
Tiga hari berlalu, sejak kejadian itu Marvel tidak pernah pulang ke mension, Zaheera pernah menanyakan hal itu pada salah satu pengawal pribadi Marvel, pengawal itu hanya mengatakan bahwa Marvel mempunyai pekerjaan diluar, jadi dari saat itu pula Zaheera semakin sadar diri kalau dirinya bukanlah seseorang yang penting dalam kehidupan Marvel, dia hanya alat pencetak anak baginya. Zaheera juga semakin bingung bagaimana caranya ia bisa mendapatkan cinta dari Marvel kalau mereka saja tidak pernah bertemu, bertemu hanya ketika dibutuhkan, setelah itu sudah tidak ada komunikasi lagi di antara mereka, para pelayan sangat prihatin melihat nona muda mereka yang selalu murung dan tidak keluar kamar, itu dikarenakan tuan muda mereka yang tidak pulang pulang,
sekitar jam 9 malam pada hari yang sama saja menurut Heera ia mencoba untuk keluar dari kamar utama, menuju lantai dasar ia berniat untuk mengambil minum tapi sesampainya dibawah suasana sudah sangat sepi seperti rumah tak berpenghuni, Zaheera berpikir mungkin mereka semua sudah istirahat, namun disaat Zaheera ingin kembali dan hampir menaiki lift tiba-tiba sayup terdengar oleh telinganya ada suara bising di taman belakang rumah ini, dengan langkah gontai Zaheera mencari sumber suara itu, sesampainya ia dibelakang dia dikejutkan dengan semua pelayan yang sedang berpesta ria, ada yang barbeque an, ada yang mengobrol satu sama lain ada yang membakar jagung dan ada banyak lagi yang mereka lakukan. Zaheera tersenyum melihat kekompakan Mereka, ingin rasanya dia bergabung tapi mungkin mereka akan mengatakan dengan sangat hormat ia tidak pantas bergabung dengan mereka yang hanya seorang pelayan, tapi Zaheera sangat bosan dan ingin menghilangkan bayangan Marvel dari pikiran nya, kalau terus terusan seperti ini takutnya ia akan stress karena memikirkan orang yang tidak memikirkan nya.
" Permisi" Kata Zaheera dengan suara pelan tapi masih bisa ditangkap oleh para pendengaran para pelayan itu.
" Nona muda! " kata mereka hampir bersamaan " nona muda sedang apa disini? "
" Mmhhh... Sebenarnya aku bosan sudah 3 hari ini aku tidak keluar kamar sama sekali, makanya aku turun, tapi sesampainya di bawah tidak ada orang, ternyata kalian sedang disini menikmati pesta "
" Ada apa nona mencari kami? apa ada yang nona butuhkan? "
" Tidak ada aku hanya bosan saja ingin mencari teman, kalau kalian mengizinkan boleh kah aku bergabung dengan kalian? " tanya Zaheera tersenyum manis, para pelayan sempat berpikir takutnya nanti sang tuan muda marah karena tahu istrinya bergaul dengan para pelayan, namun salah satu dari mereka langsung mengiyakannya, hitung-hitung mereka akan menghibur nona muda mereka yang lagi sedih.
" Silahkan nona kalau nona sendiri tidak keberatan" kata pelayan itu dengan sopan
" Kenapa kau mengizinkan nona muda, nanti. kalau kita mendapatkan amukan dari tuan bagaimana? " kata pelayan lainnya
" Sudahlah mumpung tuan tidak ada di rumah, apa kau tidak kasihan pada nona muda yang selalu sedih dan murung? "
__ADS_1
" Iya juga sih, ya sudahlah semoga saja kita tidak membuat kesalahan pada nona muda "
" InsyaAllah kita tidak akan mendapatkan masalah hanya karena membuat nona muda bahagia " setalah itu Zaheera langsung ikut bergabung dengan mereka, ikut serta merayakan pesta kecil kecilan itu bersama. Lalu Zaheera menggantikan chef itu untuk memasak, sebenarnya masih tidak ada yang tahu kalau Zaheera itu seorang chef handal, yang tahu kalau dia seorang chef hanyalah mertuanya, James dan Marvel, kalau para pelayan belum ada yang tahu tentang itu. Para pelayan di buat terpukau oleh kemampuan nona muda mereka dalam memasak, sangat lihai dan cekatan, masakannya pun sangat enak seperti masakan resto- resto ternama.
" Wah masakan nona muda sangat lezat sekali, seperti masakan chef-chef ternama, apakah nona muda seorang chef? " celetuk salah satu pelayan dan Zaheera hanya menanggapi dengan senyuman manisnya, dia tidak mau menjawab hal itu, dia tidak mau saja kalau semua orang tahu tentang Profesi nya sebelum menjadi istri Marvel.
