
Disaat Zaheera sedang larut dalam tangisannya, Tiba-tiba ada tangan yang mengulurkan sebuah sapu tangan bersih pada Zaheera, tanpa Zaheera lihat siapa yang memberikan sapu tangan itu ia langsung mengambil nya dan menghapus air matanya, disela sela ia menghapus air matanya, Tiba-tiba orang itu berbicara dan disaat itu pula Zaheera langsung mengenali si pemilik suara,
" Sudah nangis nya? kalau sudah lebih baik kita pulang Mommy dan Daddy sudah menunggu kita di mansion " kata Marvel tanpa melihat ke arah Heera
" Kamu! " Heera terkejut dan refleks langsung membuang sapu tangan itu
" Kau tidak perlu terkejut seperti Itu, aku. mengajakmu pulang bukan mau ngajak. perang "
" Pulang? " Zaheera bingung " pulang kemana? " lanjutnya
" Aku tidak suka mengulang pembicaraan ku, cepat naik" Marvel mulai dingin, mau tidak mau Heera langsung naik ke mobil mewah milik Marvel itu, didalam mobil cuma ada keheningan, yang terdengar oleh telinga Zaheera hanyalah deru mobil mobil di jalanan, sampai pada akhirnya Heera melihat 2 mobil hitam yang mengikuti mobil mereka, mau tidak mau Heera bertanya pada Marvel mobil siapakah itu, mengapa mereka mengikuti Marvel,
" Mmm... kalau boleh bertanya kenapa mobil mobil itu mengikuti kita" tanya Heera sedikit gugup.
" Mereka? mereka para bodyguard yang menjadi pengawal pribadiku, biasalah seorang pewaris tahta seperti ku memang harus dilindungi " jiwa sombong yang Marvel miliki sudah mulai kambuh dan semua itu tentu membuat Heera sangat jengkel, kenapa Tuhan Mentakdirkan dia punya suami yang memiliki tingkat kesombongan akut seperti Marvel? lebih baik dia diam dari pada bicara nanti jatuhnya Marvel akan menyombongkan diri nya lagi, sangat menyebalkan, tapi Heera masih penasaran selain sombong sifat apalagi yang ada pada diri Marvel yang belum ia
ketahui? bukannya apa dia harus menyiapkan mental agar sekuat baja untuk menghadapi sifat sifat Marvel yang lainnya yang belum Marvel tampakkan, akhirnya setelah menempuh perjalanan sekitar 20menit Heera dan Marvel sudah sampai di mansion keluarga Anggara, disaat Heera sudah keluar dari mobil ia sangat takjub dengan rumah keluarga anggara yang begitu mewah berlantai 4 dan dengan taman luas dihalaman nya, sangat asri namun tetap elegan, sungguh menakjubkan, Heera tidak berhenti memuja keindahan yang Tuhan suguhkan didepan matanya,nikmat manakah yang ingin kau Dustakan,
Marvel dan Heera berjalan beriringan menuju pintu utama rumah itu, Heera juga tidak menyangka kalau mereka akan disambut dengan meriah oleh penghuni mansion keluarga Anggara yang terdiri dari sekitar 30 orang, Nyonya dan Tuan Anggara tidak masuk hitungan dan mereka semua adalah pelayan rumah ini, wow fantastik!
" Selamat datang nona muda" sapa mereka dengan ramah sembari menundukkan kepala secara bersamaan, para pelayan yang kompak, jadi seperti ini ya kehidupan orang kaya, mereka dihormati, disegani dan ditakuti sungguh beruntung nya Zaheera yang terlahir dari keluarga sederhana namun bisa menikah dengan calon pewaris tahta seperti Marvel, namun siapa sangka Heera tidak senang sama sekali, ia hanya berusaha menjalani hidup yang telah Digariskan oleh Tuhan dalam hidup nya, meskipun realitanya semua membutuhkan uang, menurut Heera yang penting bisa makan itu semua sudah lebih dari cukup.
