
Pagi yang cerah, saat ini Marvel sudah siap untuk pergi ke perusahaan nya, namun disaat ia sedang menikmati sarapan nya tiba-tiba ada beberapa orang masuk ke kediamannya termasuk kedua orang tua nya dan Zaheera istrinya.
" Daddy, mommy! " Marvel agak terkejut atas kedatangan orang taunya
" Kalian pagi- pagi begini sudah kesini ada apa? " tanya Marvel polos, seakan-akan tidak terjadi apa apa
" Seharusnya saya yang bertanya kepada Anda Tuan Marvel yang terhormat, mengapa Anda masih berada di rumah ini, sampai-sampai saya sendiri yang harus turun tangan untuk mengusir anda" kata nyonya Anggita yang berlagak tidak kenal dengan putranya sendiri, meskipun dalam hati kecilnya nyonya Anggita tidak tega memperlakukan putra semata wayangnya seperti ini, namun ini semua dia lakukan hanya untuk memberikan pelajaran yang berharga dalam hidup putranya, agar tidak berlaku semena mena pada orang, apalagi orang itu adalah istrinya sendiri.
" Maksud mommy apa? mommy benar-benar mau mengusir Marvel? "
" Apakah perlu saya mengulang perkataan saya waktu itu? "
" sepertinya tidak perlu dan anda sudah mendengar nya sendiri bukan, kalau sejak malam itu, anda bukalah bagian dari keluarga Anggara lagi, jadi silahkan angkat kaki dari rumah ini, karena rumah ini akan segera di tempati oleh putri dan cucu saya" sontak mendengar hal itu Jenny tidak bisa tinggal diam, dia ikut berbicara dan membantu Marvel
" Tante, tante tidak bisa seperti ini sama. Marvel, Marvel juga putra tante bukan wanita itu! "
" Siapa kamu ? kenapa kamu ikut campur dalam masalah keluarga saya, lebih baik kamu juga angkat kaki dari rumah ini, bawa kekasih kamu itu, kalian memang sangat cocok tinggal di jalanan" Nyonya Anggita dengan senyum smirk nya
" Baik saya akan pergi, saya juga tidak akan pernah kembali ke rumah ini lagi" Marvel yang mulai emosi
" silahkan, pintu utama terbuka lebar untuk kalian "
" Baby! " Jenny sedikit panik
" Kenapa kamu panik, takut miskin? "
" Ayo sayang kita pergi"
" Tapi Vell"
" Kenapa? kamu gak mau ikut aku? "
" Ok kita pergi" Dengan berat hati, Marvel dan Jenny pun pergi meninggalkan kediaman keluarga Anggara, setelah beberapa saat kepergian mereka Zaheera pun angkat bicara
" Apa mommy dah daddy tidak terlalu berlebihan? "
" Apa yang berlebihan sayang? mereka sudah pantas mendapatkan hal itu, atas perbuatan mereka sama kamu"
" Tapi mas Marvel anak mommy, aku siapa? aku hanya menantu mommy, aku hanya orang luar"
" Tapi kamu sedang mengandung cucu mommy sayang"
__ADS_1
" Benar Heera, kamu tidak perlu sungkan sama kami" Tuan Anggara ikut bicara
" Aku hanya sedikit tidak enak Dadd"
" Sudahlah kamu jangan memikirkan hal lain, saat ini yang perlu kamu lakukan adalah istirahat dan mempersiapkan diri untuk kelahiran anak kamu, ok! "
" Iya momm" Zaheera tersenyum manis
...****************...
