
Sesampainya di rumah sakit Kim Heera langsung di larikan ke ruang UGD, pendarahan yang dia alaminya sangat parah sehingga dokter langsung melakukan tindakan.
Ziya ketar ketir menunggu Nona muda nya di luar ruangan sendirian, ia tidak pernah melewati kejadian menegangkan seperti ini sendirian, dia bingung harus melakukan apa.
...****************...
" Auw... baby sakit " Jenny melenguh kesakitan, padahal luka yang dialami oleh wanita ular itu tidak seberapa dibandingkan Zaheera yang saat ini masih terbaring lemah di rumah sakit antara hidup dan mati.
" Tahanlah sedikit " Kata Marvel tetap fokus memberikan salep pada bagian tubuh Jenny yang terkena susu panas tadi, otomatis saat ini Jenny sedang setengah telanjang yang di obati oleh Marvel
" Aku tidak habis pikir, kenapa bisa Heera nyiram kamu dengan susu panas itu, apakah kamu melakukan sesuatu yang membuat dia marah? " Marvel sedikit curiga karena setahu Marvel Zaheera tidak pernah jahat pada orang, kecuali sudah terdesak, takutnya ia sudah salah paham tadi, karena saat ini ia sedang khawatir pada Zaheera karena tadi dia mendorong nya dengan sangat kuat, dan Marvel baru sadar beberapa menit yang lalu kalau Zaheera sedang hamil, tidak seharusnya ia berlaku kasar pada wanita itu. Bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya? bagaimana kalau dia celaka? Terus saja hati dan pikiran Marvel tertuju pada Zaheera namun Sebisa mungkin Jenny akan mengalihkan perhatiannya.
" Aku tidak mungkin melakukan hal buruk padanya sayang, dianya saja iri padaku karena kamu lebih memilih aku"
" Kamu tahu sendiri kan bagaimana dia bersikap padaku dari kemarin "
" Tapi setahuku Heera tidak akan melakukan hal yang membahayakan orang lain kecuali sedang terdesak "
" Kau membelanya? "
"Aku tidak membelanya, aku hanya mengatakan apa yang aku ketahui tantang Zaheera kalau sebenarnya dia bukan tipikal orang yang seperti itu"
" Itu di depan mu, karena dia cari muka, kalau di depan ku dia malah bengis dan sangat kejam dan menyebabkan ku seperti ini" Jenny memasang muka melasnya sambil melihat beberapa bagian tubuhnya yang memerah
" Heera bukan tipikal orang seperti itu" Marvel tetap menyangkal setiap ucapan yang keluar dari mulut Jenny, namun hanya bisa ia utarakan dalam hatinya, tidak mungkin dia ucapkan secara langsung di depan orang nya, hanya menimbulkan keramaian yang takkan pernah usai.
" Sayang kenapa kamu melamun, masih memikirkan wanita itu?" Kata Jenny dengan manja, dia mengalungkan tangannya dileher Marvel
" Tidak! untuk apa aku memikirkan wanita yang telah menyakiti kekasih ku" Marvel berdusta, agar pembicaraannya tidak semakin berlarut, sungguh dia capek harus berdebat panjang kali lebar bersama Jenny. Karena semaunya tidak akan pernah selesai.
" Sayang apakah kau masih mencintai ku seperti dulu?"
" Tentu saja, aku masih sangat mencintaimu" kata Marvel tersenyum semanis mungkin
" Aku juga sama Baby, aku masih sangat mencintaimu"
__ADS_1
" Kamu tidak akan meninggalkan ku kan?"
" Tentu saja tidak" mereka berpelukan, sebenarnya Marvel sudah bingung pada perasaan nya sendiri, disisi lain dia harus tetap waspada kepada kekasih nya ini, karena dulu dia juga hampir menghancurkan semua yang dia miliki, jadi tidak menutup kemungkinan kali ini dia juga mempunyai niat yang sama, namun entah mengapa meskipun demikian, ia tetap merasakan cinta itu masih ada dalam hati nya.
" Baby... !"
" Jenny mulai mendekat kan bibir nya ke arah bibir Marvel, bukan Marvel yang memulai nya, tapi Jenny yang sangat agresif dari pertemuan mereka pertama kali.
Saat ini bibir keduanya telah bertemu, saling menyesap satu sama lain, meskipun sebenarnya Marvel tidak merasakan apa-apa dalam hal ini, namun dia berusaha menikmati nya agar melupakan Zaheera yang saat ini sendang bebas menari-nari dalam pikiran nya. Keduanya sudah polos entah sejak kapan mereka melepaskan pakaian masing-masing, yang pasti saat ini keduanya sudah tidak memakai apa-apa.
