
2 hari kemudian akhirnya apa yang diucapkan oleh nyonya dan tuan Anggara menjadi kenyataan, hari ini mereka semua sudah berkumpul di Bandara untuk mengantarkan keberangkatan mereka ke London.
" Boy ingat pesan Daddy, segeralah beri kabar bahagia pada kami" tuan Darmawan yang mewanti wanti putranya itu
" Iya Dadd, Daddy tenang saja " jawab Marvel acuh tak acuh, sedangkan diseberang sana nyonya Anggita sedang bicara dengan menantu kesayangannya itu.
" Mommy harap hubungan kalian akan baik baik saja, ingat pesan Mommy Girl, kejarlah cinta Marvel, cari bongkahan hati Marvel yang telah wanita itu bawa, Mommy yakin kamu pasti bisa melakukan itu, hanya kamu harapan terakhir Mommy sayang"
" Tapi Heera ragu Mom, Heera ragu dengan diri Heera sendiri, ada rasa tidak percaya diri dalam diri Heera"
" Kau harus percaya diri Girl, Mommy yakin kamu pasti bisa membawa kemabli Marvel yang dulu, Mommy serahkan semuanya padamu"
" Akan heera usahakan mom, demi Mommy"
" Mommy menyayangimu Girl"
" Heera juga sayang sama Mommy" akhirnya merekapun berpelukan melebur kasih sayang satu sama lain,
" Cepatlah beri kabar gembira pada mommy dan dadd, ok! " Heera mengernyitkan dahinya bingung
" Kabar baik apa mom? " Tanya Heera tak mengerti
" Ah sudahlah jangan dipikirkan Mommy hanya sekedar bicara saja, ternyata kau memang masih polos" tidak lama kemudian salah satu pengawal yang ditugaskan untuk menyiapkan jet pribadi keluarga Anggara memberitahukan kalau pesawat sudah siap
" Nyonya. Tuan, jet pribadi sudah siap" katanya membungkuk hormat
" Ah Girl Mommy dan Daddy berangkat dulu ya jagalah dirimu Baik baik, Boy jagalah istrimu, jangan sakiti dia, kalau kamu sampai menyakiti nya, Siap-siap berhadapan dengan Mommy" pesan nyonya Anggita setengah mengancam, sepertinya sejak kedatangan Heera anak di keluarga ini bukan lagi Marvel,
" Mommy tenang saja, aku tidak sekejam James kok" kata Marvel dengan santai nya, tanpa melihat ekspresi sekertaris James yang sudah kelabakan, selama ini dia bersikap. kejam dan berdarah dingin karena perintah dari tuannya, tapi sekarang dia juga yang kena getahnya.
" Yasudah kalau begitu kami berangkat dulu ya sayang, jaga diri kalian baik-baik"
" Iya mom, Mommy juga Hati-hati, jangan lupa kabari kami kalau kalian sudah sampai, Ok! "
" Pasti Boy, kau tenang saja" pertemuan terakhir mereka diakhiri dengan saling memeluk penuh kasih sayang satu sama lain, seakan tidak rela untuk berpisah, namun ini hanya sementara, semoga mereka masih diberikan kesempatan untuk kembali berkumpul, setelah keberangkatan tuan dan nyonya Anggara, Marvel pun mengajak istrinya itu untuk pulang, namun dia tidak pulang ke mension melainkan langsung ke kantor Anggara corp's, karena masih banyak pekerjaan yang menunggu mereka,
" Kau pulanglah dengan sopir dan beberapa pengawal, aku akan ke kantor bersama James, kalau ada apa-apa segera hubungi aku" Marvel memperingati, karena mengingat musuhnya bisa kapan saja mencelakai keluarga nya, termasuk istri kecilnya ini, meskipun pernikahan mereka belum di publish tapi tidak menutup kemungkinan bagi pihak musuh untuk mengorek informasi tentang keluarga nya.
