Mencari Cinta Sang Pewaris Tahta

Mencari Cinta Sang Pewaris Tahta
Hanya sekedar Pemuas Nafsumu...


__ADS_3

Kicauan Burung-burung menyambut indahnya pagi, mengalun merdu mengantarkan setiap insan yang ingin membuka kelopak matanya, begitu juga dengan Zaheera perlahan-lahan ia membuka matanya, entah mengapa malam tadi merupakan tidur ter nyenyak bagi Zaheera, sehingga pagi ini dia merasa sangat segar dan tidak merasakan pegal-pegal lagi,


" Sejak kapan aku punya guling se nyaman ini" gumam Zaheera tanpa membuka matanya, sedangkan Marvel semakin mengeratkan pelukan nya dikala Zaheera semakin menelusup ke dalam dada Marvel


Lama kelamaan Zaheera sadar kalau itu bukan guling karena bau maskulin yang tercium dari indra penciuman nya sangat ia kenali, seketika itu juga Zaheera membuka matanya dan membelalak sempurna karena yang ia peluk ternyata adalah suaminya, Zaheera bingung sejak kapan Marvel berada di kamar nya dan memeluknya seperti ini, tak tanggung tanggung ketika kesadaran Zaheera terkumpul ia langsung mendorong Marvel dari tempat tidurnya.


" Aduh... " Marvel mengaduh kesakitan ketika tubuhnya bertemu dengan lantai yang keras


" Kenapa Anda berada disini ?" tatapan Zaheera sengit


" Jangan marah-marah Heera ini masih pagi" Kesadaran Marvel belum sepenuhnya terkumpul


" Cepat keluar dari sini" Ucap Zaheera datar


" Zaheera tolong jangan seperti ini" Marvel bangkit dari tempat ia di dorong oleh Zaheera


" Aku hanya ingin dekat dengan anakku" Marvel mendekati Zaheera yang masih terduduk di ranjang nya


" Saya bilang pergi ya pergi! "


"Sampai kapan kamu akan terus menjauhkan saya dengan anak saya seperti ini Heera, Aku juga orang tuanya, aku berhak melihat pertumbuhan nya"


" Ayah macam apa yang sudah berkali-kali ingin membunuh anaknya sendiri hah!" Zaheera mulai naik pitam


" Maafkan aku Heera, aku Khilaf"


" Dari pada anda membuang waktu saya, lebih baik anda keluar" usir Heera pada Marvel sembari menunjuk pintu yang terbuka lebar


" Heera, tolong jangan seperti ini"

__ADS_1


" Sayang aku mohon, aku ini masih suami kamu yang sah!"


"Tidak sepantasnya kamu memperlakukan aku seperti ini"


" Suami? " Zaheera tersenyum miring


" Seharusnya seorang suami mengayomi, menghargai, melindungi, mengarahkan ke hal yang baik, tapi ini apa?"


" Selama ini saya hanya menjadi budak nafsu untuk anda, pemuas nafsu saja, sebuah alat tidak lebih dari itu, anda tidak pernah memberikan saya cinta selayaknya seorang istri, anda hanya bisa memberikan luka dan air mata, sampai anak ini hadir anda tidak pernah memberikan cinta itu, sebaliknya anda malah membawa wanita lain dan memperlakukan wanita itu selayaknya istri anda, terus kehadiran saya anda anggap apa? Saya disini masih hidup, masih mampu merawat anda, tapi sayangnya anda tidak memberikan kesempatan itu, anda malah lebih memilih dia, jangan salahkan saya Tuan kalau saya bersikap demikian kepada anda"


" Dan sekarang anda ingin mengatakan saya istri anda, mungkin lebih tepatnya istri diatas kertas, istri yang tak dianggap, istri yang dikhianati atau apalagi sebutan yang pantas untuk wanita seperti saya, yang terlihat hina dimata orang yang bermartabat tinggi seperti anda" Jangan kira Heera mengatakan itu semua ia kuat, tidak! kalian salah! deraian air mata terus mengalir deras di setiap pengucapan wanita itu


" Heera.. " Marvel hendak memeluk Istrinya, namun sayang dengan sekuat tenaga Heera mendorong Marvel sembari berkata


" Jangan sentuh saya, saya bukan lagi istri anda, pergi bersama wanita itu dan jangan hiraukan saya pergi hiks... " dengan tangisan yang begitu pilu Heera terus menyuruh Marvel pergi, semakin wanita itu melihat suaminya semakin sakit yang ia rasa, karena sudah dengan susah payah ia menjauh, meskipun sulit, dalam keadaan seperti ini, dimana disaat masa-masa kehamilannya ia sangat membutuhkan sosok suami yang terus mendukung dan memberikan suport, tapi semua rasa itu Zaheera tepis jauh-jauh agar ia tidak bergantung pada suami yang lebih memilih wanita lain dibandingkan dia yang jelas-jelas saat ini sedang mengandung anak pertama mereka.


