
Hari yang begitu cerah matahari sudah mulai menyingsing namun dua sejoli itu masih saja bergulung dibawah selimut dengan posisi yang sama seperti tadi malam, tidak ada pergerakan diantara mereka apalagi tragedy bantal guling atau semacamnya, seperti biasa setiap pagi pasti para pelayan mengantarkan susu dan cemilan ringan seperti buah di pagi ke kamar tuan muda mereka, ya itu kebiasaan Marvel meminum susu dan buah sehabis bangun tidur, hari ini pun sama meskipun dia sudah punya istri tidak akan mengubah kebiasaannya.
Dengan sigap para pelayan membuka tirai yang menutupi jendela raksasa kamar itu, tentunya hal itu membuat Heera Mengerjapkan matanya silau, seketika itu juga Heera langsung terbangun, ia menghalangi silau matahari yang bersinar terang,
" Selamat pagi nona muda, apakah tidur anda nyenyak? " sapa pelayan itu dengan senyum terbaiknya
" Ya tidurku sangat nyenyak" jawab Heera sekenanya, karena ia masih mengumpulkan nyawa nyawanya yang masih belum lengkap, disaat ia masih berusaha mengumpulkan nyawanya tiba-tiba Marvel menarik Zaheera sehingga ia menjadi pengganti bantal guling, ia dipeluk dengan erat oleh Marvel dan meletakkan wajahnya di ceruk leher sang istri, seketika itu juga membuat para pelayan menunduk tidak ingin melihat keromantisan majikannya sejujurnya hal itu membuat para pelayan baper, serasa menonton film Korea saja, tapi mau bagaimana lagi mereka harus pura-pura buta dalam masalah hal ini, kemudian Marvel berkata.
" Kalian pergi lah aku masih mengantuk, kalian bisa membangunkan ku 30 menit lagi, mengerti! " sepertinya Marvel tidak sadar disaat dia berkata seperti itu, buktinya dia masih memejamkan mata sambil memeluk erat tubuh Heera, lalu Heera menimpali pembicaraan Marvel yang masih tidak sadar ini kepada para pelayan,
" Kalian boleh keluar biarkan nanti aku yang akan membangunkannya, sebenarnya tugas kalian sudah berakhir untuk melayani sumi manjaku ini, karena sekarang dia sudah punya istri, jadi sudah waktunya kalian pensiun untuk mengurus bayi besar ini " Heera yang berusaha bicara dengan jelas agar tidak mengeluarkan suara aneh dari mulutnya, bagaimana tidak dari tadi Marvel terus saja menciumi tengkuknya, hal itu sangat sangat membuat Heera kegelian dan apa itu, para pelayan hanya tersenyum penuh arti melihat kemesraan majikannya.
" Baiklah nona kami mengerti " Jawab tiga pelayan itu bersamaan, kemudian mereka pun berlalu dari kamar Marvel sedangkan Heera akhirnya mengeluarkan suara anehnya itu,
" Sshhhh ... Marvel, singkirkan tangan dan wajahmu dariku, itu menggelikan " Heera yang langsung mendorong Marvel menjauh darinya, alhasil Marvel terjatuh dari atas ranjang itu,
" Siapa yang beraninya mengganggu tidurku" kata Marvel emosi, nyali Heera seketika menciut mendengar teriakan Marvel, tapi ini semua kan salahnya siapa suruh memeluk Heera sampai seperti itu, ya imbasnya Heera mendorongnya sampai jatuh, Zaheera masih sempat sempat nya terpaku akan ketampanan suaminya itu, meskipun ia. baru bangun tidur tapi tidak. mengurangi kadar ketampanan nya sedikitpun,
" Hey bodoh! Ditanya malah diam, kenapa kau mendorong ku hah? "
"Bagaimana aku tidak mau mendorong mu Tuan kalau kau memeluk ku dengan sangat erat, aku kan bukan guling, ya aku reflex langsung mendorong Tuan"
" Aku, memeluk tubuh kecilmu itu? Jangan mimpi! Bilang saja kalau kamu yang memang sengaja memeluk ku! "
" Heh tuan muda! jelas jelas anda yang memeluk saya duluan ini malah nyalahin orang"
" Ah sudahlah aku capek berdebat dengan mu" Marvel yang langsung pergi menuju kamar mandi, sesampainya didalam kamar mandi Marvel masih sempat termenung, merutuki dirinya yang memang terang terangan memeluk dan mengecup berulang kali tengkuk leher wanita itu, namun tidak bisa dia pungkiri dia sangat nyaman memeluk wanita yang berstatus sebagai istrinya itu, tapi lagi-lagi ia selalu mengedepankan egonya untuk tidak berharap lagi pada seorang wanita, cukup love yang menjadi wanita pertama dan terakhir dalam hidup nya.
