
Dengan tergesa-gesa Zaheera menuju mobil dengan linangan air mata, ia benar-benar syock melihat kejadian tadi, dimana seorang perempuan sedang duduk di atas pangkuan suaminya, bibir mereka saling bertemu, bukan hanya bertemu, tepatnya saling bertukar ludah, ******* wanita itu terdengar sangat jelas ditelinga Zaheera, dia memang tidak melihat dengan jelas wajah wanita itu, namun sudah mampu memporak-porandakan hatinya, ia tidak menyangka karena penolakan dari nya waktu itu Marvel berani mencari kepuasan di luar. Pantas saja sampai ia tidak pulang selama satu minggu ternyata sudah ada bunga lain di luar rumah.
" Kita pulang pak" ucap Zaheera menghapus sisa air matanya, Ziya dan sopir mengernyitkan dahinya karena heran melihat Zaheera begitu cepat bertemu dengan Tuan Muda mereka.
" Nona baik-baik saja kan? " Tanya Ziya menyentuh bahu Zaheera lembut
" Aku baik Ziya" Zaheera tersenyum lembut, namun senyuman itu palsu, yang sebenarnya terjadi ia sangat terluka, seharusnya dia tidak perlu seperti ini, seharusnya dia harus membentengi hatinya dari awal, karena pernikahan ini terjadi hanya karena perjanjian semata, kalau bukan karena Marvel menginginkan anaknya ia tidak akan berlaku baik pada diri nya, semua itu Marvel lakukan karena harta warisan keluarga Anggara, Zaheera terus bermonolog dalam hati nya dan menebalkan hatinya dia hanya sebuah alat pencetak anak tidak lebih, dia tidak pantas sakit hati, dia tidak pantas untuk menangisi pria yang tidak mencintai nya, tapi dia ayah dari anak yang ia kandung, diam diam tangis Zaheera semakin pecah dan hal itu tidak luput dari pandangan Ziya dan sopir yang melihat dari kaca spion, mereka tidak bisa berbuat apa-apa mereka hanya bisa melihat nya tanpa ada tindakan.
" Sepertinya ada sesuatu yang Nona sembunyikan " Ziya membatin sembari melihat ke arah Nona mudanya
Sesampainya di mention Zaheera langsung pergi menuju kamar utama tanpa menghiraukan panggilan para pelayannya, sesampainya di kamar Zaheera langsung menjerit histeris, dadanya sungguh sesak menerima kenyataan ini sungguh menyakitkan, seharusnya hari ini adalah hari yang paling membahagiakan untuk nya dan Marvel karena dia sudah berhasil mengandung anaknya, namun sayang malah ia yang dikejutkan oleh Marvel.
" Kamu harus sadar diri Heera, kamu hanya pencetak anak untuk nya, kau bukan wanita yang berharga bagi-Nya "
" Kau tidak akan pernah mendapatkan cintanya, perjuangan mu selama ini hanya Sia-sia "
" Tidak mudah untuk mencari cintanya "
" Kau harus sadar diri"
" kau tidak pantas sakit hati, kau harus terbiasa dengan semua ini, dia hanya suami di atas kertas untuk mu, tidak ada yang istimewa dalam pernikahan mu ini, kalian menikah hanya karena ada tujuan kepentingan masing-masing" Zaheera terus bermonolog dengan dirinya sendiri.
" Nak maafkan Mommy, Mommy hanya bisa memberi kasih sayang padamu selama dalam kandungan, setelah kamu lahir kamu akan bersama Daddy mu" Zaheera mengelus perutnya yang masih rata
" Untuk saat ini maafkan Mommy, Mommy harus merahasiakan keberadaan kamu dari Daddy kamu"
" Karena Mommy ingin menghabiskan waktu berdua dengan mu, karena setalah kamu lahir Mommy akan pergi jauh dari kehidupan kalian, tidak apa- apa ya! tapi Mommy tetap sayang sama kamu, meskipun Mommy akan pergi"
" Mommy juga takut kalau Daddy kamu tahu ada kamu di dalam sini, dia akan semakin iba pada Mommy, Mommy tidak mau itu terjadi"
" Sudah cukup Daddy kamu mengasihani Mommy selama ini, Mommy tidak mau terus seperti ini, karena kenyataannya Mommy bukan wanita yang diharapkan oleh Daddy kamu"
Zaheera terus berbicara dengan bayinya, sembari terus menangis, rasanya ia tidak rela dari sekarang kalau harus memberikan bayinya untuk Marvel.
Setelah merasa tenang Zaheera turun ke bawah untuk mengisi perutnya, meskipun ia tidak merasa lapar tapi ia masih ingat kalau sekarang ia tak sendiri lagi, ia sudah mempunyai tanggungjawab yang harus ia jaga sebaik mungkin, malaikat kecilnya butuh asupan gizi, ia harus kuat demi bayinya.
" Ziya apakah ada makanan yang bisa aku makan? " tanya Zaheera pada Ziya yang sedang mencuci peralatan dapur.
" Alhamdulillah akhirnya Nona turun juga" Zaheera tersenyum
" Nona mau makan? biar saya siapkan "
" Aku pengen makan cumi Ziya"
" Nona mau cumi? tunggu sebentar, saya lihat dulu persediaan seafood di kulkas, kalau masih ada nanti saya masak kan, Nona tunggu saja di ruang makan atau ruang tamu, nanti saya antar kan kesana"
__ADS_1
"Yasudah aku tunggu di ruang keluarga ya"
" Baik Nona"
Zaheera pun melangkah keruang tamu di sana Zaheera duduk santai sembari memakan cemilan yang memang sudah disediakan khusus kalau ada tamu, tidak lama kemudian.
