
"Kebahagiaan kalian tidak akan bertahan lebih lama lagi, aku pastikan itu"
" Kalian kira mudah mengalahkan aku hah! akan aku buat keluarga ini menderita dan lihat lah caraku melumpuhkan kalian" Sebuah dendam yang semakin menjadi jadi, Jenny tersenyum kejam melihat satu persatu gerak gerik musuh nya, mulai hari ini orang pertama yang akan masuk ke perangkap Jenny adalah sekertaris James, orang pertama yang akan dia lumpuhkan adalah kaki tangan keluarga ini, karena orang paling berbahaya saat ini adalah dia. Dimana sewaktu-waktu ia akan mengancam posisi Jenny di rumah ini, kalau urusan Zaheera itu belakangan, setelah pemeran pembantu berhasil di lumpuhkan, barulah pemeran utama yang menjadi sasaran ter empuk untuk di santap.
" Morning All... " sapa Jenny dengan senyum termanis nya
" Morning Baby, cup!" kat Jenny mencium pipi kiri Marvel sebelum pada akhirnya dia duduk dan mengambil selembar roti yang di oleskan selay coklat kacang, Jenny bersikap sebagaimana mestinya tanpa memperlihatkan gerak gerik mencurigakan, malahan dia bersikap sangat sopan pagi ini meskipun ada Zaheera juga yang sedang menikmati sarapan paginya.
" Tumben sekali dia tidak mencari masalah?" kata hati Zaheera penuh dengan tanda tanya, karena tidak biasanya dia anteng, tentram damai seperti ini
" Baby malam ini aku ada temu janji dengan temanku, jadi aku akan keluar hari ini dan pulang malam, tidak apa-apa kan? "
" it's okay kamu boleh pergi" dengan entengnya Marvel mengizinkan Jenny untuk pergi, andai Marvel tahu apa yang akan Jenny lakukan di luar sana pasti ia tidak akan mengizinkan wanita itu untuk pergi
" Thank you baby" jawab Jenny dengan senyum terbaiknya dan sarapan pagi ini berjalan dengan sebagaimana mestinya tanpa ada keributan terlebih dahulu yang di ciptakan oleh Jenny yang sering menganggu Zaheera, tepat pada jam 8 pagi Jenny sudah keluar rumah dengan menggunakan salah satu mobil pribadi milik Marvel, entah ia akan kemana namun sejak tadi sekertaris James sudah sangat curiga pada wanita itu, sehingga ia mengikuti dari belakang, tanpa sekertaris James sadari ternyata itu adalah salah satu rencana Jenny untuk menaklukkan sekertaris James.
" Akhirnya ikan sudah memakan umpannya" Jenny tersenyum puas di balik kemudi ketika melihat sekertaris James sudah mengikuti nya dari belakang, entah apa yang akan terjadi selanjutnya semoga hari baik terus berpihak pada sekertaris James.
...****************...
Club malam xxxxxx Jenny sudah sampai di sebuah hiburan malam yang buka 24 jam, begitu juga dengan sekertaris James, ia berhasil mengikuti kemana Jenny pergi, karena ia sangat takut Jenny akan berbuat sesuatu yang bisa membahayakan keluarga Anggara.
" Tamatlah riwayat mu sekertaris sialan, kau tidak akan pernah menyangka atas apa yang akan aku lakukan padamu setelah ini"
"Yang pasti setelah ini kay tidak akan pernah bisa menghalangi langkahku lagi" ucap Jenny dengan begitu percaya diri sebelum ia turun dari mobil yang ia tumpangi, dengan langkah yang anggun Jenny turun dari mobilnya dan berjalan memasuki club malam tersebut, mau tidak mau sekertaris James pun juga ikut serta demi keselamatan keluarga Anggara karena sekertaris James yakin ini ayahnya sebuah siasat untuk mengelabui nya, sesampainya di dalam Jenny langsung menuju meja Bar dan memesan red wine, sedangkan sekertaris James duduk tidak jauh dari tempat Jenny berdiam diri, karena sekertaris James tidak mau ia mabuk, ia lebih memilih untuk memesan jus jeruk murni saja, ia terus memperhatikan Jenny yang terus saja menegak minumannya tanpa henti, namun sekertaris James lihat ia sama sekali tidak mabuk, namun sekertaris James tetap saja memperhatikan gerak gerik Jenny yang memang tidak mencurigakan dilihat dari sudut mana saja, tapi sekertaris James menekankan pada diri nya bahwa ia tidak boleh lengah, siapa tahu setelah sekertaris James lengah barulah Jenny merancang rencananya.
