
" Golongan darahku AB+ Aku bisa mendonorkan nya" tiba-tiba Heera datang dari belakang para pelayan yang berkumpul, bik Narsi sedikit terkejut karena seperti yang kalian tahu Kim Heera sedang mengandung apakah bisa baginya untuk mendonorkan darah?
" Nona! apakah Nona yakin? " Bikin Narsi memegang tangan Zaheera lembut
" Insyallah bik aku yakin"
" Tapi Non" Kim Heera hanya tersenyum menanggapi ke khawatiran dari si pelayan, bik Narsi tidak bisa mengutarakan apa yang ingin dia ucapkan di depan sang Tuan Muda, kalau orang hamil tidak boleh mendonorkan darah.
" Kau serius? " tanya Marvel tak yakin
" Aku serius mas, tidak ada salahnya aku membantu nya, ya meskipun jujur aku tidak menyukai nya" ketus Zaheera
" Kalau mas mau aku bisa membantu, ya kalau mas sedikit keberatan aku tidak memaksa" sebenarnya memang Zaheera sedikit ragu, namun dia tidak tega melihat suaminya seperti orang linglung karena mencari darah itu, sedangkan Marvel ia juga tidak mau Zaheera terlalu dalam terlibat dalam masalahnya dengan Jenny, namun dia tidak punya pilihan lain selain menerima tawaran dari Zaheera, karena memang saat ini nyawa Jenny dalam bahaya tanpa darah itu.
" Ok sekarang kamu ikut aku" keputusan berat yang diambil oleh Marvel, kemudian Zaheera dan Marvel berangkat ke rumah sakit dengan mobil yang di kendarai sendiri olehnya, tidak membutuhkan waktu lama untuk Marvel dan Zaheera sampai di rumah sakit, mereka langsung menuju ruang pengambilan darah, sesampainya di dalam. Zaheera langsung diperiksa tensi nya terlebih dahulu namun perawat tersebut menemukan hal yang mengganjal hatinya, karena ingin memastikan perawat tersebut lebih memilih untuk menanyakan nya pada Zaheera, agar semuanya lebih jelas.
" Mmm.. maaf sebelumnya mbak, boleh saya bertanya "
" Iya sus, kenapa? "
" Apakah mbak sedang hamil? "
" Benar sus, saya sedang hamil, kenapa ya? "
" Mohon maaf sebelumnya mbak, mbak tidak bisa mendonorkan darah untuk pasien"
" Loh kenapa sus, pasien sendang membutuhkan darah saya"
" Maaf mbak, karena saat ini mbak sedang hamil, sangat pantang bagi ibu hamil untuk mendonorkan darah, dikarenakan Hb nya mbak akan turun "
" Hb ? apa itu Hb sus? "
" Hb itu Hemoglobin mbak, kalau mbak tetap mendonorkan darah pada pasien hemoglobin atau sel darah merah mbak akan turun dan hal itu sangat berbahaya bagi janin mbak, ditakutkan akan mengalami pendarahan dan keguguran " Mendengar penjelasan Suster itu Zaheera sedikit tertegun, dia tidak mau kehilangan bayinya karena hal ini.
" Mbak tidak mau kan kehilangan anak yang ada di dalam perut mbak? "
" Tentu saja tidak sus, ini anak pertama saya, saya sangat menyayangi nya " Zaheera memegangi perut ratanya
" Kalau begitu lebih baik sekarang mbak saya teman kan untuk keluar biar nanti saya yang akan menjelaskan pada dokter dan keluarga mbak " kata perawat tersebut sedangkan pikiran Zaheera belum menyatu sepenuhnya sehingga membuat ia tidak sadar apa yang dikatakan oleh perawat tadi, dia hanya berjalan mengikuti langkah perawat tersebut dari belakang, tanpa bersuara sedikit pun, jujur ia masih sedikit syok, untung saja suster itu tidak terlambat untuk menyadari kalau saat ini Zaheera sedang mengandung, kalau tidak entah apa yang akan terjadi.
