
Jam sudah menunjukkan pada angka 02:30 Marvel dan Zaheera baru saja pulang dari tempat makan sederhana yang buka 24 jam, Marvel tidak menyangka tadi ditempat makan Zaheera bisa menghabiskan sampai 3 porsi makanan, sungguh kehamilannya membuat mood makan Zaheera sangat baik, Marvel terus tersenyum dikala melihat istrinya makan begitu lahap nya, pasti ini bawaan dari bayinya.
" Sehat-Sehat terus ya nak" kata Marvel mengelus perut Zaheera lembut, untung ibunya sedang tidur, Marvel juga berencana akan segera memberi tahu pada kedua orang tuanya agar mereka ikut merasakan kebahagiaan yang sedang ia rasakan saat ini, meskipun sebenarnya rumah tangganya saat ini sendang tidak baik-baik saja, tapi Marvel tetap bertekad untuk memberi tahu kedua orang tuanya yang saat ini sedang berada di London.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 25 menit akhirnya Marvel sampai juga di Mention Anggara namun disaat ingin membangunkan Zaheera ia malah tidak tega karena melihat istrinya tidur dengan begitu nyenyak nya, jadi Marvel memutuskan untuk menggendong Zaheera dan menidurkan nya di kamar utama, yang merupakan kamar mereka ber dua, namun sejak kemarin Zaheera malah menjauh darinya dan lebih memilih tidur di rumah belakang yang sempit, bukannya tak. mau mencegah namun sejak Zaheera hamil ia malah tambah keras kepala dan sulit diatur.
" Tidur lah yang nyenyak Heera, mimpi indah. Goodnight " Sebuah kecupan hangat mendarat dengan sempurna di kening Zaheera, bukannya terganggu ia malah tambah nyenyak dalam buaian mimpi indah.
...****************...
ke esokan harinya Zaheera menggeliat kan tubuhnya karena merasa tidurnya tadi malam sangatlah nyenyak, sehingga ia tidak bangun bangun lagi sampai pagi ini, ketika Zaheera membuka matanya ia merasa tidak asing dengan kamar ini, sesekali Zaheera mengucek matanya sehingga kesadarannya terkumpul, betapa terkejutnya Dia ketika menyadari bahwa ia sedang tidur dikamar yang sudah ia putuskan tidak akan tidur ditempat ini lagi, tapi mengapa ia bisa disini? ingatannya kembali pada malam tadi dimana ia sedang lapar dan ada Marvel yang menawarkan Zaheera untuk mencari makan,
" Kenapa aku bodoh sekali, malah mau maunya ikut dengan dia, kenapa aku tidak menolak nya saja" Zaheera menepuk jidatnya merasa bodoh
" Lalu aku harus bersikap bagaimana kalau bertemu dengan Tuan tak berperasaan itu" Zaheera bingung untuk bersikap
" Lebih baik aku sok lupa saja seperti tidak terjadi apa-apa, kembali ke mode awal mungkin akan mengurangi rasa maluku"
" Untung saja dia sudah pergi kalau tidak matilah aku" bergeridik ngeri.
Kemudian Zaheera bangun dari tidurnya dan segera merapikan tempat tidur, dengan langkah gontai Zaheera keluar dari kamar utama sesampainya di bawah ia berpapasan dengan Jenny yang sedang ingin kembali ke kamarnya,
" Kayak ratu aja jam segini baru bangun" Sindir Jenny begitu menyebalkan
" Ya emang aku ratu di rumah ini, emang situ cuma numpang" Zaheera menyindir balik tak. kalah pedasnya
" Iya tapi ratu yang sebentar lagi akan ditendang "
" Lihat saja siapa yang akan ditendang duluan aku! atau kamu"
" Kamu sudah berani ya "
" Berani lah, emang situ Siapa? presiden bukan, tukang numpang mah iya" Zaheera tersenyum smirk
" Heh wanita kampung, lihat aja nanti ya"
__ADS_1
" Apa yang perlu aku lihat? kamu yang akan segera diusir? siap! dengan senang hati aku akan jadi penonton setia"
" Paling depan kalau perlu, aku akan memberikan tepuk tangan yang meriah"
" Bagaimana? "
" Kau akan menyesal telah mengatakan itu padaku"
" Woaaam... kok malah ngantuk lagi sih ngelihat sirkus "
" Kamu..! " Jenny hendak menampar Zaheera namun tiba-tiba
" Jenny..! " suara yang begitu lantang menggema ke seluruh ruangan, siapa lagi kalau bukan Marvel, dia habis dari supermarket membeli beberapa cemilan, ice cream dan susu ibu hamil, karena setelah tadi malam ia melihat istrinya kelaparan tengah malam jadi ia berinisiatif untuk membelikan keperluan nya untuk menunjang kesehatan ibuk dan anak,
Saking terkejut nya Jenny dan Zaheera langsung menoleh ke sumber suara, dengan gerakan kilat Jenny langsung menurunkan tangannya yang hendak menampar Zaheera.