Setelah itu para readers bisa berfantasi sendiri apa yang terjadi dengan 2 anak manusia itu, yang pasti apa yang Marvel lakukan dengan Jenny telah melampaui batas seorang suami yang tidak menghargai istrinya.
...****************...
semua pelayan terus berdiskusi bagaimana cara mereka memberi tahu Marvel tentang keadaan Zaheera, sedangkan Tuan Muda mereka masih asik dengan selingkuhan nya, sungguh semua pelayan ingin protes kepada tuan muda mereka, mengingat keadaan Zaheera saat ini sedang dalam kondisi yang sangat menghawatirkan, ingin sekali mereka marah agar Marvel sadar kalau Zaheera lebih membutuhkan perhatian nya dibanding kan dengan wanita tidak jelas itu.
Ziya tetap berjaga di rumah sakit, ia menelfon seluruh pelayan yang bisa Ziya hubungi karena memang sejak beberapa jam yang lalu Ziya menghubungi Marvel tidak diangkat, sehingga membuat Ziya geram, tapi untung nya para pelayan yang sedang berbelanja segera pulang dan Ziya bisa menghubungi mereka untuk meminta bantuan agar Marvel mengetahui tentang kondisi istrinya.
" Kenapa kalian disini?" Tanya Marvel ketika dia keluar dari kamar Jenny, ya mereka melakukannya di kamar Jenny karena Marvel tidak mau mengotori kamar pribadinya dengan Zaheera.
" Sebenarnya kami bergantian menunggu disini sejak 2 jam lalu" kata salah satu pelayan menunduk takut
" Anu Tuan" pelayan itu sedikit gugup
" Kenapa ? kalau ngomong yang jelas dong" Marvel sedikit emosi
" Nona muda, Tuan"
" Dia kenapa? dimana dia sekarang?"
"Nona sekarang sedang berada di rumah sakit Tuan" ucap pelayan itu gugup
" Apa! kenapa kalian tidak memberitahu ju dari tadi hah! "
" Maafkan kami Tuan, bukan niat kami tidak ingin memberitahu, tapi kami tidak mau mengganggu Tuan yang sedang_! " mendengar penjelasan pelayan yang tidak tuntas Marvel langsung merutuki dirinya sendiri karena telah melakukan hal bodoh yang sudah melampaui batas dirinya.
__ADS_1
" Di rumah sakit mana sekarang istri ju di rawat?" tanya Marvel putus asa
" Anggara hospitals Tuan"
" Baiklah kau boleh pergi" lemas, itulah yang dirasakan Marvel ia benar-benar menyesal telah melakukan hal, bodoh sedangkan istri dan anaknya berada dalam bahaya karena ulahnya yang lebih memilih kekasih dibandingkan keluarga kecilnya.
" Suami macam apa aku ini, kenapa aku bisa sebodoh ini" kata Marvel tanpa sadar menjatuhkan air matanya, memang penyesalan selalu ada di akhir, kita akan sadar kalau sudah melakukan kesalahan apabila semuanya sudah terjadi dan terlambat untuk disadari.
Sedetik kemudian Marvel langsung mengambil ponselnya dan menelfon Sekertaris James yang sudah beberapa hari ini ia berikan tanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi di perusahaan.
" James cepat ke rumah sakit urus biaya administrasi atas nama istriku, aku akan segera menyusul"
" Baik Tuan Muda" begitulah cara kerja sekertaris James Tanpa banyak tanya, namun segera melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Tuannya.
Setelah Marvel mematikan sambungan telepon nya ia langsung bergegas pergi menuju rumah sakit, di perjalanan Marvel sangat khawatir pada keadaan Heera, kalau sampai terjadi sesuatu pada anak dan istrinya bukan cuma orang tuanya yang tidak akan memaafkan dirinya tapi Marvel sendiri pun mungkin tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri, saat ini dia juga khawatir orang tuanya akan segera tahu kalau tidak cepat ditangani, karena para suruhan Tuan Dermawan pasti akan bergerak cepat apabila terjadi sesuatu pada menantu kesayangan nya itu, apalagi saat ini menantu kesayangannya itu sedang mengandung pewaris tunggal dari keluarga Anggara.
*
*
*
Terimakasih sudah membaca cerita haluan author ππ
like
komen
vote
love biru
dan bunga mawar nya jangan lupa!
Ayo dong guys kasih nilai atau ranting pada cerita author π’π₯Ίagara author tahu sampai mana kualitas karya author π
__ADS_1
Love you Allππππβ€πππππ€
Maaf kalau banyak typonya, mohon dimaklum, penulis pemula π