Mencari Cinta Sang Pewaris Tahta

Mencari Cinta Sang Pewaris Tahta
Mughist Dan Barirah..


__ADS_3

Malam kembali menyapa, kesibukan di setiap sudut istana keluarga Anggara belum juga pudar, seperti biasa setiap malam minggu para pelayan keluarga Anggara akan mengadakan pesta kecil-kecilan sebagai bayaran setalah 1 minggu bekerja.


Begitu juga degan Kim Heera ia ikut menyibukkan diri agar melupakan problem yang sedang terjadi dengan suaminya.


" Nona apa yang sedang anda lakukan, biarkan bibik saja" bik Narsi datang dan mengambil alih frozen food yang di pegang oleh Heera.


" Tidak Apa-apa bik, ini enteng kok"


" Jangan Nona nanti Nona kecapean, lebih baik sekarang Nona duduk dan menikmati makanan yang sudah jadi saja"


" Ehmmm.. gini amat ya jadi orang hamil"


" Demi kebaikan Nona dan jabang bayi " bik Narsi tersenyum lembut dan berlalu meninggalkan Zaheera, karena Heera merasa bosan ia memilih masuk ke rumah utama, karena kebetulan susu hamil dan beberapa cemilannya masih ada di sana, jadi dia berinisiatif untuk mengambil nya saja dan memindahkan ke rumah belakang.


Sesampainya Zaheera di dapur ia memindahkan semua perlengkapan yang ia butuhkan, namun ketika Zaheera melewati ruang tangah di sana ada Marvel dan Jenny yang sepertinya sedang berdebat, entah apa yang mereka debat kan. Namun yang Zaheera dengar mereka sedang mendebat kan dirinya, karena merasa penasaran ia sedikit mendekat.


" Apakah kau sudah mencintai nya? " tanya Jenny emosi, sedangkan yang ditanya hanya diam saja


" Kenapa kamu diam Vel? jawab pertanyaan ku"


" Ke terdiam man kamu sudah jelas"


" Aku tidak mencintai nya" potong Marvel pada pembicaraan Jenny yang belum. selesai dia ucapkan


" Kau tidak mencintai nya? "


" Lalu untuk apa kamu mempertahankan nya? Ceraikan saja dia"


" Aku tidak bisa menceriakan nya"


" Kenapa Baby? Disini sudah ada aku"


" Aku tidak bisa menceriakan nya karena dia sedang mengandung anakku"


" Apa? Dia hamil? "

__ADS_1


" Iya love, dia hamil dan aku tidak bisa menceraikan nya sampai anak itu lahir"


" Pokoknya aku tidak mau tahu ceraikan dia aku akan pergi"


"Atau gugurkan saja kandungnya" mendengar ucapan kejam yang Jenny lontarkan Zaheera sangat marah namun ia harus menahannya.


" Jangan gila kamu love, meski bagaimanapun dia tetap anakku "


" Kamu bisa memiliki nya dari ku Vel"


"Iya love, aku tahu"


" Tapi kamu harus Sabar sebentar Love, aku membutuhkan anak itu untuk mencair kan harta warisan ku, karena Daddy menginginkan cucu dari Zaheera, aku janji setelah anak itu lahir aku akan menceraikan nya, kamu tenang saja, asal kamu tahu Love pernikahan ini bukan atas dasar cinta melainkan kesepakatan hitam di atas putih, aku tidak pernah cinta padanya, aku hanya mencintai mu love, aku hanya ingin menjadikan dia alat " Marvel membelai rambut Jenny lembut


" Setelah anak itu lahir, aku berjanji akan menikahi mu dan kita akan menikmati harta keluarga Anggara tanpa ada yang mengganggu kesenangan kita" dengan jahatnya Marvel mengatakan hal itu, meskipun sebenarnya ia tidak bersungguh-sungguh dalam mengucapkan nya, karena jujur dalam hatinya ada debaran kuat ketika bersama Zaheera, apalagi sekarang ia sudah mengandung anaknya, seakan-akan rasa sayangnya bertambah semakin banyak, namun semua kata kejam itu ia lakukan hanya untuk menenangkan Jenny saja. tanpa Marvel sadari dibalik tembok ada Zaheera yang membekap mulutnya sekuat tenaga sembari menahan sakit yang tak terhingga dalam hatinya, inikah yang disebut luka tapi tak berdarah, Zaheera terus membekap mulutnya, agar tangisannya tidak terdengar oleh mereka, Zaheera benar-benar tidak menyangka kalau selama ini Marvel tidak pernah mencintai nya, ternyata benar semua perlakuan baiknya hanya untuk alasan awal pernikahan ini terjadi, ternyata keberadaannya selama ini hanya sebagai boneka, pemuas nafsu alat pencetak anak, untuk hal itu Zaheera memang sadar dari awal, tapi mengapa tetap sesakit ini ketikan kata- kata sebagai alat itu terus terdengar ditelinga nya, seharusnya Zaheera tidak usah menangis, tapi sakit!


Kata-kata alat itu adalah kata yang singkat, padat tapi menyakitkan.


