
" Tuhan apa yang telah aku lakukan pada istriku" Marvel mulai menyesali perbuatannya, ia tidak sadar telah membuat Zaheera terluka dan mengusirnya begitu saja, bagaimana pun keadaannya sekarang anak yang ada dalam kandungnya Zaheera adalah anaknya darah dagingnya.
" Haaaakh... kenapa aku jadi bodoh seperti ini, kenapa!" Marvel mengamuk karena merasa sangat menyesal, Zaheera sudah berusaha menjelaskan tapi kenapa Marvel tidak mau mendengarnya dan malah mengklaim kala memang Zaheera yang salah.
"Apa yang sudah aku katakan padanya barusan, kenapa aku mengatakan akan menceraikan nya"
" Ini salah ini tidak benar" Marvel seperti orang kelabakan, dia tidak tahu harus bersikap bagaimana, namun tidak lama kemudian Jenny datang dan memeluk Marvel dari belakang sembari berkata
" Kau tidak salah sayang, kamu sudah melakukan hal yang benar"
" Jenny" Marvel berbalik dan menghadap Jenny yang saat ini berada di hadapan nya
" Kenapa kamu merasa bersalah baby, kamu sudah melakukan hal benar, dia pantas mendapatkan itu, karena dia sudah hampir mencelakai bayi kita, kalau sedikit saja kamu terlambat untuk datang, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku dan anak kita"
" Maaf aku Love, karena aku sudah sempat ragu karena sudah berlaku tegas pada Zaheera"
" Tidak apa-apa, aku tahu kamu pasti berat melakukan hal itu"
" Karena memang saat ini Zaheera juga sedang mengandung anak kamu" dengan rayuan dan hasutan Jenny yang begitu manis akhirnya Marvel kembali tenang dan merasa tidak bersalah telah menyakiti wanita yang memang benar-benar tulus mencintai nya bukan seperti Jenny yang hanya memanfaatkan cinta yang Marvel berikan padanya, sungguh wanita yang licik.
Dalam pelukan Marvel Jenny tersenyum puas karena Lagi-lagi ia berhasil menaklukkan hati Marvel
" Tinggal selangkah lagi aku akan benar-benar menyingkirkan wanita itu dari dalam hidup ku, aku bersumpah keluarga Anggaran akan merasakan kehilangan yang teramat dalam seperti apa yang pernah aku rasakan sebelumnya"
Jenny membatin dan sudah bersumpah pada diri nya sendiri akan balas dendam, tapi entahlah dendam seperti apa dan karena apa, semuanya masih Berselimut kan sebuah tanda tanya besar sama cerita ini
...****************...
Di sore hari yang terlihat begitu cerah, di sana Zaheera sendang bersantai dan berusaha menenangkan pikiran nya, ia berusaha berpikir positif agar bisa mengambil langkah yang baik untuk selanjutnya, tapi tiba-tiba saja Jenny menghampiri Zaheera yang sedang menikmati sorenya itu
" Kenapa kau belum pergi juga dari sini, bukankah Marvel sudah mengusir mu? " menanggapi kedatangan Jenny, Zaheera berusaha tenang dan tidak ingin meladeni kegilaan wanita itu, dia hanya dia menikmati teh hangatnya.
" Kenapa kamu diam? gak malu apa masih tinggal disini padahal sudah jelas secara nyata kalau kamu sudah di usir oleh suami kamu itu" Zaheera bukan tidak ada Kata-kata untuk membalas, tapi dia. memilih untuk diam agar tidak semakin panjang urusan nya.
Melihat Zaheera yang sama sekali tidak bergeming, Jenny benar-benar marah dan emosi nya seketika memuncak
" Mungkin ini adalah saat yang tepat untuk membuat kau benar-benar enyah dari hadapanku"
Jenny tersenyum licik dan kemudian dia mengambil sebuah kayu yang agak besar lalu ia memukul kan nya ke arah perut nya, seketika Jenny menjerit dan dan langsung memberikan kayu itu pada Zaheera, seolah-olah memang Zaheera yang menyakitinya.
Darah segar mulai mengalir diantara paha Jenny dan hal itu semakin membuat Zaheera melongo
" Apa yang kamu lakukan Jenny" seru. Zaheera panik, namun Jenny tersenyum smirk dan berkata
" Apa yang aku lakukan kali ini adalah upaya terkahir untuk menyingkirkan mu" Zaheera sangat terkejut dengan pengakuan Jenny yang terang-terangan, Zaheera tidak habis pikir pada Jenny ia rela melukai diri nya hanya demi menyingkirkan orang yang tidak ia sukai
" kamu benar-benar gila Jenny"
__ADS_1
" Aku memang sudah gila, dan sebentar lagi kau akan benar-benar pergi dari kehidupan ku dan Marvel, yang pasti aku akan menguasai seluruh kekayaan keluarga Anggara!"
