Mencari Cinta Sang Pewaris Tahta

Mencari Cinta Sang Pewaris Tahta
Pengganti sekertaris James...


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pada angka 11 malam dan Marvel baru saja keluar dari ruang kerjanya, ia menaiki lift untuk mengantarkannya ke kamar utama, sesampainya di kamar utama Marvel sedikit terkejut karena Zaheera bel7m tidur di jam segini


" Loh sayang, kamu belum tidur?" sapa. Marvel sambil menutup pintu kamarnya


"Aku enggak bisa tidur mas, entah kenapa mataku tidak bisa terpejam"


" Dede bayinya juga selalu nendang dari tadi makanya aku tidak bisa nyenyak tidur nya"


" Jadi aku lebih memilih untuk baca buku saja"


" Ini sudah malam sayang, tidak baik ibu hamil tidur larut malam"


" Aku tadi sudah berusaha untuk tidur mas, tapi sayangnya gak bisa"


" Ya sudah sekarang kamu taruh bukunya" Marvel mengambil alih buku yang di pegang oleh Zaheera, meletakkan nya di atas nakas


" Sekarang kita tidur ini sudah Malam" kemudian Marvel membaringkan tubuhnya dan tubuh Zaheera, ia memeluk Istri nya penuh sayang


" Ini yang aku rindu kan Tuhan, terimakasih engkau sudah memberikan aku waktu untuk menikmati kehangatan ini" Batin Zaheera sangat bahagia, sedangkan Marvel terus saja mengelus punggung istrinya namun tiba-tiba elusan itu semakin turun sampai ke bo*ong Zaheera yang menurut Marvel semakin menggoda imannya, tanpa sadar Marvel meremas nya sampai Zaheera memekik agak keras


" Mas.. " pekik Zaheera menatap Marvel yang sudah di selimuti gairah


" Aku merindukanmu sayang" ucap Marvel serak, ia sudah menangkup wajah Zaheera menyatukan kening mereka dan kemudian Marvel mulai ******* bibir ranum istri nya itu penuh damba, ia memang sudah lama merindukan momen ini, bisa berdua dan menikmati waktu panjang bersama istrinya, agak lama Marvel mencium Zaheera sampai pada akhirnya ciuman itu dibalas juga, Zaheera mengikuti irama yang di buat oleh Marvel, perlahan tapi pasti Marvel mulai membuka kancing baju Zaheera sehingga kedua benda kenyal itu menyumbul sempurna yang memang ukurannya sudah tambah besar dari sebelum nya, hal itu pula yang membuat Marvel semakin bergairah pada istrinya


" Aghh... " tanpa sadar suara sakral itu keluar begitu saja dari mulut Zaheera, mendengar suara itu Marvel semakin gencar melakukan hal lebih pada Zaheera, Marvel semakin menghisap kuat benda kenyal milik istrinya sampai-sampai Zaheera membusungkan dadanya meminta Marvel untuk semakin memperdalam ciumannya


" Mas Aghh" suara Zaheera sudah tidak bisa di tahan lagi


" Aku menginginkan mu sayang" ucap Marvel yang sudah mau Menggagahi istrinya


" Lakukan lah mas" jawab Zaheera sudah frustasi ia sudah pasrah degan apa yang akan dilakukan oleh Marvel, entah sejak kapan saat ini mereka sudah tidak menggunakan sehelai benang pun dan disaat Marvel sudah ingin menyatukan dirinya dengan Zaheera tiba-tiba ponsel Marvel berdering memecahkan keheningan yang terjadi, untuk deringan pertama Marvel masih tidak menanggapinya namun benda pipih itu tidak mau berhenti untuk berbunyi, sehingga mengganggu konsentrasi Marvel untuk menyatukan diri dengan istrinya, sampai akhirnya konsentrasi Marvel benar-benar buyar


"Sial, siapa yang beraninya mengganggu kesenangan ku" emosi Marvel


" Angkat dulu, siapa tahu penting" kata Zaheera membenarkan posisinya yang sudah telanjang bulat mengambil selimut dan menutupi tubuhnya yang polos,


" Awas saja kalau tidak penting aku akan membunuh orang yang telah mengganggu kesenangan ku" dengan malas Marvel mengambil ponsel nya yang sudah entah berapa kali berdering dan saat ponsel itu sudah berada di tangan Marvel tertera nama " Syam " di sana, seketika itu juga Marvel langsung membulat kan matanya dengan sempurna, karena orang yang menelepon nya adalah kaki tangan cadangannya yang sewaktu waktu akan ia butuhkan ketika sudah ada dalam keadaan genting, seperti misalnya sekertaris James sudah tidak mampu bersama Marvel lagi, atau terjadi hal buruk pada sekertaris James, lebih tepatnya Syam adalah pengganti sekertaris James, karena memang beberapa waktu lalu Marvel mengatakan pada kedua orang tersebut terutama pada Syam, ia boleh datang ketika Marvel atau sekertaris James menghubungi nya dan saat ini ia sudah menghubungi Marvel dan kembali ke indonesia, apa mungkin terjadi hal buruk pada sekertaris James, seperti itulah yang ada dalam pikiran Marvel Saat ini, tanpa berpikir panjang Marvel langsung mengangkat telepon tersebut.