" Permisi pak" kata suster itu menyapa
" Iya sus, apakah semuanya sudah selesai? mengapa cepat sekali " tanya Marvel berurutan, kemudian Zaheera juga datang dari belakang suster itu.
" Mohon maaf Pak sebelumnya, Nona Kim Heera tidak bisa mendonorkan darahnya untuk pasien"
" Mengapa begitu sus? " Marvel mengerutkan dahinya
__ADS_1
" Karena_? " mendengar suster itu akan segera memberi tahu Marvel Zaheera langsung menyelanya
" Karena tensiku rendah mas" potong Heera seketika, suster itupun bingung mengapa Zaheera tidak mau memberi tahu kebenarannya
" Saya tidak perduli, pokoknya cepat ambil darah dia, wanita ku sedang membutuhkan darahnya " dengan sangat egois Marvel tetap memaksa untuk pendonoran darah ini tetap dilakukan, dia tidak tahu saja saat ini dia benar-benar kejam karena 1 nyawa ia rela mengorbankan 2 nyawa.
" Tapi maaf Pak kami memang tidak bisa melakukan tindakan ini"
" Kalau semua ini akan tetap dilakukan akan sangat bahaya"
" Bahaya? Dia tidak Apa-apa sus, lihat saja dia sehat- sehat saja kok" Marvel tetap keukeuh dengan keputusannya, sehingga membuat Suster geram, sedangkan Zaheera hatinya benar-benar ngilu disaat Marvel lebih mementingkan nasib selingkuhannya daripada anak dan istrinya
" Tapi saya tetap tidak bisa melakukannya Pak, saya tidak mau mengambil resiko "
" Ada apa ini" tiba-tiba dokter yang menangani Jenny datang
" Apakah transfusi darahnya sudah selesai? " tanya dokter tersebut
" Mohon maaf dok, tapi Nona ini tidak bisa melakukannya "
" Loh bukan kah Nona ini sudah sepakat? "
" Benar dok, tapi tensi Nona ini sangat rendah, tapi bapak ini tetap keukeuh dengan keputusannya, ingin tetap mengambil darah Nona ini"
" Saya takut kalau Nona ini tetap melakukannya akan membahayakan nyawa janin yang ada dalam perut nya " Mata Zaheera seketika membulat karena perawat ini dengan gamblang nya menjelaskan di depan dokter dan suami nya, mengapa dia sangat bodoh tidak memberi tahu perawat ini tadi sebelum keluar dan sekarang percuma semuanya sudah terbongkar, Marvel menatap tak percaya ke arah Zaheera, perasaannya saat ini campur aduk antara bahagia dan marah, mengapa ia sampai tidak tahu kalau istrinya hamil dan mengapa Zaheera juga tidak memberi tahu sebelum nya kalau dia sedang hamil dan tetap ingin mendonorkan darahnya untuk Jenny, Mereka berdua sama-sama terdiam, tidak ingin mengutarakan apa intinya mereka sama-sama dilema saat ini. Marvel juga menyesal telah berlaku kejam pada Zaheera
" Sudah berapa minggu Nona"
" 10 minggu dok" semakin terkejut lah Marvel jadi selama ini Zaheera sering makan tengah malam dan muntah di pagi hari karena kehamilannya? mengapa dia sangat bodoh tidak. menyadari akan hal itu!
