
Sekertaris James terus saja menegak minumannya sampai Habis, dia tidak khawatir untuk mabuk, karena minuman yang ia minum hanya sebatas jus saja bukan wine atau semacamnya yang menimbulkan rasa mabuk, tapi entah mengapa tiba-tiba saja kepalanya pusing dan berat, tubuhnya panas seperti?
Ah Jangan-jangan ada seseorang yang mencampur kan sesuatu ke dalam minuman sekertaris James, karena sebelumnya ia sudah memastikan kalau dia tidak ingin memesan wine melainkan jus jeruk murni saja.
" Kenapa kepalaku tiba-tiba saja pusing, akh... " sekertaris James memegangi kepala nya yang terasa berat
" Badanku juga sangat panas sssttt... Akh... " keadaan sekertaris James semakin kacau, ini fisk ada yang mencampur kan sesuatu ie dalam minuman sekertaris James, kalau hanya sekedar jus tidak mungkin ia kwn menjadi seperti ini.
Flashback...
" Ditempat ini menyediakan obat perangsang bukan?"
" Iya nona, tempat ini menyediakan nya, apakah nona ingin memesan nya?"
" Iya aku ingin memesannya dan berikan kepada pria ber jas Navy itu"
"Baiklah nona"
" Tapi ingat jangan sampai dia tahu paham!"
" Baik Nona"
Dengan senyum yang mengembang sempurna Jenny sangat puas karena rencana nya berjalan dengan mulus, setelah ini ia hanya tinggal melaksanakan rencana berikutnya, yaitu benar-benar melumpuhkan sekertaris James, agar dia tidak menghalangi rencananya lagi
" Kau sudah tahu siapa aku sekertaris James, jadi seperti nya aku harus memberikan peringatan padamu"
" Rencana selanjutnya" Jenny melihat sekertaris James yang sudah kalang kabut karena obat yang ia berikan, jadi Jenny melangkah ke tangga rencana selanjutnya, Jenny berjalan ke meja resepsionis dan memesan 1 kamar
" Mbak saya mau pesan kamar atas nama James Reynaldi"
" Baik mbak saya akan segera memproses nya" tidak lama kemudian resepsionis tersebut memberikan kunci kamar dengan nomer ****
" Ini mbak kunci kamar nya, mbak silahkan langsung menuju kamarnya di lantai 4, terimakasih sudah melakukan check-in di hotel kami" kata resepsionis itu dengan sopan, kemudian Jenny langsung melangkah ke sebuah lift yang akan mengantarkan ia ke kamar yang telah ia pesan, sesampainya di sana ia langsung menelpon orang suruhannya untuk menjemput sekertaris James yang sudah hilang akal di meja bar
" Cepat bawa ia kemari"
Flashback off...
" Siapa kalian, kalian mau bawa aku kemana ?lepaskan!" sekertaris James berusaha untuk memberontak namun sayang tenaganya sudah tidak bisa diandalkan lagi, karena ia sudah sangat lemah dan sekujur tubuhnya merasakan panas yang teramat, sungguh ia ingin segara lepas dari penderitaan ini.
Dengan tindakan yang sangat kasar Orang-orang suruhan Jenny mendorong sekertaris James dengan sangat kuat sehingga ia tersungkur ke ubin kamar hotel yang dingin, dalam hati sekertaris James mengumpat akan membalas perbuatan orang-orang ini, 2 kali lipat lebih kejam dari apa yang telah sekertaris James Terima.
__ADS_1
" Kalian boleh keluar" kata Jenny menyuruh orang suruhannya untuk meninggalkan mereka berdua
" Hai sekertaris James, bagaimana perasaan mu sekarang?" kata Jenny mengangkat dagu sekertaris James dengan jari telunjuknya
" Apakah kau butuh bantuan ku untuk menghilangkan rasa aneh yang menyerang tubuh mu ini" Jenny sedikit menggoda sekertaris James, sehingga sekertaris James mengerang, ia memang butuh pelampiasan saat ini, tapi apa mungkin ia akan melampiaskan pada musuh keluarga Anggara, itu sama saja dengan dia yang mengkhianati keluarga Anggara
" Jangan mimpi Nona"
" Saya tidak akan pernah menerima tawaran dari musuh majikan saya" dengan susah payah menahan gejolak yang sudah tidak bisa di pendam lagi sekertaris James berusaha menolak dengan tegas
" Mampukah kau menahannya? kurasa tidak!" kata Jenny dengan penuh kemenangan, karena obat yang di berikan kepada sekertaris James merupakan obat yang dosisnya sangat tinggi,
" Kalau begini apakah kau masih tahan tidak akan menyentuh ku James?" Jenny perlahan membuka dres formalnya dan tinggal menyisakan lingerie tipis yang menerawang, sungguh pada part ini sekertaris James sudah tidak kuat melihat ini semua, serasa pertahanan nya akan runtuh
" Aaakkkhhh... kau jangan coba-coba menggodaku perempuan munafik" Sekertaris James frustasi
" Jangan menahannya James, dengan senang hati aku akan membantu mu"
" Ini akan menjadi rahasia kita berdua"
" Jangan harap, aku tidak akan pernah menerima tawaran bodoh mu itu"
" Jangan sok jual mahal sekertaris James, aku tahu kau sudah tidak bisa menahannya lagi, bagaimana kalau aku yang memulainya" Jenny tersenyum dengan begitu menggoda sembari berjalan menghampiri sekertaris James yang masih terduduk dengan lemah di lantai kamar itu, dengan sekali gerakan Jenny langsung duduk di pangkuan sekertaris James, sedikit menggesekkan bokongnya ke arah sensitif sekertaris James yang memang sudah on fire sejak tadi
"Ayolah James aku tahu kau sangat menginginkan nya" Jenny membelai pipi James begitu menggoda, sampai pada akhirnya...!
