
Pagi pagi sekali pada saat jam sarapan para pelayan sudah sibuk memindahkan barang-barang Heera ke rumah belakang, Marvel tidak menyangka bahwa apa yang tadi malam istrinya ucapkan itu tidak main-main, Marvel tidak bisa melakukan apa-apa kecuali membiarkan apa yang menjadi kehendak istrinya, tadi malam saja mereka tidur saling membelakangi, tidak ada kata mesra lagi, tidak ada pelukan hangat lagi, mereka berdua saling mendiamkan diri bagaikan orang asing yang kebetulan bertemu, dua orang itu sedang bersedih, sedang berkecamuk dengan pikiran masing-masing, namun lain halnya dengan Jenny, wanita itu malah tersenyum puas, akhirnya ia bisa kembali menguasai Marvel tanpa ada nya penghalang.
" Wah rupanya ada pelayan baru nih" celetuk Jenny menyindir, tapi tidak ada balasan sedikit pun dari Heera, dia tetap membantu para pelayan memindahkan Barang-barang nya.
" Heh pelayan baru, kamu punya telinga gak sih? " Jenny semakin menjadi jadi, tapi ada apa dengan Marvel dia tetap saja diam tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut pria itu.
" Maaf saya tidak punya waktu untuk meladeni kegilaan anda " ucap Zaheera tak kalah sengit nya
" Apa kamu bilang? gila? dasar perebut kekasih orang "
" Hahah... tidak salah anda berkata seperti itu nona Jenny? Siapa istri siapa kekasih? tolong sadar dia hanya kekasih anda" tunjuk Zaheera pada Marvel
" Bukan suami anda" imbuhnya
" Tapi aku yang lebih dulu mengenal nya daripada kamu"
" Tapi sayang nya kalian terpisah dan dia memilih untuk menikahi ku"
" Lalu kamu datang, mengusik rumah tangga orang, dan mau menghancurkan kebahagiaan orang"
" Seperti nya salah ya kalau kamu mengatakan aku yang merebut dia darimu, karena yang lebih pantas dicap sebagai pelakor disini adalah kamu" tuding Zaheera penuh amarah
" Stop! jangan buat keributan disini" kata Marvel tegas
" Kenapa? anda tidak suka saya mengatakan kekasih anda pelakor Tuan? "
"Stop it Heera" Marvel tetap dengan emosi nya
" Kenapa anda marah Tuan? memang kenyataan nya kan dia pelakor, Anda tidak Terima? dan yang paling mirisnya lagi anda sendiri yang membawa pelakor ini dalam rumah tangga kita"
" Heh kamu jangan asal bicara ya! " Jenny hendak menampar Heera namun tangan yang akan segera melayang di pipi Zaheera itu segera ditangkap oleh Heera,
" Akh... " pekik Jenny kesakitan, karena kebetulan yang di genggam tangan Jenny adalah tangan yang sedang terluka akibat goresan beberapa hari yang lalu.
" Kenapa? Sakit? " ledek Heera bak psikopat yang akan membunuh lawannya dan jujur Jenny sangat takut melihat ekpresi Zaheera, ternyata ia salah kalau menganggap Zaheera wanita yang lemah
" Lepaskan! sakit" rintih Jenny kesakitan
" Oh ternyata kamu masih bisa merasakan rasa sakit ya? saya kira tidak, karena kamu gak punya perasaan, jadi maklum kalau saya ingin lebih membuat kamu sakit" ekpresi psikopat itu masih belum lepas dari wajah Zaheera
__ADS_1
" Lepaskan tangan mu Heera " bentak Marvel geram, dengan gerakan kasar Heera langsung menghempaskan tangan Jenny dengan kuat sehingga ia terhuyung, namun segera ditangkap oleh Marvel, tangan nya mengeluarkan darah segar dan Heera hanya tersenyum puas melihat nya, sekali kali dia harus memberikan pelajaran pada wanita itu agar tidak lagi menindas nya se enak hati.
" Baby sakit " Jenny menangis
"Ekting yang sangat bagus" gumam Heera begitu jijik
" Heera " Bentak Marvel dengan sorotan mata tajam hendak menampar Zaheera namun sebelum tangan Marvel sampai pada pipi mulus Zaheera, tiba-tiba Marvel sadar kalau apa yang ia lakukan itu salah, Zaheera sempat terperanjat kaget dan reflesk memejamkan matanya, namun beberapa detik Heera menunggu ia tidak merasakan sakit apapun, ketika ia membuka matanya ternyata tangan itu tetap melayang diudara, dengan nyali yang kuat Heera pun berkata
" Kenapa berhenti Tuan? ayo tampar" Zaheera menantang
" Demi. membela wanita itu kamu mau menampar ku? "
" Kenapa gak jadi? "
" Tolong hargai Jenny sedikit saja" pinta Marvel
" Menghargai? tidak salah kamu meminta ku melakukan itu?"
