Mencari Cinta Sang Pewaris Tahta

Mencari Cinta Sang Pewaris Tahta
Memberitahu Mommy Dan Daddy...


__ADS_3

Ketika Sore menjelang Marvel melihat Zaheera sedang mengotak atik makanan yang dia beli tadi pagi, ia sengaja tidak memberi tahu Zaheera kalau dia yang membeli semua cemilan dan makannya, ia meminta pelayan mengatakan kalau merekalah yang membelinya agar Zaheera mau memakan semua yang Marvel belikan.


" Kalian mengapa sangat baik padaku " Zaheera terharu sehingga ia menangis, entah mengapa sekarang ia sangat mudah menangis menyangkut hal kecil sekalipun


" Karena itu semua memang tanggung jawab kami untuk memenuhi segala kebutuhan Nona" Sahut kepala pelayan


" Jadi Nona tidak perlu menangis " Sahut pelayan yang lain


" Tapi ini terlalu banyak, pasti jatah bulanan untuk masak berkurang ya, karena kalian membelikan keperluan ku"


" Tidak kok Nona masih tetap sama seperti bulan-bulan sebelumnya "


" Aku terharu, kalian sangat baik, kalau Tuan arogant itu boro-Boro perhatian ngelirik aja enggak " Kata Zaheera tetap dengan tangisannya, sedangkan Marvel yang melihat tingkah menggemaskan istrinya itu hanya bisa tertawa pelan


" Dasar ibu hamil, mood nya berubah-ubah " Gumam Marvel pelan, Marvel semakin dibuat bingung karena hal ini, ia semakin bingung harus memilih diantara keduanya.


"Nona tidak tahu saja kalau semua bahan makanan yang diperlukan Nona, adalah tuan muda yang membelikan nya" Sedangkan kepala pelayan berkata seperti itu dalam hatinya.


...****************...


" Hello Momm, Dad" Suara Marvel sengaja di lantang kan, agar Jenny menjauh dan satu cara juga untuk membuat Zaheera mendekat.


" Hey Boy, dimana istrimu" tanya tuan Anggara


" Iya Boy, Mommy sangat merindukan menantu mommy yang satu itu" imbuh Nyonya Anggita


" Jadi Daddy dan Mommy tidak merindukan aku? padahal kalau Mommy dan Daddy merindukan aku, aku akan memberikan hadiah untuk kalian"


"Kami juga merindukan mu Boy, tapi ngomong-ngomong hadiah apa yang akan kamu berikan pada kami" sahut Nyonya Anggita


" Tunggu sebentar, biar Zaheera langsung yang memberi tahu kepada kalian, aku akan memanggilnya dulu"


" Baiklah" Sahut keduanya


" Sayang... " panggil Marvel lantang, memang kebetulan ia sedang ada di dapur saat ini


" Sayang kemarilah" panggil Marvel lagi, sedangkan di dapur


" Dia memanggil siapa bik? " tanya Zaheera pada pelayan


" Sepertinya sih manggil Nona"


" Ah masak sih bik, sok mesra" Zaheera tak percaya dan mengacuhkan nya


" Zaheera sayang... " Marvel mempertegas ucapannya karena ia lupa di rumah ini ada 2 wanita yang dia sayangi


" Tuhkan Non, apa bibik bilang"


"Kok tumben ya bik dia mesra gitu manggilnya, gak biasanya"


" Yasudah lebih baik sekarang Nona samperin Tuan Muda saja biar jelas, apa keperluan tuan sama Nona "


" Ok deh bik kalau begitu, aku keluar dulu ya"


Kemudian Zaheera keluar sambil berkata

__ADS_1


" Kenapa sih teriak-teriak Tuan kira disini hutan? "


" Ssttt... Mommy sama Daddy telepon "


"Ups, Sorry saya enggak tahu"


" Yasudah sekarang lebih baik kamu bicara sama mereka"


" Baiklah" Zaheera mengambil alih ponsel yang dipegang Marvel, tampaklah kedua mertua yang sudah sangat baik pada Zaheera, sungguh ia sangat merindukan sosok mertuanya itu, seandainya mereka ada disini mungkin Marvel tidak akan berani melakukan hal ini pada dirinya, ingin sekali Zaheera mengadu namun tidak mungkin ia melakukannya.


