Mencari Cinta Sang Pewaris Tahta

Mencari Cinta Sang Pewaris Tahta
Penggugur kandungan...


__ADS_3

" Permisi Mbak"


" Iya mbak ada yang bisa saya bantu"


" Saya mau tanya, obat yang di pakai untuk menggugurkan kandungan biasanya obat apa ya?"


" Oh obat penggugur kandungan?"


"Iya mbak"


"Biasanya nama obatnya Cytotec mbak, tapi sayang disini tidak menjualnya"


" Karena obat seperti itu harus sesuai resep dokter"


" Jadi di apotek ini gak jual ya mbak! "


" Iya mbak mohon maaf"


"Ok gak papa, tapi bisa ditunjukkan di mana saya bisa mendapatkan nya?"


" Saya kurang tahu mbak, lebih baik mbak beli online saja lebih gampang dan tidak perlu resep dokter"


" Yasudah kalau begitu, terimakasih ya mbak"


Percakapan diantara dua orang yang tampak nya sangat serius, siapa lagi kalau bukan Jenny dengan Pegawai apotek, Jenny benar-benar nekat dan sudah membulat kan tekadnya untuk mencelakakan Zaheera dan bayinya, entah kali ini dia berhasil atau tidak, setalah kemarin dia gagal mencelakai Zaheera, semoga dewi keberuntungan tetap berpihak pada wanita malang itu.


...****************...


Seperti biasa di jam jam siang seperti ini Zaheera selalu bersantai di bawah pohon rindang di rumah belakang, sejak ia pindah ke rumah belakang ia menjadikan pohon besar itu sebagai tempat favoritnya untuk membaca dan ketika sedang mencari udara segar, karena meskipun hari sudah menjelang sore tempat ini tetap sejuk dan enak sekali, udaranya tetap segar langsung dari pegunungan dibelakang rumah belakang.


Saat ini Zaheera sendang membaca majalah kehamilan, saking fokusnya ia sampai tidak sadar kalau ada seseorang yang datang menghampiri nya.


" Enak sekali ya jadi orang hamil" kata orang itu dengan nada mengejek, Zaheera menoleh ke arah sumber suara, seketika itu juga moodnya berubah, dia jengkel bercampur kesal karena kedatangan orang itu, siapa lagi kalau bukan Jenny, wanita itu memang sangat senang menganggu ketenangan orang.


"Kalau kamu datang hanya untuk menganggu ketenangan ku lebih baik kamu pergi dari sini" Zaheera terang-terangan langsung mengusir Jenny dari tempatnya bersantai, sampai sekarang Zaheera tetap menjauhi wanita itu, karena setiap ada Jenny pasti hari sial akan menghampiri Zaheera, karena kesialan itu disebabkan oleh Jenny sendiri.


"Sok banget ya ngusir calon Nona muda Anggara" Jenny marah


" Masih calon, bukan Nona muda" Zaheera tersenyum miring


" Calon belum tentu jadi ya!"

__ADS_1


"Calon presiden aja masih ada kalah nya, apalagi cuma calon istri murahan seperti kamu"


" Heh wanita kampung, seharusnya kamu sadar diri, kalau Marvel sudah tidak membutuhkan kamu lagi, lebih baik kamu pergi, bukan malah bersantai disini layaknya seorang ratu"


" Kan memang ratu, pemagangan tahta tertinggi di keluarga Anggara, menantu pertama dan satu-satunya, dan sedang mengandung cucu pertama dan pewaris tunggal seluruh kekayaan keluarga Anggara"


" Sedangkan kamu, hanya sebuah mayat yang hidup kembali dan menjadi perusak keutuhan rumah tangga ku"


" Heh wanita kampung, seharusnya kamu sadar dong yang mengejar ngejar aku itu Marvel, dia tetap mencintai ku, dan rela melepaskan istrinya demi aku, kamu tidak ada bandingannya dengan ku"


" Kamu sudah dibuang oleh Marvel dan barang buangan itu tempatnya di tong sampah"


" Nona Jenny yang terhormat, apakah anda tidak mempunyai mata? "


"Kalau memang Tuan Marvel sudah membuang saya, tidak mungkin dia se perhatian kemarin, menggendong saya, memarahi para pelayan karena takut Saya kenapa-napa"


" Apakah itu yang dinamakan dibuang? "


" Seperti nya tidak ya, dia tetap menyayangi saya, tapi dia terlalu takut kepada kekasihnya yang selalu menggunakan ancaman ancaman tak berguna itu, jangan kira saya tidak tahu ya Nona Jenny, kalau sebenarnya yang menuangkan minyak goreng di dapur itu adalah anda" Jenny terkejut, membulat kan matanya


" Kalau bisa saat itu juga saya akan mengatakan yang sebenarnya pada Tuan Marvel kalau yang berniat mencelakai anaknya adalah kekasihnya sendiri, entah apa yang akan Tuan Marvel lakukan kalau sampai ia tahu"


" Anda tahu sendiri kan! Tuan Marvel sangat menyayangi anaknya"


" Jangan sampai saya mengadukan perlakuan anda pada Tuan Marvel dengan alasan bayi ini, karena pasti 100% Dia akan langsung percaya"


" Setelah itu saya tidak tahu nasib anda bagaimana" Zaheera kembali tersenyum miring karena puas membuat Jenny bungkam seribu bahasa.


