
" Airnya sudah aku siapkan, baju ganti nya juga sudah aku sediakan, mas tinggal mandi" Zaheera berlalu dari hadapan Marvel tanpa memperdulikan pria itu, yang perlu ia lakukan saat ini hanyalah menjaga jarak dan menebalkan hatinya, karena seperti nya hatinya sudah tidak bisa diajak kompromi, ia sudah mulai jatuh hati pada suaminya apalagi saat ini benih dari suaminya sedang bersemayam dalam rahim nya.
" Heera tunggu " Marvel memegang tangan Heera dengan erat
" Maaf mas aku harus kebawah ada pekerjaan yang harus aku selesaikan " elak Zaheera mencoba menghindar
" Tolong jangan menghindar "
" Aku tidak menghindar dari kamu Mas, tapi seharusnya ini semua memang seharusnya dilakukan sejak lama"
" Kenapa kamu bicara seperti itu? "
" Tolong dengarkan aku dulu "
" Ada apa lagi mas" Marvel membawa Zaheera duduk di meja rias nya dengan Marvel yang duduk di hadapan Zaheera bertumpu dengan lututnya
" Mas tahu kamu kecewa, maaf selama bersama ku kamu tidak pernah merasakan kebahagiaan, ditambah sekarang Jenny kembali"
" Mas tidak perlu menjelaskan apa-apa, ini hidup mas, mas juga pantas untuk bahagia dengan pilihan mas"
" kenapa aku malah tidak Terima kalau Zaheera tidak marah karena aku telah membawa wanita lain, apalagi dia wanita masalalu ku" Marvel membatin
" Mas tidak perlu merasa bersalah, karena memang seharusnya seperti itu, Heera pun tidak pantas untuk marah, Heera sadar posisi kok mas"
" Didalam rumah ini, Heera hanya selayaknya debu yang tak dianggap, hanya sebutir dan tak berharga pula, jadi untuk apa mas minta izin padaku "
" Kamu istri mas Heera" Marvel geram
" Istri hitam di atas putih lebih tepatnya"
" Mas tidak perlu khawatir aku akan mengacau atau lain sebagai nya, karena itu tidak akan Heera lakukan, lebih baik sekarang kita menjalani hidup masing-masing, namun izinkan Heera untuk melayani mas sebagai selayaknya suami, karena selama kata talak belum mas ucapkan Heera masih sah menjadi istri mas" Heera kembali berlalu dari hadapan Marvel, kali ini tidak ada lagi cegahan dari Marvel, ia membiarkan istrinya pergi, hatinya sedikit tercubit karena ternyata Heera tidak terlalu memusingkan keberadaan Jenny, kenapa ia malah sedih melihat kenyataan Heera tidak cemburu samasekali
" Kenapa tanggapan Heera malah biasa saja, ini tidak sesuai dengan keinginan ku, aku mau dia cemburu dan memintaku untuk mengusir Jenny, tapi semuanya tidak sesuai dengan ekspektasi "
__ADS_1
" Tunggu sebentar, kenapa aku malah ingin melihat dia cemburu, ada apa dengan ku sebenarnya? bukankah aku senang kalau tetap ada Jenny di rumah ini, tapi hatiku berkata lain, aku mau Jenny pergi "
" Aaakhhh... kenapa jadi serumit ini sih" Marvel sangat kesal dia terus saja bermonolog sendiri berbicara pada dirinya sendiri, karena apa yang ia inginkan tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan.
MEJA MAKAN
Sesampainya Marvel di ruang makan di sana sudah ada Zaheera yang seperti biasa ikut menyiapkan makanan yang sudah dimasak oleh chef dan ditata rapi oleh pelayan, memang Zaheera termasuk wanita yang tidak bisa diam, padahal di rumah ini sudah ada banyak pelayan namun ketika jam makan sudah tiba pasti ia selalu ikut andil dalam menyiapkan makanan, apalagi menu yang akan dimakan oleh suaminya, harus ia sendiri yang menyiapkan tidak boleh orang lain dan Marvel tidak menolak akan perlakuan Heera yang istimewa itu, ia malah sangat senang karena merasa dihargai dan diperhatikan, meskipun semua yang ia butuhkan selalu ada yang menyiapkan, namun semua yang dilakukan istrinya menurut Marvel sangat berbeda, semuanya terasa spesial.
" Mas mau lauk apa? " tanya Zaheera pada Marvel setelah ia duduk di kursi kebesaran nya
" Terserah kamu saja, apa yang kamu ambilkan pasti aku makan" jawab Marvel datar, karena Marvel tidak memilih makanan jadi Heera mengambil acak lauk yang tersedia, diantaranya, capcay, Ayam bakar, bihun dan beberapa sayur kesukaan Marvel, Zaheera menyerah kan piring yang sudah penuh dengan makanan itu pada Marvel dan Marvel langsung memakannya dengan lahap, begitu juga dengan Zaheera ia juga langsung menjatuhkan bokongnya di kursi sebelah kanan Marvel yang memang merupakan kursi khusus seorang istri di keluarga Anggara setelah Nyonya besar di rumah ini digantikan oleh menantu, memang sebelum nya kursi yang ditempati. Marvel dan Zaheera adalah tempat Nyonya dan Tuan besar keluarga Anggara namun sekarang sudah tergantikan oleh para generasi mudanya.
