
Skip kediaman keluarga Anggara...
Marvel berjalan dengan tergesa-gesa memasuki kediamannya, hal pertama yang dia lakukan adalah berteriak memanggil nam Zaheera
" Zaheeraaaaaa...keluar kamu, cepat keluar..."teriak Marvel dengan sangat lantang sehingga memenuhi seisi ruangan, membuat para pelayan berkumpul terutama Zaheera yang datang dengan tergesa-gesa, sembari memegangi perut besarnya, sungguh Marvel tidak bisa berpikir waras lagi, dia sudah tidak mempunyai hati nurani, apakah dia tidak melihat betapa sulitnya Zaheera berjalan karena perutnya yang sudah semakin membesar, malah Marvel memperlakukannya dengan tidak baik
" Sini kamu! " Marvel menahan amarah, karena Zaheera tidak bergerak sama sekali, malah semakin menambah emosi Marvel saja
" Kamu dengar tidak! apakah kau sudah tidak punya telinga hah! " Marvel benar-benar emosi menarik Zaheera secara paksa dan meninggikan suaranya sampai 10 oktaf memenuhi rumah ini.
" Maafkan saya Tuan" Zaheera gemetar
" Kata maaf tidak akan cukup atas apa yang telah kau lakukan"Marvel membentak sembari mendongakkan kepala Zaheera memegang dagunya dengan kencang
" Apa yang telah kau lakukan harus kau pertanggung jawabkan "
" saya tidak melakukan apapun Tuan" Zaheera membela diri
" Kau bilang kau tidak melakukan apapun! "
" Kau sudah membunuh anak ku "
" Plarrr.... " lagi lagi Zaheera mendapatkan tamparan yang keras dari Marvel dan kali ini lebih keras dari sebelum nya, sehingga membuat Zaheera tersungkur dan bibirnya terluka
" Nona muda" Teriak pelayan bersamaan
" Jangan bantu dia" Marvel melarang para pelayan untuk membantu Zaheera
" Tapi Tuan" salah satu pelayan protes
" kalau kalian berani membantu nya tangan kalian akan aku potong" ancam Marvel dengan sangat kejam.
Zaheera menangis sesegukan sembari memegang perutnya, saat ini rasa sakit karena tamparan itu benar-benar tidak terasa, yang Zaheera rasakan saat ini hanyalah sakit yang melanda hatinya, dia benar-benar tidak menyangka kalau pria yang sudah ia jadilah tempat untuk pulang dengan teganya melakukan hal buruk padanya.
Marvel berjongkok di dekat Zaheera dan memutar kepala Zaheera secara paksa agar menghadap nya
" Pembunuh seperti mu tidak pantas berada di sisiku"
"Kau sudah membunuh anakku"
" apakah perlu nyawa dibalas dengan nyawa" Marvel menyeringai dengan seram sembari melihat perut Zaheera yang memang pada bukan ini sudah memasuki bulan ke 8, bagai di sambar petisi ketika Zaheera mendengar ucapan Marvel, bahwa ia juga akan membunuh anaknya, darah dagingnya, tangis Zaheera semakin pecah, merasa tidak percaya atas apa yang telah Marvel katakan, Marvel tega mau membunuh darah daging nya sendiri
" Apakah aku tidak salah dengar Tuan? " ucap Zaheera dengan berlinang air mata
" Dia anak mu tuan, darah daging mu, anda boleh menyakiti tapi tidak dengan anak kita, dia sudah hampir lahir, dengan teganya anda ingin membunuh nya, dia tidak bersalah Tuan" perlahan Zaheera mengambil tangan Marvel dan, mengarahkan ke perut besarnya,
" Rasakan gerakan nya, dia pasti sedih mendengar ucapan ayahnya hiks... andai dia bisa bicara pasti dia akan berkata, hiks.. jangan bunuh aku ayah hiks... " Zaheera terus menangis sembari berusaha meluluhkan hati suaminya, tapi sayang mata hati Marvel sudah di gelapkan oleh amarah nya, seketika Marvel menarik tangannya dan berkata