" Kita mau kemana Vel? Aku gak mau ya jadi gelandangan" keluh Jenny marah
" Kalau gak nanya terus boleh nggak? Kamu tenang saja, aku masih punya apartemen, kamu kira setelah aku di usir sama orang Tuamu aku akan semiskin itu? tidak! "
" Kamu tidak perlu khawatir akan hal itu"
" berarti kita tidak akan jadi gelandangan dong? "
" Tentu tidak! aku masih mempunyai tabungan dan apartemen yang aku beli tanpa sepengetahuan orang tuaku"
" Syukurlah kalau begitu, aku sudah tidak sanggup tadi memikirkan kita akan tinggal dimana"
" Kamu tenang saja, aku tidak akan membiarkan kamu hidup menderita baby"
" Ok baiklah, aku akan ikut saja apa katamu"
" Good Girl" Marvel tersenyum hangat pada Jenny, sedangkan Marvel tidak tahu apa yang sedang Jenny pikiran
"Aku tidak akan tinggal diam, kamu kira aku akan diam begitu saja, setalh aku kehilangan tambang emas ku? oh tentu tidak, kamu salah besar kalau akan menjadi wanita penurut Marvel, kau telah salah menilai ku! " tersenyum smirk
Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka telah sampai di sebuah kawasan elit yang merupakan apartemen kalangan atas, dan salah satunya adalah milik Marvel, yang seperti dia bilang, dia membelinya tanpa sepengetahuan orang tuanya
" Kita kelantai 30 apartemen ku ada di lantai itu" ucapannya sambil menggandeng tangan Jenny lembut, sedangkan Jenny masih terasa kesal karena rencana nya gagal
" Mungkin untuk saat ini aku akan menurut padamu, tapi tidak untuk selanjutnya, aku akan bergerak sendiri dan mendapatkan apa yang aku mau! "
Jenny dengan segala tekadnya, ia akan benar-benar menguasai seluruh kekayaan keluarga Anggara, memang kalau dulu ia masih membutuhkan bantuan orang lain, tapi untuk sekarang ia akan bergerak sendiri dan akan memusnahkan musuh musuh nya, agar segala dendamnya terbalaskan dengan tuntas, karena mereka, ia kehilangan orang yang sangat ia sayangi maka semua orang itu harus membayar nya dengan mahal.
...****************...
" Momm!" panggil Zaheera pada mertuanya
__ADS_1
" Iya sayang, apakah kau membutuhkan sesuatu?" jawab nyonya Anggita dengan lembut
" Tidak mom"
" Lalu apa yang kamu inginkan sayang? "
" Aku hanya ingin menanyakan keadaan ibu! selama ini aku jarang menghubungi mereka!"
"Kamu pasti merindukan mereka kan?"
" Sangat Mom, Sudah hampir satu tahun, Heera tidak bertemu dengan mereka"
" Sebenarnya Mommy punya kejutan sama kamu, tapi berhubung kamu sudah menanyakannya, Mommy tidak tega untuk tidak memberi tahu"
" Sebenarnya orang Tua kamu lusa akan kembali ke tanah air, karena penyakit ibu kamu sudah sembuh total sayang"
" Benarkah Mom? "
" Iya sayang" mendengar setiap penuturan mertuanya Zaheera sangat terharu dan tanpa sadar ia langsung memeluk. mertuanya dengan erat, sembari mengucapkan banyak terimakasih, kalau tanpa keluarga Anggara mungkin sampai saat ini ibunya tidak akan selamat, meskipun ha harus mengorbankan kebahagiaan nya sendiri, tapi. menurut Zaheera itu tidak masalah, selama orang Tuanya bahagia, ia akan ikut bahagia
" Kamu tidak usah menangis sayang, ini sudah sesuai dengan apa yang mommy janjikan, meskipun sedikit tidak sesuai dengan prediksi mommy dan daddy"
" Maafkan putra mommy ya sayang"
" Tidak apa-apa Mom, mungkin ini sudah takdir, dan karena takdir itu sekarang Heera akan segera melahirkan keturunan keluarga ini"
" Heera sudah merasa bahagia Mom, karena Tuah sudah menitipkan Bayi kecil ini dalam. rahim Heera, Heera sangat bahagia karena sudah diberikan kesempatan untuk menjadi seorang ibu"
" Kamu wanita yang baik sayang, semoga kebahagiaan selalu menyertai kamu" Dua wanita itu lagi lagi hanyut dalam. pelukan yang saling menguatkan.
Terimakasih Tuhan, engkau telah memberikan mertua sebaik nyonya Anggita, aku sangat bersyukur atas segala nikmat mu, aku selalu percaya dengan lafadz " Inna ma'al ushriyusra" setelah kesusahan pasti ada kebahagiaan
...****************...
" Bunuh mereka degan tragis, mutilasi sekalian bila perlu, aku mau secara tragis, ingat itu! kalian mengerti! Dan satu lagi, biarkan anak nya melihat Mayat kedua orang Tuanya telah lenyap"
"Paham! "
" Paham Nona"
" Lakukan dengan bersih dan cepat, aku tidak mau kejadian ini terdengar ataupun tercium oleh polisi seperti biasanya, paham! "
__ADS_1
" Sesuai dengan apa yang Nona perintahkan!"
" Bagus! "