...****************...
"Apakah sudah mau tidur?" Marvel datang dengan nampan ditangan nya, nampan tersebut berisi satu gelas susu hamil dan cemilan kesukaan Zaheera, sekarang Marvel dan Zaheera sudah kembali dalam satu kamar setelah melalui beberapa drama untuk membujuk Zaheera, alasan Zaheera tetap sama ia tidak mau mengganggu Jenny dengan Marvel, namun Marvel mengatakan ini semua ia lakukan juga demi kebaikan anak mereka, namun Zaheera masih sempat mengatakan kalau di rumah belakang tidak begitu buruk untuk ia tempati, namun Marvel tetap saja berusaha untuk membujuk Zaheera sampai pada akhirnya Zaheera pun pasrah dan menuruti apa yang menjadi kehendak Marvel dan kini mereka berdua sudah baikan dan tinggal dalam satu kamar lagi.
" Belum mas, aku masih membaca buku hamil" jawab Zaheera menoleh ke arah Marvel yang berjalan mendekat padanya
" Apa yang mas bawa? "
" Kata bik asih ini kegiatan rutin kamu jadi aku membawa nya kesini"
" Kenapa kamu repot repot membawanya, nanti aku bisa mengambilnya sendiri"
"Kalau masih ada aku kenapa kamu harus mengambilnya sendiri"
" Aku hanya takut merepotkan kamu saja mas"
__ADS_1
" Kamu samasekali tidak merepotkan aku. Zaheera, ini sudah kewajiban ku sebagai seorang suami, tapi aku terlambat untuk melakukannya"
" Tidak ada yang terlambat mas selama kamu masih mau berubah"
" Terimakasih sudah sabar menghadapi aku Heera"
" Kamu tidak perlu minta maaf mas, ini sudah kewajiban ku sebagai seorang istri, selalu setia dan menunggu suaminya dan aku harap kamu tidak akan berubah mas"
" Aku berharap kamu akan selalu bersama ku dan anak kita" Marvel tidak menjawab sepatah katapun apa yang dia ucapkan oleh Zaheera, ia hanya menatap istrinya itu dengan sendu dan kemudian memeluk nya erat.
" Yasudah sekarang lebih baik kamu makan dan minum susu kamu setelah itu istirahat ok! " Baiklah"
" Kamu istirahat duluan saja, aku masih ingin menyelesaikan beberapa pekerjaan ku, kamu tidak apa-apa kan tidur sendirian dulu"
" engga papa kok mas, aku kan memang sudah biasa tidur sendirian"
" Baiklah kalau begitu aku tinggal dulu ya" pamit Marvel mencium kening Zaheera lembut, sesampainya di luar kamar Marvel melihat Jenny yang baru saja datang setelah di atas jam 9
" Kamu baru pulang?" sapa Marvel
" Ah baby kamu mengejutkan aku saja, iya aku baru pulang"
" Habis dari mana?"
" Jalan-jalan sama teman"
"Teman yang mana sejak kapan kamu punya teman?"
" Aku punya teman baru, namanya Ashila, dia baik padaku, karena dia orang yang baik, jadi aku juga berbuat baik padanya, sampai pada akhirnya kita akrab dan tadi aku habis jalan sama dia" jelas Jenny panjang kali lebar
" Baiklah kalau begitu" Marvel tak mau ambil pusing dan berlalu dari hadapan Jenny, sedangkan Jenny tersenyum puas karena rencana nya berjalan dengan lancar,
" Setalah ini menunggu giliran mu sayang, aku akan melakukan hal menarik padamu" ujar Jenny dengan tatapan membunuh
" Setalah aku berhasil melumpuhkan kaki tangan kanan mu itu, itu berarti sudah tiba pada waktu nya kita bermain main" Jenny tersenyum miring melihat Marvel berjalan menjauh darinya dan ia merasa bahagia karena telah berhasil melumpuhkan sekertaris James, entah apa yang wanita itu lakukan, yang pasti nasib sekertaris James entah bagaimana saat ini.
*
*
*
__ADS_1
Kembang kopi likenya loveyou All... 🥰😘