
Siang itu Zaheera sedang menikmati buah buahan yang di siapkan oleh para pelayan, karena dia tidak mau makan makanan berat jadi bik Narsi memutuskan untuk menyiapkan beberapa buah buahan pengganti nasi seperti pisang, kiwi, anggur, melon dan lain-lain, bik Narsi hanya tidak mau Zaheera kekurangan gizi karena kandungannya masih rentan apalagi tidak ada Marvel yang memperhatikan nya, jadi mau tidak mau para pelayan lah yang harus memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsi oleh Zaheera selama masa kehamilannya masih dirahasiakan kepada keluarga besar Anggara.
" Nona " panggil bik Narsi
" Iya bik " jawab heera mengambil sepotong mangga
" Sampai kapan Nona akan merahasiakan kehamilan Nona pada keluarga Anggara"
" Entahlah bik aku masih mencari waktu yang tepat untuk memberi tahu semuanya, biarkan bibik dan pelayan lain dulu yang tahu"
" Tapi Nona, Bibik khawatir dengan keadaan Nona"
" Aku baik-baik saja bik, bibik tenang saja, selama bibik dan yang lain ada untuk ku aku yakin keadaan ku akan terus baik "
" Bibik memang tidak tahu apa alasan Nona ingin menyembunyikan kehamilan Nona ini, tapi bibik yakin semua yang Nona lakukan ini adalah yang terbaik, karena Nona memang orang baik"
" Terimakasih bik, bibik sudah mendukung Heera sampai sejauh ini" mereka terus saja mengobrol dan tertawa bersama, tidak lama kemudian ada salah satu pelayan yang mengatakan bahwa ada tamu untuk Nona muda mereka, tapi wajah pelayan itu sedikit pucak dan gemetaran sampai membuat bik Narsi bingung
" Kenapa kamu jadi gemetaran seperti itu, kan cuma tamu bukannya setan" kata bik Narsi geram
" Nah itu masalahnya bik, ini orang yang udah mati beberapa tahun lalu, tapi sekarang malah hidup lagi" jelas pelayan itu ketakutan
" Kamu ngomong apa"
" Aduh bik, lebih baik sekarang bibik sama Nona ke depan saja, karena orang itu mau bertemu dengan Nona"
" Mbak gak usah panik gitu, biarkan saya menemuinya "
" Saya teman kan Nona"
" Ayo bik" mereka berdua pun berjalan menuju ruang tamu dimana orang itu berada, sesampainya di sana, orang itu membelakangi Zaheera dan bik Narsi sehingga mereka harus memanggilnya terlebih dahulu.
" Permisi Nona" kata Heera menyapa, kemudian orang itu pun menoleh sampai membuat bik Narsi terhuyung saking terkejutnya.
"Dia...! " Kata Heera tak percaya, begitu juga dengan bik Narsi, ia sama sekali tidak percaya kalau orang yang di depannya ini benar-benar mantan kekasih dari sang Tuan Muda.
__ADS_1
" Hai perebut kebahagiaan orang " Jenny tersenyum mengejek
" Kamu tidak perlu terkejut begitu, karena aku yakin kamu sudah tahu siapa aku"
" Ada ada perlu apa anda kesini" Zaheera berusaha tenang, karena memang dia tidak tahu cerita yang sebenarnya tentang mantan kekasih suaminya ini
" Ouwh... janganlah terburu buru, apakah kamu tidak mau menawarkan minum terlebih dahulu? " Jenny kembali duduk
" Bik bisa ambilkan tamu ku minuman " Zaheera meminta tolong
" Baik Nona " bik Narsi undur diri
" Bagaimana rasanya menjadi seorang Nona muda Anggara? enak? "
" Gadis kampungan seperti mu rasanya tidak cocok bersanding dengan Tuan Muda Anggara yang Notabene nya merupakan orang terkaya di kota ini, sedangkan dirimu, hanya gadis kampung yang di pungut oleh keluarga ini"
" Dan satu lagi, apakah kamu tidak curiga selama satu minggu ini suamimu tidak pulang? "
" Dia sedang bekerja dan saya juga tidak mau mengganggu ditengah-tengah kesibukannya" Zaheera berusaha tegar, karena seketika bayangan wanita yang Berglayut manja pada suaminya itu kembali terngiang, tiba-tiba Zaheera juga berpikir apakah wanita itu adalah mantan kekasihnya?
