
" Apakah jenis kelaminnya sudah bisa terlihat dok? " tanya Marvel Antusias, karena keinginannya anak pertamanya adalah laki-laki, jadi dia berharap demikian, namun terlahir sebagai perempuan atau laki-laki tidak masalah yang penting sehat, namun itu hanya sebuah harapan yang Marvel inginkan...
" Sudah bisa namun di usia yang masih memasuki bulan ke 4 ini kurang jelas dan hanya perkiraan saja, sebentar kita lihat bersama-sama"
" Nah ini dia alat kelaminnya, seperti nya bayi Tuan dan Nona laki-laki "
" Benarkah dokter? "
" InsyaAllah Taun muda, ini masih perkiraan awal saja, namun saya harap perkiraan saya tidak akan salah"
" Semoga saja dok" sangat jelas kebahagiaan yang terukir digaris wajah Marvel, Lagi-lagi Zaheera hanya bisa tersenyum haru, melihat suaminya tersenyum karena kehadiran malaikat kecil yang akan segera menghiasi kehidupan mereka, namun entah sampai kapan kebahagiaan ini dapat ia rasakan.
" USG nya susah selesai, nanti kalau Nona ingin menyimpan hasil USG nya saya akan cetak kan"
" Iya dok saya ingin menyimpannya, sebagai kenang-kenangan"
" Baiklah, mari kita kemeja saya, kita bisa konsultasi di sana " kemudian Zaheera berusaha untuk bangun karena melihat Zaheera agak sulit untuk bangun Marvel kemudian membantu nya,
" Hati-hati " Ucap Marvel perhatian
" Terimakasih " kata Heera dengan nada yang datar
" Apakah Nona masih merasakan mual atau muntah? saya rasa sudah tidak ya? "
" Iya dok sudah agak berkurang, saya masih merasa mual kalau mencium aroma dari makanan yang tidak saya suka, selebihnya sudah tidak "
" Ada lagi keluhan yang lain?"
" Tidak ada dok, tapi yang ingin saya tanyakan apakah makan di porsi yang agar over itu normal? karena saya sering seperti itu dok, apalagi tengah malam" mendengar Pertanyaan Heera dokter Villa tersenyum dan berkata
"Itu normal Nona, selama Nona mengkonsumsi makanan yang sehatdan menunjang pada pertumbuhan bayi, Ada lagi? " tanya dokter Villa
" Tidak ad_?"
"Ada dok" Marvel ingin mengajukan pertanyaan
"Iya Tuan Muda silahkan"
" Tapi mohon maaf sebelumnya dok, pertanyaan saya agak ke arah_!" ekspresi Heera langsung berubah ketika mendengar ucapan Marvel yang masih di jeda, karena ia bukan orang yang bodoh, tidak mengerti atas apa yang akan dibahas setelah ini.
" Yaaa itulah dok, masak dokter tidak paham" lanjut Marvel sedikit bercanda pada dokter villa
" Ya saya paham Tuan muda" tersenyum maklum
" Memang itu diperbolehkan namun kalau bisa dilakukan jangan sering-sering, sesekali saja dan perlu Tuan dan Nona tahu melakukan hubungan suami istri ketika kandungan sudah mendekati bulan lahir akan mempermudah proses melahirkan "
__ADS_1
" Jadi benar yang bik Narsi bilang" Heera membatin ia sedikit terkejut karena yang bik Narsi katakan memang benar adanya, sedangkan Marvel tersenyum penuh arti, berarti ia akan menjadikan ini alasan untuk melakukannya kepada Heera, agar tidak ada alasan atau penolakan lagi dari istrinya itu.
" Yang ingin saya tanyakan juga dok, akhir akhir ini saya sering menangis karena hal sepele, apa benar itu yang dikatakan Hormon ibu hamil, mood saya cepat sekali berubah ubah"
" Bentul sekali Nona dan hormon setiap Ibu hamil itu berbeda-beda " Zaheera dan Marvel hanya mengangguk pasti, mendengarkan setiap penjelasan yang dokter Villa sampaikan
" Kalau tidak ada yang mau ditanyakan lagi saya tulis resep dulu dan Nona bisa menebusnya di apotek rumah sakit, ini resepnya " Dokter Villa mengulurkan kertas resep kepada Zaheera
" Itu ada vitamin penguat kandungan, dan vitamin penambah darah, karena tensi Nona agak rendah, jadi saya resep kan obat tersebut "
" Terimakasih dok, sudah meluangkan waktu nya, kalau begitu saya permisi " Heera beranjak dari tempat duduknya tanpa memperdulikan Marvel " Marvel yang melihat Zaheera pergi begitu saja tanpa menunggu dirinya juga langsung bangkit dari tempat duduk nya dan tidak lupa berpamitan pada dokter Villa.
