Mencari Cinta Sang Pewaris Tahta

Mencari Cinta Sang Pewaris Tahta
Menambah Masalah


__ADS_3

Sekertaris Syam dan beberapa bodyguard terus menjaga dan memantau perkembangan sekertaris James, mereka benar-benar melakukan apa yang di perintahkan oleh Marvel, karena kalau sedikit saja mereka lengah tidak. menutup kemungkinan bagi musuh untuk terus berusaha untuk melenyapkan sekertaris James, hanya dia kunci satu satunya a


agar Marvel segera mengetahui siapa sebenarnya musuh dalam selimut di keluarga Anggara.


" Maaf sebelumnya sekertaris Syam, bolehkan kami membeli kopi dulu, karena kami sudah tidak kuat menahan rasa kantuk kami" pamit salah satu bodyguard pada sekertaris Syam


" Silahkan tapi aku sarankan hanya salah satu diantara kalian saja"


" Yang lain nya tetap berjaga di sini paham! "


" Baik sekertaris Syam" setalah itu salah satu dari mereka pun berangkat menuju kantin rumah sakit untuk membeli kopi dan yang lainnya tetap berjaga di luar ruangan.


Dan tidak lama kemudian bodyguard itu membawa 5 cup kopi untuk dirinya sekertaris Syam dan ke 3 temannya, Kopi panas itu di seruput perlahan sehingga meninggalkan kenikmatan, biasanya kalau orang minum kopi itu tidak akan merasakan kantuk namun beda dengan ke tiga bodyguard dan sekertaris Syam yang semakin mengantuk dan terlelap, ada sebuah seringai jahat dari salah satu bodyguard itu, siapa lagi kalau orang yang tadi membeli kopi, dia malah tertawa senang ketika melihat Rekan-rekan nya tertidur.


Flashback...


" Ini DP nya, aku akan memberikan lebih jika kamu berhasil mencampur kan obat ini ke cairan infus sekertaris James"


" Baik Nona"


" Ingat lakukan dengan rapi, jangan sampai ketahuan"


" kalau ketahuan aku pastikan nyawa kamu akan melayang" menepuk bahu, memberi peringatan


" Saya akan usahakan agar tidak ketahuan Nona"


" Bagus cepat laksanakan apa yang aku perintahkan" orang itu pergi dan seringai jahat tercetak sempurna di bibir seorang wanita yang menyuruh orang itu, siapa lagi kalau bukan Jenny dia yang sudah menyuruh bodyguard itu untuk menaruh obat bius ke minuman penjaga yang lain termasuk sekertaris Syam, sedangkan Jenny belum tahu atas keberadaan sekertaris Syam yang lebih teliti dan ganas dibandingkan sekertaris James.


Flashback off...


...****************...


Dengan jalan yang mengendap endap orang itu masuk keruangan sekertaris James dan mulai mengeluarkan obat yang Jenny berikan, obat itu sudah ada dalam sebuah suntikan kecil bening dan tidak akan ada yang tahu kalau obat itu sudah tercampur dengan cairan infus sekertaris James.


Entah obat apa itu namun sepertinya obat itu mampu membuat sekertaris James kehilangan nyawanya.


Disaat orang itu ingin menyuntikkan nya tiba-tiba saja ada seseorang yang menghentikan kegiatannya itu, bodyguard itu tersentak kaget dan menoleh ke arah orang yang mencegah kegiatan nya.


Matanya seketika membulat dikala tahu siapa orang yang telah mencegahnya.


" se sekertaris S- Syam" sebutnya terbatasnya bata, karena sudah melihat mata sekertaris Syam yang memerah karena menahan amarah


" Ikut aku atau akan aku patahkan tangan mu" sekertaris Syam mengancam, dengan perasaan takut orang itu langsung mengikuti langkah sekertaris Syam, sekertaris Syam masih mengontrol emosi nya karena ini adalah rumah sakit, dia tidak mau menganggu pasien lain, maka dari itu ia mencoba menahan amarahnya sampai di luar rumah sakit.


" Pyarrr... Pyarr.. " tamparan bolak balik yang sekertaris Syam layangkan pada bodyguard yang sudah berkhianat itu


" Sudah aku duga dari sebelumnya kau memang mempunyai niat buruk pada sekertaris James" sekertaris Syam mulai Angkat bicara setelah melayangkan tamparan mautnya pada bodyguard itu.


Flashback Off...