" Awas kamu ya! kamu sudah berani-beraninya mengancam ku, lihat saja apa yang akan aku lakukan pada bayi kesayangan mu itu"


"Jangan kira aku takut pada ancaman murahan mu itu"


" Lihat saja nanti siapa yang akan mengemis aku atau kau!" Jenny benar-benar tersulut emosi, sehingga dia dengan terang-terangan mengancam Zaheera


" Saya tidak pernah takut dengan ancaman mu itu, selama ada tuhan bersama saya, saya yakin dunia saya akan baik-baik saja"


" Lihat saja, apakah Tuhan mu itu akan membantu mu dari maut"


" Anda jangan terlalu percaya diri Nona Jenny, yang mampu membuat manusia mati itu hanya Allah, bukan Anda"


" Tapi aku akan menjadi malaikat maut mu karena kau sudah salah besar bermain-main dengan ku, lihat saja apa yang akan aku lakukan" Jenny tersenyum puas melihat raut wajah Zaheera yang seketika memancarkan rasa khawatir, Jenny pergi dari hadapan Zaheera dengan senyum kemenangan, mendengar ancaman Jenny yang seakan nyata sungguh Zaheera sangat takut, ia tidak tahu apa yang akan dilakukan Jenny, tapi hatinya benar-benar tidak tenang dikala ucapan Jenny barusan selalu terngiang-ngiang dalam otaknya.

__ADS_1


" Tuhan lindungi aku dan anakku, aku yakin kalau kau bersama ku, duniaku akan baik-baik saja"


" Tapi apabila memang takdir ku untuk waktu dekat ini akan celaka, tetap lindungi bayiku, aku sangat menyayanginya" permintaan tulus seorang ibu, Zaheera lebih memilih menyelamatkan bayinya dibandingkan dirinya sendiri, semoga Allah mendengarkan do'a mu wanita baik


...****************...


"Bik kok tiba-tiba aku pengen makan sop ayam ya" keluh Zaheera pada pelayan yang sedang menjemur pakaian di dekat nya, sedangkan Zaheera hanya bersiam. saja sembari menikmati cemilan nya, Zaheera bukannya tidak mau membantu tapi memang tidak diperbolehkan oleh para pelayan, karena memang ini bukan tugasnya melainkan tugas mereka.


" Nona mau sop ayam? "


" He' em tiba-tiba pengen aja gitu" keluhannya Zaheera manja, karena dia hanya bisa mengeluh kepada para pelayan saja tidak dengan suaminya


" Yasudah sekarang bibik buatkan karena para chef susah istirahat jadi bibik sendiri yang akan membuat kan nya untuk Nona"


" Terimakasih bik" kata Heera tersenyum tulus, setelah itu bik Narsi pun pergi ke dapur rumah utama, di sana bik Narsi menyiapkan wortel, gubis, kentang, buncis, ayam dan bumbu lain nya.


Dengan sangat telaten bik Narsi mulai memasak sop ayam pesanan Nona mudanya dan disaat pertengahan makan tiba-tiba Jenny datang dan berkata


" Bibik sedang apa?" tanya nya sembari mengambil satu buah apel di keranjang buah


" Eh Nona Jenny, ini bibik sedang memasak sop ayam"


" Loh kok masak lagi, bukannya tugas masak memasak chef yang menyiapkannya ya? "


" Memang benar Nona tapi ini pesanan Nona Zaheera, beliau ingin memakan sop ayam" mendengar oenuturab dari si pelayan, senyum Jenny langsung mengembang, seakan-akan dewi keberuntungan sedang berpihak padanya


"Ini dia kesempatan ku untuk membuat wanita itu dan bayinya celaka" Jenny membatin bahagia


" Ooo gitu" seakan-akan Jenny bersikap seperti biasa, memang sandiwara yang bagus


"Oh iya bik aku boleh minta tolong gak, carikan aku jeruk limau di belakang, aku ingin membuat es jeruk limau" ekting Jenny senatural mungkin agar bik Narsi tidak curiga.


" Harus sekarang ya Non?"


" Ya iyalah bik masak tahun depan"


" Baik Non" karena melihat Jenny yang sudah agak emosi, bik Narsi langsung mematikan kompornya dan menuju ruang belakang, setelah bik Narsi tak terlihat Jenny langsung menyelesaikan misi nya, ia menuangkan obat yang kemarin ia beli lewat online


" Mampus lah kamu Zaheera, sebentar lagi kamu akan kehilangan bayi kebanggaan kamu itu"


*

__ADS_1


*


*updet terkahir bulan September


__ADS_2