Mencari Cinta Sang Pewaris Tahta

Mencari Cinta Sang Pewaris Tahta
Penolakan Dan Kebencian...!


__ADS_3

"Jangan sampai orang Tuaku Tahu tentang apa yang terjadi kepada Zaheera dan satu lagi, jangan sampai keberadaan Jenny diketahui publik, karena yang kau tahu sendiri hanya segelintir orang yang tahu bahwa aku sudah menikah, aku tidak mau memicu banyak berita berita tidak benar sehingga membuat keributan dengan mommy dan daddy" Marvel memberikan instruksi pada sekertaris James setelah ia sampai di rumah sakit


" Baik Tuan Muda" dan sekertaris James hanya bisa mematuhi setiap apa yang diperintahkan Tuan mudanya, setelah hampir 1 hari satu malam Marvel terus menjaga istrinya, ia benar-benar menyesal telah menyakiti keluarga kecilnya, tapi untung saja bayi yang Zaheera kandung sangatlah kuat, sehingga ia mampu bertahan sampai sekarang.


" Maafkan Daddy sayang, Daddy sudah hampir mencelakai kamu, Daddy minta maaf" ucap Marvel penuh dengan penyesalan


" Daddy janji setelah ini Daddy akan berusaha untuk berubah dan memprioritaskan kamu juga mommy kamu" dengan perlahan Marvel mencium perut Zaheera dengan lembut, mengelus nya perlahan, tiba-tiba ada pergerakan kecil di sana, Marvel terkejut dan berkata


" Kamu tahu ini Daddy sayang?"


" Ini daddy, Daddy sangat menyayangimu" Lagi-lagi Marvel mencium perut Zaheera terharu, seharusnya sebagai seorang suami ia bisa menjaga istri dan dan anaknya, bukan malah menyakiti nya, apalagi Marvel sudah mengkhianati pernikahan mereka,tambah menyesal lah Marvel,entah dengan cara apa Marvel nisa menebus kesalahan yang telah ia perbuat, Marvel tertunduk lesu di dekat Zaheera, ia benar-benar lelah dan tidak habis pikir pada dirinya sendiri.


Karena Zaheera belum juga sadar akhirnya Marvel keluar untuk mencari makan karena sejak kemarin malam ia belum makan sama sekali dan Marvel menitipkan istrinya pada suster yang berjaga.


1 jam kemudian Marvel kembali keruangan Zaheera dan di sana istrinya sudah siuman, Marvel tersenyum bahagia dan langsung menghampiri nya, namun respon tak terduga yang Marvel dapatkan dari Zaheera, kebahagiaan dan senyumnya seketika sirna ketika melihat raut wajah Zaheera yang tidak bersahabat dan Marvel sadar kalau Zaheera sangat marah padanya, dia mengabaikan Zaheera, dia membiarkan wanita itu melawati masa kritisnya sendiri, Marvel membiarkan Zaheera berjuang sendiri sampai ia bisa melewati masa kritisnya dan pulih kembali.


Dan lebih parah nya lagi Marvel mengabaikan Zaheera karena wanita lain.


" Sus, boleh tinggal kan kami berdua, saya ingin bicara 4 mata dengan istri saya" pintar Marvel pada Perawat yang sudah menjaga Zaheera


" Baik Tuan muda" kemudian perawat itupun pergi dan meninggalkan mereka berdua, setelah perawat itu benar-benar pergi barulah Marvel mendekati Zaheera yang masih terbaring lemah di tempat nya.


" Sayang" panggi Marvel memegang salah satu tangan Zaheera yang tidak ada jarum infus nya


" Lepas kan tangan saya" Zaheera tegas


"Maafkan mas sayang, mas benar-benar menyesal"


" Baru sadar kalau menyesal?"


" Ayah macam apa kamu mas?"Zaheera mulai menangis


"Maaf sayang"


" Mas menyesal"


" Kamu baru menyesal setelah anak kamu hampir mati"


" Kamu baru menyesal setelah menyakiti aku dan anak kamu"

__ADS_1


" Lebih baik sekarang kamu pergi" Zaheera memalingkan wajahnya


" Aku enggak akan pergi, aku akan tetap disini menjaga kamu dan anak kita"


" Dia bukan anak mu"


"Pergi dari sini"


" Enggak sayang Mas gak mau pergi"


"Pergi...! " suara Zaheera mulai meninggi


" Enggak aku gak akan pergi, aku mau jaga kamu"


" Aku bilang pergi, pergi...!!! " Suara Zaheera seketika naik 1 oktaf ia benar-benar emosi dan enggan melihat wajah suaminya, ia sangat sulit untuk memaafkan kesalahan suaminya kali ini, kalau hanya menyakiti nya, Zaheera bisa menerima dengan lapang, tapi kali ini Marvel sudah benar-benar kelewatan, dia hampir saja membunuh anaknya sendiri, ayah macam apa dia, sampai hati ingin menyingkirkan anaknya sendiri, meskipun Zaheera juga tahu Marvel tidak sengaja karena tersulut emosi, namun setidaknya ia bisa berpikir sebelum bertindak, tentang apa yang akan terjadi atas tindakannya itu, apakah akan membahayakan seseorang atau tidak!


