Mencari Cinta Sang Pewaris Tahta

Mencari Cinta Sang Pewaris Tahta
Sikap Yang Aneh


__ADS_3

Marvel sudah seperti setrikaan mondar-mandir ke sana kemari, entah apa yang dia cari, sampai pada akhirnya dia terdiam sejenak melihat dengan tajam dan tatapan membunuh, siapa lagi kalau bukan Kim Heera yang di lihatnya, ia sedang bercengkrama dan tertawa bebas. bersama Afandi salah satu Photograper andalannya, entah apa yang mereka bicarakan sehingga membuat Zaheera se bahagia itu, ingin rasanya Marvel memecat orang itu,namun Marvel masih berpikir dua kali mengingat dia adalah photograper yang cukup handal dan profesional, jadi dia mengurung kan niatnya, dengan langkah yang lebar Marvel menghampiri Zaheera yang sedang duduk santai di tepi ruangan dengan Afandi.


" Nona Kim Heera, bisa ikut saya sebentar " kata Marvel ketika sudah sampai di samping Zaheera


" Eh Tuan Marvel, mau bergabung? " Zaheera malah menawarkan minuman padanya


" Tidak terimakasih, saya kesini karena ada sesuatu yang ingin saya sampaikan pada anda"


" Bisa disini bukan, mengapa harus menjauh dari teman saya, bukankah dia Photograper andalan anda juga, untuk apa merahasiakan sesuatu dari nya " mendapatkan jawaban seperti itu dari sang istri sebenarnya Marvel sangat marah, namun sebisa mungkin ia tahan dan profesional.


" Bisakah tidak usah bercanda Nona Kim Heera, tolong profesional sedikit "


" Ok baiklah, Tuan Afandi saya permisi dulu " Zaheera berpamitan pada Afandi dengan melepas senyum manisnya, semakin marah lah Marvel, karena ini bukan sifat asli sang istri, ada pada dengannya Hari ini?


Didalam ruangan Marvel, Zaheera dengan santai nya duduk di kursi kebesaran sang suami sembari mengambil sebuah foto seorang wanita yang sampai saat ini masih Marvel pajang dengan rapi di atas meja kerjanya.


" Wanita yang cantik, tapi sayang udah mati" celetuk Zaheera membuat Marvel mendelik marah

__ADS_1


" Letakkan foto itu" perintah Marvel dengan suara berat


" Aku hanya ingin melihat Nya" Zaheera ngeyel


" Aku bilang letakkan, ya letakkan! jangan buat aku marah"


" Tuan muda- Tuan muda..." Zaheera meletakkan foto itu dan berdiri menghampiri Marvel.


" Seharusnya wanita yang sudah mati jangan selalu dikenang, hidup ini terus berjalan, tidak akan disini saja, lebih baik sekarang nikmati yang ada, lihatlah masa depan dengan wanita mu yang baru ini" dengan gerakan posesif Zaheera mendekati Marvel, meletakkan tangan Marvel di pinggang nya yang ramping, sedangkan Zaheera mengalungkan tangannya ke leher sang suami.


" Seperti nya aku rela menjadi pemuas nafsumu asalkan kamu bisa membuang wanita itu dari hidupmu, sepertinya aku wanita yang lebih hebat dari nya, karena terbukti aku bisa membuat mu sembuh dari demam yang menyerang mu hanya dalam satu malam" dengan lihainya Zaheera Menyusuri wajah tampan Marvel dengan jari telunjuknya yang lentik, seakan-akan memang Zaheera adalah wanita bayaran yang siap melayani tuannya.


" Kenapa kalau di kantor, bukankah anda memiliki ruang untuk beristirahat tuan? " Zaheera tetap menggoda suaminya


" Zaheera cukup! ini bukan kamu, Kim Heera yang aku kenal tidak seperti ini " Marvel menghempaskan tangan Zaheera dari tubuhnya


" Kim Heera tidak berani memakai pakaian seksi seperti ini, Kim Heera tidak pernah berani bercengkrama dengan lawan jenis seperti tadi" Zaheera tersenyum miring mendengar setiap apa yang diucapkan oleh Marvel

__ADS_1


" Jangan sok tahu tuan muda, memang nya kita sedekat apa? "


" Aku sangat mengenalmu dan kita sedekat ini " Marvel langsung menghampiri Zaheera dan ******* bibir ranum itu dengan rakus, bukan hanya itu, Marvel juga merusak gaun mahal yang melekat indah di tubuh Zaheera, dirobek dan di buang nya begitu saja, Zaheera sedikit Terhenyak melihat gaun indah itu sudah terlepas dari tubuhnya, alhasil saat ini hanya tersisa pakaian dalamnya saja, setelah puas dengan itu Marvel melepaskan Zaheera dan memakaikan jasnya pada tubuh mungil itu, takut akan ada karyawan masuk dan berpikir bukan bukan tentang mereka, karena setahu para karyawan mereka hanya rekan kerja tidak lebih dari itu, tapi sebenarnya mereka adalah sepasang suami-istri yang sah menurut agama dan negara, entah sampai kapan mereka akan menyembunyikan status mereka pada publik.