" Nona"
" Eh bik Narsi, ada apa bik?"
" Tidak ada, bibik hanya ingin menanyakan hasil pemeriksaan tadi " kata bik Narsi duduk di lantai
" Eh kenapa bibik duduk di bawah, diatas saja"
" Tidak Nona, bibik tidak pantas, bibik dibawah saja"
" Baiklah terserah bibik saja "
" Bagaimana dengan kandungan Nona, apa dia baik-baik saja" bik Narsi memegang perut Heera
" Dia baik bik, dia sangat sehat,usia nya sudah memasuki minggu ke delapan" Zaheera tersenyum
" Alhamdulillah, Apakah Tuan sudah tahu? "
" Aku belum memberi tahunya bik"
" Dia memang berhak tahu tentang segala hal yang menyangkut bayi ini bik, tapi untuk saat ini aku memilih untuk merahasiakan keberadaannya dari ayahnya " Zaheera mulai Berkaca-kaca
" Apakah ada masalah Nona? "
" Meskipun ada sepertinya aku tidak pantas menceritakan nya pada orang lain bik, biarkan aku menyimpannya sendiri "
" Baiklah bibik faham, kalau memang Nona tidak mau bercerita tidak apa-apa "
" Terimakasih bik"
" Sama-sama Nona" suasana hening untuk beberapa detik
" Bik! "
" Iya Nona "
" Aku boleh minta tolong "
" Dengan senang hati bibik akan melakukannya selagi bibik mampu Nona "
__ADS_1
" Aku mau bibi memberitahu pada semua pelayan yang mengetahui kehamilan ku untuk tidak memberi tahu kepada Daddy dan Mommy apalagi suami ku"
" Tapi Nona " Bik Narsi ragu
" Aku mohon bik"
" Baiklah, bibik akan melakukannya untuk Nona, meskipun bibik tidak tahu apa alasan Nona, tapi insyaallah bibik akan melakukan apa yang diperintahkan Nona dengan baik"
" Sekali lagi Terimakasih Bik, bibik sudah mau mengerti kemauan ku"
" Itu sudah menjadi tugas bibik Nona"
" Nona cuminya sudah matang " Ziya datang dari arah dapur dengan membawa se nampan makanan yang berisi tumis cumi yang Zaheera mau
" Wah kelihatannya enak sekali " Zaheera sumringah
" Yasudah kalau enak lebih baik sekarang Nona makan mumpung masih panas, setelah itu Nona minum susu ibu hamilnya"
" Ziya tolong susu hamil ku taruh di tempat biasa saja, kemasannya cepat buang ke tempat sampah belakang ya"
" Loh kenapa begitu Nona? "
" Biarkan bik Narsi saja yang menjelaskannya, aku lapar mau makan, kalian temani aku ya! "
" Baik Nona " kemudian Zaheera memakan cumi itu dengan nikmat, ia makan dengan lahap sedangkan ditempat lain, wanita itu tetap saja bermanja-manja an dengan Marvel, setalah tadi wanita itu terus memaksa Marvel untuk memuaskan nafsunya, namun Marvel hanya bisa melayaninya sebatas bibir saja, entah mengapa Marvel merasa bersalah bila melakukan hal lebih dengan wanita ini, ia selalu mengingat keberadaan istrinya di rumah.
" Pulang lah dulu, karena malam ini aku akan pulang ke rumah utama, sudah cukup aku menemani mu satu minggu ini, aku sudah lama tidak pulang, aku kepikiran pada istriku"
" Kau lebih mementingkan wanita itu daripada aku? " kata wanita itu dengan nada manjanya
" Aku sudah menuruti semua keinginanmu, sekarang aku sudah punya tanggungjawab di rumah, seharusnya kau mengerti, keadaan ku sudah tidak sama dengan dulu"
" Tapi aku masih ingin bersamamu "
" Tolong jangan seperti ini, kau sudah satu minggu mengikuti ku kemana saja aku pergi, berikan aku ruang untuk bergerak, aku ingin pulang "
" Aku mau ikut"
" Jangan gila kamu"
" Aku memang sudah gila, aku gila karena kamu "
" Aku bilang pulang, atau aku akan tarik semua perkataan ku untuk tidak mengikuti kemauan mu lagi" Marvel mulai emosi
" Baiklah aku aku akan pulang ke apartemen sekarang "
__ADS_1
Perempuan itu pun pergi meninggalkan Marvel yang kelihatannya sangat frustasi, entah apa yang sedang ia pikiran namun hati nya mengatakan ia harus pulang dan bertemu dengan istrinya di rumah sudah cukup ia menahan rindu selama satu minggu ini, Marvel memang belum tahu pasti dengan perasaan nya sendiri, namun rasanya tanpa Zaheera, Hari-hari nya terasa hampa.
Terus dukung author, budayakan meninggalkan jejak yang baik mohon koreksinya, maaf apa bila banyak kesalahan dalam segi penulisan, atau seumpama cerita tidak nyambung mohon maklum ini hanya cerita haluannya author saja, like, komen, vote, love biru, bunga mawar nya juga yang banyak, loveyou All 😍😘💗💑💏🎀💓💓💓🎀