" Dia punya perasaan Heera, kenapa kamu berlaku kasar padanya? "
" Dan aku tidak punya perasaan begitu? dia mau berlaku kasar padaku, menghinaku apakah aku harus membiarkan nya? aku harus diam seperti orang bodoh? oh tidak Tuan Muda kau salah, Aku juga punya harga diri yang tidak mudah untuk di remehkan, kau salah besar jika menganggap ku akan diam saja"
" Dari pada kamu terus mencecar ku, lebih baik sekarang lihat kekasih mu itu, sepertinya sebentar lagi dia akan mati kalau tidak segera diobati "
" Heera! "
"Sudahlah Tuan Muda, saya tidak punya waktu untuk meladeni anda dengan kekasih anda itu, hanya membuang waktu berharga saya saja"
" Permisi! " tersenyum dipaksakan, Zaheera sedikit berlari ke rumah belakang ia sudah tidak tahan untuk tidak menangis, padahal ia sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak mau menangis lagi hanya karena suami nya, tapi entah mengapa hatinya sangat sesak ketika mendengar suaminya lebih membela wanita lain di depan matanya, kurang apa dirinya selama ini. Mengapa Marvel tidak bisa membuka hatinya sedikit saja untuk Heera, apa lebihnya wanita ular itu dibandingkan istrinya sendiri.
" Tuhan kuatkan aku"
" Mengapa engkau begitu yakin pada kekuatan yang hamba miliki, sungguh hamba tidak sekuat itu Rob"
" Hamba ingin menyerah, tapi hamba yakin engkau akan selalu ada untuk ku "
" Mendampingi ku sampai bismillah yang ku panjatkan menjadi Alhamdulillah yang penuh kenikmatan "
" Bimbing aku selalu Rob" setiap kata penuh harap yang Zaheera ucapkan, dia menangis Sesegukan dibawah pohon rindang yang terletak di rumah belakang yang biasa dibuat tempat untuk pesta oleh para pelayan di rumah ini. Entah tempat mana yang paling nyaman selain di tempat sejadah yang tergelar, Heera juga bingung karena semua rumah di tempat ini rasanya sudah tidak aman baginya.
__ADS_1
...****************...
" Akhh... sakit" desis Jenny
" Tahan lah sedikit "
" Wanita itu keterlaluan Baby" Jenny berusaha menjelekkan Zaheera
" Dia sampai tega melukaiku "
" Dia tidak akan bertindak kalau kau tidak bertingkah "
" Kau membelanya? "
" Aku tidak membela siapa-siapa, aku hanya ingin mengingatkan kamu saja"
" Setelah kamu. melihat kejadian ini apa kamu tidak mau menceraikan nya? " Marvel terdiam, karena memang saat ini dia tidak bisa menceraikan Zaheera, karena ia sedang mengandung
" Aku tidak bisa menceraikannya "
" Kenapa? kamu sudah mulai mencintai nya?"
" Susah selesai, lebih baik sekarang kamu istirahat aku mau ambil makanan dulu" Marvel mengalihkan pembicaraan nya, karena jujur saja ia juga bingung dengan isi hatinya, apa benar dia sudah mulai mencintai istrinya, atau mungkin ini cuma sekedar rasa iba karena ia sendang mengandung buah hatinya?
" Ia aku hanya iba dan merasa bertanggung-jawab karena dia sedang mengandung anakku"
" Aku tidak boleh sampai jatuh hati padanya, dari awal memang tujuan pernikahan ini hanya untuk pewaris tunggal keluarga Anggara"
" Tidak boleh ada cinta "
" Tapi kenapa ada yang berbeda dengan hatiku setiap kali aku bersama nya"
" Aaaakh... Lama-lama aku frustasi kalau begini terus" Marvel mencengkram rambutnya kuat, ia benar-benar dihadapkan dengan situasi yang sulit menghadapi 2 wanita yang tidak bisa berdamai sedikit pun, sehingga membuat ia bingung harus melakukan apa.
*
*
*
__ADS_1
Like, koment, vote, love biru dan bunga mawarnya yang banyak agar author makin semangat, love you All readers sekalian 😍😘😙😗🤗😍😘😍😘❤