
Tok.. Tok.. Tok..
" Love Buka pintunya ini aku" Marvel terus mengetuk pintu kamar Jenny dari 10 menit yang lalu, ia sangat khawatir karena tidak ada jawaban dari wanita itu
" Love, jangan buat aku khawatir " Marvel tetap mengedor pintu kamar Jenny, sampai pada akhirnya Marvel pun tak tahan dan lebih memilih untuk mendobrak pintu tersebut, karena saking khawatir nya Marvel sampai tidak mampu berpikir, padahal ia bisa saja mengambil kunci cadangan namun ia lebih memilih untuk mendobrak nya.
Setelah Marvel berhasil membuka pintu ia mencari cari keberadaan Jenny namun sayang di setiap sudut kamar itu Marvel tidak menemukan sosok wanita itu, ruangan terkahir adalah kamar mandi, ia mencoba membuka kamar mandi karena tidak dikunci Marvel melanjutkan kegiatannya dan menerobos masuk kedalam sana, betapa terkejutnya Marvel disaat melihat Jenny yang sedang berendam dalam bathtub dengan genangan air yang sudah berubah menjadi warna merah akibat tetesan darah yang terus mengalir dari pergelangan nya.
" Astagfirullah Jenny " teriak Marvel ketika melihat wanita nya sudah terbaring lemah tak berdaya, hatinya ngilu melihat kejadian ini, dia benar-benar tidak menyangka Jenny akan melakukan hal yang merugikan dirinya, tidak seharusnya dia melukai dirinya sendiri hingga ia kehilangan banyak darah seperti ini.
" Love bangun, ini aku. Maafkan aku love, bangun sayang , please open your eyes " Marvel mengangkat tubuh Jenny dan menaruh dalam pangkuan nya, Karena sudah panik Marvel langsung menggendong tubuh semampai Jenny menuju lantai dasar dan akan segera membawanya ke rumah sakit, karena melihat wajahnya sudah pucat pasi akibat terlalu banyak darah yang keluar dari tubuhnya.
" Cepat siapkan mobil" teriak Marvel yang baru saja keluar dari kamar Jenny, mendengar teriakan Marvel semua orang ikut panik dan segera mengikuti apa yang diperintahkan oleh tuannya itu
" Astagfirullah mas, Nona Jenny kenapa? "
" Apakah kau tidak melihatnya, matamu sudah buta? ini semua gara-gara kamu, karena aku membelamu wanitaku jadi seperti ini " bentak Marvel pada Zaheera, padahal Zaheera bertanya dengan cara yang lembut namun mendapatkan bentakan yang tak terduga dari suaminya, sungguh reaksi yang tak terduga dan tak pernah terpikirkan oleh Zaheera sebelumnya kalau ia akan dibentak sampai sekeras ini.
" Minggir jangan halangi jalanku" lanjut Marvel tetap dengan intonasi yang tinggi, perlahan Zaheera mundur memberikan jalan untuk suaminya, awalnya ia sangat bersimpati melihat keadaan Jenny namun sepertinya simpatinya tidak dinilai baik oleh Marvel, malah dia dikira penyebab Jenny menjadi seperti ini, padahal dia tidak melakukan apa-apa sejak tadi, tapi malah dia yang di salahkan. Zaheera melihat suaminya yang panik dengan wanita dalam gendongannya semakin pergi menjauh dari pandangan mata, Zaheera saat ini seperti orang asing tak dianggap dan sudah mulai tersingkirkan oleh wanita masalalu suaminya, dia hanya mampu terdiam dan kembali duduk di kursi seperti semula.
Setetes air mata sudah berhasil lolos dari pelupuk mata Zaheera entah apa yang ia tangisi, yang jelas hatinya sakit karena kembali mendapatkan bentakan seperti dulu dari suaminya, seharusnya ia tidak seperti ini menjadi wanita lemah dan mudah menangis, apakah ini bawaan hamil? bukankah ia sudah berjanji akan menebalkan hati nya untuk tidak terlalu membawa perasaan pada setiap sesuatu yang menyangkut suaminya, karena sebentar lagi ia akan pergi, tidak etis rasanya kalau suatu saat nanti kepergian nya masih melalui banyak drama karena hatinya sudah mulai terikat pada ayah bayinya itu.
" Kenapa aku menangis " Zaheera mulai menghapus air matanya
" Tidak seharusnya aku seperti ini, dia wanita yang dicintai oleh Tuan Marvel, aku! siapa? tidak pantas sakit hati, aku hanyalah menjalankan peran sebagai istri hitam di atas putih disini dan sebentar lagi semuanya akan berakhir " sekuat apapun seorang wanita pasti air mata yang akan menjadi pelariannya, bukannya cengeng tapi hanya dengan menangis hati seorang wanita akan jauh lebih baik.
" Menangis lah Nona, mungkin setelah ini Nona akan jauh lebih baik" sebuah genggaman hangat dari seorang pelayan sudah mampu membuat Zaheera tenang, ia menoleh ke arah suara yang menyemangati nya, seketika wajah Zaheera berbinar ketika melihat beberapa pelayan datang untuk menyemangati nya.
" Kalian semua! " Zaheera tak kuat menahan haru, ternyata semua pelayan disini sangat perduli padanya, sungguh ini semua sudah lebih dari cukup untuk Heera merasa dihargai dan mempunyai keluarga baru.
" Nona tidak perlu sedih lagi, kami disini selalu mendukung Nona " salah satu pelayan angkat suara dan pada akhirnya mereka semua berpelukan layaknya keluarga namun kenyataannya mereka hanyalah sebatas pembantu dan majikan, namun tidak terlihat demikian, Heera pun tidak risih sama sekali berbaur dengan mereka malahan Zaheera sangat senang bisa mempunyai teman baru sebaik mereka.
