mencoba mengamati dengan seksama kota yang telah lama ia tinggalkan itu, dan mencoba mengingat kembali hal apa yang sudah ia lupakan disana, terlebih pada sosok Airin.


"Ternyata dia juga pernah tinggal dan bersekolah disini." Ucapnya ketika telah mendapatkan informasi soal Airin dari Arsen yang ia tugaskan sebelumnya untuk menyelidiki identitas Airin.

__ADS_1


Meski masalah kecelakaannya juga penting, namun Darren jauh lebih mementingkan soal separuh ingatanya yang ia lupakan disini.


"Apa kita bertemu dan berkenalan disini sebelumnya?" Lagi-lagi fikirannya tertuju pada sosok Airin.


Karena hari sudah malam, ia memilih menunda sejenak rasa penasaranya akan kota ini.


"Apa rencanamu setelah datang kesini? apa sudah lu fikirkan soal ini sebelumnya?" Tanya Lucas pada rencana Darren setibanya di melbourne.


"Setibanya disini, aku tiba-tiba teringat dengan apartemenku dulu. Mungkin besok aku akan mulai dari sana. Siapa tau ada sebuah petunjuk dan menghilangkan rasa penasaranku." Jawab Darren.


"Apartemen? Benar juga, kita belum memeriksa soal itu. Tapi, kenapa tiba-tiba mendadak datang kesini dan mencari ingatanmu yang hilang itu? Kamu tau soal resikonya, kan?"


"Aku tau, tapi.. ada hal yang terus mengganggu pikiranku dan membuatku penasaran soal ini."


"Soal apa? Ingatanmu yang hilang atau justru soal penyebab kecelakaanmu?"


"Dua-duanya, terlebih soal dia.."


"Dia?" Lucas mengulang kalimat Darren yang ambigu dan menatap Darren dengan ekspresi bingung.


"Dia siapa?" Ucap Lucas yang meminta penjelasan lebih dari Darren.

__ADS_1


"Aku juga nggak tau, karena itu aku masih mencarinya."


"Nyebelin, bikin orang bingung aja." Lucas yang seolah dipermainkan oleh Darten dengan kata-katanya membuat ekspresi kesal.


__ADS_2