" Bagaimana ekting ku? bagus kan? "
" Dan tinggal ekting selanjutnya"
" Aaaaa... tolooooong... "
" Marveellll... tolooong akuuu... ahkkkkk" Jenny mulai ekting kesakitan sehingga mengundang orang banyak datang termasuk Marvel
" Love ! " teriak Marvel menghampiri Jenny
" Apa yang terjadi padamu?" Marvel langsung merangkul Jenny
" Di_dia... hanya kata itu yang Jenny katakan sembari menunjuk Zaheera yang masih memegang kayu itu, sampai pada akhirnya ia pingsan dalam dekapan Marvel dengan darah yang semakin bersimbah
" Kau...! apa yang kau lakukan hah!" Marvel murka,
" Aku tidak melakukan apapun" Zaheera mencoba membela diri
" dasar wanita tidak tahu diri, apa yang kau lakukan pada kekasih ku hah!! "
" Plaaarrrr... " akhirnya satu tamparan melayang pada pipi Zaheera sehingga ia terpental dan jatuh
" Tuan muda jangan seperti ini, lebih baik baik sekarang Tuan muda bawa nona Jenny ke rumah sakit, karena keadaan nona Jenny saat ini yang terpenting" sela Sekertaris Syam karena merasa kasihan melihat nona muda nya diperlakukan tidak adil oleh Tuannya, karena Sekertaris Syam sendiri sudah tahu bahwa semua nya adalah tipu muslihat dari wanita ular itu.
Setelah kepergian Marvel, sekertaris Syam membantu nona mudanya yang sudah terlihat kesusahan dengan perut besarnya untuk bangun
" Nona tidak apa-apa?" tanya sekertaris Syam prihatin
" Aku tidak apa-apa sekertaris Syam, tapi hatiku yang sakit" Zaheera yang terlihat sangat sedih dan membuat sekertaris Syam benar-benar merasa kasihan pada nona mudanya ini
" Aku ingin pergi dari tempat ini sekertaris Syam, aku sudah tidak kuat, aku lelah berpura-pura untuk kuat, kalau pada akhirnya aku jadi seperti ini, aku tidak pernah dihargai"
" dan keberadaan ku hanya seperti patung, ada tapi tidak pernah dianggap" akhirnya tangisan pilu itu pecah dari bibir mungil Zaheera, ia rapuh saat ini dan entah ia harus berbuat apa
" Nona tidak perlu se putus asa itu, sebentar lagi nona tidak akan merasa sedih lagi"
" maksud kamu? "
" Nanti nona muda akan tahu sendiri, lebih baik sekarang nona kembali masuk dan istirahat"
" Pelayan tolong bawa nona muda kalian ke kamarnya"
" Baik sekertaris Syam" pada akhirnya mau tidak mau Zaheera hanya menurut saja karena ia u
sudah benar-benar tidak. punya. pikiran jernih, ia terlalu lelah apalagi harus membawa anaknya kemana-mana, itu sangat melelahkan.
__ADS_1
...****************...
Skip Rumah Sakit
Setelah beberapa menit pemeriksaan akhirnya dokter pun keluar dari ruang pemeriksaan.
" Bagaimana keadaan nya dok? " tanya Marvel cemas
" Nona jenny sudah melewati masa kritis nya, namun saya tidak dapat menolong anak yang ada dosaku kandungannya, karena akibat pukulan yang cukup keras, mengakibatkan janin tersebut agak hancur " mendengar penjelasan Dokter Marvel sangat sedih sab bercampur amarah, entah apa yang akan ia lakukan setelah ini pada Zaheera, yang pasti rencana Jenny berjalan dengan mulus.
" Kalau begitu saya permisi Yuan muda" Dokter yang memeriksa Jenny pu pergi menunggu Marvel ya g masih shock, setelah itu diapun masuk ke dalam ruangan Jenny
" Vell" panggil Jenny yang sudah sadar
" Kamu sudah bangun? apa yang kamu rasakan, biarkan aku memanggil dokter ya! " Marvel senang melihat Jenny sadar
" Aku tidak butuh dokter"
" Aku cuma butuh kamu Vell"
" Iya aku di sini, aku gak akan ninggalin kamu"
" Apa yang kamu rasakan? kamu baik-baik aja kan?"
" Perutku sakit"
" Baby! bagaimana dengan anak kita?dia masih ada disini kan? " Jenny bertanya penuh harap sembari mengelus perut ratanya
" Kamu yang sabar ya! "
" Baby, dia masih ada kan? " Jenny mulai terisak
" Dia tidak bisa diselamatkan love, maafkan aku! aku tidak becus menjadi ayah"
" Enggak, enggak dia masih ada, bukankah dia anak yang kuat, hiks.. kamu sendiri yang bilang kalau dia anak yang kuat, hiks.. kenapa dia pergi, kenapa? " Jenny histeris menangis sejadi jadinya memberontak dan memukul mukul Marvel, merasa sangat kehilangan atas kepergian bayinya,
"Kamu tidak boleh seperti ini Love, kamu harus sadar semua ini sudah Tuhan gariskan dalam hidup kita, untuk kehilangan anak kita, Allah pasti akan menggantinya" Marvel mecoba menenangkan Jenny yang masih histeris sampai pada akhirnya beberapa perawat datang dan memberikan obat penenang untuk Jenny, tidak lama kemudian Jenny pun tenang dan kembali tertidur, sedangkan Marvel diperintahkan untuk keluar dari ruangan Jenny supaya Jenny beristirahat dengan tenang,
Sungguh sangat luar biasa, sandiwara yang patut diacungi jempol, sehingga membuat Marvel percaya dan membuat Marvel akan melakukan hal yang tak patut dia lakukan.
"Ini semua gara-gara Zaheera, Jenny tidak akan seperti ini kalau Zaheera tidak membunuh anak ku, dasar pembunuh, lihat saja apa yang akan aku lakukan pada mu" Marvel benar-benar emosi ia memukul tembok sampai tangannya luka, namun dia tidak merasakan apapun kecuali amarah...
*
*
*
__ADS_1
maaf telat update nya, dan bagi yang masih setia menunggu kelanjutannya terimakasih sudah setia, happy Reading salam hangat dari othor๐๐