"Semoga saja tuh wanita ular mati untuk yang kedua kalinya" sumpah serapah yang dikatakan oleh pelayan lain begitu nyata di dengar oleh Zaheera, meskipun ia tidak senang pada Jenny ia masih mendoakan yang terbaik untuk wanita itu.
__ADS_1
" Hus.. kalian tidak boleh bicara seperti itu " tegor Zaheera
" Biarkan saja Nona, biar wanita itu tidak lagi mengganggu rumah tangga Nona dan Tuan Muda"
" Semuanya sudah diatur oleh sang Maha Kuasa kalian tidak boleh seperti itu "
" Kenapa Nona masih berlaku baik padanya, padahal sudah jelas-jelas dia menyakiti hati Nona"
" Tidak ada gunanya juga kita membenci orang karena itu hanya menambah dosa kita saja"
" Sungguh Nona memang wanita yang sangat baik" puji para pelayan itu pada Zaheera yang hanya ditanggapi dengan senyuman manis oleh-Nya.
...****************...
Di rumah sakit Bakti Husada Marvel sedang mondar-mandir layaknya setrikaan yang sedang berselancar di atas baju, tanpa henti dan sepertinya tidak merasakan lelah sama sekali, khawatir kata itu yang sangat tepat untuk di deskripsi kan hari pada suasana hati Marvel, ia sangat merasa bersalah ketika mengingat kejadian tadi pagi, seharusnya Marvel tidak bersikap seperti itu pada Jenny mengapa ia bisa lupa kalau Jenny memiliki sifat yang sangat nekat, kalau seandainya ia tidak gegabah semuanya tidak akan seperti ini, namun sudah terlambat nasi telah menjadi bubur.
" Bagaimana keadaannya dok? " tanya Marvel tergesa-gesa disaat dokter yang menangani Jenny keluar dari ruangan itu.
" Apakah anda keluarga nya? "
" Mari ikut saya keruangan kerja saya"
" Tapi dia tidak apa-apa kan dok? "
" Saya akan menjelaskan semuanya di ruangan saya pak" Marvel pun mengikuti langkah dokter yang membawanya ke sebuah ruangan pribadi
" Begini pak, saat ini pasien sedang dalam. keadaan kritis karena terlalu banyak yang keluar dari tubuhnya al hasil pasien mengalami kritis pasokan darah merah, mau tidak mau kita harus segera mencari golongan darah yang cocok dengan pasien karena stok darah yang sama dengan golongan darah pasien rumah sakit ini tidak memiliki nya" mendengar penjelasan dokter Marvel seperti frustasi, ini semua tidak akan terjadi kalau dia tidak mempermalukan Jenny di depan banyak orang tadi pagi, alhasil saat ini Jenny harus seperti ini
" Golongan darah apa yang pasien butuhkan dok? Siapa tahu punya saya cocok, bisa ambil darah saya"
" Darah yang kami butuhkan AB+ pak"
" Ck.. sayangnya golongan darah saya B+ Dok"
__ADS_1
" Apakah memang tidak ada stok di rumah sakit ini dok? "
" Maaf Pak kami sudah berusaha mencari ke rumah sakit lain untuk mencari bantuan, namun sayang golongan darah tersebut memang sulit "
" Mungkin bapak bisa mencari keluarga pasien yang lain, karena ini sangat dibutuhkan, nyawa pasien saat ini sedang dipertaruhkan pak"
"Aku pun tidak tahu kemana sekarang orang tua Jenny, karena sejak kejadian itu aku sudah tidak berhubungan lagi dengan mereka" Marvel membatin
" Bagaimana pak? "
" Saya permisi pulang dulu dok, saya titip dia dulu, saya akan berusaha untuk mencari pendonor untuk nya"
" Semoga berhasil pak, nyawa pasien ada ditangan bapak " Marvel hanya mengangguk pasti, kemudian ia pun pergi menuju mention nya untuk mencari darah yang cocok dengan Jenny, sesampainya Marvel di mention Marvel berteriak sekencang kencangnya memanggil seluruh penghuni yang berada di mention ini, karena Zaheera juga terganggu akan suara Marvel ia pun ikut keluar dari kamarnya,
" Ada apa Tuan Muda? mengapa Tuan muda menyuruh kami untuk berkumpul ? "
" Aku meminta kalian berkumpul karena aku ingin menanyakan siapa diantara kalian yang memiliki golongan sarah AB+? " mendengar pertanyaan dari Tuannya semua pelayan terdiam saling pandang satu sama lain"
" Kenapa kalian diam? "
" Aku sedang bertanya pada kalian"
" Mohon maaf sebelumnya Tuan muda, tapi sepertinya diantara kami tidak ada yang memiliki golongan darah langka seperti itu " jawab salah satu pelayan penuh keberanian
" Benar Tuan Muda " Timpal pelayan yang lain, Marvel mengerang frustasi karena ia susah bingung mau mencari darah itu kemana, karena para bawaannya yang buat suruh pun sudah memberikan kabar bahwa mereka juga tidak menemukan golongan darah tersebut, semakin frustasi lah Marvel, karena nyawa Jenny sedang berada diujung tanduk saat ini
" Golongan darahku AB+ Aku bisa mendonorkan nya"
*
*
*
__ADS_1
TERIMAKASIH sudah membaca cerita author 🙏💕
Tetap dukung cerita abal-abal mohon di Like, vote, komentar, love biru, bunga mawarnya yang banyak 😍😘💗💑💏 HAPPY Reading 📖