__ADS_1
" Bagaimana aku mau menghubungi mu tuan muda kalau nomer ponselmu saja aku tidak punya "
" Ck kau ini menyusahkan saja, kemarikan ponselmu"
" Ini " heera menyerahkan ponselnya pada Marvel, tapi siapa sangka Marvel akan menghina ponsel heera yang memang sudah jadul dan jelek,
" Kenapa ponselmu jelek sekali, apakah kau tidak mampu untuk membeli ponsel sehingga ponsel jadulmu ini tetap kau gunakan" hina Marvel
"Merusak pemandangan saja, sakit mataku melihatnya, James kemarilah, bawakan black card yang kau pegang dan berikan pada gadis ini utuk membeli ponsel baru" perintah Marvel dengan sekali jentikan jari, kemudian James datang dengan membawa dompet berukuran jumbo yang ternyata isi di dalamnya membuat mata Heera terbelalak karena terkejut melihat isi dari dompet itu, ternyata black card semua, namun heera segera menepis pikiran setannya yang mulai tertarik dengan harta itu. Dia bukan tipe wanita gila harta dan royal dalam Menghambur-hamburkan uang, dia termasuk wanita mandiri dan tidak suka menyusahkan orang lain,
" Maaf ya tuan muda, bukannya aku tak mau mengganti ponselku, tapi memang aku terlahir dari keluarga sederhana yang selalu berpikir dua kali untuk membeli barang branded atau elektronik keluaran terbaru, bisa digunakan untuk menelfon saja sudah lebih cukup bagiku, lebih baik uangnya aku tabung untuk keperluan dimasa depan, karena tidak selamanya roda yang berputar itu selalu di atas adakalanya juga dibawah dan iya soal tuan muda yang katanya ponsel saya merusak pemandangan dan membuat mata tuan sakit lebih baik tuan tutup saja mata tuan biar tidak melihat ponsel saya, gampang kan? " semua pengawal termasuk sekertaris James tercengang karena nona mudanya ini berani melawan tuan muda mereka, selama ini tidak ada yang berani melawan tuan muda mereka dan siapa saja yang berani melawan Marvel pasti akan berakhir di antara rumah sakit atau kuburan,
" Anda memang berani nona, sekarang seperti nya tuan muda sudah menemukan lawan yang sepadan dan dia adalah nona muda istri sah dari tuan muda sendiri " suara hati sekertaris James, karena melihat raut wajah tuan mudanya sudah memerah karena menahan amarah akhirnya James lah yang maju dan memberikan pengertian pada Heera bahwa tuan mudanya ini hanya ingin memberikan tanggung jawab pertamanya,
" Nona lebih baik nona Terima saja, kalau nona tidak mau menerima kemarahan dari tuan muda, nona bisa menggunakan kartu ini sepuasnya, meskipun saya sudah tahu kalau nona bukan termasuk wanita yang gila harta tapi tolong hargai lah pemberian tuan muda, kalau nona tidak ingin menerima kemarahan dari tuan muda, ingat nona, sekarang nona sudah sendiri tidak ada lagi nyonya besar yang akan membela nona, tuan muda hanya tidak ingin dikira suami yang tidak bertanggungjawab nona, jadi terimalah pemberian dari tuan muda ini" James mengulurkan black card itu didepan Heera
" Baiklah aku akan menerimanya karena kau sudah bicara sopan dengan ku, tidak seperti tuan arogan mu itu " masih sempat sempat nya Heera menghina Marvel
" James cepatlah jangan buang waktumu untuk orang tak berguna itu, pekerjaan kita lebih berharga darinya" ucap Marvel balik menghina Heera, sontak hal itu membuat emosi Heera kembali terpancing, namun dia susah payah meredamnya, tidak ada gunanya juga dia meladeni manusia iblis seperti Marvel.
