
Pagi yang indah telah menyapa, saat ini Zaheera masih nyaman berada dalam gulungan selimutnya, ia juga tidak sadar kalau jam sudah menunjukkan pada angka 09: 12 tidak ada yang membangunkannya bukan tidak mau tapi sepertinya penghuni rumah ini sudah tahu apa yang terjadi semalam diantara kedua majikannya itu.
perlahan Zaheera mulai membuka matanya ia mengerjap pelan tidurnya sangat enak malam ini tapi badannya seperti dihantam oleh ribuan ton besi, remuk redam sudah badannya karena perbuatan Marvel yang brutal dan kejam.
Heera melihat sekitar kamarnya dengan Marvel mencari sosok pria itu tapi nihil orang yang ia cari tidak ia temukan.
" Kemana tuan muda itu? " gumam Zaheera sembari mencoba untuk berdiri dari pembaringannya, dengan susah payah Heera berjalan ke kamar mandi hendak membersihkan badan, tapi ini sangat sulit untuk nya, seleng**ngannya sangat sakit sehingga menyulitkan ia untuk berjalan.
" Kenapa tuan muda itu sangat kuat, sehingga membuat ku sulit berjalan seperti ini " Kata Zaheera sembari terus berjalan menuju kamar mandi, sesampainya Zaheera dikamar mandi ia langsung merendam tubuhnya di bathtub yang sudah diisi dengan air hangat dan diberi aromatherapy, sungguh menyegarkan. Zaheera memejamkan matanya sebentar menghirup aromatherapy itu sampai ia merasa rileks, disaat Heera sedang asik berendam Tiba-tiba perutnya berbunyi meminta segera diisi, karena keadaan yang tidak memungkinkan bagi Zaheera untuk turun ke lantai dasar akhirnya dia menelfon menggunakan telfon yang ada dikamar mandi itu, menyuruh para pelayan untuk menyiapkan makanan dan mengganti seprei dengan yang baru.
" Halo Ziya" Telfon tersambung
" Iya nona, nona sudah bangun? " tanya Ziya dibalik telfon
__ADS_1
" Iya Ziya sekarang aku lagi mandi, tapi aku sangat lapar, aku minta tolong untuk membawakan makanan ke kamarku dengan beberapa cemilan juga buah, Ah iya aku juga mau minta tolong, gantikan seprei dengan yang baru, tapi tetap dengan nuansa kamar ini"
" Baik nona kami akan segera mengerjakannya"
" Kau langsung masuk saja Ziya aku sedang dikamar mandi dan iya tidak usah menungguku, kau kerjakan saja apa yang aku perintahkan lalu setelah itu kau boleh mengerjakan yang lain"
" Baik nona sesuai dengan yang anda perintahkan " setelah Heera menelfon pelayan dibawah ia melanjutkan acara mandinya, ia mencoba merelaksasi kan tubuh dan pikirannya. Sungguh miris sekali hidupnya seperti seorang pla**r yang habis menjajakan tubuhnya, sekali bermain ia langsung ditinggalkan tanpa kabar, ya seperti itulah Zaheera sekarang, sehabis ia dilecehkan oleh suaminya sendiri ia langsung ditinggalkan begitu saja, tidak seperti hubungan suami istri pada umumnya yang masih bermanja manjaan setelah malam pertama, tidak ada kata maaf atau terimakasih ia malah ditinggal pergi, ingin protes tapi tak bisa, ingin mengeluh tapi kepada siapa, ia hanya bicara dengan diri-Nya sendiri tanpa ada yang paham akan keadaannya saat ini, sakit yang ia rasakan sungguh menyiksa batinnya.
Aku sadar telah membuat kesalahan yang fatal, apa yang aku lakukan pada wanita itu sudah lewat batas, aku mengambil kesuciannya, aku menyakiti nya, aku membuat nya menangis, dengan kejamnya aku menyiksa batinnya, pasti dia sangat tersinggung atas perbuatan ku yang sudah seperti binatang ini, tapi semua yang kulakukan ini memang di luar kendaliku, aku sendiri tidak bisa mengendalikan emosiku sendiri sampai pada akhir nya jiwa iblis ku menghancurkan semuanya, memang! aku sangat benci pada penghianatan dan dia juga melakukan hal yang sama dia berkencan dengan pria lain disaat status nya sudah menjadi istriku, jujur aku tidak cemburu sama sekali pada wanita itu, yang membuat ku marah adalah tingkahnya, setiap aku melihat orang yang berkhianat pada pasangannya pasti aku selalu teringat pada kisah ku sendiri, dimana aku dikhianati oleh orang yang sangat aku cintai dan lebih parah nya lagi aku kehilangan dia disaat itu juga, dan dia tidak ada di dunia ini juga karena aku, aku yang membunuhnya, aku berbuat seperti itu hanya semata-mata karena aku tak ingin disakiti untuk yang ke dua kalinya, tapi caraku yang salah aku tidak bisa bersikap lembut lagi pada seseorang wanita dan iya.