" Masuklah ke kamarku jangan sampai orang lain melihat tubuhmu lagi, aku tidak menyukai orang lain melihat apa yang sudah menjadi milikku, sebentar lagi akan ada orang yang mengantarkan bajumu, aku keluar dulu" tanpa ada bantahan Zaheera hanya menuruti apa yang di ucapkan oleh suaminya sedangkan Marvel sudah pergi meninggalkan ruangan itu. Sesampainya didalam Zaheera hanya duduk termenung melihat sekeliling ruangan yang berisikan 1 tempat tidur lemari dan kamar mandi, mungkin ruangan ini memang di desain khusus untuk seorang direktur yang bujang, hanya gila kerja dan tak ingat untuk pulang, sampai pada akhirnya tubuh yang berbalutkan jas hitam itu tertidur pulas meringkuk seperti seorang bayi yang butuh kehangatan.


...****************...


Pov Marvel Sinota


Kenapa dia hari ini, mengapa dia bersikap sangat aneh, dia bukan seperti Zaheera yang aku kenal, Zaheera istriku tidak seperti itu, Zaheera istriku adalah sosok wanita yang lembut, ramah tidak liar seperti itu, aku semakin bingung dengan sikap nya, karena semalam dia masih Baik baik saja, aku kira hubungan kita akan semakin baik setelah ia memberikan panggilan baru padaku, tapi aku salah dia seperti ini, dia bersikap aneh, yang semakin membuat ku marah adalah pakaiannya, juga dengan mudah dia berinteraksi dengan lawan jenis, sama sekali dia tidak menghargai aku sebagai suaminya.


Karena aku sudah cukup lama meninggalkan ruangan ku, setelah aku cukup tenang aku segera bergegas menuju ruangan ku, sesampainya di sana aku tidak melihat tanda- tanda kehidupan, baju yang aku robek tadi pun masih berserakan, tapi sudah ada baju ganti yang terletak di meja sofa, mungkin sekertaris James yang menaruhnya, ketika aku membuka pintu ruangan tempat aku beristirahat di sana terdapat istri kecilku yang tertidur dengan nyenyak dan tetap mengenakan jaz yang aku berikan tadi, dengan lembut aku membelai wajah cantik nya, entah perasaan macam apa yang ku rasakan sekarang tapi setiap aku dekat dengan wanita ini hatiku jadi tenang dan damai, pikiran ku tentang Jenny pun berhembus entah kemana, tapi aku tetap mencintai Jenny sedangkan pada wanita yang saat ini ber status sebagai istri ku, aku belum tahu aku masih bingung, tapi intinya aku nyaman bila bersama dengan nya, aku tahu aku jahat, telah membuat dia sakit hati, menjadikan dia budak nafsu ku, dan pencetak anak untuk ku, seandainya Jenny masih ada mungkin wanita ini tidak akan pernah mengenal ku, tidak akan pernah aku menyakiti nya, tapi Tuhan sudah berkata lain pada takdir kami, dengan pertemuan yang tak di inginkan kita bersatu dalam ikatan pernikahan.


Cukup lama aku berada di samping nya sampai ia terusik atas keberadaan ku, dia menggeliat dan terbangun, menatap ku dengan serius aku hanya bisa balik menatap nya namun selanjutnya ia berkata.


" Mas maafkan atas kesalahan yang sudah Heera lakukan hari ini, Heera tahu Heera salah, tapi semua itu Heera lakukan diluar kendali Heera, Heera juga tidak tahu mengapa Heera bisa seberani itu" ucapnya lirih aku lihat dia akan segera menangis namun aku segera menenangkan nya

__ADS_1


" Ssstt... sudah, aku sudah memaafkan mu, lebih baik sekarang kamu ganti baju kita pulang " ucapku melempar senyum terbaikku padanya, diapun berjalan menuju kamar mandi dan aku pun keluar menuju meja kerjaku membereskan beberapa file yang akan aku bawa ke mention.


Jangan lupa di like, coment, vote, berikan hadiah sebanyak-banyaknya dan tambahkan ke novel favorit kalian terimakasih πŸ™πŸ’•Salam hangat dari author, selamat membaca πŸ‘πŸ‘


__ADS_2