Heera membalas sapaan mereka dengan senyuman terbaik nya, lalu ia memperkenalkan diri didepan semua pelayan,
"Terimakasih sudah menyambut kedatangan ku, namaku Zaheera Abqura kalian bisa memanggil ku Heera kembali tersenyum
" Baik nona Heera salam kenal dari kami semua " Jawab kepala pelayan mewakili yang lain. Semua itu tentunya tidak luput dari penglihatan Marvel, dia sangat jengkel melihat istrinya yang langsung akrab dengan para pelayan di rumahnya, kemudian dia berlalu sambil berkata
" Mulai cari muka" katanya lirih tapi masih bisa tertangkap jelas oleh pendengaran Heera, namun Heera hanya memilih diam dan mengelus dadanya " sabar... sabar... "
" Nona yang sabar ya, Tuan muda memang seperti itu, tapi beliau memiliki hati yang lembut dan penyayang " Zaheera hanya tersenyum menanggapi apa yang dikatakan oleh pelayan itu, karena dia masih bingung kenapa semua orang mengatakan Marvel mempunyai kepribadian yang lembut dan penyayang, sedangkan yang ia Terima bukanlah sifat Marvel yang itu, melainkan sifat sombong dan arogannya.
" Heera" Panggilan nyonya Anggita yang sudah berdiri di samping ruang makan menunggunya, membuyarkan semua lamunan Zaheera
" Ah! iya Mommy, aku datang, yasudah aku masuk dulu ya " Zaheera menjawab panggilan mertuanya dan sekalian pamit untuk masuk pada para pelayan yang tetap stay di depan pintu. Sesampainya Zaheera diruang makan, Lagi-lagi ia dibuat takjub oleh penampakan ruang makan di rumah ini.
" Ini ruang makan apa lapangan bola, lebar sekali sedangkan keluarga ini hanya terdiri dari 3 orang tapi ruang makanya sudah seperti lapangan bola" gumam Zaheera dalam hatinya.
" Ayo nak duduklah di samping suami mu dan layani dia" kata tuan anggara tersenyum
__ADS_1
" Iya Dadd" jawab singkat Zaheera, disaat Heera ingin mengambilkan Marvel makanan ia malah menolaknya, beralasan ia masih mempunyai tangan sendiri dan tidak mau dilayani, namun hal itu langsung dibantah dengan sindiran halus oleh nyonya anggita.
" Sejak kapan anak mommy menjadi mandiri seperti ini, bukankah biasanya ia kalau makan harus dilayani oleh pelayan khusus? Mengapa setalah mempunyai istri ia malah sangat mandiri? Sungguh keajaiban yang sangat luar biasa " sindir nyonya Anggita dengan halus sambil dengan santai nya menikmati ayam madu di piring nya, tentunya hal itu membuat tuan Anggara reflek menoleh pada istrinya, ia sangat kagum pada istrinya itu, karena selalu bisa membuat Marvel tidak bisa berkutik dengan sindiran halusnya, Marvel hanya mengerang kesal pada sang ibu, ia sangat kesal pada nyonya Anggita dan pada akhirnya memilih pergi dari ruang makan dan tidak jadi menikmati makan malam yang sudah tersaji itu,
" Mau kemana Boy? Nikmati dulu makan malam mu.. " panggil tua Anggara pada sosok Marvel yang sudah menghilang itu, tentunya Marvel tidak menghiraukan panggilan daddy nya, pasti kalau Marvel sedang kesal seperti ini ia lebih memilih menyendiri di ruang pribadinya, belum ada satu orang pun yang tahu apa isi dari ruangan itu, tidak ada 1 orang pun yang boleh masuk Kesana, soal kebersihan ruangan itu Marvel lebih memilih membersihkan sendiri daripada harus ada orang lain yang masuk ke ruang pribadi nya itu.
Akhirnya makan malam pun selesai, Zaheera yang bingung harus kemana akhirnya ia bertanya dengan malu malu pada nyonya Anggita, dimana dia harus beristirahat malam ini.
