
" Kurasa tidak, aku hanya tidak mau kau berpura-pura lagi untuk menganggap ku karena keberadaan anak ini, lebih baik sekarang kau lepaskan aku, biarkan aku pergi, dan kamu akan bebas bersama kekasih mu itu" setelah mengatakan hal itu Zaheera langsung pergi dari hadapan Marvel, sedangkan Marvel saat ini sangat syok mendengar apa yang tadi Zaheera ucapan, segala kemungkinan telah Marvel pikiran, kalau Zaheera pergi membawa anaknya bagaimana dengan warisan nya?
Sungguh Marvel yang kejam, bukannya dia merasa bersalah karena tadi sudah menuduh Zaheera yang bukan-bukan malah dia memikirkan tentang harta warisan, sungguh pria Yang tidak memiliki hati.
( kok author geram ya sama Marvel)
...****************...
Setelah kejadian itu Marvel bukannya pulang dan meminta maaf pada istrinya, dia malah tetap menjaga Jenny yang saat ini sudah siuman, dia sudah mulai sehat dan kembali ke sifat awalnya pura-pura baik dan menjadi wanita lemah di depan Marvel, semua itu dia lakukan hanya untuk mendapatkan perhatian Marvel saja, disaat Zaheera tidak bisa mendonorkan darah nya waktu itu ternyata anak buah Marvel menemukan pendonor dan langsung melakukan transfusi darah sampai pada akhirnya Jenny selamat, namun ada rasa yang tak bisa Marvel artikan dan semua itu tertuju pada istrinya yang saat ini sedang mengandung.
" Maaf ya Baby, aku sudah merepotkan mu, seharusnya aku tidak melakukan ini dan membuat kamu khawatir " Jelas Jenny seakan-akan ia menyesal
"Sudahlah jangan dibahas lagi, aku sudah memaafkan mu kok"
" Kapan aku bisa pulang Baby, aku sudah bosan disini"
" Hari ini kita pulang hanya menunggu obat saja"
" Benarkah baby? "
" yah! " Marvel menjawab dengan tidak semangat, sedangkan dikediaman Anggara dari sejak kejadian itu rasanya Zaheera memang sudah mantap dengan tekadnya, kalau seandainya Marvel pulang ia akan menjauhi dia, mungkin dengan cara itu ia tidak akan terlalu kepikiran kalau suaminya memang sudah memilih bersama wanita lain, malahan Zaheera berpikir akan pindah ke rumah belakang bersama para pelayan, saking tidak mau tahunnya dia tentang hubungan suaminya dengan kekasih nya itu.
Disaat Zaheera sedang asik memberi makan ikan hias di kolam belakang tiba-tiba terdengar deru mobil dihalaman rumah, ia tahu betul itu adalah suara mobil suaminya, namun Zaheera tidak mau ambil pusing akan hal itu, bodoh amat lah sekarang dia hanya ingin fokus dengan kehamilannya dan kesehatan bayinya, kalau dia terus ambil pusing dengan masalah suaminya dan kekasihnya itu, dia akan setres dan pastinya itu semua akan mempengaruhi kehamilannya, Zaheera masih asik bercanda ria dengan ikan-ikan hias sampai ia tidak sadar kalau dari tadi ia diperhatikan oleh Marvel.
" Kenapa tidak menyambut ku? " kata Marvel memecahkan keheningan, mendengar suara bariton itu kembali terdengar ditelinga Zaheera, ada rasa rindu yang terbesit di hati wanita itu, namun ia segera menepis nya, ia melirik sekilas dan berkata sambil berlalu meninggalkan Marvel.
" Maaf saya tidak merasa harus menyambut anda dan kekasih anda, karena itu bukan tugas saya, oh apa perlu saya menyuruh pelayan untuk menggelar karpet merah untuk melakukan penyambutan kepada kekasih tercinta seorang Marvel Sinota Anggaran? " Marvel tak bergeming, dia tidak menyangka kalau keberadaan Jenny akan berdampak seperti ini pada kehidupan rumah tangganya, tanpa menunggu jawaban dari Marvel Heera pun berlalu meninggalkan pria itu, dengan keter tegunan nya.