" Apakah kau tidak meragukan suamimu? "
" Istri yang baik adalah dia wanita yang selalu percaya terhadap suaminya "
" Itu bukan baik tapi bodoh"
(minuman datang)
Karena bik Narsi merasa tidak enak ia pun pergi setelah mendapat tatapan tajam dari Jenny
" Perlu kamu tahu, selama satu minggu ini suamimu bersamaku, menikmati malam malam indah seperti dulu disaat kita masih bersama, tapi sayang. Konsentrasi nya selalu saja buyar karena kamu" deg, ternyata benar, wanita yang sedang bersama suaminya itu adalah kekasihnya, seketika Zaheera merasa tersaingi, dia tidak ada apa-apa nya dibandingkan dengan kekasih suaminya ini, dia hanya gadis kampung, sedangkan dia!
" Kenapa kamu diam "
" Lalu apa yang harus saya ucapkan, kalau suami saya memang sedang asik bersama kekasihnya, toh kalau dia sudah selesai dengan kekasihnya dia akan pulang" Kim Heera mulai angkat bicara
__ADS_1
" Dan iya, anda hanya kekasihnya, bukan istrinya, drajat istri lebih tinggi daripada seorang kekasih, karena bisa di ibaratkan seorang kekasih itu hanya cemilan, sedangkan istri adalah nasi, yang bisa membuat kenyang, suami akan pulang kalau sudah selesai ngemil dan akan memakan nasi karena lapar, sudah tahu bukan kalau cemilan tidak membuat kenyang"
" Jadi tolong jangan bandingkan saya dengan anda"
" Sudah selesai? kalau sudah lebih baik anda pergi karena pintu utama sudah terbuka lebar" mata Jenny membulatkan mata sempurna ketika mendengar ucapan Zaheera yang membuat nya mati kutu
" Kau" Jenny menunjuk wajah Zaheera
" Silahkan " Zaheera tetap tenang menunjukkan jalan keluar pada kekasih suaminya itu, Jenny masih terdiam menatap Zaheera dengan penuh kebencian
"Rupanya gadis ini tidak bisa disepelekan, tapi lihat saja nanti apa yang akan aku lakukan"
Jenny membatin kemudian ia pun pergi meninggalkan kediaman Anggara bak istana itu. Setelah kepergian Jenny Zaheera langsung terduduk lemas, air. matanya mengalir sempurna, hatinya benar-benar sakit, tapi dia juga harus sadar kalau dia hanya sekedar pencetak anak bagi suaminya, dia tidak pantas sakit hati, dia tidak pantas menangisi suami di atas kertasnya itu.
" Nona, Nona baik-baik saja kan? "
" Bibik, iya Aku baik kok"
" Bibik sekarang tahu, apa alasan Nona ingin menyembunyikan kehamilan Nona dari Tuan" mendengar pernyataan dari bik Narsi, tangis Heera akhirnya pecah, dengan tanpa merasa risih Zaheera langsung memeluk wanita paru baya itu dengan erat, menumpahkan segala kesedihannya pada wanita itu, bukannya ia tidak mau menelepon kedua orang tuanya, tapi ia takut membuat orang tuanya sedih kalau tahu dia tidak bahagia hidup bersama suami nya.
" Aku tidak pantas menangisinya bik, dia tidak pernah mencintai ku, aku tidak mau dia tahu tentang kehamilan ku, karena hal ini akan membuat dia semakin iba padaku " tangis Heera semakin pecah dikala ia mengingat kalau anaknya akan diambil oleh Marvel, rasanya ia sangat tidak rela, kalau harus memberikan anaknya pada suami di atas kertas nya itu.
" Nona jangan nangis, sudah kasihan Bayi Nona, nanti ia juga ikut sedih karena ibunya sedih "
" Benarkah begitu bik? " melepaskan pelukan nya
" Iya Nona, jangan sedih lagi karena itu mempengaruhinya kesehatan janin Nona juga" dengan sigap Heera langsung menghapus air matanya dan kembali tersenyum, dia memang tidak perlu bersedih karena hal ini, dia hanya perlu menghadapi nya dan tidak boleh lemah kalau dia tidak mau semakin di tindas dan direndahkan oleh kekasih suaminya itu.
*
*
*
Like, Koment, bunga mawar, love biru nya jangan lupa, loveyou All.. 😍😘💗💑💏🎀💓💓💓🎀
__ADS_1