Mencari Cinta Sang Pewaris Tahta

Mencari Cinta Sang Pewaris Tahta
Apakah aku sudah mencintai nya?


__ADS_3

Pov Marvel Sinota


" Jangan sentuh dia atau kau akan menerima kemarahan dari seorang Marvel Sinota Anggara" Aku merasa marah pada orang yang tidak jelas wujudnya itu, dia. mencoba melukai istriku, sedangkan istriku sudah menangis histeris meminta bantuan ku


" Laki-laki lemah seperti mu sungguh sangat menyedihkan Tuan Muda" ucap orang itu mengejek ku dengan senyuman meremehkan


" Melindungi wanita mu saja kau tidak mampu"


" Jangan bicara bangsat, aku bilang lepaskan istriku! " aku mulai emosi dan meninggikan suaraku, namun orang itu semakin mengejek dan tertawa lepas


" Hahahahah... kau layaknya se ekor cacing kepanasan Tuan Muda, mengapa kau tidak sabaran seperti itu"


" brengsek! jangan bermain-main dengan ku"


" Tapi aku sungguh sangat senang bermain-main dengan mu, apalagi sampai membuat mu dan keluarga Anggara menderita "


" Jangan mengancam ku biadab! "


" Santai Tuan Muda, bagaimana kalau kita duduk dulu membahas bagaimana cara yang tepat untuk membunuh wanita mu ini "


" Mas tolong aku! " wajah Zaheera semakin memucat ketakutan


" Jangan coba-coba kau menyentuh dia, kalau kau tidak mau tangan mu itu patah menjadi tiga" Marvel semakin emosi


" Ckckck.. drama yang sangat bagus" orang itu terus mengayunkan pistolnya di udara seakan siap sewaktu-waktu bila ingin melumpuhkan lawannya


" Jangan kau sentuh istriku "


" Tenang saja Tuan Muda, aku tidak akan menyentuh istrimu " orang itu melempar Kim Heera ke samping namun se detik kemudian ia langsung menembak istriku yang tidak berdaya karena sudah begitu lemah tidak memiliki tenaga.


" Dor-dor " suara tembakan seakan-akan memecahkan gendang telingaku, kulihat dua pluru itu menembus perut istriku, aku terbelalak melihat kejadian tidak terduga ini.


" Heeraaaaaaaaaaaaaa..." Teriaku mendekati tubuh istriku yang sudah bersimbah darah di iringi dengan tawa lepas dari orang yang telah menembak istriku tampa dosa, dan disaat itu pula aku terbangun dari tidur ku yang rasanya tak ingin aku ulangi kembali, ya aku mimpi buruk, buruk sekali. Rasanya tak sanggup bila aku kehilangan wanita ku, entah mengapa aku sangat menyayanginya, meskipun belum ada kata cinta yang kita berdua ucapkan.


" Heera!!!" ucapku panik namun orang yang yang sedang ku cari tengah terlelap begitu cantik nya di sampingku, entah mengapa aku sangat takut mengingat mimpi itu, aku tak ingin tidur lagi, aku ingin melihat Kim Heera ku sepanjang malam menjaganya sampai kapanpun, aku tidak ingin kehilangan dia, perlahan aku memindahkan surai hitam itu dari wajah cantik nya, ketika aku mengingat mimpi itu mengapa aku sangat berat dan rasa khawatir ku semakin besar pada wanita ini, ada apa dengan ku? apakah aku mulai mencintai nya?


...****************...


" Apakah kalian sudah menyiapkannya? " tanya seorang yang dikenal saat ini sebagai Mr. J sedang berbicara pada salah satu anak buah nya

__ADS_1


" Sudah , seperti yang Anda perintahkan! " jawab anak buah itu dengan lugas


" Bagus lakukan sesuai rencana "


" Baik" anak buah nya pergi dengan memikul perintah yang harus segera dilaksanakan.


Entah apa yang direncanakan orang itu, seakan-akan tidak puas untuk berbuat ulah dan menimbulkan masalah, mungkin memang hobinya membuat orang menderita atas ulahnya.


...****************...


Pov Kim Heera


Mas Marvel sudah berangkat ke kantor sebelum aku bangun tadi pagi, ya! Memang itu kebiasaannya, setiap kita selesai berhubungan pasti dia tidak pernah menungguku bangun terlebih dahulu, sudahlah abaikan saja itu memang hobinya, siapa aku yang selalu berharap dianggap istimewa oleh Tuan muda itu. Seperti biasa aku tidak diperbolehkan keluar kemana-mana olehnya atas alasan demi keamanan ku, aku hanya menurut saja, tapi terkadang aku merasa di istimewa kan oleh suami ku itu, namun juga terkadang aku harus sadar diri siapa aku, karena aku tidak mau ada keributan diantara kita, aku. memilih patuh terhadap peraturan nya.


Seulas senyum terukir di bibir ku karena tiba-tiba saja aku terpikirkan untuk mengajak beberapa pelayan untuk jalan-jalan dengan pengawasan pengawal, kata mas Marvel aku boleh keluar rumah asalkan dengan pengamanan yang ketat.