" Nona juga baik dan ramah, tidak seperti nona Jenny. Belum jadi istri tuan saja sombongnya sudah minta ampun, beda dengan nona yang ramah dan mau bergaul dengan kami semua" seketika pelayan itu membekap mulutnya, karena tanpa sengaja menyebutkan nama mantan kekasih tuan muda nya.
" Ya ampun aku keceplosan" Pelayan itu merutuki kesalahannya
" Tamatlah riwayat mu" Kata pelayan yang lain
" Jenny? " Kata Heera dengan nada bertanya
" Itu nona, anuu...nona jenny itu anak dari sahabat tuan Dermawan, dia sering kesini dulu, belum jadi siapa-siapa saja sudah sombong dan semuanya harus sempurna dimatanya " jelas pelayan itu mengarang cerita sambil tersenyum hambar
"Ooo seperti itu! " kata Heera sedikit tidak percaya ada sesuatu yang mengganjal dihatinya soal Jenny ini tapi Heera lebih baik tidak memperpanjang pembicaraan ini. Karena pembicaraan tadi suasana menjadi canggung, Supaya suasana kembali cair akhirnya Heera mengalihkan pembicaraan, karena malam ini ia berniat untuk bersenang-senang dengan para pelayan ini bukan malah saling canggung.
" Oh iya! kalian mengadakan pesta ini dalam rangka apa sih? ada yang sedang ulang tahun kah diantara kalian? "
__ADS_1
" Oh tidak nona kami rutin melakukan pesta kecil-kecilan seperti ini setiap seminggu sekali, kalau sedang malam minggu sebagai refreshing saja nona"
" Marvel mengetahui nya? "
" Tentu saja nona, kami melakukan semua ini karena tuan marvel, tuan Marvel yang menyuruhnya agar kita tidak bosan kerja disini begitu tutur tuan Marvel nona"
" Wow... baik juga ya dia"
" Tuan memang baik nona, beliau memiliki sisi lain dibalik sikapnya itu " Zaheera hanya tersenyum, dia juga tahu kalau suaminya itu memang memiliki sisi lain dalam dirinya. Tapi Marvel hanya menunjukkannya ketika dalam ke adaan sunyi,
Jam sudah menunjukkan pada angka 12:00 tidak terasa waktu cepat bergulir dan malam ini Zaheera berhasil melupakan bayangan Marvel dari otaknya, meskipun hanya sementara, tapi sudah bisa membuatnya kembali ceria. Tapi sampai detik ini Zaheera masih mencari cara bagaimana caranya dia bisa mengejar cinta Marvel kalau mereka saja jarang bertemu, Z
Zaheera jadi bingung sendiri, masak iya dia harus mengikuti setiap gerak- gerik Marvel? tidak mungkin lah itu sangat konyol,
" Tuhan apa yang Harus ku lakukan kalau sampai detik ini pun dia tetap mengabaikan ku dan tidak pulang ke rumah ini " Zaheera yang bermonolog sendiri ia juga bingung harus meminta solusi pada siapa, kalau dia menelfon mertuanya sama saja dengan dia mengadukan keburukan anaknya pada ibunya sendiri, tapi...
ah sudahlah sekarang Zaheera sudah mulai terlelap dalam tidur nyenyak nya, sedangkan di sisi lain di sebuah kamar hotel VVIP tuan muda Anggara itu sedang dalam keadaan tidak baik tiga hari ini sehabis dia pulang ngantor pasti dia langsung meminum minuman keras, hal itu sudah lama ditinggalkan oleh tuan muda Anggara itu, tapi entahlah mengapa hari ini dia melakukannya lagi, sepertinya ia sedang berusaha menghilang kan bayang-bayang seseorang dalam otaknya tapi entah siapa itu.
" Aku hanya berniat menjadikan mu mainan ku, tapi mengapa 3 hari ini sejak aku mengetahui kau bermain dibelakang ku bersama sahabat ku sendiri, kau malah selalu muncul dibenak ku, apa istimewa nya dirimu hah? kenapa kau sampai jadi incaran, hahaha... " Marvel tertawa tidak jelas, beginilah keadaan Marvel dari tiga hari yang lalu, dia seperti orang yang kehilangan arah, antara benci dan kecewa sudah bercampur menjadi 1 dalam dirinya.
__ADS_1
"Kau mengaku hanya berteman dengannya, tapi aku kecewa padamu mu, tapi di sisi lain aku bangga karena aku menjadi yang pertama bagimu, tapi sayang kau sudah menjadi wanita yang kesekian dalam ranjang ku hahaha... aku sudah bilang kau hanya mainan ku rubah kecil, tapi orang itu malah marah dan tidak Terima hahaha" terus saja seperti itu Marvel bicara dibawah alam sadarnya tampa ia sadari apa yang dia bicarakan.
sampai sini dulu ya guys jangan lupa dukung terus karya pertamaku dengan cara like, comen dan vote bye bye love you all.. 😘😘😘