Mencari Cinta Sang Pewaris Tahta

Mencari Cinta Sang Pewaris Tahta
MEMBUJUK!


__ADS_3

" Zaheera..." teriak Marvel keluar dari dalam mobilnya, sedangkan yang dia panggil sudah menghilang entah kemana, dengan sekuat tenaga Marvel lari mencari keberadaan Zaheera, sedangkan hujan semakin deras, kabut pun semakin tebal, seketika Marvel merasa menyesal karena telah memarahi Zaheera seperti tadi,


" Sial kemana gadis itu " Marvel seperti orang linglung mencari keberadaan Zaheera kesana kemari, tapi tidak membuahkan hasil. Marvel terus berlari membelah hujan sampai pada akhirnya Marvel melihat bayangan seseorang sedang bersimpuh di tanah yang penuh dengan genangan air hujan, buru-buru Marvel menghampiri bayangan itu dan mendekati nya, ternyata benar itu adalah istrinya dia menangis histeris sambil Meracau memanggil nama ayah dan ibunya.


" Ibu Heera gak kuat, Heera sakit bu, Ayah. Heera rindu kalian, hiks.. "


" Heera pengen mati aja, Heera gak mau hidup seperti ini, hiks... Hati Heera sakit, mengapa orang kaya selalu bertindak se enaknya hiks.. tanpa memikirkan perasaan Heera, Heera juga punya hati" mendengar pengaduan Zaheera makin merasa bersalah lah Marvel terhadap wanita itu, dengan sekali gerakan Marvel ikut bersimpuh di dekat Zaheera dan memeluk gadis itu dengan erat,


" Sssttt... Maaf kan saya, maaf sudah membentak kamu, saya salah" kata Marvel membawa Zaheera dalam dekapan nya, sadar kalau yang memeluknya adalah Marvel Zaheera langsung memberontak dan tidak mau disentuh oleh Marvel,


" Lepasin, jangan sentuh aku, aku benci sama kamu, aku benci, hikss... hikss... pergi" dengan sekuat tenaga Zaheera mendorong Marvel namun usahanya hanya sia- sia karena Marvel tetap memeluknya dengan erat tetap berusaha menenangkan nya


" Lepaskan aku Tuan Muda, lepas hiks.. aku benci padamu hiks.. aku tidak seperti mereka, aku hanya milikmu.. aku tidak pernah tidur dengan pria selain dirimu, aku berani bersumpah padamu Tuan Muda hiks.. " Zaheera tetap Meracau meskipun ia sudah tidak punya tenaga untuk memberontak lagi


" Sssttt... sudah kau tidak perlu bersumpah, aku percaya padamu, lebih baik sekarang kita pulang, hujan semakin deras, aku takut kamu kenapa napa "


" Apa perduli mu, biarkan aku disini, aku lebih tenang disini daripada di rumah besar itu, yang sudah seperti neraka bagiku hiks.. aku tidak mau ke sana, aku mau sendiri hiks.. " Marvel melepaskan pelukan nya


" Zaheera, hujannya semakin lebat, aku tidak mau kamu sakit " mendengar penuturan Marvel yang khawatir pada nya Zaheera hanya tersenyum miring dan berkata sambil menatap tajam wajah Marvel


" Kamu takut aku sakit? apa perduli mu? Ouw aku tahu, kamu takut aku penyakitan dan akan menular pada calon anakmu begitu?bukan kah lebih baik aku mati, agar kamu senang dan mencari pengganti ku yang lebih segala-galanya" Zaheera kembali emosi,


" Cukup Zaheera "


" Biarkan aku mati Tuan Marvel, biarkan aku mati, karena aku tidak mau hidup seperti ini, aku hanya dijadikan alat oleh suami yang tidak menginginkan ku, aku sudah terlalu sakit hanya dijadikan budak nafsu oleh suamiku sendiri, kau hanya melihat ku dengan nafsu, sedangkan hatimu masih mencintai wanita lain, kau anggap aku apa hah! selamanya aku hanya jadi budak nafsu mu saja dan pencetak anak bagimu"

__ADS_1


" Apakah semua itu masih kurang? hiks"


" Dan kau masih menghinaku, menuduhku yang bukan bukan, hiks. Seharusnya kau sadar Tuan muda yang terhormat, siapa yang mengambil mahkota ku secara paksa! "


" Itu berarti kau sama hina nya dengan ku, kau lebih hina, karena dengan sengaja mengambil mahkota seorang gadis yang kau nikahi tapi hanya dijadikan pemuas nafsu semata! " Zaheera benar-benar marah dan meluapkan emosinya