__ADS_1


" Selamat malam Tuan Muda" sapa nya dengan tergesa-gesa


" Malam, mengapa kau menelepon ku? apakah terjadi sesuatu?kapan kau kembali Syam?" tanya Marvel panjang lebar


" Maaf sebelumnya Tuan Muda, semua pertanyaan Tuan muda saya akan menjawabnya nanti, untuk sekarang lebih baik Tuan muda segera ke rumah sakit keluarga Anggara sampai di sana saya akan menceritakan segalanya" kata Sekertaris Syam dengan nafas yang tak Beraturan


" Baiklah aku akan segera ke sana" kata Marvel tanpa basa basi lagi dan langsung mematikan sambungan telepon nya dan benar dugaan Marvel pasti sudah terjadi sesuatu pada sekertaris James saat ini


" Sayang aku akan keluar kau tidurlah dulu, jangan menunggu ku" pamit Marvel mencium kening Zaheera sekilas dan memasang pakaian nya sambil berjalan dengan tergesa-gesa


" Kamu mau kemana mas?"


" Aku keluar dulu ada urusan mendadak, kamu baik-baik disini ya"


" Baiklah kamu juga Hati-hati, jangan ngebut ngebut bawa mobilnya" Zaheera agak berteriak karena Marvel sudah sedikit menjauh darinya


" Ok sayang Assalamu'alaikum" ucap Marvel sambil berlari dan menghilang dari pandangan Zaheera


" Apapun yang terjadi aku mohon lindungi lah suami ku ya Allah" doa Zaheera penuh harap


...****************...


"Ayolah James aku tahu kau sangat menginginkan nya" Jenny membelai pipi James begitu menggoda, sampai pada akhirnya sekertaris James sudah benar-benar tidak kuat ia harus segera menuntaskan hasrat nya yang telah di rencanakan oleh Jenny si wanita ular ini, persetan dengan Jenny yang merupakan musuh besar dari keluarga Anggara soal ini ia akan memikirkan nya nanti, mungkin tuannya akan paham dengan situasi yang ia alami, namun sepertinya sekertaris James lupa ia sedang berhadapan dengan siapa, semua nya sudah terlambat, dengan sekali gerakan sekertaris James langsung mendorong Jenny dan membawanya ke tempat tidur, dengan ganasnya sekertaris mencium setiap inci tubuh Jenny, mulai dari wajah leher dada dan lainnya, jas dan kemeja yang sekertaris James kenakan kini sudah terlepas, Jenny sempat terpana dengan keindahan tubuh sekertaris James yang tak kalah seksi dengan tubuh Marvel dan beberapa pria yang mendekati nya, sungguh sempurna dan maco, dengan senang hati Jenny menerima setiap sentuhan Sekertaris James.


" Sss Agh... "lenguh Jenny dikala sekertaris James menyesap inti Jenny yang sudah basah dengan begitu kuat sehingga sang empu membusungkan dadanya kenikmatan,


" Persetan dengan kau yang merupakan musuh keluarga Anggara" ucap James semakin gencar memberikan kenikmatan pada Jenny


" Lakukan lah James, Sshh Aghhhh... Aghh James, akuh m-mau ke-keluar agh... " racau Jenny tak karuan "


" Jangan ditahan Jen" jawab James


" Aaghhhhh... " Jenny mendapatkan pelepasan pertama nya


" Jangan salahkan aku Jenny, ini semua ulah mu, dan Terima lah ini" dengan sekali hentakan James langsung menghujam Jenny dengan senjatanya, sekertaris James terus saja menghujam Jenny ia ingin segera menuntaskan hasrat nya, sebenarnya obat semacam apa yang telah Jenny berikan padanya, kenapa pengaruhnya sangatlah kuat dan memberikan efek untuk tidak puas hanya degan satu kali, sekertaris James ingin berkali-kali sampai ia benar-benar puas melakukannya, entah ini yang ke berapa kalinya tapi kedua sejoli itu tetap saja melakukan penyatuan panas yang tak ada hentinya.


