
Satu bulanKemudian, semua keadaan mulai bisa dikuasai dengan sempurna dan mulai kembali normal, Mr. J pun sudah ditangkap oleh polisi, namun dalam satu bulan ini Zaheera masih menerima kebencian dari keluarga Zahrin, mereka menyangka semua yang terjadi pada Zahrin gara-gara Zaheera dan hal itulah yang sampai detik ini membuat Zaheera sedih dan kepikiran, Marvel sampai bingung harus menjelaskan bagaimana lagi pada istrinya itu, Zaheera tetap menyangkalnya.
" Sampai kapan kamu seperti ini terus? Dan melupakan tugasmu sebagai seorang istri " kata Marvel sedikit emosi, karena kesabarannya seperti sudah habis menghadapi Zaheera yang tak kunjung pulih dari keterpurukan nya, Zaheera mendongakkan kepalanya melihat Marvel yang sedang berdiri tepat di depannya itu.
Seketika Zaheera langsung berdiri sembari berkata.
" Maafkan Heera mas, Heera janji gak akan terpuruk lagi"
" Baiklah lebih baik hari ini kamu perawatan aku membutuhkan mu malam ini"
" Baik mas"
" Aku berangkat " Marvel pun berlalu meninggalkan Zaheera yang masih termenung di balkon kamar mereka, bukan tanpa alasan Marvel mengatakan itu semua, dia tidak berniat untuk menyentuh istrinya itu meskipun sangat ingin, apalagi keadaan Zaheera yang kurang Vit, dia hanya ingin istrinya perawatan agar lebih fresh dan bertenaga tidak seperti sekarang, mata pada, wajah kusam dan badan lelah, bagaimana tidak seperti itu kalau setiap malam selalu saja melamun dan tidak bisa tidur dengan nyenyak.
Setelah kepergian Marvel beberapa pegawai salon yang sudah biasa merawat Zaheera pun datang ingin kembali memberikan pelayanan yang baik untuk Nona muda Anggara tersebut, tapi kali ini sepertinya kerjaan mereka hari ini cukup berat karena melihat sang Nona muda tanpa lebih buruk dari sebelum sebelum nya.
" Mari Nona kita mulai saja perawatan nya" ajak salah satu pelayan salon itu yang hanya ditanggapi dengan senyuman oleh Zaheera dan mengikuti langkah mereka yang Zaheera pun sudah tahu kemana arah tujuan mereka karena itu sudah biasa dilakukan nya setiap 3 minggu sekali, namun sudah sebulan lebih seperti nya ia tidak melakukan itu sejak banyak masalah yang melanda keluarga mereka dan otomatis Marvel tidak membutuhkannya, untuk apa juga Zaheera melakukan semua perawatan kalau pada akhirnya ia juga tidak melakukan kewajiban nya pada sang suami, karena Zaheera melakukan itu juga demi suaminya kalau tidak dibutuhkan Zaheera juga tidak akan melakukan serangkaian perawatan yang membosankan itu. Setelah 6 jam melakukan serangkaian perawatan akhirnya Zaheera selesai juga dan segera keluar dari tempat itu setelah mengucapkan Terimakasih pada para pelayan itu, sesampainya dikamar Zaheera berkaca didepan cermin besar di kamarnya, ia cukup puas dengan hasil perawatan yang dilakukannya tadi, dia jauh lebih fresh dan pegal-pegal yang ia rasakan sudah hilang, ia juga berganti pakaian dengan lingerie yang ia beli waktu itu dan belum sempat ia pakai, mungkin malam ini adalah waktu yang tepat untuk ia pakai.
Disaat Zaheera sedang asik merias diri tiba-tiba pelukan hangat dan sebuah suara mengejutkannya
" Tidak sia-sia aku membayar mereka mahal-mahal, hasilnya sungguh sangat memuaskan" ucap Marvel mulai mencium bahu istrinya yang terbuka, Zaheera hanya tersenyum menanggapinya, karena dia tidak memiliki gairah sama sekali untuk menjawab pernyataan dari suaminya entah dia sangat lemas dan tidak bertenaga...
tadi ia masih sempat bersemangat namun entah mengapa sekarang ia malah tidak mempunyai semangat sama sekali.
" Sayang " panggil Marvel mulai beraksi
" Aku menginginkan mu boleh kan? " tanya Marvel takut-takut istrinya tidak akan mengizinkannya, mendengar permintaan suaminya Zaheera hanya terdiam, ia tidak mampu menjawabnya karena jujur ia belum bisa melakukannya, dia seperti tidak punya tenaga kalau harus melayani hasrat suaminya yang terkadang tak terkontrol itu, melihat Zaheera tidak merespon apa yang diminta oleh Marvel, ia lebih memilih melepaskan Zaheera dan pergi dari kamarnya, ada rasa kecewa yang menyelimuti hati Marvel saat ini, karena sampai sekarang istrinya belum moveon dari Zahrin yang sudah tinggal nama itu, Marvel kembali pergi meninggalkan mention nya ia ingin mencari ketenangan dia bukan Marvel yang dulu, ia tidak berniat mencari pelampiasan dengan wanita lain, ia lebih memilih pergi ke apartemen nya, entah sampai kapan, ia juga ingin memberikan waktu pada Zaheera untuk sendiri sampai ia benar-benar pulih dari rasa bersalah nya.
...****************...