" Bisakah kalian sehari saja tidak ribut" ucap. Marvel geram
" Baby dia duluan " rengek Jenny menuding Zaheera
" Gak usah sok manja dan anda tuan jangan sok perduli, urusi saja kekasih anda satu ini "
" Lama-lama di rumah ini cuma membuat saya pusing dan panas seperti di neraka"
" Gimana gak mau panas coba setan dari neraka saja sudah berkeliaran ke sini" Zaheera melirik sekilas pada Jenny sampai pada akhirnya ia pergi dari hadapan dua orang itu.
Marvel tersenyum kecut melihat perubahan Zaheera yang sangat drastis, baru saja tadi malam ia bersikap lemah lembut, manja, minta diperhatikan dan lainnya, tapi pagi ini malah kembali ke mode awal, cuek, keras kepala, membangkang dan sulit diatur,
"Dasar mood ibu hamil" Marvel berbisik dalam hatinya
" Tuhkan Kamu malah membiarkan dia pergi "
" Lalu aku harus berbuat apa? "
" Memarahinya? tidak ada gunanya juga"
__ADS_1
" Kamu pilih kasih ya sekarang, mentang-mentang si Zaheera itu sedang hamil "
" Sudah lah love, aku mau menaruh belanjaan ini dulu "
" Sejak kapan kamu belanja? "
" Sejak aku tahu, kalau aku harus bertanggungjawab atas Zaheera dan bayinya"
" Jadi itu belanjaan si Zaheera itu? "
" He'em" Marvel tidak terlalu menggubris setiap ocehan Jenny
" Baby, kenapa kamu masih memperdulikan dia, padahal dia sudah menjauh dari kamu"
" Mau bagaimana pun dia padaku, dia tetap tanggung jawab ku love, aku tidak bisa mengabaikan nya " Marvel melambangkan suara, sampai-sampai ia harus menghentikan kegiatannya menyusun makanan yang tadi ia beli.
" Kau membentak ku Vel"
" Sudahlah Love, aku tidak. mau berdebat denganmu aku capek" kemudian Marvel pergi meninggalkan Jenny yang masih kesal, entah Marvel harus bersikap seperti apa, dia mencintai Jenny, namun di sisi lain dia juga menyayangi Zaheera secara bersamaan, Marvel tidak mau kehilangan keduanya, kalau bisa Marvel ingin memiliki keduanya, Marvel ingin menyanyangi keduanya, Marvel ingin membuat bahagia keduanya.
Tapi itu merupakan sifat yang serakah, suatu saat nanti ia harus memilih siapa yang pantas ia pertahankan, Jenny kekasihnya Atau Zaheera istrinya...
" Tuhan bolehkah aku memiliki keduanya " Gumam Marvel dengan serius, ia benar-benar serius dengan keinginannya, kalau bisa dia ingin memiliki 2 wanita yang sangat ia sayangi.
Tapi saat ini dia benar-benar dilema.
*
*
*
Terimakasih sudah membaca cerita haluan author, maaf kali ini upnya sedikit, karena dari tadi gak sempet ngetik, tiba-tiba sudah jam segini, jadi author cuma up yang sempat di ketik saja, tetap dukung author,
Dan jangan lupa dikasih nilai atau ranting ya!
__ADS_1
Agar author tahu sampai dimana kualitas novel haluan author ini.
Thankyou and loveyou All... 🥰😍😍💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