
" Lakukan apa yang saya perintahkan " kata Tuan Dermawan pada lawan bicaranya
" Baik Tuan, secepatnya saya akan memberikan kabar" jawab lawan bicaranya di sebrang
" Baiklah lakukan dengan cepat " setelah itu Tuan Dermawan langsung mematikan sambungan telepon nya dan kembali ke ruangan sang istri, dimana di sana sudah ada Marvel yang menjaga.
" Boy" panggil Tuan Dermawan menepuk bahu putranya
" Bagaimana Dadd? " Tanya Marvel penuh harap
" Tenang saja semuanya sudah ada yang mengurus setelah ini kita hanya tinggal menunggu kabar "
" Syukurlah, terimakasih Dadd, tidak seharusnya Marvel melibatkan Daddy dalam masalah ini "
" Boy meskipun Daddy sudah pensiun, bukan berarti Daddy lepas tanggung jawab apabila perusahaan membutuhkan bantuan daddy "
" Tapi tidak seharusnya Dadd, Marvel masih lemah dalam urusan seperti ini, Marvel belum mampu mengahadapi masalah ini sendiri"
" Teruslah berjuang Boy, Daddy yakin kamu pasti bisa melewati semua ini, yakinlah ini semua adalah awal dari perjalanan kamu menuju kesuksesan " Tuan Dermawan menguatkan putra semata wayangnya tersebut
" Mommy juga yakin kamu pasti mampu melewati ini semua Boy" Timpal Nyonya Anggita yang ternyata sudah mendengar percakapan ayah dan anak itu
" Mommy, Mommy sudah sadar, Marvel panggil dokter ya!" Marvel girang karena melihat ibunya sudah siuman, tidak lama kemudian dokter datang setelah Marvel memanggilnya dengan menggunakan alat yang memang disediakan khusus untuk panggilan darurat.
" Bagaimana keadaan ibu saya dok? " tanya Marvel antusias
" Istri saya baik baik saja kan? " imbuh Tuan Dermawan tak mau kalah
" Keadaan Nyonya Anggita sudah lebih baik, bapak bapak sekalian tidak perlu khawatir, kalau begitu saya permisi" jelas dokter pada ke dua Tuan Anggara tersebut, menggunakan bahasa Inggris ( Berhubung author gak bisa bahasa Inggris, jadi pakek indo aja ygy! π€£)
__ADS_1
"Syukurlah, terimakasih dok" mereka merasa lega
" Sama-sama, yasudah kalau begitu saya permisi dulu, mari" akhirnya dokter yang memeriksa Nyonya Anggita keluar dari ruangan itu, tinggal lah mereka bertiga saat ini.
" Mom, maafin Marvel ya! gara-gara Marvel Mommy jadi seperti ini "
" Tidak seharusnya Marvel merahasiakan ini semua dari Mommy, sampai Mommy tahu dari orang lain"
" Maaf karena keteledoran Marvel perusahaan mengalami kerugian besar " jelas Marvel menyesal sembari memegang tangan Nyonya Anggita dengan erat
" Boy, bukan itu yang membuat Mommy seperti ini, itu semua tidak masalah bagi Mommy, karena harta bisa dicari, sedangkan harta paling berharga dalam hidup Mommy adalah kamu"
"Mommy tidak marah sama kamu, itu semua bukan kesalahan kamu, ini semua terjadi atas kehendak Tuhan, jadi kamu tidak boleh menyalahkan diri kamu sendiri"
" Mommy Shok karena Mommy khawatir sama kamu Boy, Mommy takut bukan karena harta Mommy, Mommy lebih takut kehilangan kamu, putra semata wayang Mommy " jelas Nyonya Anggita lemah dan ternyata Nyonya Anggita adalah orang yang bijak dalam menghadapi setiap masalah.
" Jadi Mommy tidak marah sama Marvel? "
" Terimakasih Momm, Marvel juga sayang sama mommy, Marvel janji akan segera menyelesaikan masalah ini" Marvel memeluk ibunya
" Mommy sama Daddy yakin kamu pasti bisa melewati semua ini Boy" Nyonya Anggita mengeluh rambut Marvel lembut selayaknya seorang ibu melindungi putra kecilnya.
...****************...
" Halo Tuan "
" Ada apa James? " .