" Kalau bukan karena permintaan seorang ibu, aku tidak akan mungkin bertahan Tuan Muda hiks.. " Zaheera mulai melemah


" Ini terlalu menyakitkan untuk ku "


" Maaf kan aku"


" Pergi dari sini Tuan muda "


" Aku tidak akan pergi "


" Dan membiarkan mu disini sendirian "


" Pergi aku tidak mau melihatmu lagi " dengan sekuat tenaga Zaheera mendorong Marvel sehingga membuat Marvel terhuyung, namun bukan Marvel namanya kalau tidak berhasil membuat Zaheera menurut, Marvel mencengkram bahu Zaheera dan berkata,


" Lihat aku Zaheera"


" Enggak, pergi " Zaheera tetap memberontak


" Zaheera Abqura " Marvel membentak, sehingga membuat Zaheera berhenti memberontak

__ADS_1


" Dengarkan aku"


" Sebelum tujuan ku belum tercapai, aku tidak akan membiarkan kamu mati, paham! "


" Jadi sekarang kamu ikut aku, kita pulang "


" Kalau aku bilang tidak ya tidak" Zaheera membentak Marvel, namun tanpa Zaheera pikiran Marvel dengan tiba-tiba langsung melu*at bibir Zaheera yang bergetar karena kedinginan, seketika tubuh Zaheera merasa panas karena sengatan listrik yang menjalar di seluruh tubuhnya.


" Kita pulang atau kau akan habis disini"


" Kau egois Tu_" sekali lagi Marvel membuat Zaheera bungkam seribu bahasa, karena belum sempat Zaheera menyelesaikan pembicaraan nya bibir Marvel sudah terlebih dahulu mendarat sempurna di bibir nya.


" Kenapa bibir mungil ini sangat cerewet " Marvel mengusap bibir Zaheera lembut, sedangkan sang empu hanya terdiam tanpa tenaga


" Kita pulang sekarang" tanpa meminta izin Marvel langsung menggendong Zaheera, mau tidak mau Zaheera mengalungkan tangannya ke leher Marvel yang kuat, karena takut ia akan terjatuh


" Menurut lah Nona muda, karena suami mu ini tidak terlalu pandai dalam membujuk orang, kalau kau masih tidak mau pulang entahlah apa yang akan aku lakukan pada mu" ucap Marvel ambigu


" Karena kau belum tahu apa yang mampu aku lakukan pada orang yang selalu menentang ku" lanjut Marvel berbicara sepanjang jalan, tanpa adanya jawaban dari Zaheera, ketika Marvel menunduk melihat istri kecilnya ternyata ia sudah terlelap, entah pingsan atau hanya tertidur, buru-buru Marvel menuju mobilnya karena dia khawatir pada keadaan Zaheera, mungkin Zaheera pingsan karena tidak kuat menahan hawa dingin yang menyerang tubuhnya. Untung saja Marvel berhasil membujuk Zaheera meskipun secara paksa. Marvel tersenyum tipis sembari melihat kearah Zaheera yang terlelap, dia sedikit menertawakan dirinya sendiri, berarti dari tadi dia berbicara sendiri dengan angkuhnya mengancam orang, sedangkan yang diancam telah terlelap.


" Maafkan aku, kau selalu saja jadi sasaran pertama ketika aku emosi, aku tahu aku adalah pria pertama mu, tapi sayang ketika aku emosi, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak mengatakan kata kata kasar dan menghinamu, maaf aku juga masih mencintai wanita ku sampai sekarang, aku memang kejam hanya menjadikan mu alat, tapi aku juga tidak rela kalau kau dekat dengan orang lain, kau sudah menjadi milik ku, apa yang sudah menjadi hak ku, pantang orang lain menyentuh nya "dengan lembut Marvel bicara dengan Zaheera, membelai nya dan mencium keningnya, kemudian Marvel pun melajukan mobil ferari nya menuju mention Anggara, agar Zaheera segera mendapatkan pertolongan pertama.


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Terus dukung novel ini like, vote, dan comen jangan jadi pembaca yang memiliki sifat seperti hantu, Tiba-tiba menghilang tanpa meninggalkan jejak, πŸ‘» bercanda😜 tapi seriusπŸ˜‰πŸ€­πŸ€£

__ADS_1


love you All salam hangat dari author πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜™πŸ˜—πŸ€—


__ADS_2