" Iya tuan muda" jawab Marvel singkat
" Terimakasih sekertaris James kau Sangat baik" Heera tersenyum sangat manis pada James, sehingga membuat James salah tingkah dan hal itu pula semakin membuat Marvel jengkel dan mengumpat " Tebar pesona" Umpat nya sangat kesal, setelah itu mobil yang dinaiki oleh Marvel sudah menghilang dari pandangan dan tidak lama kemudian mobil yang di naikin Heera pun juga berlalu meninggalkan bandara, Heera meminta sopir untuk mengantarnya kesebuah Mall tengah kota, ia berniat ingin mengerjai Marvel dengan membelanjakan kartu itu sepuasnya. tidak lama kemudian 2 mobil keluarga Anggara sudah terparkir di depan Mall itu, para pengawal membukakan pintu mobil mempersilahkan nona mudanya untuk keluar, disaat Heera berjalan memasuki pelataran Mall semua orang memperhatikan nya, dia jadi tidak enak sendiri dipandang seperti itu, lalu zaheera menoleh kebelakang dan ternyata dia diikuti oleh para pengawal nya. Heera menepuk jidatnya sambil berkata,
" Kenapa kalian mengikuti ku? "
" Kami takut terjadi sesuatu pada nona"
" Aku gapapa kok, aku bisa sendiri, kalian boleh menungguku disini atau kalian ngopi saja, dari pada mengikuti ku seperti ini, aku tidak enak dilihatin orang-orang "
" Keselamatan nona yang paling penting bagi kami, kami tidak mau dari pihak musuh menyakiti nona"
" Tidak ada yang tahu kalau aku istri dari tuan muda kalian, hanya keluarga Anggara bukan yang tahu kalau aku istri Marvel, jadi kalian tenang saja aku bisa sendiri, nanti kalau terjadi sesuatu pada ku, aku akan segera mengabari kalian"
" Baiklah nona kami akan menunggu nona disini"
" Aku akan segera kembali " kemudian Zaheera memasuki Mall itu dan langsung menuju counter HP dia akan mencari ponsel keluaran terbaru dan termahal, dia akan membelanjakan kartu ini, biar saja dia akan mengerjai suami sombongnya itu, sesampainya Heera di counter HP itu dia langsung tertarik dengan 1 ponsel berwarna gold dengan hiasan berlian murni di bagian pinggirnya, sangat mewah dan elegan, fix Heera akan membeli ponsel itu, soal harga bodoh amat, kata sekertaris James dia boleh membelanjakan kartu itu sepuasnya.
__ADS_1
" Permisi mbak, mmmm...saya mau lihat ponsel yang ini dong" Heera tersenyum ramah, namun siapa sangka karyawan toko itu malah mengabaikan Heera, dengan Pura-pura tidak mendengar apa yang Heera ucapkan.
" Mbak saya mau lihat ponsel yang ini dong" Heera yang mengulangi Kata-kata nya, tapi mbaknya tetap saja tidak menggubris apa yang dikatakan oleh Heera sehingga hal itu membuat Heera emosi, tapi dia tetap saja memilih sabar dan tetap bicara lembut pada wanita itu,
" Mbak denger saya ngomong enggak? tolong ambilkan ponsel yang ini saya mau melihat nya" nada bicara Zaheera yang mulai ditekan
" Saya bukannya gak dengar mbak, tapi saya malas saja Ngeladenin orang sok kaya tapi nyatanya tidak mampu ingin melihat ponsel paling mahal di counter ini, ujung-ujungnya nya juga gak dibeli" ucapan pedas dari mbak-mbak itu membuat nyali Heera tertantang, untung saja tadi dia menerima black card itu. Heera tersenyum miring ke arah mbak itu dan berkata.
" Berapa harga ponsel ini? "
" Udahlah mbak gak usah sok soan nanya harga ponsel mahal ini,nanti kena mental kalau dengar harganya " kata mbaknya dengan sombong, seakan-akan toko ini punya dia.