" Mengapa Tuhan semua ini terjadi dalam. hidup ku, aku hanya dijadikan alat oleh suami ku sendiri, aku kira akan mudah untuk mencari cintanya yang sudah pecah menjadi serpihan puzzle, ternyata aku salah"


" Tidak semudah yang ku bayangkan, sampai pada akhirnya cinta pertamanya datang dan aku hanya dianggap pajangan usang tak berharga "


" Haruskah aku menyerah Tuhan " Tangis Zaheera pecah, ia hanya bisa berseru dalam hatinya, tanpa bisa mengungkapkan nya secara langsung,


...****************...


Semua pelayan sudah selesai BBQ tepat pada jam 12, jadi sekarang mereka sedang beberes di halaman rumah belakang, begitu juga dengan Heera ia ikut serta dalam acara tadi meskipun dia tidak begitu baik, namun sebisa mungkin ia tersenyum di depan semua pelayan yang sudah sangat baik padanya, meskipun sebenarnya segelintir pelayan sadar kalau saat ini Heera sedang tidak baik-baik, namun mereka tidak mau terlalu ikut campur dalam urusan rumah tangga majikan mereka, yang penting saat ini mereka sudah menghibur majikan mereka, ketika Zaheera pindah saja mereka semua bingung tapi takut untuk bertanya, akhirnya mereka semua memilih untuk diam.


Tepat pada jam 01:20 dini hari Zaheera merasakan lapar yang sangat luar biasa, padahal dia sudah makan banyak tadi, sungguh dia sangat lelah kalau harus cari. makan tengah malam begini, ingin membangun kan pelayan, ini sudah malam sekali kasihan mereka


" Kenapa harus ditengah malam seperti ini sih nak? Mommy capek! " Zaheera mulai menetaskan air matanya, entah mengapa ia menangis, namun yang ia rasakan air matanya jatuh begitu saja. Mungkin karena hormon!


Zaheera berjalan menyusuri dapur utama ia mencari cemilan nya mungkin masih ada sisa dan untung saja masih ada 1 bungkus biskuit karena sudah tidak ada makanan Zaheera memilih untuk merebus telur saja agar laparnya sedikit terganjal minimal sampai besok pagi, ditengah tengah Zaheera sedang menikmati makannya ia malah menangis kembali karena makanan yang tersedia kurang, ia masih lapar, tapi 5 butir telur dan biskuit nya sudah habis, sedangkan persendian bahan-bahan di kulkas sudah tidak ada,


" Hiks.. kenapa aku masih kurang, aku masih lapar" Zaheera sesegukan

__ADS_1


" Udah dong nak kamu jangan nyiksa mommy begini hiks.. mommy capek, huwaaa... " tangis Zaheera semakin menjadi jadi dikala makanannya sudah benar-benar habis


" Aku harus makan apa huwaaa... "


" Kenapa aku nangis, hiks... " Zaheera sendiri pun bingung mengapa ia bisa menangis hanya gara-gara makanan saja, disaat Zaheera sedang menangis karena masih lapar dari lift ada seseorang yang datang dan itu adalah Marvel, Marvel sedikit terkejut dikala melihat lampu dapur masih menyala, niat Marvel pergi ke dapur ingin mengambil minum namun ia dikejutkan dengan lampung yang menyala ditambah suara tangisan yang pilu, Marvel buru- buru ke dapur dan mendapati Heera Yang sedang menelungkupkan wajahnya ke meja sambil menangis


" Heera" panggi Marvel menyentuh penggung Heera, merasa ada orang yang memanggil namanya akhirnya Zaheera mendongakkan kepalanya, ketika sadar siapa yang memanggilnya Zaheera langsung menghapus air matanya


" Kamu kenapa nangis? " tanya Marvel penasaran


" Gak papa " Jawab Heera ketus


" Kamu habis makan? "


" He'em"


" Terus kalau udah makan kenapa masih nangis, kamu kurang? masih lapar? " karena merasa ada yang memperhatikan dan mengerti keinginannya Zaheera kembali menangis, dan lebih kencang dari sebelumnya


" Hey udah gak usah nangis"


" Aku lapar, tapi gak ada makanan lagi di kulkas, hiks. Ini semua gara-gara anak kamu, Dia yang membuat aku kelaparan terus, kan aku capek, huwaaa... "


" Ssstt... sudah susah tidak usah menangis, kalau kamu masih lapar bagaimana kalau kita cari makan diluar? " Marvel merasa kasihan pada Zaheera jadi dia berinisiatif untuk mengajaknya makan diluar


" Biar dedenya gak ngambek lagi" bujuk Marvel mengelus perut Zaheera yang sudah mulai buncit


" Memang ada tempat makan yang buka jam segini? "


" Kita cari yang buka 24 jam, mau? " Mendapatkan tawaran yang menggiurkan dari suaminya Zaheera langsung mengiyakan ajakan suaminya itu, seakan-akan mereka sedang tidak ada masalah kalau lagi seperti ini, mungkin Zaheera juga sama ia tidak sadar kalau telah menerima ajakan suaminya, karena saking laparnya, ia menurut saja mau dibawa kemanapun oleh Marvel.


*


*


*

__ADS_1


TERIMAKASIH sudah membaca cerita haluan author.


Jangan lupa di like, koment, vote, love biru, bunga mawar nya jangan lupa juga yang banyak, agar author semakin semangat, loveyou All dan selamat beraktivitas 🌹🎀💓💓💓🎀😍😘💗💑💏


__ADS_2