" Kau benar-benar sangat memukau James, aku menyukai nya, aghhh... lebih dalam lagi baby, cepat akuh mau agh ke-luar La-gi" racau Jenny

__ADS_1


" Kita ber-sama baby"


" Sebut namaku sayang, aghhh... Akuh ju-ga sampai Aghhh Jenny... Agghhhhhh.... "


" Kau nikmat Baby Aghhhh.... "


" James Aghhhh aghh sshh... Aghhh"


" Aaaghhhhhh.... " lenguh panjang dari mereka berdua terdengar begitu syahdu. menyelimuti hari yang sudah mencapai kegelapan, James tumbang di atas tubuh Jenny, dengan penyatuan yang belum terlepas dan disaat itulah dimana kesadaran sekertaris James belum sepenuhnya terkumpul Jenny mengeluarkan belati kecil dari tas kecilnya dan langsung menikam sekertaris James dengan kejamnya, inilah tujuan sebenarnya Jenny memberikan kenikmatan terlebih dahulu pada target nya, sekretaris James sudah tahu akan hal itu, bahwa Jenny memang wanita pembunuh berdarah dingin, namun 1 hal yang tidak diketahui sekertaris James, ia tidak tahu dengan cara apa Jenny membunuh target nya yang telah menghalangi jalannya mencapai sebuah tujuan yang ia inginkan dan ini merupakan salah satu cara yang ia gunakan untuk menjebak lawannya, menggunakan kecantikan dirinya dan kemolekan tubuhnya


" Agh... " sekertaris James mengerang karena disaat kesadarannya sudah benar-benar terkumpul sempurna, disaat itu pula Jenny menikam nya dalam keadaan penyatuan mereka sepenuhnya belum terlepas


" Bagaimana sekertaris James? apakah kau menikmati nya baby?" ucap Jenny mendorong sekertaris James sehingga ia terlentang, dengan Jenny di atas nya


" Kurasa kau menikmati ini semua sayang" imbuh Jenny memainkan belatinya di pipi. sekertaris James, benar-benar wanita kejam saat ini sekertaris James benar-benar tidak bisa melakukan apapun, disaat kepalanya masih terasa berat ditambah luka akibat tikaman yang dilakukan Jenny mengakibatkan beberapa sayatan yang membuat darah sekertaris James terus mengucur tanpa henti, luka akibat tikaman Jenny ada dua sayatan kecil tapi dalam


" Aku sudah pernah bilang padamu sayang, jangan pernah main- main dengan ku, bukankah aku sudah pernah mengingatkan nya padamu? tapi kenapa kau tidak mau mendengar kata-kata ku hah! "


" Sekarang Terima lah nasibmu James, tapi ngomong ngomong terimakasih untuk pelayanannya sayang, kau sungguh sempurna, aku sama sekali tidak menyangka, kalau kau akan seliar ini" ucap Jenny tersenyum miring sembari memakai pakaiannya kembali, ia juga membersihkan darah sekertaris James yang menempel padanya


" Kau A-akan mene-rima pem ba la san yang se setimpal Je Jenny" ucap sekertaris James susah payah


" Ouh takuttt... " kata Jenny pura-pura takut dengan ekspresi yang meyakinkan namun sedetik kemudian ia langsung tertawa lepas


" Hahahah... sebentar lagi kau akan mati James, jangan kira aku bodoh akan meninggalkan jejak di tubuh mu dah di hotel ini James, akun sudah memikirkan semuanya, akun sudah merencanakan nya dengan sangat baik, sehingga semua orang tidak akan tahu atas perbuatan ku ini, bukankah kau sudah tahu tentang hal itu James? kenapa kau masih saja lengah hah! "


" Itu sudah menandakan bahwa kau memang tidak sepintar aku James, kau bukan tandingan ku" Jenny menyemprotkan sebuah cairan yang berbentuk sprei keseluruhan tubuh James


" Kau tidak perlu bertanya tanya James cairan apa yang aku semprot kan padamu, Biar aku katakan, ini adalah cairan dimana jejak ku tidak akan terdeteksi, jadi otomatis semua orang tidak akan menemukan siapa pelakunya dan perlu kau tahu James, cairan inilah yang selama ini membuat aku selamat dan terus hidup bebas sampai detik ini, karena aku tidak pernah meninggalkan jejak sedikit pun di badan korban yang sudah berhasil aku lenyap kan, termasuk kau" tunjuk Jenny sinis


" Aku rasa semuanya sudah selesai, aku ingin pulang dan beristirahat, aku ingin memulihkan tenaga dan otakku untuk berpikir cara apa yang akan aku gunakan untuk menghancurkan keluarga Anggara"


" By sekertaris bodoh!" Jenny langsung melenggang pergi dari kamar berdarah itu, tanpa memikirkan sekertaris James yang sudah sekarat, tapi untung saja Jenny melupakan ponsel sekertaris James dan tidak ikut membawanya, di sisa tenaganya sekertaris James berusaha menghubungi nomer darurat yang memang dari awal sudah ia persiapkan jika terjadi sesuatu pada dirinya, setelah bicara sepatah dua patah kata dengan orang itu kesadaran sekertaris James langsung hilang, ia tidak sadarkan diri karena sudah terlalu banyak darah yang keluar dari tubuhnya, semoga bantuan itu segera datang dan menyelamatkan sekertaris James, karena kunci kehancuran Jenny ada pada sekertaris James yang saat ini nyawanya sudah berada di ujung tanduk.


*


*

__ADS_1


*


Thankyou sudah membaca cerita ini, semoga kalian suka dan terus dukung cerita ini sampai tamat, love you All.. ❤️😘🥰💞😍💖


__ADS_2