" Sebutkan saja dulu" Heera memaksa
" 2,5 M, mbak mau apa? mau lihat doang kan? habis itu pulang dan dibawa mimpi untuk punya ponsel kayak gini"
" Disini ada 5 varian warna kan? Ok ok, kalau gitu saya ambil 5 sekaligus semua varian warna " Para pelayan di sana terkejut karena mendengar Heera akan membeli semua varian warna dari ponsel keluaran terbaru di bulan ini, sungguh fantastik
" Alah jangan sok soan deh mbak, penampilan biasa aja malah sok jadi orang kaya" orang itu masih tidak menyerah untuk merendahkan Zaheera, lalu Zaheera mengambil langkah terakhir, ia langsung mengeluarkan black card yang tadi pagi sekertaris James berikan
" Saya tidak mau banyak bacot dengan bicara sama orang modelan seperti mbak ya, pemilik toko bukan, karyawan iya! Bersikap tidak sopan selayaknya si pemilik toko, lain kali jangan begitu ya!" Heera menyodorkan black card nya dan berkata
" Bisa dibungkus sekarang barang-barang saya! " Mbak mbak itu hanya terpaku melihat Heera yang mengeluarkan black card atas nama keluarga Anggara, dibelahan dunia pun tahu siapa keluarga Anggara,dengan segala kekayaannya, raja bisnis terbesar di Asia, dan memiliki cabang bisnis di setiap kota, namun siapa sebenarnya wanita itu? mengapa dia bisa memiliki black card dari keluarga Anggara? apakah dia wanita simpanan tuan Marvel? Tapi rumor yang berkelebat di kalangan masyarakat mengatakan kalau Tuan marvel tidak suka pada wanita, lalu siapa wanita ini? Pikiran para pelayan yang sudah terbang, berpikir keras dengan siapa saat ini dia bicara, rasa penasaran yang sangat besar.
" Lain kali jangan hanya menilai seseorang itu dari casing nya ya bak, nanti akan menyesal sendiri diakhir cerita " tidak berhenti disitu, rupanya Zaheera masih ingin memberikan kejutan lagi pada orang itu, dengan langkah gemulai dia langsung mengaktif kan ponsel yang baru saja ia beli, menukar SIM card nya dan menelfon para pengawal untuk masuk, tidak lama kemudian para pengawal yang tampan-tampan dan gagah itu masuk dan menuju tempat nona mudanya berada.
" Nona muda apa yang terjadi? apakah nona terluka" para pengawal itu panik
" Tidak aku tidak apa apa, hanya saja aku membutuhkan bantuan kalian untuk membawakan belanjaan ku, ini terlalu berat untuk ku bawa"
" Tentu saja nona " pengawal-pengawal itu langsung mengambil alih barang-barang belanjaan ditangan Zaheera, kemudian mereka langsung keluar dari Mall itu dengan Zaheera berada didepan dan para pengawal setia mengikuti Zaheera dibelakang, sungguh Berdemage sekali. Semua orang hanya tercengang melihat kepergian mereka, apalagi karyawan tadi dia hanya bisa merutuki kesalahan nya dan teman sebelah nya menimpali,
" Nona itu sudah terlalu baik pada mu, untung saja dia langsung pergi, tidak melaporkan kejadian ini pada manager, kalau sampai itu terjadi siap siap saja kau kehilangan pekerjaan ini" Lagi-lagi karyawan itu hanya bisa diam tanpa menjawab, dan itu semua tidak luput dari pengawasan orang yang berada di ruang VIP salah satu restoran di mall ini, dia kagum sekaligus bangga pada Heera.
sampek sini dulu guys...
di part ini sungguh banyak sekali cobaannya guys...
__ADS_1
naskahnya tadi hilang dan terpaksa aku ngetik lagi dari awal. Curhat dikit gak papa dongππ€
jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, salam cinta dari aqoh bye bye... ππ€