" Apa kabar sayang? "


"Hello Mom, Dad Alhamdulillah Heera baik" kata Zaheera tersenyum, namun dia hampir menangis,


" Hey kenapa menangis girl, apakah putra kanal ku itu menyakiti mu? " Mendengar Pertanyaan yang sangat benar sekali Zaheera hampir saja keceplosan, namun ia segera menggelengkan kepalanya


" Lalu kenapa kamu menangis sayang " Tanya Nyonya Anggita lembut


"Aku hanya merindukan Mommy saja"


" Ouw.. baby, janganlah bersedih sayang nanti mommy dan Dad pasti akan pulang"


"Oh iya sayang, kata suami mu kalian punya hadiah untuk kami, hadiah apa" Zaheera bingung dia merasa tidak mempunyai hadiah yang akan dia berikan pada mertuanya, jadi Zaheera menoleh pada suaminya, dengan gerakan lembut Marvel menyentuh perut Zaheera dan memberikan isyarat agar dia memberi tahu pada ke dua orang tuanya, Zaheera mengernyitkan dahinya, karena dia. merasa belum siap, karena masalah diantara dia dan Marvel belum selesai, namun Marvel mengangguk pasti seakan-akan mengatakan bahwa kedua orang tuanya juga berhak tahu atas kehamilannya itu.


" Loh kenapa kalian berdua diam? " Tuan Dermawan memecahkan keheningan diantara keduanya.


Kemudian Zaheera tersenyum dan berkata


" Selamat ya Mom, Dad. sebentar lagi kalian akan segera menimang cucu" Kata Zaheera dengan mantapnya, Tuan dan Nyonya Anggara menganga mereka terdiam sejenak, seakan-akan mencerna apa yang Zaheera katakan.


"Kamu sedang hamil sayang" Akhirnya kata-kata itu yang mencul dari mulut Nyonya Anggita


" Iya Mom.. " Jawab Zaheera singkat


"Sudah berapa bulan sayang ? "


" Sudah mau masuk bulan ke 4 Mom.. "


" Hey kenapa sudah mau masuk bulan ke 4 dan kalian masih baru memberi tahu mommy sekarang? "


" Kami mencari waktu yang tepat Mommy " Marvel menimpali


" Alasan kalian ini, pokoknya Mommy dan Daddy akan pulang" seketika 2 ekspresi berbeda yang ditujukan oleh sepasang suami-istri itu, raut wajah Zaheera yang sangat bahagia, sedangkan Marvel, nyawanya merasa terancam karena saat ini masih ada Jenny di mention Anggara


" Tidak usah pulang Mommy, nanti kalau usia kandungan Zaheera sudah mendekati bulan lahir baru mommy dan Daddy pulang" Saran Marvel mencoba tenang


" Kamu tidak senang mommy dan Daddy pulang Boy? apakah ada yang kalian sembunyikan dari kami? " Zaheera merasa senang karena Marvel merasa terintimidasi oleh ucapan orang tuanya, sekali- kali boleh juga buat Marvel kelabakan.


