
" Haaaaah.... "
Pyar...
Brak...
Plar...
Srett..
Marvel mengamuk secara brutal didalam kamarnya, ternyata menemui istrinya malam tadi bukanlah awal yang baik untuk hubungan mereka, malah membawa petaka bagi emosi Marvel, Marvel berharap malam tadi ia menemui istrinya ia akan bahagia karena akhirnya ia bisa merasakan kehadiran buah hatinya dalam perut sang istri, namun sayang pertemuan mereka hanya membawa Marvel pada titik terhina dalam diri nya.
Ia ditolak mentah-mentah, selama ini dia tidak pernah menerima penolakan dari wanita manapun, tapi kali ini ia menerima penolakan secara nyata dari istrinya sendiri.
Marvel menghancurkan seluruh isi didalam kamar nya, memecahkan segala perabotan yang ada, emosinya benar-benar memuncak dikala istrinya ingin pergi dan tidak mau bertemu dengan nya lagi.
" Baiklah kalau memang itu mau mu aku akan menuruti segala kemauan mu itu, kau membenci ku? Hahahah... aku juga lebih bisa membencimu" Marvel terus meracau seperti orang gila karena emosi dan sedetik kemudian ia menangis pilu
" Aku juga ayahnya, kenapa kau menjauhkan aku darinya, aku juga mencintai nya" tangis Marvel sangat pilu menusuk kedalam hati, ia sangat marah pada Zaheera yang bersikap demikian namun ia juga sedih karena tidak berhasil menjadi suami sekaligus ayah yang baik untuk keluarga kecilnya.
...****************...
Tidak terasa hari demi hari telah berlalu, kini Marvel menjalankan kehidupannya seperti biasa pergi ke kantor pulang istirahat dan seperti itu setiap harinya, ia tidak menghiraukan lingkungan sekitar dan Jenny ia biarkan begitu saja, begitu pula dengan Zaheera ia menjalani hidupnya dengan normal tanpa ada lagi Marvel yang terus membujuknya, meskipun terkadang ia selalu merindukan sosok pria itu sampai menangis, tapi Heera menganggapnya hanya sebagai hormon saja tidak lebih, agar hidup nya semakin tenang, sedangkan Jenny ia bertanya-tanya Kira-kira apa yang mengubah Marvel menjadi dingin seperti itu, tapi Jenny juga tidak mau ambil pusing yang penting uang terus mengalir di rekeningnya, tapi Jenny masih memakai otaknya jadi dia pura-pura perhatian pada Marvel, siang itu ia menghampiri Marvel yang sedang santai di ruang tengah dengan laptop yang ada di pangkuannya.
" Baby aku bawakan minum" Jenny meletakkan kopi dimeja depan Marvel
" Mm.. "Marvel hanya bergumam
" Sampai kapan kamu akan bersikap dingin seperti ini Baby?"
" Aku merasa diabaikan sama kamu" keluh Jenny manja, berharap Jenny akan mendapatkan perlakuan baik dari Marvel, tapi sayang respon Marvel jauh dari kata lembut, perlahan Marvel menutup laptopnya, menoleh ke arah Jenny yang berada disampingnya dengan tatapan membunuh, sampai-sampai Jenny bergidik ngeri melihat nya
" Kalau kau merasa terabaikan, bukankah aku sudah menyuruh mu pergi dari rumah ini waktu itu" Kata Marvel pelan namun menusuk
" Jangan Coba-coba memancing emosiku" lanjutnya hendak pergi, namun ada Zaheera bersama bik Narsi yang hendak ke dapur, dalam pikiran Marvel mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk membuat Zaheera tahu kalau Marvel sudah bisa moveon dari nya meskipun sebenarnya tidak, ini hanya sekedar taktik.
Dengan gerakan kasar Marvel langsung menarik tangan Jenny,
" Aw... "Jenny memekik terkejut karena Marvel tiba-tiba menariknya dengan kasar tentu saja suara Jenny yang memekik itu di dengar oleh bik Narsi dan Zaheera, refleks Zaheera menoleh ke arah suara itu dan apa yang dia lihat mampu membuat dia membulatkan matanya, karena yang dia lihat adalah Marvel yang sedang bercumbu dengan kekasihnya di ruang tengah, persis seperti yang dia lihat waktu itu di kantor Marvel, dengan langkah seribu Zaheera langsung menghindar dari pemandangan itu, ada rasa sakit yang terselip di hatinya, karena Marvel dengan begitu mudahnya move on dari Zaheera, sedangkan Zaheera sampai detik ini masih sulit untuk melupakan pria itu.
__ADS_1
Melihat Zaheera yang sudah pergi dari tempat itu Marvel langsung melepaskan Pangutan nya dari bibir Jenny sembari mendorong wanita itu dengan kasar, sedangkan Jenny sudah besar kepala karena tiba-tiba Marvel menciumnya dan Jenny sudah menginginkan lebih dari itu.
" Menjauh lah dariku" hardik Marvel
" Kenapa kamu kasar sekali padaku sayang, ayo lanjutkan"pinta Jenny dengan marah
" Jangan terlalu percaya diri, aku melakukan itu hanya ingin membuat Zaheera cemburu" setelah mengatakan hal itu Marvel langsung pergi meninggalkan ruang tengah menuju ruang kerjanya yang berada di lantai 3 sebelah kamar nya.
