
" Baby sebelum nya aku mau minta maaf pada mu, maaf pernah membuat mu hancur "
Jenny mulai basa-basi
" Sudahlah aku juga salah dalam hal ini"
" Ok kalau begitu aku akan menceritakan semuanya pada mu "
" Begini, disaat kamu menembak ku waktu itu, aku sudah pasrah, hidup dan matiku aku serahkan semuanya pada Tuhan, aku berpikir semuanya yang terjadi padaku sebagai penebusan dosa yang telah aku perbuat padamu, namun disaat aku terjatuh ke dasar jurang, tubuhku nyangkut disebuah pohon besar dan disitulah aku ditemukan oleh para ilmuwan yang sedang meneliti di sana, aku diselamatkan dan dirawat oleh mereka "
" Kau tinggal bersama mereka? "
" Tidak Baby, aku tinggal bersama salah satu ilmuwan wanita, ia merawat ku membawaku ke rumah nya dan kebetulan mereka itu bukan ilmuan Indonesia, melainkan ilmuwan luar negeri"
" Jadi wajar saja kalian menganggap ku mati, karena selama beberapa tahun ini aku hidup bersama mereka"
" Mereka juga membantu kun mencari pekerjaan setelah enam bulan masa penyembuhan ku "
" Mengapa kau tidak menghubungi kami"
" Nah itu dia masalahnya sayang, aku Amnesia sementara, dimana aku hanya mengingat diriku sendiri dan kejadian yang berlalu tidak aku ingat, jadi aku hanya mengingat masa yang sedang aku jalani, tidak dengan masalalu "
" Tapi sekarang kau sudah mengingatnya bukan? "
"Aku sudah mengingat semuanya sayang, tidak mungkin aku kembali kalau tidak mengingat semua yang telah kita lalui, makanya aku kesini, kembali padamu karena aku ingin minta maaf atas segala kesalahanku pada mu"
" Sudah lah love, kita sama-sama bersalah dalam hal ini, apalagi aku yang dengan teganya ingin melenyapkan mu dari dunia ini " dengan mudah nya Marvel percaya pada setiap kata-kata dari Jenny, bukankah sudah jelas kalau Jenny sering di juluki perempuan ular, mengapa Marvel dengan mudahnya percaya? mengapa Marvel tidak curiga yang dikatakan Jenny itu belum 100% kebenarannya, bagaimana kalau itu semua adalah sebuah rekayasa ? tapi semua nya sudah terlanjur Marvel sudah termakan oleh mulut manis wanita yang ia cintai itu, lalu bagaimana dengan Zaheera istrinya, apakah Marvel akan membuang Zaheera begitu saja ketika wanita nya sudah kembali?
" Jadi kita impas, kita harus saling memaafkan satu sama lain " Jenny kembali memeluk dengan erat tubuh atletis Marvel
" Lalu bagaimana dengan kehidupan mu selama tidak ada aku Baby? " Jeddar, bagaikan disambar petir ketika Jenny menanyakan prihal kehidupan nya, perasaan Marvel langsung tertuju pada wanita yang sudah beberapa bulan ini mengisi kekosongan hidup nya itu.
" Mengapa kamu diam Baby? Apakah ada yang kamu sembunyikan dari aku? "
" Love, aku...? "
" Kamu kenapa Baby? "
" Sebenarnya aku sudah" Marvel memberikan jeda pada pembicaraannya
__ADS_1
" Sudah apa sayang, kalau ngomong yang jelas dong" Jenny sedikit geram
" Aku sudah menikah " mendengar penuturan dari Marvel mata Jenny seketika membelalak sempurna, seperti bola matanya akan keluar saja dari wadah nya
" Kamu serius baby? kamu sedang tidak bercanda kan? "
" Tatap mataku Baby"
"Jangan menunduk seperti ini" Jenny sedikit geram karena Marvel tidak mau menatap wajahnya, akhirnya Marvel mengangkat kepala nya dan berkata
" Aku serius akan hal ini Love, aku sudah menikah " 1 tetes air mata jatuh dari pelupuk mata Jenny, jangan menangis Love.
" Aku harus bertemu wanita itu Vel"
" Love aku mohon jangan buat keributan, semua orang tahu kau sudah tiada, begitu juga dengan dia, yang dia tahu kamu hanyalah wanita masa lalu ku yang telah meninggal, tolong berikan aku waktu untuk memberi tahu istriku.