"Bisakah Tuan Muda kembali ke tanah air? karena kami sudah berhasil menangkap orang dalam dibalik kejadian ini"
__ADS_1
" Kerja bagus, kalau begitu, aku akan segera kembali, siapkan jet pribadi, daratkan di mention orang Tuaku"
" Laksanakan Tuan Muda " menutup telepon
" Apa Daddy bilang Boy, suatu saat nanti hal kecil ini pasti berguna "
" Sebenarnya apa yang Daddy lakukan mengapa secepat ini para pelaku ditemukan "
" Mungkin sudah waktunya kamu tahu Boy, satu rahasia yang Daddy sembunyikan dari kamu, sebenarnya di setiap kartu pengenal para pekerja ada camera tersembunyi, yang bisa mendeteksi gerak gerik mereka, meskipun itu semua sedikit membuang waktu dan terbilang repot, pasti suatu saat nanti akan berguna, dan terbukti benar agen rahasia yang Daddy tugaskan untuk mengawasi ribuan kamera itu bergerak cepat dan segera menemukan pelaku dibalik ini semua dan ternyata benar, pasti ada orang dalam yang melakukannya"
" Benarkah Dadd? sungguh luar biasa, tidak salah memang Daddy dan Mommy di elu elukan sebagai raja dan ratu bisnis terhandal sepanjang masa, karena Daddy dan Mommy sudah mengkaji setiap peristiwa dan kemungkinan terkecilnya yang akan terjadi, sungguh luar biasa, Marvel sangat bangga menjadi anak Daddy dan Mommy " Marvel memuji
" Kau tidak usah berlebihan seperti itu Boy, setelah ini Kamu yang akan menyandang gelar itu " menepuk bahu Marvel
" Kalau begitu Marvel pamit akan segera kembali ke tanah Air Dadd, titip salam sama Mommy, kalau Marvel pamit secara langsung takut mengganggu Waktu istirahat Beliau "
" Berangkat lah Boy, do'a kami selalu menyertai mu"
Setelah berpamitan pada Ayahnya Marvel langsung berangkat menuju mention kedua orang tua nya, karena di sana sudah ada jet pribadi yang menunggu nya.
...****************...
"Cepat seret mereka bawa kehadapan ku" Perintah Marvel dengan tegas, setelah tadi pesawat pribadi milik keluarga Anggara mendarat dengan selamat Marvel langsung pergi menuju perusahaan, karena ia tidak mau membuang waktu lagi, ia tidak sabar ingin melihat wajah para penghianat yang telah berbuat curang di perusahaan nya, sehingga membuat Mommy nya masuk rumah sakit, dengan sekuat tenaga akhirnya Bondan dan Karl telah berhasil membawa tiga orang yang berbuat curang itu. Tiga orang itu sudah babak belur karena habis dihajar habis habisan oleh para pengawal yang bertugas di bidang peng eksekusi an, karena tidak mau mengaku siapa yang menyuruh mereka, karena kalau memang mereka langsung yang melakukannya, itu sangat tidak mungkin mengingat mereka semua hanya orang kecil yang direkrut untuk menjaga gudang saja, sudah pasti ada orang yang menyuruh mereka dengan imbalan yang pantas.
" Buka penutup kepala mereka, aku ingin melihat seperti apa wajah-wajah penghianat ini" ucap Marvel geram
" Baik Tuan Muda " jawab Bondan tegas, dengan sekali tarikan Bondan sudah berhasil membuka penutup kepala mereka dan tampaklah wajah wajah yang sudah tidak berdaya berlumuran dengan darah segar yang terus mengalir lewat hidung dan mulut mereka, sangat memperihatinkan! Ketika Marvel sudah dengan jelas menangkap wajah mereka dengan indra penglihatannya seketika matanya melotot tak percaya karena mereka bertiga merupakan orang orang kepercayaan orang tuanya semenjak perusahaan kosmetik ibunya berdiri.
" Kalian... " bentak Marvel menggenggam tangannya sehingga buku buku jarinya memutih.
__ADS_1
Siapakah mereka bertiga? tunggu kelanjutan cerita nya yaβtetap dukung author loveyou Allπ₯°ππ₯°ππ₯°πππ₯°ππππ₯°ππ₯°π