
" Bagaimana hasilnya Nona? " tanya dua pelayan antusiasme, tadi setelah Zaheera masuk ke kamar mandi, pelayan yang diketahui bernama bi Narsi itu menceritakan pada Ziya kalau kemungkinan besar Nona muda mereka saat ini sedang mengandung calon pewaris tunggal dari keluarga Anggara. Zaheera tersenyum ramah dan memberikan testpack yang ia pegang pada kedua pelayan nya tersebut, mata kedua pelayan itu seketika membulat sempurna ketika melihat dua garis merah terpampang nyata, reflex ke dua pelayan itu langsung memeluk Nona muda mereka sembari mengucapkan selamat.
" selamat ya Nona, akhirnya Nona akan segera menjadi ibu"
"Terimakasih" hanya itu yang mampu Zaheera ucapkan karena ia sudah kehabisan kata-kata, lidah nya seakan kelu untuk berkata, ia sama sekali tidak menyangka ada kehidupan kecil dalam rahimnya, ia mengandung benih yang selama ini diharapkan oleh keluarga Anggara.
" Ya sudah lebih baik sekarang Nona istirahat, jangan sampai terjadi sesuatu pada Nona sebelum Tua muda pulang, apakah Nona tidak mau memberitahu kehadiran si kecil pada Tuan? "
" Dia Ayahnya bik, Mas Marvel wajib tahu, tapi aku sendiri yang akan memberitahukan nya pada mas Marvel"
" Tapi sudah satu minggu loh Nona, Tuan tidak pulang "
" Aku akan ke perusahaan"
" Nona yakin? "
" Aku yakin bik"
" Semoga ini menjadi kejutan terindah untuk Tuan ya Nona"
" Pasti Bik, karena memang tujuan pernikahan ini dilakukan adalah dia" Zaheera mengusap perutnya yang masih rata, dua pelayan yang menemani Zaheera hanya bisa tersenyum mereka tidak mau ikut campur dalam urusan rumah tangga majikan mereka, karena mereka hanyalah seorang pelayan yang tak pantas ikut campur.
...****************...
" Ku kira kamu sangatlah pintar dalam menghadapi sebuah masalah, karena kau anak dari seorang geng mafia terbesar di kota ini, tapi ternyata aku salah, kau sangatlah bodoh Marvel mengapa kau sangat gampang untuk aku bodohi, hahahah... "
( Siapakah orang ini?)
...****************...
Pov Marvel Sinota
Sudah satu mingguan aku tidak pulang aku mengabaikan panggilan dari Heera, bukan hanya panggilan telepon tapi ratusan pesan tidak satupun aku membacanya, bukan tanpa alasan aku mengabaikan nya karena tiba-tiba tepat satu hari aku meninggalkan rumah tiba-tiba aku mendapatkan telepon dari James sekertaris pribadi ku...
Satu minggu yang lalu...
" Halo Tuan" suara James seperti sedang khawatir
" Ada apa James" jawabku malas
__ADS_1
" Tuan ada dimana? "
" Apartemen! " aku benar-benar malas
" Tuan saya mohon sekarang tuan ke kantor ada sesuatu yang harus tuan tahu"
" Ck... jangan ganggu aku James, aku sedang tidak mood hari ini "
" Tuan saya mohon dengarkan saya kali ini saja, tolong" karena James terus memohon akhirnya aku mengiyakan nya dan seketika itu juga aku langsung ke kantor tanpa mandi dan yang lain nya, aku berpikir kalau mandi bisa aku lakukan di kantor, setelah satu jam aku berperang dengan kemacetan kota akhirnya aku sampai di perusahaan dengan bermandikan keringat.
" Tuan" sapa James gugup
" Ada apa denganmu James kenapa kau seperti baru melihat setan seperti ini "
" Lebih parah dari itu tuan"
" Maksud mu apa James? kenapa kau sampai seperti itu "
" Lebih baik sekarang Tuan ke ruangan Tuan saja, biar semuanya jelas "
" Akhh... kau ini" karena aku yang mendengar pernyataan dari James hanya ambigu jadi aku memutuskan untuk keruangan ku, beberapa saat kemudian aku sudah sampai di depan ruangan ku, ketika aku membuka pintu ruangan ku betapa terkejutnya aku ketika pandangan ku bertemu dengan sepasang mata hazel itu.
Pov Marvel off
...****************...
" Hoek... Hoek... " Dari sepuluh menit yang lalu Zaheera terus berusaha memuntahkan seisi perutnya, ia sudah mulai merasakan morning sickness, sungguh ini sangat menyiksa nya, apalagi tanpa kehadiran Marvel disampingnya, Zaheera luruh ke lantai ia bersandar didekat bathtub sembari menangis entah ini hormon atau apa tapi tiba-tiba saja ia se sensitif ini dan menangis sampai sesegukan,
" Mas aku membutuhkanmu " tangis Zaheera semakin pecah dikala ia menyebut nama Marvel, bukan lebay tapi ia sungguh membutuhkan sosok seorang suami di saat seperti ini, disaat Zaheera sedang menangis tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kamar mandi nya.
