
Kehidupan Zaheera dan Marvel berjalan seperti biasanya, tidak ada yang spesial mereka berdua hanya bicara seperlunya saja dan Zaheera hanya menjalankan kewajiban nya sebagai istri sebagaimana mestinya. Apa yang disuruh kan Marvel dengan senang hati Zaheera lakukan, tanpa penolakan atau bantahan seperti dulu, karena Zaheera ingin menjalankan kewajiban nya sebagai istri pada Marvel, dia tidak mau membantah lagi karena itu semua juga tidak ada gunanya, karena Zaheera sudah sehat, Marvel sudah kembali tidur dengan nya, karena selama Zaheera sakit Marvel tidur dikamar tamu dia juga tidak mau mengganggu istri kecilnya selama proses pemulihan, sebetulnya Marvel sejak Hari ia tidur sendiri ia sangat tidak nyaman karena ia sudah biasa memeluk tubuh kecil istrinya itu, namun ia harus kuat semua itu demi kebaikan Zaheera juga. Tapi penantian Marvel akhirnya sudah usai karena malam ini ia akan kembali tidur dengan istrinya.
Sesampainya Marvel dikamar utama dia melihat Zaheera sedang berbaring di atas kasur dengan separuh badan bersandar di dinding dan sebuah buku love story ditangan nya yang berjudul MELUR UNTUK FIRDAUS, buku yang dikarang oleh penulis asal negri jiran itu membuat Zaheera sangat senang dengan sosok seorang melur di novel yang sedang ia baca itu karena melur merupakan sosok seorang wanita yang sabar, penyayang, perhatian dan baik hati, senantiasa bersabar atas semua cobaan yang melanda hidup nya, karena adanya orang ketiga di tengah-tengah rumah tangganya, saking asiknya Zaheera membaca buku sampai ia tidak sadar dengan kedatangan Marvel yang sejak awal masuk ia sudah terpesona dengan tubuh molek Zaheera, yang dibalut lingerie hitam seperti sebelum sebelumnya disaat ia tidur dengan Marvel, meskipun Marvel baru merasakan sekali berhubungan dengan Zaheera, dia tidak akan pernah melupakan rasanya yang menurut Marvel sangat berbeda.
" Ehemm... " suara Marvel langsung membuat Zaheera sadar dari alam khayalannya
" T-tuan muda! " Zaheera gelagapan
" Kapan tuan muda datang? "
" Sudah dari tadi sejak kau dengan asiknya membaca buku itu"
" Maaf saya terlalu hanyut dalam cerita novel ini"
" Ya tidak apa-apa, kamu boleh baca buku sesuka hatimu, tapi sekarang bukan waktu nya membaca buku, melainkan istirahat"
__ADS_1
" baiklah aku akan tidur, oh iya! apakah tuan muda membutuhkan sesuatu? " tanya Zaheera mulai akrab seperti semula
" Sebenarnya aku sangat membutuhkan tubuhmu, tapi aku terlalu gengsi untuk mengatakan nya" suara hati Marvel
" Aa... tidak aku tidak butuh apa-apa "
" Mungkin tuan muda mau saya layani malam ini? " Zaheera menawarkan diri, ia mengikuti cara Melur dalam novel. Dengan susah payah Marvel menelan ludahnya, ia tidak menyangka kalau Zaheera akan menawarkan diri pada nya, Bukan Marvel namanya kalau ia tidak gengsi, dengan sigap ia menolak meskipun sangat mau.
" Tidak! aku lelah, lebih baik kita istirahat " kata Marvel dengan halus, ia tidak mau menyinggung perasaan Zaheera karena telah menolak nya, bukannya Marvel tidak mau, ia terlalu Nervous untuk mengatakan iya disaat hubungan nya dengan sang istri baru saja membaik, mungkin kalau Zaheera menawarkan diri lain kali Marvel akan mau.
" Wa'alaikussalam " jawab Marvel gugup. Disaat Zaheera mulai berbaring dan membelakangi Marvel disaat itulah Marvel mulai gelisah ia sangat menyesal telah menolak tawaran Zaheera barusan, sekarang malah ia sendiri yang tersiksa, dengan keberanian yang tinggi Marvel memanggil Zaheera, karena ingin mengutarakan keinginannya.
" Zaheera" panggil Marvel memegang bahu Zaheera
" Iya tuan muda" jawab Zaheera tanpa menoleh
__ADS_1
" Mengahdap lah padaku" pinta Marvel
" Ada apa tuan ?"
" Bolehkah aku memeluk mu? "
"Kenapa Tuan Muda masih meminta izin, saya sudah menjadi hak tuan" jawab Zaheera tersenyum manis, dengan sigap Marvel langsung memeluk Zaheera dengan erat seakan-akan ia tidak ingin melepaskannya seumur hidup.
" Aku sangat merindukan pelukan hangat ini" tanpa Marvel sadari ia telah membuat pengakuan sehingga membuat Zaheera tersenyum bahagia, untuk sejenak tatapan mereka berdua bertemu, dengan gerakan lembut Marvel mengelus pipi halus Zaheera yang tidak sedikit pun dipoles oleh make-up, tapi itu semua tidak mengurangi kecantikan alami dari seorang Kim Heera,
" Kamu sangat cantik malam ini " kata Marvel sembari mencium kening Zaheera dengan lembut, mereka berdua sangat menikmati momen kebersamaan ini, seakan akan dunia milik berdua yang lainnya ngontrak 🤭
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tetap staytune ya di novel pertama author jangan lupa di like, share, vote dan coment jangan jadi pembaca jelangkung datang tak diundang pulang tak diantar, tak meninggalkan jejak pulak🤭 bercanda jangan diambil hati ya readers,dukungan kalian sangat berarti untuk author, happy Reading love you all
__ADS_1