Setelah kepergian Marvel Jenny masih tetap berdiri ditempat nya, ia benar-benar dibuat jengkel oleh Marvel karena Marvel hanya menjadikan nya alat untuk membuat Zaheera cemburu
" Kau sudah melakukan kesalahan terbesar dalam hidup mu Vel, karena telah menjadikan aku. sebagai alat untuk membuat wanita kampung itu cemburu "
" Lihat saja apa yang akan aku lakukan, mungkin kejadian kemarin itu belum cukup"
" Baiklah aku akan menambahkan sesuatu yang lebih dari itu, tunggu saja tanggal mainnya"
"Karena kau sudah bermain-main dengan orang yang salah, maka ayo, kita mulai permainan ini" Jenny tersenyum miring, entah apa yang akan dilakukan wanita ular itu,sungguh dia tidak pernah puas membuat kontroversi.
Sedangkan di ruangan kerja Marvel, pria itu sedang meratapi kesalahan nya, ia merasa menyesal telah melakukan itu untuk membuat Zaheera cemburu.
" Tapi seperti nya dia baik-baik saja"
" Dia tidak apa-apa, tapi bagaimana kalau dia benar-benar cemburu?"
" Tapi bagaimana kalau dia sampai kepikiran?dia akan setres ! kalau dia setres akan mempengaruhi kandungan nya"
" Bagaimana kalau terjadi sesuatu pada kandungannya, pasti aku akan menjadi orang pertama yang merasa bersalah kalau sampai Zaheera dan anakku kenapa napa"
" Tapi tunggu! bukankah memang ini yang dia inginkan, aku melupakan nya dan diapun sebaliknya!"
" Jadi tidak mungkin kalau dia akan kenapa napa, jadi aku tidak perlu khwatir"
" Maafkan aku Heera, memang ini mau mu jadi maaf kalau aku menyakiti hatimu, aku hanya menuruti apa yang menjadi keinginan mu" Marvel sudah seperti orang gila dia beropini sendiri, apa yang ia tanyakan, akan dia jawab sendiri olehnya
...****************...
"Hiks... Hiks... Hiks... sakit ya Allah, ini sungguh menyakitkan" Zaheera menangis sembari memegang dadanya yang terasa sesak, melihat hal itu bik Narsi merasa tidak tega, kemudian wanita paru baya itu menghampiri Nona mudanya yang sedang menangis
" Nona ... " panggil buk Narsi menyentuh bahu Zaheera
__ADS_1
" Bik... huwaaa.... " tangis Zaheera semakin pecah, Seketika Zaheera langsung memeluk bik Narsi dengan erat dan berkata
" Sakit bik hatiku sangat sakit, aku kira Mas reyhan tidak akan semudah itu melupakan ku, tapi nyatanya tidak, hiks... "
" Bersabarlah Nona, bibik yakin setelah ini Nona pasti akan bahagia"
"Nona tidak boleh menangis lagi, bukankah ini yang Nona mau? agar Nona tidak terus menerus merasa tersakiti, tapi kenapa Nona masih menangis? "
" Aku kira aku kuat bik, tapi ternyata tidak hiks... aku lemah, aku tidak bisa melihat suami ku bermesraan dengan wanita lain didepan mataku... "
"Bibik tidak bisa berbuat apa-apa Nona, bibik hanya bisa berkata Innallaha ma'ashabirin, Allah senantiasa akan terus bersama orang orang yang sabar, jadi Nona harus bersabar, Allah tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan hambanya "
" Bibik yakin pasti suatu saat nanti Allah akan memberikan kebahagiaan yang kekal pada Nona, setelah semua nya sudah Nona lalui"
" Ingat Nona dibalik awan yang hitam akan ada hujan dan dibalik badai akan ada pelangi yang indah"
" Terimakasih bik, bibik selalu menghibur ku, semoga bibik sehat selalu dan bisa menemani ku di saat saat seperti ini" kata Heera kembali memeluk si pelayan tersebut, dan bik Narsi pun juga balik memeluk Zaheera yang sudah ia anggap sebagai putri nya sendiri.
*
*
*
..." Dibalik Awan yang hitam menyimpan air hujan yang akan memberikan kehidupan....
...Dan dibalik badai ada pelangi yang senantiasa memberikan keindahan ... "...
...~Syee-Aashiqui~...
*
*
*
Terimakasih sudah membaca cerita haluan Author, jangan lupa terus dukung dan kawal cerita ini sampai tamat,
Dan jangan lupa pula author meminta ulasannya dari kalian agar author tahu sampai mana kualitas karya author...
__ADS_1
masak yang ngasih ulasan cuma 2 orangπ€¦ββοΈπ€kan parah banget, dan author beranggapan memang cerita author gak bagus, tapi author tetap bersyukur karena bisa menulis cerita ini.
Sekali lagi terimakasih salam hangat dari author loveyou All... ππβ€π₯°ππ₯°πβ€ππ₯°πβ€π₯°πsemoga kalian semua selalu dalam lindungan Nya π