Mencari Cinta Sang Pewaris Tahta

Mencari Cinta Sang Pewaris Tahta
Pura-pura Bodoh...!


__ADS_3

"Apakah kita akan terus membiarkan menantu dan cucu kita menderita mas? " dengan nada yang sedih Nyonya Anggita meratapi nasib menantu dan calon cucunya menderita hidup bersama anak kurang ajarnya itu


" Tidak akan lama lagi sayang, kita akan membuat Marvel menyesal telah menyia-nyiakan wanita sebaik Zaheera karena lebih memilih wanita ular itu" Tuan Dermawan ikut geram karena mengetahui putra semata wayangnya itu tidak berubah, padahal selama ini Zaheera sudah berusaha keras untuk merubah Marvel, namun rasanya hanya sia-sia saja, memang Tuan dan Nyonya Anggara sudah mengetahui tentang keadaan yang sebenarnya, karena Tuan Anggara menaruh beberapa mata-mata untuk mengawasi setiap gerak gerik Marvel dan menantu nya, betapa terkejutnya Tuan Anggara ketika mengetahui bahwa wanita masa lalu putranya kembali lagi dalam keadaan menantu nya sedang mengandung, sejak itu pula Tuan Anggara memutuskan untuk pura-pura bodoh tidak mengetahui apa-apa tentang kehidupan anak dan menantu nya di Indonesia, agar mereka semakin leluasa kalau sewaktu waktu ingin bertindak, apalagi dengan kejadian ini semakin membuat Tuan Anggara geram dan ingin sekali membawa menantu dan cucunya pergi, namun Tuan Anggara memiliki rencana untuk memisahkan Marvel dan Zaheera.


...****************...


1 minggu pun telah berlalu Sekarang Zaheera sudah diperbolehkan untuk pulang, dan dia tidak memberi tahu Marvel kalau sudah boleh pulang oleh dokter, karena sampai saat ini dia masih belum bisa memaafkan kesalahan Marvel yang sangat fatal menurut nya. Sejak pertengkaran waktu itu Zaheera menolak untuk bertemu dengan Marvel sampai sekarang.


Zaheera lebih memilih pulang bersama para pelayan yang sudah sangat baik padanya, sesampainya di mention Anggara Zaheera langsung beristirahat di kamar rumah belakang, dia tidak mau menginjakkan kakinya ke rumah utama lagi, rasa sakit hatinya pada Marvel dan Jenny belum juga usai, jadi Zaheera lebih memilih untuk menghindari mereka, mungkin sampai ia bisa berdamai dengan hatinya.


" Hati-hati Nona" Kata pelayan yang membantu Zaheera untuk berbaring di tempat tidur


" Terimakasih ya, kalian sudah baik padaku"


" Ini sudah menjadi Tugas kami Nona untuk merawat dan menjaga Nona"


" Kalian sungguh sangat baik padaku, semoga Allah membalas segala kebaikan kalian"


"Amin... "


" Ya sudah lebih baik sekarang Nona istirahat dulu, bibik mau menyiapkan makanan untuk Nona"


" Iya Bik aku akan istirahat, karena aku sangat lelah"


" Sekali lagi terimakasih ya bik, dan kalian semua" Zaheera tersenyum tulus pada para pelayan yang sudah sudi merawatnya


" Kalau begitu kami undur diri, selamat beristirahat Nona" Zaheera hanya tersenyum dan langsung terlelap mungkin efek obat yang mempengaruhi nya, makanya ia cepat terlelap.


...****************...


"Permisi Sus, kenapa ruangan istri saya kosong ya" tanya Marvel yang berkunjung ke rumah sakit, niat hati setelah menyelesaikan semua urusannya di kantor Marvel ingin melihat keadaan istrinya, namun sayang ruangan istrinya sudah kosong melompong


" Bukannya Dokter Villa sudah memberikan izin pada Nona Zaheera untuk pulang Tuan? apakah Tuan tidak mengetahuinya"


" Tidak sus, tidak ada yang memberi tahu saya"


" Memangnya sejak kapan istri saya diperbolehkan pulang, karena saya juga belum sampai di rumah"


" Sepertinya tadi siang sekitar jaman 11 Tuan, Nona Zaheera pulang bersama beberapa wanita yang memakai pakaian pelayan"


" Kalau begitu terimakasih atas informasinya sus, saya permisi"


" Sama-sama Tuan"


Setelah mendapatkan informasi dari perawat tadi Marvel langsung bergegas pulang ke mentionnya, sesungguhnya Marvel merasa kesal karena ia seperti tidak dianggap oleh Zaheera sekarang, iya dia memaklumi kalau Zaheera memang masih marah, tapi setidaknya ada orang yang memberi tahu kalau dia sudah pulang dari rumah sakit, sehingga ia tidak harus seperti orang bodoh seperti tadi.

__ADS_1


Sesampainya Marvel di mention Anggara ia langsung mencari keberadaan pelayan yang sering bersama Zaheera, Ziya! pelayan muda itulah yang menjadi sasaran utama Marvel kali ini, untuk menanyakan keberadaan istrinya, apakah dia baik-baik saja atau lainnya.


" Ziya.... Ziyaaa.... " panggil Marvel dengan lantang, sehingga semua penghuni di rumah itu mendengar nya, kecuali Jenny wanita itu pergi shopping dari pagi sampai sore ini pun dia belum kembali, wanita seperti itukah yang di pertahankan oleh Marvel!