" Siapa? " Zaheera berusaha bangun dari duduknya, dan mengusap sisa sisa air mata nya
" Ziya Nona" jawab orang itu yang ternyata pelayan kesayangan Zaheera
" Nona baik-baik saja kan? "
" Aku sedang tidak baik Ziya, aku ingin ke rumah sakit, maukah kau menemaniku Ziya "
" Dengan senang hati Nona "
__ADS_1
" Kalau begitu aku siap siap dulu, kau bisa menunggu ku dibawah"
" Baiklah Nona, Nona tidak membutuhkan sesuatu? "
" Tidak Ziya, aku bisa melakukannya sendiri "
" Baiklah Nona, kalau begitu saya turun dulu untuk memanggil sopir" Zaheera hanya mengangguk menanggapi penuturan Ziya, setelah itu Zaheera pun bersiap untuk pergi ke rumah sakit, 15 menit kemudian Zaheera pun selesai bersiap dan turun ke bawah, sesampainya di bawah Zaheera ditawarkan untuk makan namun dia malah menolak dengan alasan tidak nafsu makan, jadi mau tidak mau semua pelayan hanya bisa mengikuti apa yang dikatakan majikannya. Karena sudah agak siang jadi Zaheera dan Ziya memutuskan untuk berangkat ke rumah sakit, sesampainya ia di rumah sakit Zaheera diperintahkan untuk menulis data diri dan ayah dari sang jabang bayi, dengan cekatan Zaheera mengisi formulir tersebut dengan nama ayah " Marvel Sinota Anggara" suster yang bertugas di sana sedikit terkejut ketika mengecek ulang nama suami wanita yang saat ini sedang berada didepan nya, Siapa yang tidak mengenal Tuan Muda Anggara, yang pesona nya melebihi seorang artis itu dan saat ini ia malah bertemu langsung dengan istrinya yang cantik dan sedang mengandung.
Setelah mengantri cukup lama akhirnya kini giliran Zaheera untuk memeriksakan kandungan nya, Zaheera berbaring dengan tenang di atas brangkar rumah sakit perutnya diolesi sebuah gel dan sebuah alat sedang menari bebas di atas perutnya.
" Lihatlah Nona, itu janin anda sudah masuki minggu ke delapan, janinnya sehat sekali " jelas dokter itu panjang lebar sehingga membuat Zaheera tersenyum puas mendengarkan nya.
" Bolehkah saya mencetak foto janin saya dok? "
" Oh tentu saja Nona nanti saya akan cetak kan, supaya bisa Anda Tunjukkan pada ayahnya "
" Iya dok, saya akan memberikan kejutan pada suami saya, karena kebetulan beliau belum saya kasih tahu"
" Waaah pasti ayahnya akan sangat senang"
" Pasti Dok, karena memang bayi ini yang sangat ia harapkan "
" sekali lagi saya ucapkan selamat ya Nona, setelah ini saya buatkan resep penambah darah,penguat kandungan dan vitamin untuk meredakan mual berlebihan"
" Terimakasih dok"
Setelah selesai menjalani beberapa pemeriksaan dan selesai menebus obat sekarang Zaheera sudah berada dalam mobil, senyum bahagia terus terpancar di bibir nya, akhirnya ia akan segera menjadi seorang ibu, namun disisi lain ia juga sedih karena ayah dari janin yang ia kandung hanya menginginkan anaknya tidak dengan ibunya.
"Setelah ini Nona mau kemana? Adakah tempat yang ingin Nona kunjungi? " sopir bertanya
" Mmm... antarkan saya ke kantor suami saya saja pak? Bisa kan? "
"Tentu saja Nona" setalah itu sopir tersebut langsung mengemudi ke jalur arah menuju perusahaan sangat atasan untuk mengantarkan Nona mudanya, sesampainya di tempat Zaheera meminta Ziya untuk menunggu di mobil saja ia akan masuk sendirian saja.
Tanpa mengabarkan terlebih dahulu tanpa babibu dengan resepsionis Zaheera langsung pergi menuju rungan Marvel, karena ia juga sudah tahu letaknya dimana, karena kebetulan ia sudah beberapa kali kesini, sesampainya di depan ruangan Marvel ternyata pintunya tidak sepenuhnya tertutup, jadi ia mengintip terlebih dahulu karena tidak ada suara, namun betapa terkejutnya melihat pemandangan di depan matanya, ia mengurung kan niatnya untuk masuk dan memilih untuk pergi.
" Ternyata ini alasan kamu tidak pulang mas" tangis Zaheera pecah sembari berlari keluar dari gedung pencakar langit itu.
Terus dukung author ya jangan lupa di like dan komen, bunga mawar nya juga yang banyak, agar author semakin semangat dan maaf sebelumnya author jarang update, karena Author sekarang tidak boleh berpikir terlalu keras karena akan mempengaruhinya psikis author, loveyou All readers sekalian, tanpa kalian author bukan siapa7🥰💞😘
__ADS_1