" Heera plis, berikan aku kesempatan"


" Ok saya Terima anda melukai saya, tapi tidak dengan anak saya, anda hampir saja membunuhnya, disaat saya butuh pertolongan anda tidak sedikit pun menoleh kearah saya dan lebih memilih untuk menolong kekasih anda yang saya lukanya tidak seberapa itu"


" Dan iya di waktu itu pula anda langsung men judges saya seakan saya yang bersalah, bisakah anda bertanya lebih dulu mengapa saya menyiram kekasih anda itu"


" Tapi sayang, anda langsung menghina saya, mencoba mengingatkan saya bahwa saya hanya wanita kampung yang bermimpi menjadi seorang Cinderella"


" Anda melukai fisik saya, hati saya dah yang terakhir anda hampir saja membunuh darah daging anda sendiri"


" Saya ingin sekali pergi dari tempat ini, tapi saya ingat atas kebaikan kedua orang tua anda kepada saya, setidaknya sebelum saya pergi saya harus memberikan hadiah kecil kepada mereka, kalau bukan karena mereka sudah lama saya pergi, jauh sebelum anak ini ada"


Marvel hanya bisa diam mencerna setiap apa yang Zaheera ucapkan, dia memang telah kejam dan tidak pernah memberikan kesempatan pada hatinya untuk mencintai istrinya, ia terus saja berglayut dengan masa lalu nya dan sekarang ia baru sadar kalau ia telah memberikan luka terdalam yang mungkin tidak akan pernah bisa Zaheera maafkan sampai seumur hidup nya.

__ADS_1


" Pergi dari sini, berikan saya kehidupan yang tenang sampai anak ini lahir"


" Jangan pernah anda menampakkan wajah anda di depan saya sampai anak ini lahir, setidaknya perpisahan kita tidak adak terasa berat untuk saya, Alias tidak berarti apa-apa"


Tatapan Marvel seketika kosong, meskipun ia bersalah dalam hal ini tidak sepantasnya Zaheera memperlakukan nya seperti ini, dengan membawa perasaan yang sudah campur aduk antara marah, kesal, terhina dan bersalah Marvel membawa dirinya pergi dari hadapan wanita yang sudah membuat dirinya tak karuan itu. Marvel membawa dirinya dengan amarah yang memuncak karena wanita yang sedang mengandung benihnya itu masih tetap ingin pergi dari hidupnya, apakah dia tidak pernah berpikir kalau anak itu lahir otomatis anak itu masih membutuhkan ibunya dan Marvel ingin menebus kesalahannya ingin mempertahankan rumah tangga nya, namun ternyata keinginan nya dan kemauan wanita itu sangat bertolak belakang sehingga membuat Marvel sangat terhina akan hal itu, dan Marvel bertekad akan melakukan apa yang wanita itu inginkan.


ketika Marvel sudah pergi, tangis Zaheera kembali pecah, ia sebenarnya tidak sanggup melakukan demikian pada suaminya, namun ia rasa ini yang terbaik agar cintanya tidak semakin dalam pada pria itu, semakin cinta itu tumbuh dalam hatinya semakin banyak pula rasa sakit yang akan ia rasakan.


Biarkan ini semua seperti ini dulu, sampai tiba pada masanya perpisahan itu akan terjadi.


*


*


*


Terimakasih sudah baca novel aku.


Tetap dukung cerita yang ngelantur ini, meskipun tidak sebagus cerita cerita sebelah tapi aku harap readers sekalian tetap mau mendukung author.


Like yaaa


komentar juga, meskipun hanya sekedar menyapa, kalau tidak mau mengkritik atau mau memberi saran, agar author punya teman


vote juga agar author makin semangat


Bunga mawar nya yang banyak ya🌹biar author makin bahagia dan terus punya semangat tinggi buat update.


Dan semoga kalian semua tetap dalam lindungan Nya.

__ADS_1


Loveyou All reader semuanya ❀πŸ₯°πŸ₯³πŸ˜πŸ’žπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2