Makan malam terasa hikmat dinikmati tanpa ada suara namun ketenangan itu tiba-tiba pecah ketika Jenny datang
" Goodnight Baby" Jenny datang dan langsung mencium pipi Marvel tepat didepan mata Zaheera, sungguh Zaheera sangat terkejut atas perlakuan Jenny yang sangat tiba-tiba, bukan cuma Zaheera Marvel pun sama, ia sungguh tidak suka waktu makannya di ganggu, memang dulu ini adalah kebiasaan Jenny yang sangat di sukai oleh Marvel, namun entah mengapa saat ini ia sangat tidak suka atas tindakan Jenny yang tiba-tiba ini,
" Tolong jaga sikap love"Marvel menahan amarah
" Hei Beb, bukankah aku sering melakukan dari dulu dan kamu sangat menyukainya " Jenny heran
" Kalau kamu masih ingin tinggal disini patuhi semua peraturan yang ada di rumah ini paham! "
jawab Marvel datar, sedangkan Zaheera hanya diam menanggapi perdebatan diantara dua orang yang ada di depannya ini
" Baiklah aku mengalah" Akhirnya Jenny pun mengalah dan lebih memilih melanjutkan makan malam, sungguh ia sangat malu mendapatkan penolakan di depan Zaheera, sebenarnya ia hanya ingin membuat Zaheera cemburu namun sayang lagi-lagi usahanya gagal total.
Karena dirasa makannya sudah selesai jadi Zaheera memilih untuk pergi duluan untuk menaruh piring kotornya di dapur, melihat Zaheera yang membawa piring ada inisiatif bagi Jenny untuk mengganggu Zaheera
" Katanya Nona muda Anggara, kok malah kayak pembantu, membawa barang kotor ke dapur sendiri, yasudah nih sekalian punya ku bawa juga" kata Jenny mengejek, karena tidak mau mencari keributan akhirnya Zaheera berbalik untuk mengambil piring Jenny, namun siapa sangka akan mendapatkan respon mengejutkan dari Marvel.
" Siapa suruh kamu menyuruh pada Nyonya Anggara? " muka tanpa ekspresi
" Baby hanya piring kok"
__ADS_1
" Dia istriku, bukan pelayan, kau bisa menyuruh pelayan untuk mengambil piring mu, bukan malah menyuruh istriku"
" Tapi penampilannya lebih cocok jadi pelayan "
" Punya hak apa kamu menilai penampilan orang, belum tentu penampilan mu bagus menurut orang lain, jadi jangan semena-mena pada orang lain, belajarlah menghargai orang lain" Jenny benar-benar kesal dibuat Marvel
" Kenapa kamu malah membela wanita itu"
" Aku tidak membela siapa-siapa, aku hanya ingin kamu menghargai orang lain, jangan sok berkuasa seperti ini"
" Sadar posisi " ucap Marvel penuh penekanan
" Oh gitu, kamu sekarang sudah lebih mementingkan wanita ini daripada aku, baik enggak ada gunanya juga aku disini, aku sudah tidak penting lagi bagimu"
" Love... " panggi Marvel pada Jenny yang sudah berlalu dengan penuh kemarahan dia pergi menuju kamarnya di lantai dua, sungguh ia tidak menyangka akan seperti ini, tidak pernah terpikirkan oleh Jenny kalau wanita itu sudah benar-benar menguasai Marvel sepenuhnya.
" Aku tidak boleh tergantikan oleh siapapun, karena misi ku belum sepenuhnya terwujud " kata Jenny penuh ambisi, saat ini ia sedang berada di kamarnya, sedangkan di ruang makan Zaheera tidak merespon apa-apa, ia menganggap tidak terjadi apa-apa tadi diantara suami dan kekasihnya, sedangkan Marvel merasa tidak nyaman karena ia sudah terlalu keras pada Jenny, ia malah takut Jenny akan berbuat Macam-macam, jadi ia lebih memilih untuk mengejar Jenny dan mengabaikan Zaheera yang tetap terpaku di tempatnya.
" Ternyata kamu sekarang lebih mementingkan wanita itu mas, tidak salah aku menyembunyikan kehamilan ini, karena kalau kamu sampai tahu, pasti kamu akan bersimpati padaku, dan sifat simpati itu hanyalah kepura-puraan semata, cukup aku sakit hati untuk saat ini mas, tidak dengan ke depan nya, kamu tenang saja. Aku tidak akan mengganggumu karena mungkin kamu memang sudah menemukan kebahagiaan mu yang sesungguhnya, setelah anak ini lahir aku berjanji akan pergi dari hidupmu " dengan sangat menyedihkan Zaheera hanya mampu berdialog dengan hatinya, tanpa berani untuk mengungkapkan secara langsung isi hatinya yang bersangkutan...
" Nona baik-baik saja kan? " Ziya datang menggenggam tangan Nona muda nya itu
" Aku baik Ziya " ucap Zaheera dengan senyuman penuh luka
...~Diam adalah cara terbaik ketika mulut sudah kelu untuk berucap... ~...
..._Kim Heera_...
*
*
*
__ADS_1
Like, koment, vote, love biru, bunga mawar nya yang banyak.
Terimakasih sudah membaca cerita author, mohon dukungannya ya terimakasih 🙏💕🌹🌹