Pov Kim Heera
Sudah hampir satu minggu mas Marvel tidak pulang di telepon pun tidak diangkat, kenapa kebiasaannya tidak pernah berubah, ia tetap seperti dulu bukannya menyelesaikan masalah malah menambah, selama satu minggu ini aku sangat merindukannya entah kenapa aku sangat membutuhkan dia ada di sampingku, sejak kepergian mas Marvel dari mention ini aku berusaha untuk melupakan semua kejadian itu dan ingin minta maaf pada nya, namun disaat aku sudah mulai berdamai dengan keadaan malah ia yang pergi dan aku memutuskan meskipun tidak ada mas Marvel aku bertekad tidak mau selalu berlarut dalam kesedihan, aku mulai beraktivitas kembali seperti semula, namun entah kenapa hari ini ada yang berbeda dengan ku, kepala ku sengat pusing dan rasanya perut ku tidak enak, jadi aku memutuskan untuk duduk sebentar di ruang tamu untuk menetralisir kan kepalaku yang berdenyut sangat kuat, sehingga rasanya aku ingin pingsan.
"Nona, Nona kenapa? " tanya pelayan paru baya yang mempunyai umur sekitar 45 tahunan itu
" Ah tidak bi, hanya sedikit pusing saja" jawab Heera memaksakan senyumnya
__ADS_1
" Kenapa Nona tidak istirahat saja"
" Aku bosan dikamar terus bik"
" Yasudah kalau memang Nona bosan, Nona disini saja, jangan kemana-mana, nanti biar Ziya menemani Nona disini"
" Iya bik terimakasih "
" Oh iya Nona mau makan sesuatu? kalau mau bibi ambilkan "
" Boleh deh bik apa aja"
" Baiklah saya ambilkan dulu ya Nona" Zaheera kembali memaksakan senyumnya, tidak lama kemudian pelayan tadi datang dengan senampan berbagai makanan berupa cemilan basah dan kering namun tiba-tiba Zaheera merasa perutnya diaduk-aduk karena mencium bau yang sangat menyengat dari makanan basah yang berupa tape ketan, Zaheera dengan sekuat tenaga berlari ke arah kamar mandi dekat dapur sehingga semua pelayan yang berada disana mengalihkan pandangannya pada Zaheera yang buru-buru masuk ke kamar mandi tersebut.
" Nona muda kenapa ya? kok gak seperti biasanya? "
" Jangan-jangan Nona muda sakit lagi"
" Sakit apa ya? kok muntah-muntah gitu "
Para pelayan yang berada di sana membicarakan tentang keadaan Nona muda mereka, karena setahu mereka semua Zaheera jarang sekali sakit, kemudian pelayan paru baya tadi menyusul Zaheera ke kamar mandi menepuk-nepuk tengkuknya hingga Zaheera selesai.
" Aku pusing bik, perut ku sangat tidak enak! " mendengar penuturan Zaheera pelayan itu mangut-mangut
" Maaf kalau bibi sedikit pribadi, tapi kalau boleh tahu Nona kapan terakhir men's "
" Aku lupa bik, tapi sepertinya aku sudah telat datang bulan, memangnya mengapa bibi bertanya seperti itu padaku? "
" Bibi bertanya seperti itu karena seperti nya tanda-tanda yang dialami Nona ini seperti orang sedang mengandung "
" Hamil? Apakah aku sedang hamil bik? "
" Itu belum pasti, tapi untuk memastikannya, bagaimana kalau bibi belikan testpack saja? "
" Mumpung masih pagi, nanti kita cek sama-sama " senyum Zaheera mengembang
" Boleh bik"
__ADS_1
" Yasudah bibi beli dulu ke apotek Nona istirahat saja dulu dikamar nanti bibi akan menyusul Nona"
" Ziya tolong antar Nona muda ke kamar"
" Baik mbak, mari Nona " tanpa banyak bicara Ziya pun mengantarkan Zaheera ke kamar utama, sesampainya di sana Ziya membantu Zaheera untuk berbaring
"Nona tidak apa-apa kan? "
" Aku tidak apa-apa Ziya"
" Tapi Nona sangat pucat, Bagaimana kalau Nona telepon Tuan Muda saja"
" Jangan Ziya, aku tidak mau mengganggu nya, biarkan saja dia fokus pada pekerjaannya "
" Tapi Tuan Muda sudah lama tidak pulang, apakah Nona tidak merindukan Tuan? "
" Siapa yang tidak rindu pada suami Ziya, tapi aku sadar aku siapa, aku tidak berhak akan dirinya "
" Maksud Nona? "
" Sudahlah Ziya jangan membicarakan Tuan mu nanti dia tidak berhenti bersin " Zaheera tertawa garing
" Ah Nona bisa saja" setelah cukup lama mengobrol akhirnya pelayan yang membeli testpack untuk Zaheera pun datang dengan membawa barang yang dimaksud
" Nona saya sudah membelikan nya untuk Nona, sekarang Nona bisa memeriksa nya dikamar mandi
" Memang harus sekarang ya bik? "
" Iya Nona, mumpung masih pagi "
" Kalau hasilnya negatif bagaimana? "
" Jagan pikirkan hasilnya dulu, yang penting Nona memeriksanya, soal hasil belakangan "
Ziya yang tidak paham pada pembicaraan dua orang didepannya hanya bisa mangut-mangut dan memilih untuk diam
" Baiklah aku akan mencobanya " setelah melalui perdebatan panjang Akhirnya Zaheera masuk ke kamar mandi untuk memeriksa keadaan yang sebenarnya apakah semuanya akan sesuai dengan harapan?
__ADS_1
Jangan lupa like, coment, vote, love biru dan bunga mawar nya yang banyak, biar author semakin semangat untuk update, kalau gak ada yang koment malah kendor semangat nya😢🥺dukung author terus ya🌹