" Ziya... Ziya.. " panggil ku sedikit lantang


" Iya Nona ada apa memanggil saya? ada yang Nona butuhkan? " Ziya berlari dari arah dapur menghampiri ku yang berada di dekat ruang tengah


" Ziya aku bosan, aku ingin jalan-jalan, temani aku ya? "


" Tapi Nona " Ziya ragu


" Baiklah Nona saya akan menemani Nona "


" Terbaik " aku mengacungkan dua jempol saking bahagia nya


" Yasudah kalau begitu, aku siap- siap dulu, kamu panggil pengawal ya "


" Baik Nona "


Sementara aku kembali ke kamar utama, Ziya sudah berlalu memanggil pengawal untuk menemani ku keluar, tidak membutuhkan lama bagiku untuk bersiap namun sebelum aku pergi aku sudah meminta izin pada mas Marvel lewat pesan singkat yang ku kirim lewat WhatsApp, untung nya mas Marvel memberi izin padaku jadi aku tenang walaupun mau keluar.


" Nona kita sebenarnya mau kemana? " tanya Ziya disaat kita sudah berada dalam mobil


" Hanya ke Mall saja Ziya aku ingin membeli sesuatu " jawabku tersenyum pada Ziya, Ziya hanya mengangguk pelan, sepuluh menit kemudian aku dan beberapa pengawal sudah sampai di depan Mall xxxx sebenarnya aku sudah melarang mereka untuk ikut namun mereka semua mengancam ku untuk memberi tahu Mas Marvel kalau aku tidak mau dikawal, mau tidak mau aku ikut saja apa yang di katakan mereka daripada aku kena omelan mas Marvel.


Setelah lama berjalan akhirnya aku sampai di toko yang aku tuju dengan setia beberapa pengawal itu tetap mengikuti ku kemana saja, karena aku merasa tidak nyaman pada mereka berhubung apa yang ingin aku beli merupakan barang pribadi untuk wanita jadi aku menyuruh mereka untuk menunggu diluar toko, untung nya mereka mau menuruti ucapan ku kali ini dan aku masuk kedalam hanya bersama Ziya,

__ADS_1


" Ziya lebih bagus mana antara ini sama ini? " Tanya ku pada Ziya menimbang diantara dua barang yang akan aku beli ini


" Ziya sedikit tercengang sebentar karena melihat apa yang ingin aku beli, ya! aku membeli lingerie, karena stok lingerie ku semakin menipis gara-gara setiap aku berhubungan dengan mas Marvel dia langsung merobeknya.


" Kalau menurut saya yang hitam lebih bagus Nona " Ziya berpendapat


" Pilihan yang tepat, sebenarnya aku juga menyukai yang ini tapi berhubung aku mengajak mu jadi aku meminta pendapat mu"


" Maaf ya Ziya sebelumnya karena aku mengajakmu berbelanja pakaian seperti ini " aku yang merasa tidak enak pada Ziya yang masih jomblo


" Tidak apa- apa Nona, saya malah senang diajak Nona jalan-jalan seperti ini "


" Syukur lah kamu tidak keberatan, bukanya apa Ziya aku sedikit terpaksa membeli lingerie ini, karena stok nya sudah hampir habis" mendengar penjelasan ku Ziya menganga dengan sempurna


" Kenapa bisa hampir habis Nona, bukannya Nyonya besar menyediakan begitu banyak lingerie untuk Nona, karena kebetulan saya yang bertugas waktu itu "


" Huftt... kau bisa berpikir sendiri Ziya apa yang Tuan mu lakukan pada benda kekurangan bahan ini"


" Peft... " Ziya menahan tawa, karena dia sudah bisa membayangkan apa yang Tuannya lakukan


" Kau tidak perlu seperti itu Ziya aku jadi malu"


" Maaf Nona" tetap ingin tertawa


" ya sudah sekarang aku sudah selesai kita bayar sekarang habis itu kita cari makan dan pulang "


Setelah membayar belanjaan aku langsung menuju parkiran, sesampainya di dekat mobil tiba-tiba aku ingin sekali memakan bakso tapi sayang aku tidak punya uang cash, mau tidak mau aku harus kembali ke depan mall untuk ke ATM.


" Ziya aku ingin makan bakso, tapi aku tidak punya uang cash" tutur ku pada Ziya


" Yasudah Nona disini saja biar saya yang ke ATM " tawar Ziya sangat baik


" Tidak perlu aku bisa sendiri, kau cukup tunggu aku disini "


" Nona yakin? atau saya suruh mas Ayus saja untuk membantu Nona"


" Tidak usah berlebihan seperti itu, cuma didepan sana kok, yasudah aku jalan ya! "


Setelah berpamitan pada Ziya aku langsung berjalan menuju ATM yang tak jauh dari tempat parkir, namun belum sampai aku di ATM itu tiba tiba ada yang menancapkan sesuatu di leher ku dan semuanya menjadi gelap"

__ADS_1


Jadilah pembaca yang baik dengan meninggal komentar dan dukungan nya.


Love you All 😍😘😍😘❀salam hangat dari author πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜™πŸ˜—πŸ€—


__ADS_2