
" Bagaimana keadaannya Robert, apakah baik- baik saja" Tanya Marvel khawatir kepada Robert yang sedang memeriksa istrinya itu.
" Tenanglah dia tidak apa- apa, hanya kecapean saja plus terlalu lama terkena air hujan malam dan itu sangat tidak baik bagi kesehatan, apalagi kakak ipar baru saja pulih, kau harus lebih hati- hati menjaga kakak ipar"
" Ya baiklah, terimakasih sudah datang, kau boleh pulang " kata Marvel menepuk pelan bahu Robert, Robert tadi langsung ditelpon secara mendadak oleh kepala pelayan karena permintaan Tuan nya.
Setelah Robert pulang Marvel mendekati ranjang dan duduk disebelah Zaheera, Marvel juga tidak menyangka kalau Zaheera sampai terluka sedalam ini hatinya hanya gara-gara Marvel saja, dengan lembut Marvel membelai rambut Zaheera dia menatap sendu pada istri kecilnya itu dan ikut terlelap di sampingnya.
...****************...
Dua hari kemudian, sekarang Zaheera sudah kembali pulih seperti semula, ia kembali melaksanakan tugasnya sebagai seorang chef tapi tidak dengan seorang istri, dia mengabaikan Marvel selama 2 hari ini, dia tidak mau bicara apalagi satu kamar dengan suaminya itu, dia benar-benar marah jika mengingat perkataan Marvel tempo hari, sungguh hal itu sangat menyayat hati Zaheera, hari ini Zaheera pulang sangat awal dia meminta izin pada paman Nick untuk pulang awal, entah mengapa hari ini ia ingin segera pulang meskipun tidak ada yang mau dikerjakan, dia hanya ingin bersantai di balkon kamarnya menikmati senja yang begitu indah dilihat dari atas keramaian kota.
Sesampainya Zaheera di mention Anggara seperti biasa dia selalu disambut dengan hangat oleh para pelayan di mention ini,
" Awal sekali hari ini Nona balik? " tanya Ziya yang kebetulan sedang mengepel didekat lift
" Eh Ziya, tidak aku meminta izin pada paman Nick, aku ingin segera pulang saja, aku lagi ingin bersantai"
" Oh begitu " Ziya mengangguk paham
" Iya Ziya, oh iya Ziya, bolehkah aku meminta bantuan mu? "
" Iya Nona silakan apa yang Nona butuhkan?"
" Tolong bawakan aku minuman dan beberapa cemilan ya! tolong letakkan di. balkon soalnya aku mau mandi dulu"
" Baik Nona segera saya antar kan "
" Terimakasih, maaf sudah merepotkan mu"
__ADS_1
" Ah tidak apa- apa Nona, ini sudah menjadi tugas saya untuk membuat Nona nyaman dengan segala fasilitas di rumah ini "
" Yasudah kalau begitu aku keatas dulu ya Ziya "
" Iya Nona silahkan"
Senja pun menyapa dunia dengan begitu indahnya, begitu juga dengan Zaheera ia sangat menikmati waktu santainya tidak ada yang mengganggu dan mengusik ketenangannya, disaat Zaheera mulai menyesap teh hangat yang mulai dingin itu, Tiba-tiba terdengar benda jatuh di kamarnya, buru- buru Zaheera melihat benda apa yang jatuh didalam kamarnya tersebut, karena sebelumnya benda terjatuh dengan sendirinya tidak pernah terjadi kecuali ada penyebabnya.
" Tuan muda" pekik Zaheera ketika melihat ternyata yang jatuh itu adalah suaminya sendiri, Zaheera duduk di dekat Marvel dan menaruh Kepala sang suami dipangkuan nya, saat ini Zaheera Melihat suaminya sangat prihatin karena Marvel sangat pucat seperti orang kekurangan darah merah,
" Tuan muda kenapa? saya panggilkan dokter ya.. " Zaheera khawatir
"Aku tidak perlu obat Zaheera, mendengar suara mu saja sudah lebih dari cukup untuk ku, aku hanya merindukan itu" Jawab Marvel lirih
" Tolong jangan bercanda dulu Tuan Muda "
" Aku hanya membutuhkan maaf dari mu, apakah kau mau memaafkan ku? "
" Aku tidak butuh dokter, cukup kau bawa aku ke tempat tidur saja, aku hanya butuh istirahat dan ditemani oleh mu"
" Baiklah ayo sekarang kita ke tempat tidur " Zaheera berusaha membawa tubuh Marvel yang berat ke atas tempat tidur, dengan telaten Zaheera melepas sepatu dan kaos kaki Marvel, berlanjut pada kemeja kantor yang masih melekat di tubuh atletis Marvel yang terpampang sempurna pada tubuhnya, Zaheera membiarkan Marvel tetap tidak memakai baju karena dia akan mengelap tubuh Marvel agar suhu tubuhnya yang panas sedikit berkurang.
