Mencari Cinta Sang Pewaris Tahta

Mencari Cinta Sang Pewaris Tahta
Satu Bulan Kemudian...


__ADS_3

Satu bulan kemudian, pada bulan kelima memasuki usia kehamilan Zaheera, Zaheera melawati hari harinya dengan penuh semangat dan tetap bahagia, meskipun terkadang suasana hati nya buruk, karena terkadang Jenny masih tetap mengganggu nya, namun Zaheera lebih sering menghindari nya, karena ia masih trauma dengan kejadian satu bulan yang lalu, dimana Zaheera hampir kehilangan bayinya karena pertengkaran yang terjadi antara dirinya dan kekasih suaminya itu.


Sudah Satu bulan ini pula, Zaheera sudah tidak pernah bicara dengan Marvel, tapi tetap saja Marvel mencari celah agar dia bisa bicara dengan dirinya, namun saat ini Zaheera lebih memilih menutup diri dan lebih sering di rumah belakang tanpa memasuki dan melangkahkan kakinya selangkah saja ke rumah utama, sungguh Zaheera ingin menutup diri, menjauhkan dirinya dari sang suami dan memutuskan kontak fisik maupun hanya sekedar bicara, bukan tanpa alasan Zaheera melakukan hal itu, ia hanya ingin suatu saat nanti apabila perpisahan akan terjadi diantara dia dan suaminya tidak akan terlalu menyisakan rasa sakit yang teramat dalam, karena setalah anak ini lahir ia akan pergi sejauh mungkin sehingga Marvel tidak akan menemukan nya, untuk saat ini rasa ingin pergi yang sudah lama Zaheera ingin melakukan nya, untuk sementara waktu ia mengecilkan egonya dulu, setidaknya sebelum ia pergi ia akan memberikan kebahagiaan terlebih dahulu kepada ke 2 mertuanya yang sudah menyayangi nya selayaknya anak sendiri.


" Nona!" panggil Bik Narsi yang kebetulan membawakan makan siang untuk Zaheera


" Eh bibik.. ada apa bik" Zaheera agak terkejut dengan kedatangan pelayan yang sudah ia anggap seperti ibunya itu


" Tidak ada apa-apa bibik hanya ingin mengantarkan makan siang untuk Nona, sudah waktunya makan siang" bik Narsi mengulurkan nampan yang berisi makanan cemilan dan susu hamil yang rutin Zaheera minum setiap sehari 3 kali


"Terimakasih ya bik" Zaheera menerima makanan yang dibawa oleh Bik Narsi, kemudian bik Narsi ikut duduk di samping Zaheera dan berkata


" Kenapa Nona melamun? ada yang sedang Nona pikiran?" tanya bik Narsi pelan


"Tidak ada bik, Heera hanya memikirkan nasib anak ini" Zaheera mengelus perutnya yang sudah mulai membesar


" Rasanya Heera tidak mampu jika memberikan anak Heera pada Daddynya, Heera merasa tidak ikhlas, kalau harus melihat Anak Heera dirawat oleh wanita itu"


"Bibik tahu kan wanita itu seperti apa"


" Iya Nona, bibik paham perasaan Nona, Nona tenang saja, kalau Nyonya dan Tuan besar kembali, mereka tidak akan membiarkan wanita itu tetap disini, karena memang dari dulu mereka tidak menyukai wanita itu"


"Otomatis Nona dan bayi Nona akan mendapatkan tempat yang layak sebagaimana mestinya"


" Aku tidak membutuhkan posisi itu bik, aku hanya mau anak ini dirawat dengan baik, diberikan kasih sayang yang lebih, meskipun tanpa kehadiran ibunya"


" Kenapa Nona bicara seperti itu, Nona muda tidak akan kemana-mana"


" Entahlah bik, aku merasa akan pergi jauh sehingga tidak ada lagi luka yang kurasakan, sudah cukup penderitaan yang mas Marvel berikan padaku, aku ingin pergi jauh bik" tanpa terasa air mata Zaheera mengalir begitu saja, ia pasti akan merasa hancur apabila menyangkut anaknya, ia tidak mau dia kekurangan kasih sayang suatu saat nanti.


Bik Narsi pun tidak dapat berkata apa-apa selain menenangkan Nona muda nya itu dan berharap semuanya akan baik-baik saja.

__ADS_1


...****************...


Marvel merenung dalam kamarnya, karena permintaan Jenny sudah satu bulan lebih dia tidak menemui istrinya, meskipun terkadang ia mencari celah untuk berbicara dengan Zaheera namun sangat sulit, dan sampai sekarang dia tidak pernah bertemu ataupun berbicara dengan istrinya itu, sungguh ada rindu yang menyeruak, apalagi saat ini dia sedang mengandung buah hati nya, sudah sebesar apa sekarang perut Zaheera, Marvel pun tidak tahu akan hal itu.