" kalau kamu memang mau mas pergi, ok mas akan turuti permintaan kamu, kalau butuh sesuatu panggil mas, mas ada di luar"


Dengan langkah gontai Marvel pergi atas permintaan Zaheera, namun dia tidak benar-benar pergi, dia berdiri diambang pintu melihat Zaheera yang tiba-tiba terisak menahan sesak di dadanya. Marvel ikut bersedih melihat istrinya terluka karena ulahnya. Ia hanya bisa meratapi dan menyesali perbuatannya, tanpa bisa berbuat apa-apa, karena Zaheera pun sudah tidak menerima maafnya.


...****************...


" Kak Zahrin, Heera mau ikut kakak hiks... "


" Hanya kakak yang mengerti Heera setelah ibuk dan bapak Hiks... "


" Heera gak kuat harus seperti ini terus, Heera hanya wanita biasa, yang tidak selamanya bisa kuat dan terus tegar"


" Hati Heera hancur, mental Heera di bantai"


" Kalau bukan karena anak ini, lebih baik Heera nyusul kak Zahrin saja hiks... "


"Heera gak sanggup kalau harus hidup bersama suami yang tidak pernah menghargai Heera, Heera gak sanggup kak hiks.. hiks.. " setelah kepergian Marvel tangis Zaheera pecah, ia benar-benar tidak kuat hatinya sakit, tubuhnya lemah, dia tidak sekuat yang orang-orang katakan, sia sama saja dengan wanita pada umumnya yang hanya bisa menangis dan bersedih ketika terluka, namun Zaheera termasuk orang yang pintar berperan dalam kehidupannya ia mampu menyembunyikan luka di balik senyuman meskipun sesungguhnya sulit, setiap kata menyedihkan yang keluar dari mulut Zaheera itu tidak luput dari pendengaran Marvel, hatinya juga ngilu mendengar istrinya lebih memilih mati dari pada hidup bersama nya, Marvel ingin sekali memeluknya, memberikan ketenangan namun sayang, yang ia dapatkan hanyalah penolakan dan kebencian.


" Tuan! " panggil sekertaris James pada Marvel yang tertunduk di ruang tunggu


" Kenapa kau disini James?"


" Bagaimana pekerjaan di kantor?"

__ADS_1


" Semuanya aman Tuan"


" Tapi.. "


" Tapi kenapa James?"


" Ada masalah?" Marvel mulai serius


" Sebenarnya saya tidak mau memberi tahu Tuan, karena saat ini kesehatan Nona muda lebih penting, tapi dalam masalah ini Tuan harus tahu"


" Tidak usah bertele-tele James cepat katakan"


" Ini tentang keberadaan Nona Jenny Tuan"


" Memang nya kenapa? Apakah ada yang membocorkan keberadaan Jenny "


" Hampir semua stasiun TV sudah meliput dan membahas tentang kembalinya Nona Jenny Tuan, karena beberapa tahun lalu semua media juga meliput kalau Nona Jenny sudah tiada"


" Dan semua media juga sempat meliput kalau Nona Jenny meninggal ditangan kekasihnya, yaitu Tuan sendiri" penjelasan dari Sekertaris James mampu membuat Kepala Marvel semakin berdenyut, dia tidak mau mendengar hal ini, karena masalah dengan Zaheera saja belum selesai, tapi malah menambah masalah baru lagi.


" Aku sudah memperingatkan mu James, kenapa semua ini masih terjadi, bagaimana kalau orang Tuaku tahu hah! " Marvel marah besar pada sekertaris James


" Maaf Tuan muda, kita kalah langkah, meskipun saat ini kita ingin menutup media, semua nya sudah terlanjur"


" Dan ini semua gara-gara kau!" Marvel menuding sekertaris James dengan amarah yang sudah memuncak


"Maafkan saya Tuan"


" Kata maaf mu tidak. akan merubah keadaan James"


" Lebih baik sekarang kamu pergi cari solusi akan masalah ini, paham! "


" Baik Tuan"


" Kalau begitu saya undur diri" Sekertaris James pun pergi dari hadapan Tuannya ia tidak mau menambah masalah jadi sesegera mungkin ia harus cepat salam bertindak...


*


*

__ADS_1


*


Author butuh asupan semangat 😫😫😫sumpah Demi apapun author gak semangat sama sekali karena tidak disemangatin sama reader semua 😫


__ADS_2