Sebenarnya Heera tidak mau mengatakan hal itu, namun ia harus melakukannya agar ia tidak dipandang lemah oleh Jenny yang selalu ingin menindas nya.
Dengan langkah gontai Zaheera hendak masuk kedalam lift , namun sebelum ia masuk Jenny yang saat ini sedang duduk diruang tengah memanggilnya.
" Hey kamu " Kata Jenny ambigu, entah ia memanggil siapa dengan panggilan seperti itu, namun Zaheera menoleh ke kanan dan kiri tidak ada orang selain dia
" Kau memanggil ku? "
" Ia siapa lagi"
" Makanya yang jelas dong kalau manggil "
" Kenapa? " Zaheera ketus
" Pijitin aku"
" Pijit? Kamu gak salah minta pijit sama aku? tapi sepertinya aku tidak bisa, berhubung aku ini bukan tukang pijit jadi maaf aku tidak mau melakukannya "
__ADS_1
" Berani sekali kamu ya menolak perintah ku"
" Ya beranilah, kamu siapa disini? cuma tamu belagu nya minta ampun" ketus Zaheera, kemudian Marvel datang dari arah taman belakang dan Zaheera tidak menyadari hal itu, namun Jenny menyadari nya
" Baby... " manja Jenny
" Ada apa lagi? " Marvel sedikit acuh
" Lihatlah perempuan itu"
" Kenapa? dia tidak melakukan apapun " Marvel mengernyit kan dahinya
" Dia mengatai aku, dia bilang aku tidak tahu diri dan belagu, padahal aku hanya minta bantuan dia untuk mengambilkan minuman karena aku pusing untuk berjalan sendiri " mata Zaheera membulat karena mendengar penuturan Jenny yang telah membalikkan fakta
" Apa maksud mu membalikkan fakta seperti ini, dasar wanita ular, kalau bicara yang bener dong sesuai fakta jangan jadi wanita munafik" Zaheera kesal setengah mati karena Jenny memutar balikkan fakta
" Tuh kan Bab"
" Jaga bicara mu Heera"
" Apakah aku harus menjaga ucapan ku kepada wanita yang tidak tahu diri seperti dia? "
" Heera!! bentak Marvel emosi
" Kenapa? mau marah, seharusnya anda jangan terlalu memanjakan nya tuan, karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik" balas Heera tak kalah sengitnya
" Menjijikkan " Sarkas Zaheera pergi meninggalkan tempat yang menurut nya sangat panas itu, sungguh hari ini sudah terlalu menguras emosi dan tenaganya, jadi sesampainya dikamar Zaheera langsung menuju balkon kamar nya dan menikmati alunan musik sembari Memakan cemilan khusus ibu hamil, dia mengusap perutnya yang sudah mulai membesar dan berkata.
" Temani Mommy ya nak, sampai pada akhirnya semua ini akan berakhir " kata Zaheera pilu, sehingga ia tidak sadar sebutir air mata jatuh membasahi pipinya, ia bukan wanita yang kuat namun ia tetap berdo'a agar selalu diberikan kekuatan oleh sang Maha Kuasa, karena saat ini ia hanya punya Tuhan yang selalu ada di setiap ia bersedih, Zaheera hanya bisa mengadu pada Tuhannya, untuk mengeluh saja, rasanya Zaheera tidak mampu karena dia sadar apa yang saat ini terjadi memang sudah takdir yang Allah Garis kan dalam hidup nya.
Jam 7 malam Marvel masuk kedalam kamarnya dan Zaheera, ia tidak menemukan keberadaan wanita itu, Marvel mencoba mencari nya di setiap sudut ruangan luas itu, pada akhirnya ia menemukan wanita yang sedang mengandung benihnya itu sedang terlelap di balkon kamarnya dengan sebuah Al-quran mini khusus untuk suroh maryam dan yusuf saja, dengan perlahan Marvel mengambil alih quran mini itu dan menaruhnya diatas meja yang memang tersedia di balkon tersebut, Marvel tersenyum tipis ketika melihat kearah perut istrinya perut rata itu sudah sedikit membuncit, Marvel memegangnya mengelus nya pelan, ia hampir saja membuat buah hatinya celaka, ayah macam apa dia, dia yang menginginkan bayi ini tapi malah dia mengabaikan nya.