Sejak kejadian itu aku berubah menjadi orang yang tak tersentuh, orang yang kejam dan tak ingin mengenal cinta, karena aku pikir cinta itu hanya sebuah kisah yang terbungkus oleh penghianatan, selamanya akan seperti itu. Aku tak ingin jatuh cinta lagi dan tak ingin mengenal cinta lagi, aku benci pada kata cinta, tapi didalam hati kecilku aku merasa kasihan pada wanita ini, dia sudah terluka karena perbuatan ku. Aku melihatnya tertidur dengan lelap, ada sisa air mata di pipi nya, aku tahu dia menangis karena perbuatan ku, tapi egoku selalu ku ke depan kan, aku menyentuh nya anggap saja ini awal dari perjanjian itu, lebih cepat wanita ini hamil lebih cepat juga aku mendapatkan apa yang aku inginkan, kalian semua menganggap ku kejam? iya aku memang kejam dan tak berperasaan, tapi aku pikir lebih kejam mana memberikan harapan pada seseorang tapi nyatanya itu hanya setingan demi sebuah kepentingan pribadi, tapi jujur untuk tidak mencintai dan membuat kesepakatan seperti ini, nanti nya kalau sudah waktunya berpisah tidak akan terlalu sakit, karena dari awal memang sudah seperti itu tidak saling berharap satu sama lain.
Karena dia masih tertidur lelap apa perduli ku seketika itu juga aku langsung pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diriku, Sisa-sisa keperawanannya masih menempel di bagian inti tubuhku dan aku harus segera membersihkannya, aku berniat beberapa hari ke depan aku tidak akan pulang dan tidak akan menemui wanita itu, biarlah dia menganggap ku pria yang tidak berperasaan memang itu tujuanku, aku tidak ingin perduli pada perasaan wanita itu meskipun masih ada sedikit rasa kasihan padanya, tapi aku tidak mau larut dalam perasaan ku, meskipun ya! tubuh wanita itu benar-benar menguji mental ku, bagaimanapun aku pria normal yang membutuhkan pelampiasan birahi ku, apalagi itu semua sudah tidak tersalurkan sejak beberapa tahun silam dan baru tersalurkan tadi malam bersama wanita yang berstatus istriku ini. Ada rasa kepuasan tersendiri dalam diriku ketika mengetahui akulah yang pertama baginya, namun sepertinya aku lebih memilih pergi untuk beberapa saat dari hidupnya, karena aku pun tak ingin larut terlalu dalam.
__ADS_1
" James siapkan kamar VVIP di THE ANGGARA HOTEL Untuk ku tempati dalam seminggu ke depan "
" Untuk apa tuan menginap di hotel, bukankah mension Anggara lebih mewah fasilitas nya dibandingkan hotel tuan muda? "
" Sejak kapan kau banyak tanya James? Ucapan ku perintah bagimu"
" Mohon maaf tuan, akan segera saya siapkan"
aku langsung memutuskan sambungan telfon itu secara sepihak, dan aku pun langsung berangkat ke kantor tanpa menoleh sedikit pun pada wanita itu, sesampainya dibawah aku juga tidak sarapan dan tidak mengindahkan sapaan para pelayan ku, aku terus saja berjalan lurus sampai memasuki mobil pribadiku, hari ini aku juga tidak memakai jasa sopir, aku lebih memilih berangkat sendiri kekantor, entah kenapa hari ini aku seperti dilahirkan kembali ke dunia sampai aku pun bingung cara mengungkapkan nya. Aku sangat bahagia tapi entah karena apa, sekilas aku hanya bisa tersenyum sendiri seperti orang gila sehingga aku merutuki sendiri atas kebodohan ku ini.
Terus dukung karya pertama ku ya!
karena like dan vote kalian sangat berarti bagiku... 🥰😘😘😘😘
__ADS_1