Mencari Cinta Sang Pewaris Tahta

Mencari Cinta Sang Pewaris Tahta
chekup ke dokter dan kembali bekerja


__ADS_3

Keesokan paginya, Zaheera terbangun dengan melihat penampakan suaminya sudah rapi dengan setelan kantornya, selama dia menikah dengan Marvel dia belum pernah sama sekali menyiapkan keperluannya, diapun tidak tahu letak walk in closet milik suaminya itu Dia juga pasti tidak mau disiapkan oleh Heera.


" Kau sudah bangun? cepatlah mandi dan bersiap, kita akan berangkat ke rumah sakit setalah itu kau boleh pergi bekerja, aku tunggu di bawah " sifat dingin Marvel kembali lagi, kemana Marvel yang Diam-diam mencium Heera, dimana Marvel yang lemah lembut itu, seakan telah hilang ditelan bumi, Heera tidak menjawab dan lebih penurut, karena dia bertekad mulai hari ini akan berusaha mengembalikan Marvel pada sifat aslinya, tidak seperti ini yang cenderung dingin dan tak tersentuh, tidak capek apa selalu bersembunyi dibalik topeng itu?


beberapa menit kemudian heera sudah selesai dan langsung turun ke lantai dasar, hari ini Heera memakai baju yang sederhana, dia sedang tidak mood kalau bukan karena Marvel ingin rasanya dia mengurung diri seharian dalam kamar,


" Kita langsung berangkat ya! " sesampainya dilantai dasar Heera langsung mengajak Marvel untuk berangkat padahal dia sendiri belum sarapan,


" Sarapan lah dulu, baru kita berangkat " ucap Marvel datar tanpa ekspresi dan tetap fokus pada sandwich nya. Lalu Zaheera mengambil selembar roti mengolesnya dengan selai coklat dan berlalu dari ruang makan itu, sembari berkata,


" Aku tunggu dimobil" katanya sambil. terus berjalan, dia benar-benar tidak bersemangat entah kenapa, tapi dia tetap menurut saja apa yang dikatakan oleh Marvel, tidak membantah dan tidak menjawab pula, dia hanya menjalankan apa yang diperintah saja tanpa banyak bicara.


" Dasar rubah kecil aneh! " kata Marvel menggelengkan kepalanya pelan, dia juga tidak mau bertanya ada apa dengan istri kecil nya itu, karena dia sudah tahu kalau dia badmood gara-gara ucapannya kemarin, tapi semua ini sudah terlanjur terjadi, nasi pun sudah menjadi bubur, Marvel tidak mungkin menarik ucapannya.


Setelah itu Marvel pun menyusul Heera di sana Heera sudah duduk dengan anteng di dalam mobil Marvel yang akan membawa mereka menuju rumah sakit, tanpa bicara sepatah katapun Marvel langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, tidak ada percakapan diantara mereka, hanya keheningan yang terjadi diterpa ramainya jalanan kota, 25 menit kemudian akhirnya mereka sampai di rumah sakit keluarga anggara, karena kebetulan dokter langganan sang ibu memang ada di rumah sakit ini,


" Selamat pagi tuan muda, ada yang bisa saya bantu " sapa resepsionis dengan ramah


" Saya sudah buat janji temu dengan dokter Villa, apakah beliau sudah datang"


" Oh iya tuan muda beliau sudah datang dari setengah jam yang lalu, beliau juga berpesan kalau Anda datang agar segera diarahkan ke ruangan beliau "


" Baiklah kalau begitu, bisakah kamu mengantarkan ku keruangan nya? "


" Dengan senang hati tuan muda, mari ikuti saya" kata resepsionis itu berjalan di depan Zaheera dan marvel, karena melihat Heera berjalan dengan lambat marvel langsung menggenggam tangan Heera dan menarik nya pelan, agar bisa seimbang dengan langkah nya. Setelah menaiki lift yang mengantarkan mereka ke lantai 3 akhirnya Zaheera dan marvel sampai juga di depan ruangan dokter Villa,


" Silahkan tuan dan nona. Dokter Villa sudah menunggu anda didalam" resepsionis itu mempersilahkan Marvel dan Heera untuk masuk


" Terimakasih" kata Marvel tersenyum tipis, kemudian mereka masuk dan disana sudah ada dokter villa yang sedang sibuk dengan berkas berkas ditangannya,


" Selamat pagi dokter" sapa Marvel pada dokter Villa, sontak dokter Villa langsung meletakkan berkasnya dan berjabat tangan dengan Marvel dan Zaheera


" Selamat pagi juga tuan Marvel dan..? "


" Zaheera! " jawab Heera tersenyum

__ADS_1


" Iya nona Zaheera,silahkan tuan muda dan nona, silahkan duduk" dokter Villa mempersilahkan


" Terimakasih dok" Heera dan Marvel duduk didepan dokter Villa


" Jadi tuan muda dan istri ingin program hamil?" tanya dokter Villa ketika mereka sudah duduk dengan nyaman


"Benar dokter kami berencana ingin segera memiliki anak" jawab Marvel antusias, sebenarnya Zaheera sangat senang mendengar itu, tapi kesenangannya itu hanya sesaat saja bila mengingat tujuan Marvel ingin memiliki anak darinya karena apa.