" Baiklah aku akan mengikuti perintah kamu tapi dengan satu syarat " ya begitulah Jenny penuh dengan akal untuk mendapatkan semua keinginannya, Marvel mendengus kasar
" Apa yang kaun inginkan Love"
" Tidak banyak, aku hanya mau kamu menuruti semua keinginan ku"
" Oh iya Baby, aku tidak mau tidur di hotel malam ini, bisakah kau memberikan 1 apartemen ku untuk aku tinggali"
" Love" Marvel jengah
" Ok kalau kamu tidak mau aku akan" mulai mengancam
" Baiklah nanti aku akan berikan kuncinya "
" Aku juga mau kamu temani aku malam ini"
" Ok" menjawab dengan malas
" Kau tidak pernah berubah Love" Marvel membatin melihat tingkah Jenny yang tetap saja sama seperti dulu
" Terimakasih sayang " ucap Jenny mengecup pipi Marvel dengan mesra
Seperti itulah sampai satu minggu lamanya, Marvel harus menuruti semua keinginan Jenny agar ia tidak membuat keributan, lebih parah nya lagi Marvel harus menahan rindu yang luar biasa pada istrinya, kalau bukan karena ancaman dari Jenny pasti ia akan pulang untuk menemui Zaheera, namun seperti biasa Marvel selalu lemah di depan Jenny, entah pelet apa yang wanita itu gunakan.
__ADS_1
Flashback off
" Kenapa kamu melamun Baby? adakah yang sedang kamu pikirkan? "
" Tidak ada, aku hanya pusing saja, akhir akhir ini kantor lagi banyak masalah"
" Jangan memaksakan dirimu sayang, seandainya kamu sudah tidak kuat, tidak baik juga bagi kesehatan mu"
" Ya kau tenang saja "
" Kenapa sepagi ini kamu sudah ada di kantor ku, apakah kau tidak ada kerjaan lain selain menguntit ku ? "
" Aku hanya ingin bersama mu Baby"
" Lebih baik sekarang kamu belanja saja dari pada kamu kebosanan menungguku disini, hari ini aku sangat sibuk, jadi lebih baik kamu belanja saja"
" Tapi Baby aku ingin" kalimat Jenny menggantung
"Apa yang kamu inginkan Love" tanpa aba-aba Jenny langsung menyambar bibir Marvel dengan agresif, awalnya itu hanya ******* kecil saja, namun lama kelamaan ciuman itu semakin menuntut, tubuh Marvel terhempas seketika di sebuah sofa di dekat jendela ruangan itu, akibat dorongan kuat dari Jenny
" Baby puaskan aku" Jenny membuka satu persatu kancing kemeja Marvel, untuk sementara Marvel sempat terbuai, namun sedetik kemudian ia tersadar dan mengingat Zaheera.
" Jaga sikapmu Jenny " Marvel sedikit murka
" Jangan sentuh aku dengan tubuh murahan mu itu, karena yang bisa menikmati tubuhku hanya istriku, bukan wanita ****** seperti mu" Marvel benar-benar marah, sekelebat bayangan masalalu disaat Jenny ber cinta dengan selingkuhan nya tiba-tiba terbesit dengan jelas sehingga membuat emosi Marvel berada di puncak. Padahal mereka berdua sudah saling memaafkan, namun ternyata sulit untuk Marvel melupakan masalah itu, bukan hanya Marvel yang emosi Jenny pun sama,
" Kau sudah melakukan salah besar menolak ku vel"
" Kenapa kau masih membahas hal itu, bukan kah kita sudah berjanji untuk saling memaafkan "
" Kau sudah menghina ku Vel, lihat saja apa yang akan aku lakukan, sampai berani beraninya kau menolak ku dan menghina ku seperti ini " setelah mengatakan hal itu Jenny langsung pergi dari hadapan Marvel dengan air mata yang menggenang, dia merasa terhina karena penolakan keras dari Marvel.
Marvel seketika tersentak karena ia sudah tahu bagaimana sifat Jenny yang keras kepala dan gegabah, ia akan melakukan apapun yang sudah ia ucapkan.
TERIMAKASIH sudah membaca cerita author semoga para pembaca sekalian diberikan kesehatan oleh sang Maha Kuasa.
Mohon dukungannya dan komentar nya biar author tahu dimana letak kesalahan author dalam segi penulisan atau yang lain
Tolong berikan like bunga mawar dan love birunya terimakasih 🙏💕😍😘💗💑💏
__ADS_1