"Maaf sebelumnya sekertaris Syam, bolehkan kami membeli kopi dulu, karena kami sudah tidak kuat menahan rasa kantuk kami" pamit salah satu bodyguard pada sekertaris Syam


" Silahkan tapi aku sarankan hanya salah satu diantara kalian saja"


" Yang lain nya tetap berjaga di sini paham! "

__ADS_1


" Baik sekertaris Syam"


" Seperti nya orang itu harus diawasi, dari gelagatnya saja sudah sangat mencurigakan" batin sekertaris Syam menaruh curiga, setelah bodyguard itu datang membawa kopi dan memberikan pada nya, sekertaris Syam tidak benar-benar meminumnya dia hanya pura-pura meminumnya saja, karena insting sekertaris Syam kuat, pasti ada satu hal yang tidak beres pada minuman ini, dan ternyata benar dugaan nya setelah meminum kopi itu para bodyguard yang lain mulai mengantuk,mau tidak mau sekertaris Syam juga ikut tertidur hanya sekedar pura-pura saja, disaat yang lain sudah tepar bodyguard itu malah mengeluarkan sebuah suntikan kecil yang berisi cairan bening, dia masuk keruangan sekertaris James dengan hati hati namun belum sempat ia menyuntikkan nya sekertaris Syam bergerak cepat dan mencegahnya.


Flashback off..


" Sekarang juga ikut dengan ku" Sekertaris Syam menyeret orang itu


" Ampun Sekertaris Syam maafkan saya" mohon bodyguard itu dengan iba


" Jelaskan apa yang kau lakukan di depan Tuan Muda" di sisi lain saat ini Marvel sedang menerima telepon dari salah satu anak buahnya yang di perintah oleh sekertaris Syam untuk menghubungi nya, Marvel benar-benar murka ketika mengetahui ada yang masih sengaja ingin melenyapkan sekertaris kepercayaan nya, dengan langkah seribu Marvel langsung melesat menuju tempat pengeksekusian karena sekertaris Syam langsung membawa orang itu ke tempat yang seharusnya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Marvel untuk sampai ketempat itu, saat ini ia sudah berhadapan dengan orang yang sudah menjadi kambing hitam dan hampir membuat nyawa sekertaris James melayang.


" Aku tidak ingin banyak bicara dengan mu, aku hanya ingin kau mengatakan siapa yang menyuruhmu ?" Marvel tampak geram di setiap kata katanya, namun rupanya orang itu tetap bungkam sama seperti sebelumnya


" Sekali lagi aku bertanya siapa yang menyuruh mu melakukan semua ini" Marvel benar-benar emosi sehingga mematahkan meja di depannya menjadi 2 bagian, tapi tetap saja orang itu bungkam seribu bahasa, sedangkan sekertaris Syam yang melihat itu hanya bisa diam, sebenarnya dia sudah tahu kalau yang melakukan dan yang menyuruh orang ini adalah kekasihnya sendiri, namun sekertaris Syam memilih untuk bungkam dan mengikuti permainan Tuan besarnya.


Melihat orang di depan Marvel tetap saja bungkam akhirnya Marvel tidak tahan dan ingin segera mengeluarkan ancaman terakhir nya, tapi sungguh sangat disayangkan belum sempat Marvel mengancam orang itu sudah kejang kejang duluan dan badannya membiru Marvel membulat kan matanya dengan sempurna, kematian orang ini sama seperti kejadian beberapa waktu lalu dimana reaksi orang itu sama seperti orang orang yang mati karena virus tanam dari Mr. J


"Astaga!" Marvel terkejut setengah mati, pikiran nya langsung melayang ke Mr. J yang saat ini sedang berada di penjara


"Bukan dia pelakunya Tuan Muda " sekertaris Syam yang mengerti dengan apa yang di pikirkan oleh tuannya langsung menimpali nya


" Maksud kamu apa Syam?"


" Yang melakukan ini semua memang orang yang sama, namun orang yang sedang di penjara tidak mungkin melakukan itu bukan!"


" Aku pusing Syam, masalah ini bukan berkurang malah semakin bertambah"


" Apa yang kau katakan Syam? kau bukan mengurangi masalah ku malah menambah nya" Marvel murka


" Saya tidak berniat untuk menambah masalah Tuan, saya hanya ingin sedikit. membuka mata hati Tuan yang tertutup agar Tuan lebih jeli lagi siapa sebenarnya musuh Tuan kali ini"


" Tutup mulutmu Syam, kau sudah lancang mengatai ku"


" Maaf kan saya Tuan Muda"


" Apa yang saya katakan tidak lebih hanya untuk kelangsungan dan keamanan keluarga Anggara"


" Jangan banyak bicara Syam lebih baik sekarang kau urus mayat ini, berikan kompensasi pada keluarga nya"


" Dan satu lagi perketat dan lebih teliti lagi dalam. memilih penjaga untuk James"


" Baik Tuan Muda" Kata terakhir dari sekertaris Syam mengiringi kepergian Marvel


" Semoga anda cepat sadar Tuan Muda kalau musuh anda saat ini sedang anda lindungi di kediaman anda sendiri!" gumam sekertaris Syam merasa iba pada Tuan nya, karena sudah dibodohi oleh wanita yang sangat ia cintai


...****************...


