
" Tuan shhh... Ahh... " Zaheera mendesah nikmat karena Marvel bermain dengan sangat hebat di bagian gunung kembarnya, disaat mereka ingin melanjutkan kegiatan mereka dan baju Zaheera sudah terlepas disaat itu pula suara Alarm dari ponsel Zaheera terdengar sehingga membuyarkan konsentrasi Zaheera karena alarm tersebut memberikan peringatan bahwa sudah waktunya sholat maghrib.
" Tuan muda stop! " Zaheera mendorong pelan tubuh Marvel
" Kenapa ini sangat nanggung " suara Marvel yang berat karena diselimuti oleh gairah yang besar
" Sudah waktunya sholat maghrib, kita lanjutkan nanti saja"
" Tidak, aku mau sekarang " Marvel manja, tetap bergelayut pada tubuh Zaheera yang sudah setengah terbuka
" Ini sudah Waktunya sholat Tuan muda, saya harus ke kamar mandi " Dengan susah payah akhirnya Zaheera bisa lepas juga dari genggaman Marvel yang sudah diselimuti oleh gairah itu, sebenarnya Zaheera kasihan tapi. bagaimana lagi kalau sudah waktunya sholat maghrib, nanti ia akan lupa waktu dan akan meninggalkan sholat maghrib yang mana waktunya hanya sesingkat buah kelapa jatuh dari pohon nya, mau tidak mau Zaheera harus melaksanakan sholat terlebih dahulu, kalau memang Marvel masih menginginkannya bisa dilanjutkan nanti.
Sesampainya Zaheera didalam kamar mandi ia langsung pergi ke depan cermin betapa terkejutnya dia ketika melihat pantulan tubuhnya sudah banyak tanda yang ditinggalkan oleh marvel untuk nya.
" Katanya sakit, kenapa kalau urusan seperti ini dia tetap kuat sehingga membuat tanda sebanyak ini" gumam Zaheera melihat pantulan tubuhnya, cepat- cepat Zaheera menyelesaikan ritual mandinya karena waktunya semakin mepet.
" Alhamdulillah selesai juga akhirnya " seru Zaheera ketika sudah keluar dari ruang ganti dan sudah selesai melaksanakan ibadah sholat maghrib, Zaheera sengaja melaksanakan kegiatannya diruang ganti agar ia tidak menganggu ketenangan Marvel, karena tadi ia sudah sempat mengintip dari jendela ruang ganti, Marvel sudah tertidur dengan sangat pulas dalam posisi tengkurap, dengan perlahan Zaheera mendekati Marvel yang tetap dengan posisi ter nyaman nya, perlahan ia mengelus rambut Marvel dan tersenyum manis kearah nya, tapi seketika Zaheera kaget karena suhu tubuh Marvel tidak turun, dan tetap panas seperti tadi sore disaat ia baru datang,
" Astaghfirullah, anda sangat panas Tuan muda, kenapa keras kepala sekali tidak mau saya panggilkan dokter " Zaheera mulai cerewet layaknya ibu- ibu komplek.
" Kenapa bibir mungil itu sangat cerewet" gumam Marvel tidak jelas namun masih bisa ditangkap oleh pendengaran Zaheera
__ADS_1
" Bagaimana saya tidak cerewet kalau Tuan Muda sangat keras kepala"
" Mungkin kalau kamu berhenti memanggilku dengan sebutan Tuan Muda aku akan mau dipanggil kan dokter "
" Tuan muda mau panggilan baru dari saya? "
" Ya! begitulah kira-kira, seharusnya seorang istri tidak pantas memanggil suaminya dengan sebutan Tuan, malah seperti pelayan saja" jelas Marvel membuat Zaheera tersipu karena menyebutnya dengan sebutan istri
" Lalu saya harus memanggil Tuan apa? "
" Terserah kamu saja yang penting tidak dengan sebutan Tuan "
" Kedengarannya bagus, aku suka"
" Kalau begitu Mas mau kan saya panggilkan dokter? "
" Terserah kamu saja, tapi sebelum itu " kata Marvel menunjuk pipi nya sembari tersenyum nakal kearah Zaheera yang sudah mengerti apa maksud suaminya itu, dengan malu malu Zaheera mencium pipi Marvel tapi sayangnya Marvel tidak cukup dengan itu, seketika itu juga Marvel langsung menindih Zaheera dan mengungkung nya,
" Mas, lepas dulu saya mau panggil dokter"
" Tidak perlu, dokternya sudah datang dan saat ini sedang ada di depan ku" kata Marvel membuat Zaheera bingung
__ADS_1
" Maksud mas saya? "
" Siapa lagi yang ada di depan ku, kalau bukan kamu "
" Tapi saya bukan dokter "
" Kamu bukan dokter tapi mampu menyembuhkan ku"
" Caranya? "
" Caranya! " Marvel langsung ******* bibir Zaheera yang sudah Ter poles dengan lipbalm pink itu, Marvel menikmati nya dengan sangat bringas seakan-akan bibir Zaheera adalah makanan paling nikmat yang pernah ia makan, menit demi menit, beberapa jam pun telah berlalu, desah kepuasan pun terdengar indah mengalun begitu saja di setiap sela kamar yang mereka tempati, ribuan benih yang Marvel tanam menyebar luas tertanam rapi memberikan kenikmatan tersendiri bagi lahan yang menerimanya.
" Thank you" ucap Marvel mencium pipi kiri Zaheera dan terlelap di atas nya tanpa melepas pusaka kebanggaan nya itu, Zaheera hanya tersenyum puas karena telah memberikan pelayanan terbaik nya pada suaminya, semoga ini semua menjadi awal paling baik bagi hubungan mereka.
...~ Allah menciptakan cinta dengan begitu indahnya, membuat yang mustahil menjadi mungkin, seperti kisah bulan dan matahari, mereka dipertemukan diwaktu yang paling tepat, menurut takdir tuhan yang paling indah~...
..._ KIM HEERA_...
Tetap dukung cerita ini dengan like, vote, komen, berikan hadiah sebanyak-banyaknya jangan lupa juga masukkan ke daftar favorit kalian...
Love you All salam hangat dari author 😍😘😙😗🤗 jangan pernah bosan ya! kalau seandainya cerita nya gak nyambung mohon dimaklumi masih pemula. 👍👌
__ADS_1