" Apa yang sebenarnya wanita itu rencana kan? mengapa sangat sulit untuk ditebak"
" Sungguh tidak ku sangka, lawan Tuan Muda kali ini sangatlah berbahaya dan tidak bisa disepelekan"
" Andai Tuan Muda sadar siapa wanita ini sebenarnya, mungkin semua ini akan cepat selesai dah tidak membahayakan banyak orang" ucap sekertaris James sembari terus memperhatikan Jenny yang sedikit mengobrol dengan pelayan bar itu. Sedangkan Jenny ia hanya tersenyum miring ketika melihat sekertaris James terus saja memperhatikan dirinya.
" Percuma saja kau terus memperhatikan ku sekertaris bodoh, lebih baik kau persiapkan saja dirimu untuk menghadap ajalmu yang semakin dekat" kata Jenny bersikap biasa saja, tanpa ada yang tahu rencana apa yang akan dia lakukan selanjutnya.
" Dendam ini harus segera aku tuntaskan!"
__ADS_1
...****************...
" Kamu sedang apa?" Marvel menghampiri Zaheera yang sedang berkutat dengan beberapa alat masak di dapur
" Astagfirullah, aku terkejut loh mas" kata Zaheera memegangi dadanya
" Lagian kamu dari tadi sangat fokus sehingga tidak sadar dengan keberadaan ku"
" Memangnya kamus sedang apa?"
" Enggak sedang apa-apa"
" Terus kenapa pegang pisau?"
"Mmm.. ini aku mau potong bengkoang mas"
" Kamu lagi ingin makan bengkoang"
" Entahlah mas tiba-tiba pengen"
" Yasudah sekarang lebih baik baik kamu duduk biar aku yang kupaskan"
" Jangan membantah, lebih baik sekarang kamu duduk, Terima beresnya saja"
" Baiklah" Zaheera pasrah dan berjalan menuju meja makan sembari menunggu Marvel yang sedang fokus mengupas dan memotong buah yang Zaheera inginkan.
Zaheera tersenyum kecut ia bingung sendiri dengan apa yang ia jalani sekarang, hubungan seperti apa yang ia lalui bersama suaminya kali ini.
" Aku berharap semuanya akan baik-baik saja, dan anak ini lahir sesuai dengan keinginan ku dan keluarga suamiku" kata Zaheera penuh harap sembari mengelus perutnya yang sudah semakin membesar di usia kandungan yang menginjak di bulan ke 6
" Akh... "pekik Zaheera yang membuat Marvel reflek menoleh dan menghampiri Zaheera ke tempat dimana ia berdiam
"Kamu kenapa? ada yang sakit?" tanya Marvel panik setengah mati
" Aku tidak apa-apa"
__ADS_1
" Lalu kenapa kamu memekik seperti orang kesakitan"
" Kamu tidak usah panik seperti itu mas, anak kamu hanya menendang saja kok"ucap Zaheera sembari menuntun tangan Marvel untuk menyentuh perutnya, Marvel sedikit terkejut ketika merasakan sebuah tendangan kecil dari perut istrinya
" Dia menendang ?" tanya Marvel antusias dan Zaheera hanya bisa menganggukkan kepalanya, Zaheera sangat terharu melihat pemandangan ini, karena ini kali pertama Marvel dan Zaheera bisa merasakan keberadaan bayinya setelah 6 bulan terakhir
" Bolehkah aku mendengarkan nya?" izin Marvel
" Dia anak mu mas, silahkan saja, pasti dia akan sangat senang jika ayahnya menyapa dan mengajak dia bicara"
" Benarkah?"
" Tentu saja" Zaheera tersenyum manis
" Hai anak Daddy, apa kabar kamu sayang"
" Apakah kamu baik-baik saja?"
" Jangan nakal ya di dalam sana"
" Jangan siksa mommy mu, kasihan dia, kau boleh jadi anak yang aktif boleh bermain sepuas hati mu, tapi kau harus janji sama daddy untuk tidak nakal, kalau mommy mu ingin istirahat berarti kau juga harus menyudahi permainan mu"
" Anak Daddy mengerti kan? " kata Marvel terus mengajak sang buah hati berbicara, sembari memainkan jari telunjuknya di atas perut buncit Zaheera, seakan si bayi mengerti akan apa yang di bicarakan ayahnya ia kembali menendang sehingga menimbulkan senyum rona bahagia diantara kedua calon orang tua itu
" Daddy menyayangimu nak, cup.. " Marvel mencium perut Zaheera penuh sayang kembali menempelkan telinganya ke perut Zaheera.
" Aku juga sangat menyayangi Daddy" jawab Zaheera seolah-olah itu adalah suaranya si jabang bayi..
Dari kejauhan beberapa pelayan yang melihat adegan itu sangatlah bahagia, karena majikan mereka akhirnya baikan
" Semoga ini semua akan bertahan lama" ucap salah satu pelayan dengan penuh harap
*
*
__ADS_1
*
Jangan lupa kembang kopi likenya😍💓☕