" Eum... "lenguh Zaheera, karena tidurnya terganggu dengan sapuan kecil di perut nya, mata Zaheera kini terbuka dengan sempurna, dia melihat sosok pria yang sudah beberapa minggu ini seakan menjauh darinya, ia melirik tangan pria itu sedang bertengger dengan bebas di perut nya, dengan gerakan kasar Zaheera mencoba menjauhkan nya.
" Kenapa kau menolak sentuhan ku" tanya Marvel tidak suka
" Aku tidak suka kau menyentuh anakku " jawab Heera ketus
" Dia juga anak ku"
" Ayah macam apa yang mau mencelakai anaknya? ayah macam apa yang tidak mengakui anaknya, bukankah kau bilang dia bukan anakmu? "
" Heera stop! saat itu aku sedang emosi" mendengar nya Zaheera tersenyum miring
" Seharusnya anda tidak perlu repot repot lagi menampung ku dalam rumah anda Tuan"
__ADS_1
" Saya bisa pergi dan anda akan bebas bersama kekasih anda"
" Heera stop! "
" Lepaskan aku Tuan "
" Tidak akan! dan tidak akan pernah "
" Kenapa? " tanya Zaheera sengit
" Kalau aku pergi kau bisa bebas "
" Bebas? Kebebasan seperti apa yang kau lihat ketika kau pergi besama anakku Heera "
" kebebasan yang akan membawamu kepada kebahagiaanmu Tuan "
" Kebahagiaan yang tidak pernah bisa kuberikan"
" Kau sudah memberikan nya"
" Aku gagal Tuan, aku gagal, sampai pada akhirnya wanita itu kembali dengan sendirinya, tapi kenapa dia kembali di waktu yang tidak tepat seperti ini"
" Kau sudah memberikan dia padaku Heera" Marvel menyentuh perut Heera
" Jangan iba padaku Tuan, jangan kasihani aku, Menjauh lah dariku, akan aku lahirkan anakmu dengan selamat, tapi ingat menjauh lah dariku, biarkan aku hidup tenang selama kehamilan ku dan kau pun begitu, kau akan bebas melakukan apapun besama kekasih mu"
" Mulai besok malam aku akan pindah dari. kamar ini ke rumah belakang "
" Apa maksudmu Heera "
" Aku akan tinggal di rumah belakang bersama para pelayan sampai proses melahirkan ku tiba pada waktunya dan setelah itu semua nya aku serahkan pada takdir, karena aku tidak mau menganggu ketenangan mu dengan kekasih mu, terserah kau saja mau melakukan apa, aku tidak perduli"Heera tidak menghiraukan ucapan Marvel, ia tetap melanjutkan apa yang ingin ia katakan, sungguh ia mengatakan itu sangat menyakitkan hatinya, tapi dia harus mengatakan nya, dia tidak mau menjadi beban, kalau dia terus menerus bergantung pada Marvel pasti harga diri nya akan semakin terinjak-injak.
" Dan kamu akan menjauhkan aku dengan anakku? "
"Seperti nya tidak ada lagi yang harus dibicarakan, aku permisi Tuan. Selamat malam" kata terakhir yang Zaheera ucapkan berlalu meninggalkan Marvel yang masih mencerna setiap ucapan yang terlontar dari mulut Zaheera..
Marvel tidak menyangka Zaheera yang lemah lembut akan berubah menjadi seperti ini ketika ia sedang hamil, keberaniannya memuncak tiga kali lipat.
Sesampainya didalam kamar Zaheera menangis sesegukan dalam balutan selimut tebal itu, sungguh ini sangat menyakitkan untuk nya, tapi sepertinya sudah tidak ada jalan lain selain memberikan kebebasan pada Marvel, biarkan dia bahagia meskipun harus mengorbankan kebahagiaan nya sendiri.
*
*
*
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca cerita haluan author 🙏💕 jangan lupa dukungan nya biar author semakin semangat, loveyou All untuk readers sekalian 🥰💞💞💞