" Mengapa Nona masih memaksakan diri untuk mendonorkan darah, memang pasien sangat membutuhkan darah itu, tapi kami tidak akan mengorbankan 2 nyawa demi satu nyawa Nona "
" Saya tidak tahu dok kalau ibu hamil tidak boleh mendonorkan darah, makanya saya mau"
" Jadi Nona tidak tahu " Zaheera mengangguk
" Untung saja suster Amara cepat menyadari nya kalau tidak nyawa Nona dan bayi Nona dalam bahaya, karena akan menyebabkan pendarahan yang hebat setelah Hb Nona redah" Mata Marvel membulat, karena tadi dia masih memaksakan diri menyuruh zaheera tetap mendonorkan darahnya, mengapa ia sangat kejam pada istri dan anaknya, kalau ia tahu dari awal Marvel tidak akan menekannya, Marvel sangat menyesal, ia melihat sekilas ke arah Zaheera ia tertunduk dalam pasti ia sangat terluka disaat tadi Marvel tetap memaksanya kehendak, tapi Marvel juga berpikir ini juga salah Zaheera mengapa ia tidak memberitahu dirinya, mungkin semua ini tidak akan terjadi kalau ia mengetahui nya dari awal. Disaat Marvel sedang berkecamuk dengan pikiran nya Zaheera tiba-tiba langsung pergi dari hadapan suaminya dan para dokter juga perawat tadi, Marvel menyadari hal itu dan langsung mengejarnya, namun setelah berpamitan pada dokter yang menangani Jenny
" Heera tunggu " Marvel mencekal tangan Zaheera
" Ada apa lagi mas, bukankah semaunya sudah jelas, aku tidak bisa mendonorkan darahku untuk kekasih mu"
" Untuk apa lagi kamu mengejar ku? "
"Apakah kamu tetap akan memaksakan kehendak mu mas? " cecar Zaheera
" Lebih baik sekarang mas kembali ke ruangan kekasih mas itu, aku capek mau pulang " Zaheera berusaha melepaskan genggaman tangan suaminya
__ADS_1
" Ingin pulang dan membiarkan aku dengan sejuta pertanyaan? "
" Kenapa kamu menyembunyikan nya dari ku? "
" Untuk apa aku memberitahu nya mas, kalau kamu saja tidak mau perduli Dan lebih memilih bersama kekasih mu"
" Jangan bawa- bawa Jenny dalam masalah rumah tangga kita"
" Kenapa mas? mas tidak Terima? "
" Aku tahu mas pernikahan ini tidak akan pernah berjalan sebagaimana mestinya seperti pernikahan pada umumnya, tapi ingat mas aku juga punya perasaan "
" Apakah pernah mas memikirkan perasaan ku? "
" Tidak kan? "
" Jadi untuk apa aku memberitahu keberadaannya, kalau ayahnya saja tidak mau perduli bahwa dia ada, dengan teganya beberapa menit yang lalu ayahnya ingin membunuhnya dengan memaksakan kehendaknya demi sang kekasih, dimana harga diri mu sebagai seorang ayah mas"
" Ini juga salah mu kenapa kamu tidak pernah memberi tahu kebenarannya"
" Jangan pernah menyalahkan orang lain karena ego-mu sendiri tuan Anggara"
" Lalu kenapa kau tidak memberitahu nya "
" Apa Jangan- jangan dia bukan anakku? makanya kau menyembunyikan nya " dengan begitu kejamnya Marvel mengatakan hal itu pada Zaheera mengapa dia bisa se tega itu
" Plakk... " satu tamparan mendarat sempurna di pipi Marvel
" Kalau kamu tidak mau mengakuinya, jangan sekali kali kamu memfitnah ku Tuan"
" Demi Tuhan yang menciptakan alam, ini darah daging mu, anakmu " kata Zaheera penuh penekanan
" Dan jangan pernah kamu menyalahkan orang lain di setiap tindakan, karena disaat aku ingin memberi tahu keberadaan nya kamu sedang bermain hal dewasa dengan kekasih mu itu, apakah ini salah ku? "
" Kurasa tidak, aku hanya tidak mau kau berpura-pura lagi untuk menganggap ku karena keberadaan anak ini, lebih baik sekarang kau lepaskan aku, biarkan aku pergi, dan kamu akan bebas bersama kekasih mu itu"
*
*
*
TERIMAKASIH sudah membaca ceritaku semoga kalian semua tetap berada dalam lindungan Nya.
Jangan lupa di like, vote, komen, love biru dan bunga mawar nya yang banyak.
sekali lagi terimakasih sudah mendukung author sampai sejauh ini πππΉ
__ADS_1
loveyou sehutanπππππ