" Tuan muda tunggu sebentar disini, saya akan mengambil air hangat untuk Mengompres Tuan muda" Zaheera beranjak
" Aku tidak butuh itu Zaheera, kamu disini saja denganku"
" Tapi Tuan Muda, suhu tubuh anda sangat tinggi "
" Kalau kamu berbaring di samping ku, suhu tubuhku akan segera turun "
__ADS_1
" Tapi Tuan muda "
" Berbaring lah "
" Baik " jawab singkat Zaheera langsung berbaring di samping Marvel yang tak berdaya, sedangkan Marvel langsung memeluk perut Zaheera meletakkan tangannya di sana dan meletakkan kepalanya diantara gundukan besar yang menjadi favorit Marvel, dia berbaring nyaman di sana seperti seorang anak kecil yang butuh kasih sayang lebih dari ibunya.
Zaheera melihat kearah Marvel sepertinya ia sudah tertidur pulas dengan posisi yang masih sama memeluk Zaheera dengan erat, perlahan Zaheera ingin membuka lilitan tangan Marvel yang melingkar di perutnya,
" Mau kemana? " Tiba-tiba Marvel bersuara dan Zaheera pun mengurung kan niatnya
" Sudah jam lima tuan saya mau ke kamar mandi dulu, ingin bersiap untuk sholat maghrib "
" Dan ingin meninggalkan ku? " rajuk Marvel manja
" Ya ampun Tuan Muda ini, mengapa manja sekali kalau sakit " Zaheera membatin
" Hanya sebentar Tuan Muda, setelah ini saya akan kembali lagi "
" Tidak, aku mau seperti ini dulu" kata Marvel dengan mata terpejam, namun tangannya mulai nakal, mengelus pelan paha Zaheera terus keatas masuk ke balik baju santai yang Zaheera kenakan.
" Sshhh... Tuan" Zaheera mulai tidak terkontrol, ia sangat geli diperlakukan seperti itu oleh sang suami
" Diam lah! " ucap Marvel terus bermain main dengan kulit istrinya yang halus, semakin brutal, kini tangan Marvel sudah bermain main dengan dua gunung salju milik istrinya, bermain dengan lincah di sana, gerakan tangan Marvel sangat gemulai membuat si pemilik seakan terbang dalam kenikmatan nya, tidak puas hanya memainkannya kini Marvel mulai membuka kancing baju Zaheera sehingga memperlihatkan 2 gunung salju yang putih dan menggoda imannya dengan sekali gerakan kini Marvel sudah menyesap ya dengan lahap dan brutal, seperti seorang bayi yang sedang menyusu kepada ibunya, mau tidak mau Zaheera hanya membiarkan apa yang Marvel lakukan, karena semua itu sudah menjadi haknya, dengan sekuat tenaga Zaheera mencengkram rambut Marvel dan semakin mendorong kepalanya semakin dalam agar kepuasan mereka berdua sama- sama terpenuhi, satu tangan Marvel tidak sedang menganggur karena gunung salju yang satunya lagi tidak kalah menggoda dengan yang berada dalam mulut Marvel saat ini, Marvel juga sendang memainkannya dengan brutal sehingga membuat nafas Zaheera tak beraturan...
ππππππππππππππ
Tetap. dukung cerita ini tinggal kan jejak sebanyak-banyaknya agar author semakin semangat..
jangan lupa like, comment, vote, berikan hadiah sebanyak-banyaknya dan tambahkan ke daftar favorit kalian..
__ADS_1
love you All ππππβ€salam hangat dari author πππππ€