Sedangkan suasana di lantai bawah semua pelayan sibuk menyiapkan sarapan untuk majikan mereka, para koki pun sedang menikmati pekerjaannya menari ria bersama bahan makanan dan tajamnya pisau dapur, disaat nyonya Anggita sudah sampai diruang makan orang pertama yang ia tanyakan pada pelayan yang sudah biasa melayani Marvel adalah menantunya, bukan lagi putra semata wayangnya itu, sepertinya anak mahkota di rumah ini sekarang adalah Zaheera, bukan lagi Marvel Sinota, buktinya saja sekarang dia mulai tidak dihiraukan! sejak kedatangan Heera kerumah ini rasanya rumah ini semakin berwarna meskipun hanya kemarin dia baru datang tapi sepertinya semua orang menyukai Heera,
" Asti, kemari lah"
" Iya nyonya dengan saya "
__ADS_1
" Dimana menantu ku, apakah dia sudah bangun? "
" Sudah nyonya, nona muda sudah bangun, tapiii... " pelayan itu terdiam tidak tahu harus bilang apa
"Kenapa kamu diam Asti, tapi kenapa? terjadi sesuatu sama menantu saya? "
" Tidak nyonya besar, nona muda baik baik saja"
" Lalu kenapa dia belum turun juga"
" Anu nyonya, tuan muda dan nona muda masih" kata pelayan itu menjelaskan dengan isyarat tangan sepertinya orang ciuman dan nyonya Anggita hanya tersenyum mendengar nya, semoga putranya cepat kembali seperti dulu, Marvel yang ramah, Marvel yang lembut, bukan seperti sekarang Marvel cendrung memiliki sifat yang sombong, arogan, semena-mena dan tidak berperasaan. Semoga dengan kehadiran Heera Marvel yang dulu cepat kembali ke rumah ini, harapan ibu yang sederhana.
Tidak lama kemudian mereka berdua muncul dibalik lift dengan Marvel yang sudah lengkap dengan setelah kantor nya, Zaheera masih menggunakan baju santai,
" Selamat pagi sayang " sapa nyonya Anggita
" pagi Mommy, Dadd" jawab Heera dengan senyuman manisnya
" Selamat pagi juga untuk kalian"
" Oh iya Boy hari ini daddy ingin membicarakan sesuatu padamu "
" Bicara soal apa Dadd? kenapa tidak bicara disini saja"
" Daddy ingin bicara empat mata dengan mu"
" Ok. Baiklah nanti kita bicara di kantor saja" setalah itu merekapun melanjutkan sarapan dengan tenang, tidak lama kemudian para suami di rumah itu sudah berangkat ke kantor, dan tinggallah para istri yang sedang duduk santai dan menikmati teh hangat di taman belakang,
" Kenapa Mommy membawaku kesini, bukannya hari ini jadwal ku untuk melihat seisi rumah ini "
" Kau masih bisa melihat seisi rumah ini kapan saja Girl, tapi kau tidak akan mempunyai waktu lagi untuk menemani Mommy"
" Maksud Mommy? kenapa Mommy bicara seperti itu? "
__ADS_1
" Sebenarnya Mommy ingin membicarakan hal ini padamu sayang, makanya Mommy mengajak mu kesini"
" Memang nya Mommy ingin bicara apa? kenapa kelihatannya sangat serius sekali"
" Sebenarnya Mommy dan Daddy mempunyai keinginan setelah Marvel menikah"
" Keinginan apa Mom?"
"Keinginan sederhana Daddy sama Mommy hanya ingin lepas dari tanggungan ini, Mommy dan Daddy ingin pensiun dan ingin hidup tenang di London, di mention kita yang disana, kami hanya ingin hidup tenang di sisa hidup kami Girl, maka dari itu Mommynya ingin menitipkan semua ini padamu termasuk anak Mommy, Mommy mohon padamu kembalikan putra Mommy seperti dulu lagi" nyonya Anggita mulai menangis
" Mommy ngomong apa? apa yang harus aku kembalikan dari diri Marvel Miy? "
" kembalikan putra Mommy yang penyayang, perhatian dan tidak seperti sekarang, sifat Marvel yang sekarang bukanlah sifat aslinya Girl, dia hanya berusaha menyembunyikan sifat aslinya lewat sifat sifat nya sekarang, namun sebenarnya dia selalu menjadi orang yang rapuh, Mommy sering melihat dia menangis dan disaat itulah Mommy baru sadar kalau dia membutuhkan seseorang yang bisa mengerti akan dirinya, kembalikan dia pada Mommy Girl, mungkin sulit bagi Marvel untuk kembali membuka pintu hatinya, sejak kejadian itu, dia cenderung memiliki sifat pendiam dan arogan, gara-gara wanita itu dunia Marvel hancur"
" Wanita siapa yang mommy maksud? "
" Mommy tidak bisa menceritakan nya padamu Girl, biarkan suatu saat nanti Marvel lah yang akan menceritakan nya sendiri padamu, buatlah dia seperti dulu lagi, carilah cintanya, kejarlah cintanya Girl, mencari cinta dari seorang pewaris tahta seperti Marvel tidak semua bisa melakukannya, Mommy sudah mencobanya beberapa kali, tapi perlakuan Marvel malah semena-mena pada mereka, harapan terkahir Mommy adalah dirimu Girl. Mommy harap kamu bisa mendapatkan cintanya, itu permintaan mommy sebelum Mommy ke London, Mommy tunggu kabar baiknya sayang"
" Aku akan berusaha mom, insyaallah aku akan mengembalikan putra Mommy"
" Mommy harap begitu sayang" dua orang itu akhirnya melebur sedih dengan saling memeluk satu sama lain.
siapakah wanita itu?
mampukah zaheera mengembalikan Marvel seperti dulu?
mampukah zaheera mencari cinta dari Marvel yang telah ia kubur?
nantikan kelanjutan cerita nya ya guy's...
jangan lupa tinggal kan jejak kalian bye bye...
salam cinta dari aqoh
__ADS_1