" Dia bukan anak mu! "
" Aku tidak mau mempunyai anak yang terlahir dari rahim seorang ibu yang berhati iblis seperti mu" semakin hancur lah Zaheera ketika mendengar penuturan kejam dari mulut Marvel
" Mulai sekarang kau bukan lagi istriku, enyahlah dari kehidupan ku perempuan iblis"
__ADS_1
Zaheera ikut bangkit, iya tetap menangis merasa sangat kecewa pada Marvel,
" Hiks... Aku pergi tuan, tapi aku mohon, biarkan aku melahirkan putramu dulu, aku janji. Setelah aku melahirkan aku akan pergi bersama putramu, hiks... "
" Aku sudah bilang berapa kali padamu, dia bukan putraku, tidak ada gunanya kau mengemis padaku"
" Kalau kau tidak mau pergi secara baik-baik, baiklah aku akan mengusir mu secara paksa" dengan sekali hentakan Marvel dengan begitu teganya menarik Zaheera sampai pintu utama dan mendorongnya dengan begitu kasar,
" Pergi dari rumah ku"
" Tuan tolong jangan begini, nona mudah sedang hamil" Sekertaris Syam membela Zaheera
" Jangan ikut campur urusanku, mulai sekarang dia bukan lagi nona mu" Marvel masih dengan nada bicara yang di kuasi oleh amarah
" Tapi dia anak ku, putri keluarga Anggara" seketika suara lantang tersebut memecahkan keheningan di kediaman keluarga Anggara yang di penuhi dengan isak tangis dari pelayan yang tidak tega pada nona muda mereka
" Daddy, Mommy" Marvel yang agak kaget dengan kedatangan kedua orang tuanya
" Bangun lah sayang" Nyonya Anggita membantu menantu nya untuk bangun
" Mommy" Zaheera langsung memeluk mertua nya dan kembali tersedu dalam pelukan nyonya Anggita
" Sudah sayang jangan menangis lagi, disini ada mommy, kamu tidak apa apa sayang?" Zaheera menggeleng, setelah berhasil memenangkan hati Zaheera nyonya Anggita maju mendekati Marvel yang berdiri tepat di depannya, tanpa aba-aba
" plakkkk... " satu tamparan
" ini Untuk tangisan istrimu"
" Plakkkk... " tamparan ketiga
" Dan ini untuk sakit hati mommy sebagai seorang ibu, dan seorang wanita"
" Jangan kamu kira mommy diam, mommy tidak tahu apa-apa "
" Mommy kecewa padamu, kamu tidak perlu menjelaskan apa-apa pada kami, karena kami sudah tahu semuanya"
" Mommy harap, kamu tidak akan kecewa dan menyesal dikemudian hari, karena telah mengecewakan dan menyia-nyiakan wanita setulus Zaheera"
" Kamu akan mendapatkan karma atas perbuatan kamu saat ini, jangan pernah cari kami bila kau sudah sampai pada titik kehancuran yang sebenarnya"
Setelah nyonya Anggita berbicara panjang lebar kalian kira Marvel akan berubah pikiran? Tidak dia tidak merasa bersalah dan tetap dengan pendirian nya
" Baru kali ini mommy nampar Marvel, demi. membela wanita iblis ini"
" Dia menantu mommy Marvel"
" dia telah membunuh anak ku mom"
" Dan sekarang dia juga sedang mengandung anak mu"
" Dia bukan anak ku, aku tidak akan pernah mengakuinya"
" Baiklah, karena kamu sangat keras kepala dan tetap ingin mempertahankan wanita licik itu, baiklah mommy tidak akan melarang kamu lagi, tapi ingat suatu saat nanti pasti kamu akan menyesal, dan mencari kami dan disaat rasa menyesal itu datang kamu sudah terlambat dan baru menyadari nya, mulai detik ini kamu resmi di coreng dari silsilah keluarga Anggara"
__ADS_1
" Keluarga Anggara tidak pernah punya putra bernama Marvel Sinota Anggara" 1 tetes air mata berhasil lolos dari pelupuk nata Nyonya Anggita.