" Sudah berapa lama menikah? "


" Baru 1 minggu dok " jawab Marvel. Zaheera hanya diam dan menyimak


" 1 minggu? wow apakah anda tidak ingin menikmati masa-masa berdua dulu tuan? "


" Tekad kami sudah bulat dok, benar begitu sayang " ucap Marvel mesra, seperti mereka memang pasangan romantis pada umumnya


" Ah iya dok. Itu benar " jawab Heera Gelagapan


" Baiklah kalau begitu, mari ikut saya nona, kita akan menjalani pemeriksaan pada rahim nyonya apakah semuanya normal dan baik-baik saja " Heera pun hanya bisa pasrah dan mengikuti langkah dokter Villa yang membawa nya keruang pemeriksaan, Heera diperintahkan untuk berbaring, dia pun berbaring dengan nyaman, lalu diperut Zaheera dikasih seperti cream yang dingin dan licin, lalu sebuah alat kecil diletakkan diatas perut ramping Zaheera, alat itu langsung menghubungkan ke sebuah monitor kecil di samping nya, lalu dokter Villa menjelaskan bahwa rahimnya sangat bagus, tidak ada masalah dan sel telurnya sudah siap untuk dibuahi,


" Nona! Apakah nona baik baik saja, nona tidak apa-apa kan? "


" Ah iya! Saya baik-baik saja dok" Zaheera kembali tersenyum hambar, lalu dia keluar dari ruang pemeriksaan untuk menemui Marvel, sampai disana sangat kentara dari raut wajah Marvel kalau dia sangat penasaran dengan hasil pemeriksaan itu.


" Bagaimana hasilnya dok" tanya Marvel antusias


" Hasilnya sangat bagus tuan, tidak ada masalah dengan rahim nona muda dan kabar baiknya lagi dalam seminggu ini nona muda dalam keadaan subur sangat bagus bila segera dibuahi" jelas dokter Villa


" Baiklah kalau begitu dokter, terimakasih banyak atas penjelasannya, kalau begitu kami berdua pamit dulu, nanti kalau saya butuh arahan atau bantuan dokter saya akan bicara ditelepon saja "


" Tentu tuan muda"


" Kami permisi dok" akhirnya Marvel dan Heera keluar dari ruangan dokter Villa, masih tidak ada percakapan diantara mereka, sampai Marvel pun bingung ingin membuka percakapan dari sebelah mana dengan Heera, ia pun semakin bingung, kemana sosok Heera yang cerewet itu? pikiran Marvel sudah berkelana. Tanpa terasa akhirnya mereka pun sampai di restoran tempat Zaheera bekerja, iya sebelum nya Marvel sudah bicara dengan manager restoran ini untuk menerima Zaheera untuk kembali bekerja, karena sudah sampai Zaheera langsung turun dari mobil Marvel tanpa sepatah katapun, untuk saat ini Zaheera memilih untuk bungkam dulu, karena dia masih malas untuk bicara dengan Marvel meskipun sebenarnya dia sangat ingin, tapi dia tahan agar Marvel tahu bagaimana di sikapi dingin oleh seseorang itu sangatlah tidak enak,


dengan langkah gontai Heera memasuki restoran itu, Heera berniat untuk ke kamar mandi mengganti bajunya namun secara tiba-tiba ada seseorang yang menabraknya hingga ia terhuyung.

__ADS_1


" Awww... " rintih Zaheera karena lengannya tersenggol pada ujung meja yang tajam, sehingga menyebabkan lengan nya tergores,


" Astaga, maafkan aku, aku tidak sengaja. Tadi aku sangat buru-buru sehingga tidak melihat mu nona, maafkan aku" celoteh orang itu merasa bersalah, seketika Zaheera mendongakkan kepalanya melihat orang yang menabraknya itu,


" Zaheera! " ucap orang itu antusias, zaheera memicingkan matanya, dan berusaha berdiri, seketika bibir Heera merekah karena senyum lebar nya dia mengingat dan sangat mengenal siapa orang yang saat ini berada di didepan nya.


" Kak Zahrin" kata zaheera langsung menghambur dalam pelukan pria itu.


" Aku sangat merindukan mu kak, kau kemana saja" Kata Zaheera yang tiba-tiba saja menangis dalam pelukan pria itu.


" Kenapa kau menangis kura-kura 🐢kecilku"


" Aku merindukan mu kak" Zaheera melepas pelukan mereka


" Kakak juga sangat merindukan mu, kamu apakabar? "


" Aku baik, sangat baik malah karena hari ini aku bisa bertemu kakak"


" Kakak juga senang bertemu denganmu"


" Kalau kakak merindukan ku, kenapa kakak 4 tahun terakhir ini tidak menghubungi ku sama sekali, kau tega padaku kak, setiap hari aku menunggu kabar tentang mu tapi yang kudapat kan ternyata semuanya nihil"


" Ok ok maafkan kakak kura-kura kecil, kakak tidak memberi kabar pada mu, ok sekarang kita duduk dulu, kita obati luka mu, lalu kakak akan menceritakan semuanya pada mu, mulai dari kakak yang tidak menghubungi mu sampai kakak bisa kembali kesini"


" Baiklah kalau begitu kita duduk disana dan kakak harus bercerita padaku "


" Iya adik kakak yang cantik " kemudian Zaheera dan Zahrin duduk di sebuah kursi khusus untuk pelayan dan staf restoran ini, anggap saja mereka ingin melepas rindu yang sudah lama terpendam satu sama lain.


sampek sini dulu ya guys...


ada yang penasaran siapa Zahrin?


mengapa dia sangat akrab dengan zaheera? ada yang penasaran enggak?


makanya tetap staytune ya dan setelah ini aku akan kasih visual buat kalian agar halu kalian pada novel ini semakin lancar, ok 👌

__ADS_1


bye bye salam cinta dari aqoh 😘😘😘


__ADS_2