" Sungguh hatiku tidak pernah bisa dibohongi, jujur aku sangat merindukan Heera" gumam Marvel meratapi dirinya sendiri


" Apakah aku harus menemuinya di rumah belakang? "


" Mungkin iya, aku hanya ingin melihat nya, meskipun tidak berbicara tak apa, yang penting aku bisa melihat nya itu sudah lebih dari cukup untuk ku"


Dengan langkah gontai Marvel mulai berjalan menuju rumah belakang, entah semenjak Zaheera menjauh darinya, kerja pun tidak ada semangat semangatnya dalam diri Marvel, padahal susah ada Jenny wanita yang Marvel bela mati matian.


" Tuan muda" para pelayan wanita kaget ketika melihat Tuan Muda mereka berkunjung ke rumah belakang, dimana ia tidak pernah sekalipun menginjakkan kaki ke tempat ini.


" Ada apa Tuan kemari? Ada yang Tuan butuhkan?"


" Aku ingin melihat istriku" Marvel langsung to the point


" Kamar sebelah mana yang ditempati istriku?"


" Sebelah sini Tuan" pelayan itu menunjukan jalan menuju kamar Zaheera pada Tuan Muda nya, sesampainya Marvel didepan kamar Zaheera ia langsung menyuruh Pelayan itu pergi


" Kau boleh pergi, tinggal kan aku berdua dengan istriku"


" Baik Tuan kalau begitu saya undur diri" pelayan itupun pergi dari hadapan Tuan mudanya dan memberikan waktu pada kedua majikannya itu.


" Fat, Tuan muda ngapain kesini? " tanya pelayan yang lain


" Dia ingin menemui Nona muda"


" Sudah sadar kali ya si Tuan muda"

__ADS_1


" Sudah sadar atau tidaknya itu bukan urusan kita, tapi kalau memang itu benar kita harus banyak bersyukur kasihan Nona muda selama ini selalu terabaikan karena para wanita yang ada di sisi Tuan muda"


" Apalagi kali ini saingan Nona muda malah wanita masa lalu Tuan"


" Sungguh saingan yang berat"


"Tapi nih ya, Nona muda lebih berhak atas Tuan, bukannya wanita itu"


" Sudahlah lebih baik sekarang kita istirahat saja, biar semua itu jadi urusan mereka" para pelayan di rumah belakang ikut menghebohkan tindakan Marvel yang tiba-tiba saja ke rumah belakang, karena memang selama ini Marvel tidak pernah menginjakkan kakinya di rumah belakang dan ini jadi yang pertama kalinya.


Perlahan Marvel mulai memasuki kamar yang tak terlalu lebar itu, hanya ada kasur berukuran sedang 1 sofa, meja rias, lemari dan kamar mandi kecil yang berada di pojok ruangan itu, kamar itu juga terdapat beberapa buku yang di susun rapi, karena kebetulan Zaheera senang membaca novel.



Kira- kira seperti ini ilustrasi kamar yang ditempati Zaheera, memang kamar itu sengaja di disain khusus oleh Marvel menyuruh beberapa orang kepercayaannya, agar membuat Zaheera dan calon anaknya senyaman mungkin tinggal dikamar itu.


Marvel hanya tahu menyuruh pada anak buahnya, tanpa tahu kamar dimana yang akan ditempati istrinya, dan ia masih harus bertanya pada pelayan.


Marvel tersenyum tipis ketika melihat perut Zaheera yang sudah tidak rata lagi menyumbul keluar sehingga terlihat perut mulus nya, Marvel juga tidak menyangka kalau saat ini Zaheera sudah semakin berisi, terlihat dari pipinya yang semakin cuby dan gunung kembar nya yang semakin terlihat membusung. Jujur saja jiwa kejantanan Marvel tiba-tiba bangkit karena hanya melihat pemandangan indah didepan nya itu, namun sebisa mungkin Marvel menipisnya dengan kuat dan ia lebih memilih untuk membenarkan baju tidur Zaheera yang tersingkap itu dan menyelimuti nya, agar tidak masuk angin, karena cuaca malam ini agak lebih dingin dari malam sebelumnya.


"Hey apa kabar Jagoan Daddy" Marvel mengelus perut Zaheera, seakan-akan ia menyapa sangat buah hati, bersamaan dengan elusan Marvel pada perut Zaheera di sana Marvel merasakan tendangan kecil, sehingga membuat Zaheera sedikit terganggu.


" Ssttt... jangan berisik, jangan ganggu Mommy, lebih baik sekarang anak Daddy tidur ya! Daddy teman kan" Marvel terus tersenyum sambil mengelus perut Zaheera sampai pergerakan itu tidak lagi dirasakan oleh Marvel, begitu pula dengan Marvel ia juga ikut terlelap di samping Zaheera, entah mengapa niat awal hanya ingin menemui ibu hamil itu saja, tapi malah berakhir dengan tidur bersama di atas kasur kecil itu.


*


*


*


Setidaknya berikan author asupan semangat ya, meskipun cerita ini membosankan menurut kalianπŸ˜‘

__ADS_1


Love you All reader sekalian πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜™πŸ˜—πŸ€—


__ADS_2