" Eeee.... Mommy, bolehkah aku bertanya? " kata Heera malu malu
" Iya silahkan sayang. Apa yang ingin kau tanyakan? " nyonya Anggita yang sedang sibuk. mengupas jeruk Mandarin di tangan nya
"Kamar yang akan aku tempati dimana ya Mommy? " tanya Heera dengan polosnya, seharusnya dia bertanya kamar Marvel dimana, bukannya kamar yang akan ia tempati, bukannya Marvel adalah suami Zaheera? ya tentunya kamar Marvel juga kamar Zaheera sekarang,
" Loh kenapa kau masih bertanya kamarmu nak? kau bisa ke kamar Marvel, dia kan suamimu, sekarang kamar Marvel adalah kamar mu juga"
"Tapi aku tidak tahu kamar Marvel dimana mom" kata Zaheera menggigit bibir bawahnya
" Astaga Mommy lupa sayang, kalau Marvel meninggalkan ruang makan tadi, ya sudah Mommy akan meminta pelayan untuk mengantar mu, maaf Mommy tidak bisa mengantar mu, tapi Mommy sudah menyiapkan hadiah untuk mu di walk in closet, kau bisa melihatnya nanti"
" Baiklah Mommy terimakasih kau sudah sangat baik padaku"
" Mommy jangan berlebihan seperti itu, aku jadi tidak enak"
" Ya sudah sana istirahat, biar Ziya yang mengantarmu, Ziya antarkan nona muda ke kamarnya, dan panggil kan pelayan baru itu untuk membantu nona muda bersiap"
" Baik nyonya besar, kami akan melaksanakan apa yang telah nyonya perintahkan, kalau begitu saya permisi, mari nyonya muda sebelah sini"
" Mommy aku keatas dulu ya, selamat malam, mimpi indah mom"
" Mimpi indah juga untuk mu sayang "
setelah itu Zaheera dan pelayan muda itu menaiki lift yang akan mengantarkan mereka ke lantai 4 tepatnya kamar Marvel terletak di lantai paling atas di rumah ini,
Didalam lift Heera mencoba mencairkan suasana dengan mengajak bicara pelayan itu,
" Mmm... siapa namamu tadi? aku lupa" Heera mulai bicara
"Nama saya Ziya nona" jawabnya singkat
__ADS_1
" Kalau boleh tahu umurmu berapa? dan sudah berapa tahun kamu bekerja disini? "
" Umur saya 21 tahun nona, dan saya bekerja disini dari umur saya 18 tahun"
" Mengapa kamu bekerja dari umur segitu? apakah kamu tidak sekolah? "
" Saya bekerja disini sebagai pengganti ibu saya nona, ibu saya sudah meninggal, makanya saya menggantikan nya"
" Mengapa kamu menggantikan ibumu, apakah tidak ada pekerjaan yang lebih bagus dari seorang pelayan? "
" Pekerjaan yang lebih bagus dari seorang pelayan memang banyak nona, tapi gaji yang tuan Anggara berikan lebih baik dari gaji diluar sana"
" Memangnya berapa gaji mu sebulan? "
" Itu privasi kami sebagai pelayan di rumah ini nona, karena pelayan disini ada beberapa kategori, kalau lebih tinggi pangkatnya gajinya pun akan lebih tinggi"
" Ooo...seperti itu rupanya, kalau begitu aku juga mau menjadi pelayan Ziya" Heera tertawa renyah
" Apa yang Nona katakan, Nona sekarang sudah jadi istri dari tuan muda Marvel, Nona tidak boleh berpikiran seperti itu "
aku hanya bercanda Ziya, kau tidak perlu serius seperti itu "
" Candaan Nona sudah membuat saya mau jantungan saja"
" Santai saja Ziya, aku memang tidak mengharapkan semua ini, aku pun menikah dengan Marvel hanya karena terpaksa, itu semua kulakukan demi orang tuaku" Heera mulai berkaca kaca
" Nona, mengapa nona bersedih? "
" Tidak apa apa Ziya, aku baik baik saja"
TING...
Suara lift yang terbuka dan di sana sudah ada beberapa pelayan yang menunggu mereka, "Selamat malam nona, kami ditugaskan oleh nyonya besar untuk melayani dan menyiapkan seluruh kebutuhan yang nona perlukan"
" Ya selamat malam juga, tapi menurut ku semua ini terlalu berlebihan, karena aku masih bisa melakukan semuanya sendiri tanpa. bantuan kalian" tolaknya dengan halus
" Nona ini semua adalah perintah dari Nyonya besar, sebaiknya Nyonya menurut saja kalau tidak mau nyonya besar tersinggung atas penolakan nona" kalau sudah menyangkut nyonya Anggita, Zaheera pun sudah tidak bisa berkutik dan hanya bisa pasrah.
" Baiklah aku akan menurut saja" finally dari Heera, dari pada dia nanti membuat mertuanya tersinggung kan tidak enak rasanya.
__ADS_1
sampai sini dulu ya guys bab ini, nanti lanjut di bab selanjutnya, jangan lupa tinggal.kan jejak kalian agar aku semakin semangat🔛🔥 bye bye salam cinta dari aqoh😘