Sesampainya di mention Anggara Marvel merasakan berat yang luar biasa di kepalanya, ia sangat pusing menghadapi masalah yang terus datang silih berganti dalam hidup nya.


" Baby! " panggil Jenny yang tiba-tiba saja datang dari arah dapur ia menghampiri Marvel yang sedang memijit pelipisnya di ruang tengah


" Kamu kenapa baby? ada yang sedang kamu pikirkan?"

__ADS_1


" Tidak ada, kenapa kamu belum tidur Jenn?"


" Entah lah akhir akhir ini aku sering gak bisa tidur di malam hari, kesehatan ku agak menurun akhir akhir ini" Jenny mengeluh dengan manja pada Marvel, berharap Marvel bisa iba padanya dan ternyata benar Marvel paling tidak bisa melihat orang yang biasa cintai kenapa napa, apalagi sampai sakit!


"kamu tidak apa apa kan? kenapa tidak ke dokter saja kalau sakit" Marvel panik


" Tak apa, pasti cuma butuh istirahat saja, nanti juga sembuh sendiri"


" Yasudah lebih baik sekarang kamu istirahat saja"


" Bolehkah kau menemaniku Vel, sungguh aku tidak bisa kalau harus tidur sendiri" punya Jenny memelas, sehingga membuat Marvel bimbang, ia kepikiran pada istrinya tapi Jenny lagi sakit


" Baiklah aku teman kan" senyum kemenangan tercetak sempurna di bibir Jenny, entah rancana apalagi yang akan wanita itu jalankan, sungguh sangat sulit untuk di tebak.


Jenny dan Marvel masuk ke kamar Jenny yang berada di lantai 2 mereka tidur sekamar lagi, semoga tidak terjadi sesuatu yang tidak dia inginkan antara mereka berdua.


...****************...


"Mas Marvel kemana ya? apa mungkin dia belum pulang ?" Zaheera belum bisa tidur menunggu kepulangan Marvel, sedangkan yang di tunggu saat ini sedang bersama kekasihnya, Jenny tersenyum puas di dalam pelukan Marvel ia merasa mempunyai jalan tol untuk melancarkan aksi selanjutnya setelah anak buahnya mati di tangan nya sendiri, bagaimana tidak disaat tadi orang suruhannya diancam oleh Marvel ia langsung memencet tombol darurat yang terhubung pada orang itu, dimana ia langsung mati ditempat, sebenarnya siapa Jenny mengapa ia mempunyai alat itu mengapa ia selalu mempunyai jaringan untuk melakukan tindakan kejahatan!


Ping...


Sebuah notifikasi pesan masuk ke ponsel Zaheera, Zaheera merasa bahagia karena ia menyangka itu sebuah pesan dari Marvel suaminya, memang benar dari Reyhan namun sebuah gambar


" Kok tumben mas Marvel ngirim gambar, gambar apa ya? mungkin tempat dia kerja" Zaheera tetap ber positif thingking, namun disaat ia membuka pesan itu ternyata isinya adalah potret Jenny yang berada dalam pelukan Marvel dan gambar itu ber caption


Malam ini suamimu sedang bersama ku, jangan menunggu nya karena malam ini kita akan berbagi kehangatan...



Pose mereka yang begitu mesra sehingga membuat Zaheera mengira Marvel tetap sama saja seperti dulu, ia tidak akan pernah berubah selama Jenny masih ada di rumah ini


" Tuhan aku hanya meminta kekuatan padamu, kuatkan hatiku sampai di titik kemampuan ku menurut versimu"


" Sesungguhnya aku tidak kuat bila melihat suamiku bersama wanita lain, jamu rasanya aku tidak punya hak, meskipun aku mempunyai hak sepenuhnya atas suamiku"


" Tapi dia wanita yang dicintai suamiku, sedangkan aku hanyalah wanita pencetak anak untuk nya tidak lebih dari itu"


" Tapi entah sejak kapan benih cinta ini tumbuh di hatiku, tanpa aku sadari aku telah mencintai suami ku, hiks... " Zaheera menangis sesegukan dalam diamnya sampai pada akhirnya buaian mimpi berhasil menggiring nya ke alam bawah sadar dengan begitu nyamannya.


...****************...


" Uwweekkk.... uwweekkk... " suara Muntahan yang berhasil mengusik tidur nyenyak Marvel, Ia terkejut disaat mendengar sebuah muntahan dari arahan kamar mandi, di bawah alam sadarnya ia menyangka itu adalah Zaheera namun kandungan Zaheera sudah besar tidak mungkin ia muntah muntah lagi seperti awal kehamilannya.


Marvel langsung tersadar dari tidur nya dan menuju sumber suara


" Jenny kamu kenapa? "


*


*


*


TERIMAKASIH sudah membaca, tetap dukung cerita ini ya 🙏💕🥰😍😘

__ADS_1


__ADS_2