Dengan begitu emosi nyonya Anggita melontarkan Kata-kata yang selama ini tidak ingin Marvel dengar dan Tuan Anggara Hanya bisa diam dan setuju atas tindakan istrinya kali ini.
" Ayo pergi sayang, disini bukan tempat mu lagi " Nyonya Anggita mulai menuntun menantu nya
" Nona muda Hati-hati, kami akan selalu merindukan Nona" beberapa pelayan merasa sedih atas kepergian Nona muda mereka
"Kalian semua juga Hati-hati, sehat-sehat disini aku akan merindukan kalian" drama antara majikan dan pelayan.
Setelah orang tuanya pergi barulah Marvel sadar dan merasa bersalah, tidak dapat di pungkiri ia sangat terkejut atas penuturan ibunya, kalau dia resmi di coreng dari keluarga Anggara, dengan penuh emosi Marvel masuk ke dalam kediaman dan merusak segala sesuatu, melemparkan kesana kemari sehingga saat ini kediaman Anggara sudah seperti kapal pecah, Ada beberapa luka di tangan dan kaki Marvel namun dia tidak menghiraukan nya, kemudian dia terduduk karena kelelahan pandangan nya kosong, entah bagaimana ia akan menjalankan hidup nya setelah ini.
Tapi dengan percaya dirinya yang tinggi Marvel masih bergumam
" Aku masih punya jenny dia mencintai ku, aku yakin dia pasti akan selalu menemani ku bagaimana pun keadaannya"
Author hanya ingin berkata, tidak ada lelaki bodoh selain Marvel πwkwkkw
...****************...
Beberapa hari kemudian
Jenny sudah keluar dari rumah sakit dan kembali pulang ke kediaman Anggara
" Hati hati" ucap Marvel sembari menuntun Jenny untuk memasuki kediaman
" kenapa sepi sekali? apakah kamu sudah mengusir wanita itu baby?"
" Iya aku sudah mengusirnya" jawab Marvel datar, entah perasaan apa yang ia rasakan, yang pasti dalam hati kecil nya selalu memikirkan Zaheera dan buah hatinya yang akan segera lahir ke dunia
" Kamu kenapa Baby? Kenapa kamu. melamun dan tidak fokus, apakah kamu masih memikirkan wanita itu?"
" Tidak Love bukan begitu, aku hanya memikirkan kata kata orang tuaku"
" Memang nya apa yang mereka katakan baby?"
" Mereka resmi telah mengeluarkan aku dari hak ahli waris" Marvel menunduk lesu
" What! kamu tidak sedang bercanda kan? "
" Aku serius love" Marvel berhenti dan langsung menghadap Jenny
" Kamu tidak akan meninggalkan ku kan Love? kamu akan tetap bersama ku kan? " dengan nada sendu Marvel mengatakan hal itu
" Tentu saja baby, aku akan terus bersamamu, aku mencintaimu, tidak mungkin kalau aku akan meninggalkan kamu disaat seperti ini"
" Terimakasih Love, aku mencintaimu" Marvel memeluk erat Jenny, sedangkan Jenny saat ini benar-benar kesal dalam hatinya ia berkata
" bodoh! aku tidak mungkin bertahan dengan pria miskin seperti mu, aku harus melakukan sesuatu agar aku bisa mendapatkan seluruh kekayaan keluarga Anggara"
Entah rencana apa lagi yang akan dilakukan oleh Jenny tidak henti hentinya dia membuat onar dalam kehidupan keluarga Anggara, sungguh wanita yang tidak bisa ditaklukkan dengan mudah!
Hay readers terimakasih sudah setia dan terus membaca cerita receh author, maafkan bila banyak typo dan salah penempatan kata, mohon di maklum, maaf jarang updet author juga mau mengubah visualisasi nya ya segera lihat visual barunya, di bab 57 perubahan visualisasi nya ok loh, bakalan nyesel yang gak lihatπππππ€£thanks you and love you Allππππβ€πππππ€
__ADS_1