"Apakah Ziya melakukan kesalahan? sehingga Tuan Muda memanggilnya dengan sangat lantang begitu"


" Jarang-jarang loh Tuan Muda memanggil pelayan dengan menyebutkan namanya"


" Iya, ada apa ya Kira-kira?" semua pelayan merasa Heran ada apa sebenarnya dengan Tuan Muda nya, tidak lama kemudian Ziya datang dengan tergesa-gesa, karena kebetulan ia sedang bertugas membersihkan taman belakang dan tentu saja suara Marvel yang memanggil dirinya terdengar sampai ke sana


" Saya Tuan !" Ziya datang dan menghadap pada Tuannya, dengan nafas yang tersenggal


"Dimana istriku" Marvel langsung to the point


" Nona muda ada di rumah belakang Tuan"


" Kapan kalian sampai?"


" Kami pulang dari rumah sakit sekitar jam 11 siang tadi Tuan"


" Kenapa Tidak ada yang memberi tahu aku kalau istriku pulang hah!"


" Maaf Tuan, Nona muda tidak memperoleh kan kami untuk memberitahu Tuan Kalau Nona muda sudah diperbolehkan pulang oleh dokter" dengan susah payah Marvel berusaha meredam emosi nya, ternyata benar dugaan nya, Zaheera lah yang tidak memperbolehkan para pelayan untuk memberitahu dirinya, Zaheera benar-benar marah besar pada Marvel, tapi seharusnya Marvel bersyukur Meskipun istrinya membenci dirinya Zaheera tetap pulang ke rumah ini, tidak berniat pergi dari diri nya.


...****************...


" Love, sebaiknya kamu pindah saja dari sini" dengan mengumpulkan keberanian Akhirnya Marvel mampu mengucapkan apa yang ingin Ia katakan pada Jenny, Jenny langsung menaruh sendok dan garpu yang ia pegang, sebenarnya ia sangat terkejut mendengar penuturan Marvel, namun sebisa mungkin ia menetralisir kan rasa keterkejutan nya.


" Maksud kamu apa sayang?"


" Kamu ngusir aku?"


" Aku tidak ngusir kamu"


" Tapi untuk saat ini kesehatan Zaheera lebih penting dari segalanya, aku tidak mau sampai orang tuaku tahu apa yang terjadi pada Zaheera"


"Apalagi saat ini keberadaan kamu sudah diketahui publik love"


" Ya kenapa kalau keberadaan ku diketahui publik? sekalian saja kita umumkan kalau kita akan menikah" dengan percaya dirinya Jenny berkata seperti itu


" Jangan gila kamu Love, aku sudah menikah dan saat ini istriku sedang hamil, aku juga tidak mau keberadaan mu diketahui orang tuaku"


" kamu lebih memilih dia dari pada aku?"


" Aku tidak punya pilihan lain Love, aku hanya tidak mau menyakiti orang tuaku, karena Zaheera pilihan mereka"

__ADS_1


" Sampai kapan kamu akan mengubah sifat kamu yang penakut ini, kau terlalu lemah kalau menyangkut orang tuamu Vel"


" Karena mereka selalu ingin yang terbaik untuk ku"


" Terbaik? terbaik seperti apa yang kamu maksud?"


" Pura-pura bahagia seperti ini bersama wanita itu"


" Bagaimana pun dia pilihan orang tuaku, yang menurut mereka baik untuk ku"


"Aku lebih baik darinya Vel"


" Kalau kamu memang yang terbaik untuk ku, tidak mungkin selama ini orang tuaku melarang ku untuk dekat dengan mu"


" Dan ternyata benar dugaan orang tuaku, larangan mereka selalu berlandasan, apa yang mereka ucapkan tidak pernah salah, dan ternyata benar, wanita yang menurut ku baik ternyata membawaku ke jurang penyesalan, mereka tetap bersabar dan merawat ku dengan baik"


" Sampai orang Tuaku menemukan Zaheera yang perlahan-lahan mengembalikan ku"


" Dan sekarang kamu mengungkit masalalu lagi Vel, demi membela wanita itu"


" Memang itu kenyataan nya, aku tidak berniat mengungkit masalalu, kau memang telah menghancurkan hidup ku"


" Dan jangan pernah kamu merasa menjadi orang yang paling tersakiti Vel"


" Aku juga menderita bertahun-tahun"


" Aku lebih menderita Love, aku menderita karena bayang-bayang mu, aku selalu dihantui rasa bersalah karena telah membunuh mu, karena rasa cintaku padamu, sampai detik ini aku selalu menyakiti hati wanita yang tulus padaku"


" Akun juga tulus mencinta kamu Vel, aku sangat mencintai kamu"


" Aku juga menderita jauh dari kamu" Jenny memelas dan hendak memeluk Marvel, namun Marvel menghindar


" Tapi sekarang kamu sudah kembali, dalam keadaan sehat dan kembali menikmati hartaku seperti dulu Love, jadi aku harap kamu bisa diajak kerja sama"


" Kalau kau masih mencintai ku, tolong hargai keputusan ku, pindah lah ke apartemen sebelum orang tuaku kembali ke tanah air" Jenny tidak merespon perkataan Marvel dia lebih memilih untuk mengalah dan pergi dari hadapan Marvel dan Marvel merasa lega karena telah mengatakan apa yang ingin dia katakan.


*


*


*


Terimakasih sudah membaca cerita haluan author, minta maaf πŸ™πŸ’•kalau banyak typo nya, karena othor hanya bermodalkan otak langsung diketik, jadi gak punya cadangan untuk up, hal itu juga yang membuat author terkadang lambat update, mohon dukungannya terus ya reades sekalian, karena author bukan siapa-siapa tanpa kalian.


love you All πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜™πŸ˜—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2