" Heera tunggu " cegah Marvel memegang tangan Heera
" Ada apa lagi Tuan saya mau pulang" Heera kesal
" Kamu bareng aku , kita pulang bersama"
" Enggak usah saya bareng pak Nardi"
" Akun sudah menyuruh Nardi untuk Pulang "
"Kenapa Tuan melakukan itu"
" Karena aku mau kamu pulang dengan ku"
" Heera, kenapa kamu jadi formal begini? aku ini suami kamu, dimana sebutan kata mas itu?"
" Maaf Tuan saya tidak pantas menyebutkan kata itu lagi, selama ada orang ketiga dalam hubungan kita" Setelah mengatakan hal itu, Zaheera kembali ingin melangkah, namun di cegat kembali oleh Marvel, namun kali ini Marvel langsung menggendong Zaheera di depan umum
" Tuan lepas kan, apa yang Tuan lakukan "
" Jangan memberontak atau saya akan cium kamu disini, dan pasti nya kamu semakin malu bukan? " ancam Marvel penuh penekanan, mau tidak mau Zaheera hanya menurut saja karena ia sudah tahu sifat Marvel yang keras kepala, apa yang ia ucapkan pasti akan ia lakukan. Jadi Zaheera hanya bisa dian saja mengalungkan tangannya ke leher suaminya, karena ia tidak mau tambah malu di depan umum seperti ini.
" Anak pintar" ucap Marvel tersenyum miring, semua mata tertuju pada mereka, siapa coba yang tidak mengenal Marvel di rumah sakit ini, karena yang kalian tahu sendiri, Marvel merupakan anak dari pemilik rumah sakit ini, jadi tidak asing lagi bagi mereka wajah dan perawakan Marvel yang tampan dan berwibawa, apalagi saat ini dia sedang menggendong istrinya di depan umum, namun tidak ada yang tahu siapa dan apa status wanita yang saat ini berada dalan gendongan Tuan muda Anggara itu, namun melihat pemandangan seperti itu, semakin membuat semua perawat dan staf wanita di rumah sakit ini histeris
" Beruntung sekali Nona muda itu berada dalam gendongan Tuan Muda Anggara" ucap salah satu perawat
"Iya ya, aku juga mau kalau begitu" jawab perawat 2
"Kira-kira siapa ya wanita itu?" perawat tiga penuh dengan tanda tanya
" Apakah dia kekasih Tuan Anggara? "
" Entahlah kita hanya bisa menebak-nebak saja, tanpa bisa mengetahui kebenarannya"
__ADS_1
" Tapi tadi ya guys ya, di waktu aku bertugas di latai tiga dekat dengan ruang obgyn sepertinya Tuan Muda masuk ke ruangan dokter Villa loh"
" Apa iya, masak wanita itu hamil, kalau memang benaran hamil, berarti anak Tuan Muda dong"
"Patah hati berjamaah lah kita, huwaaa" perawat 2 saking histeris nya sampai pura-pura menangis karena tidak bisa menerima kenyataan dan begitulah Kira-kira para perawat dan staf rumah sakit itu ngerumpi.
Ceklek... !
Marvel memakan belt pada Zaheera namun raut wajah wanita itu tetap tidak bersahabat, ia tetap saja dengan mode awalnya, cuek dan tak perduli.
Marvel masuk dan duduk di kursi kemudi, ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, karena ia tidak mau membahayakan anak dan isterinya.
Dipertengahan jalan Zaheera tetap saja bungkam tidak ada pembicaraan serius yang terlibat diantara mereka,
" Kamu mau makan? " tanya Marvel menoleh kearah Zaheera, namun Zaheera hanya menggeleng tanpa ada ucapan satu patah katapun, Marvel menghela nafasnya kasar, ia susah bingung mau menggunakan cara apa agar tidak di diami oleh istrinya. Tanpa basa-basi Marvel langsung memberhentikan mobilnya sehingga membuat Zaheera tersentak kaget.
" Kenapa berhenti? " akhirnya Zaheera bicara
" Aku ingin bicara dengan mu"
" Saya rasa tidak ada yang harus dibicarakan"
" Kita harus bicara Heera agar kamu tidak selalu mendiamkan saya seperti ini "
" Sampai kapan kamu akan mendiamkan saya "
" Seharusnya anda sudah tahu Tuan kalau jawaban saya apabila wanita itu pergi dalam kehidupan anda"
"Saya harap anda tidak akan menyesal suatu saat nanti Tuan" Omongan Heera yang membuat Marvel tertegun dan setelah itu tidak ada lagi pembicaraan diantara mereka.
*
*
*
Terimakasih sudah membaca cerita author
like
like
like
seikhlasnya saja
__ADS_1
dan komentar nya tentang masukan dan kritikannya.
Minta Bantuan untuk dikasih Ranting atau nilai agar author tahu sampai mana kualitas karya author, Thankyou loveyou All 💞😘