" Enggak ada kok Mom, Marvel hanya takut mommy nanti mau pulang lagi ke London, pas lahiran mau balik lagi ke indo, tahun sendiri kan Mommy sering gak betah kalau udah nyaman di suatu tempat "


" Benar kata Marvel mi.. lebih baik kita pulang nanti saja kalau kandungan menantu kita sudah mendekati bukan lahir " Tuan Dermawan membenarkan


" Yasudah iya, nanti saja" Nyonya Anggita tampak sedih


" Tapi sekali lagi selamat ya sayang, jaga kesehatan, jaga cucu mommy, makan makanan yang sehat jangan melakukan hal yang membuat kamu lelah, ok! "

__ADS_1


" Ok Mom.. pasti Heera akan mengingat semua apa yang Mommy katakan "


" Yasudah kalau begitu, mommy tutup dulu telepon nya, kamu langsung istirahat, jangan ambil makanan sendiri biar suami mu yang mengambil kan nya"


" Iya mommy "


"By sayang... "


" By Mommy, dad.. " Zaheera dan Marvel bersamaan, setelah sambungan telepon dimatikan Zaheera segera bangkit dari duduknya, niatnya ia ingin segera pergi dari hadapan Marvel, namun sayang Marvel langsung menarik tangan Zaheera sehingga wanita yang sedang hamil itu jatuh ke pangkuan nya.


" Ada apa lagi Tuan? " kata Heera memberontak


" Mau kemana? " Tanya Marvel tetap memeluk Zaheera dengan erat


" Mau ke dapur, lepasin Ah... "


" Mau ngapain? "


" mau lanjutin masak"


" Gak denger kata mommy barusan, baru aja dibilangin udah ngeyel"


" Saya dengar, tapi untuk apa juga saya minta bantuan anda, kalau derajat kita saat ini sudah berbeda, kita hanya sebatas pelayan dan majikan, lebih baik sekarang anda urusi saja kekasih anda itu "


"Kamu cemburu? "


"Cih.. untuk apa saya cemburu tidak ada gunanya, haruskah seorang pelayan cemburu melihat majikan nya menjalin cinta dengan kekasih nya? kurasa tidak pantas ya! "


" Heera! " Marvel begitu geram pada bibir Zaheera yang tidak bisa di rem kalau sedang bicara, kenapa wanita ini sejak hamil malah tambah berani, karena ke geraman Marvel terhadap Zaheera sudah tidak bisa dibendung lagi dengan tanpa izin Marvel langsung mencium bibir Zaheera yang selalu mengoceh itu.


" Mmpft... " desis Zaheera ketika Marvel sudah berhasil menjelajahi mulut Zaheera, Marvel langsung melepaskan pangutan dari bibir Zaheera ketika mereka berdua sudah kehabisan nafas.


" Kenapa bibir ini selalu mengoceh " kata Marvel sambil mengelap bibir Zaheera dengan ibu jarinya,


" Tapi manis, mau lagi" goda Marvel ingin mencium kembali bibir Zaheera, namun belum sempat bibir itu mendarat tiba-tiba


" Plakk.. " satu tamparan berhasil mendarat di pipi Marvel


" Tolong yang sopan tuan muda, jangan samakan saya dengan wanita mu, yang dengan murahnya menyerahkan diri pada suami orang, saya malah sangat jijik berbagi tempat ciuman degan dia" hardik Zaheera sangat marah, lalu dia pergi tanpa menoleh lagi, Marvel tercengang mendengar perkataan Zaheera barusan, jadi dia melihat semua disaat Jenny mencium dirinya, Zaheera juga tidak mau berbagi ciuman dengan wanita lain.


" Ahk... sungguh ini sangat rumit bagaimana caranya aku memiliki keduanya kalau diantara salah satunya tidak ingin berbagi, dan satunya lagi ingin menguasai "


" Lama-lama aku gila kalau begini terus, dihadapan dengan 2 wanita yang sama-sama aku sayangi"


" seandainya mereka bisa hidup rukun, maka aku akan memiliki keduanya dengan tenang "


Pikiran Marvel terus berputar hanya untuk memikirkan 2 wanita yang mengisi hari hari nya.


*


*


*


Terimakasih sudah membaca cerita haluan author semoga kalian suka,

__ADS_1


Terus dukung author sampai cerita ini selesai, karena dukungan kalian sangat berarti untuk author, love you AllπŸ˜πŸ˜˜πŸ˜πŸ˜˜β€πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜™πŸ˜—πŸ€—


__ADS_2