MENGAPA CINTA

MENGAPA CINTA
S2 - Hidup Baru


__ADS_3

Dear Blue,


Ini lembar terakhir aku menggoreskan pena. Penantianku selama ini, kini tlah bermuara manis dalam mahligai pernikahan bersama pangeran impian.


Jika kau tanya bagaimana perasaanku. Aku sungguh bahagia dan bersyukur. Bang Can kini telah sah menjadi imamku. Dream become true!


Aku pamit ya, Blue. Tak akan lagi bercerita padamu. Aku kini punya tempat untuk bercerita. Dia, suamiku.


Kamu aku simpan di sini. Terima kasih udah jadi saksi bisu perjalan cintaku.


Salma mencium diary bersampul biru usai menggoreskan kata terakhir. Tempatnya selama ini mencurahkan perasaan. Tentang perasaannya terhadap sang boss, yang kini baru sehari resmi menjadi suaminya. Diary bersampul biru yang biasanya menemani setiap hari dikosan, kini ia simpan di laci lemari sebagai kenangan.


"Sudah siap?" Candra keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di pinggang. Tetesan air dari rambut yang setengah basah jatuh menyusuri bahu, turun ke dada.


Salma hanya mengangguk. Ini pemandangan pertama melihat suami bertelanjang dada. Dan sukses membuat jantungnya bertalu kencang dan tubuh merrmang. Ia sampai memalingkan wajah ke arah tumpukan baju di lemari, yang tersisa sedikit karena sudah dipacking ke travel bag.


Malam pertama berlalu dalam kantuk dan lelah yang mendera. Hajatan di kampung halaman Salma digelar sangat meriah. Bapak Dedi selaku tokoh masyarakat yang menjabat ketua RW, mengundang seluruh elemen masyarakat. Apalagi yang dinikahkan adalah anak bungsu. Dalam istilah Sunda disebut Ngetrukkeun. Sehingga saat prosesi adat Sunda digelar berupa sawer, uang yang dilempar sangatlah banyak. Dan juga melempar dua rajut kundang yang berisi uang seratus ribu serta kupon hadiah. Sungguh beruntung tamu undangan yang mendapatkannya.


Rachel dan ustad Ali beserta kedua orang tua Rachel hadir sebagai tamu istimewa bagi Candra dan Salma. Pancaran kebahagiaan yang tulus nampak di wajah Rachel. Sesuai harapan, berawal hubungan yang baik, berakhir pula dengan baik dan sama-sama bahagia. Bulan depan, giliran Rachel dan ustad Alinyang akan melangsungkan pernikahan.


Tidak ada acara dangdutan. Hiburan hajatan diisi oleh lagu nasyid dan pop. Berlanjut malamnya acara Tablig Akbar oleh penceramah kondang yang berasal dari Bandung.


Mobil travel yang akan membawa mereka ke bandara Soekarno Hatta telah datang menjemput. Keduanya pamit kepada orang rumah yang mengantarnya sampai teras.


Perjalanan honeymoon dimulai.


Cuti selama seminggu dimanfaatkan Candra untuk mengajak Salma ke Bali dan Lombok menikmati pacaran halal.


Candra menggenggam tangan sang istri dan mengelus-ngelusnya dengan ujung jempol saat pesawat take off. Membuat Salma yang tengah menatap pemandangan dari jendela pesawat menoleh hingga keduanya saling tatap dan tersenyum bersama. Salma menyandarkan kepalanya di bahu kokoh suaminya itu.


"Kalau mengantuk tidur aja. Nanti aku bangunkan kalau landing." Candra berkata setengah berbisik diiringi kecupan sekilas nan lembut di kening Salma.

__ADS_1


Oh jantung! Calm down please! Kenapa serasa akan loncat menembus dada.


Salma memejamkan matanya sedikit meringis. Betapa tidak, sentuhan lembut bibir Candra di keningnya mampu membuat jantung memompa dengan ritme cepat dan tubuh pun ikut tersengat.


Mobil jemputan dari Villa tempat dua insan akan memulai honeymoon telah menunggunya di bandara Ngurah Rai. Tiket bulan madu ke Bali plus segala akomodasi selama dua hari adalah hadiah dari perusahaan. Dengan referensi menginap di Nirwama Villas Bali yang terletak di Nusa Dua dan merupakan Villa miliknya Anita.


"Welcome to my paradise!"


Anita tersenyum lebar. Berdiri menyambut sepasang pengantin yang baru turun dari mobil jemputan. Ia berseru senang lalu mengalungkan bunga di leher keduanya.


"Saya minta maaf tidak bisa ikut menghadiri pernikahan kalian. Happy wedding, Candra and Salma. Semoga sakinah, mawaddah, warohmah." Ucap Anita. Usai berpelukan dengan Salma dan menyalami Candra.


"Aamiiin. Makasih Mbak Anita untuk hadiahnya. Kita sangat tersanjung disambut langsung oleh owner nya." Candra terkekeh namum Anita hanya mengangkat kedua alisnya.


"Hei, kalian bukanlah orang asing. Kita sudah terikat sebagai keluarga." Anita protes dengan ucapan Candra yang dirasanya seperti menganggapnya atasan.


Anita mempersilahkan Candra dan Salma untuk beristirahat di kamar yamg sudah dipersiapkan sebelumnya dengan diantar room boy yang membawakan koper mereka.


Sungguh villa dengan pemandangan yang eksotik. Kamar tidur yang luas dengan sekeliling kaca jendela yang lebar serta tinggi. Dimana hanya dengan rebahan di atas ranjang, bisa menyaksikan panorama lautan lepas samudra Hindia sekaligus menyaksikan matahari terbit maupun terbenam.


Salma dan Candra duduk santai melepas penat menghadap kolam renang, menikmati siang dengan dua gelas welcome drinks tersaji di meja.


Salma beranjak melintasi tepi kolam menuju hijaunya rerumputan yang terhampar bak permadani.


"Mau jalan-jalan, Neng?" Candra menghampiri Salma yang tengah berdiri di bawah lambaian nyiur kelapa menatap laut lepas. Ia lingkarkan kedua tangan kokohnya, memeluk Salma dari belakang.


Apa kabar jantung? Lagi-lagi tubuh Salma merasa tersengat dan membatu. Sentuhan-sentuhan intens sang suami, mulai dari perjalanan dengan mobil travel, di pesawat, sampai tiba di villa membuatnya kehilangan kata untuk sekadar mengucap. Karena getaran dan desiran serta ritme jantung yang bedetak kencang membuat lidahnya kelu.


Salma hanya menjawab dengan gelengan kepala.


"Kenapa kamu jadi pendiam hmm-- biasanya selalu ceria." Candra membalikan tubuh Salma sehingga kini saling berhadapan. Wajah yang menunduk diangkatnya sehingga kedua mata saling bertaut. Dibawah lambaian nyiur kelapa, dengan view laut biru beriak tenang, dua insan saling menatap dalam

__ADS_1


"Aku--aku nervous, Bang. Biasanya kita gak seintim ini." Salma kembali akan menundukan wajahnya, namun ditahan oleh jemari Candra. Keduanya pun kembali saling bertatapan.


Candra tersenyum tipis. Jemarinya membelai kulit halus wajah Salma dengan hijab yang melambai tertiup angin sepoi-sepoi.


"Sekarang kita bebas melakukan apapun, karena sudah halal. Hari ini kita akan mulai mengeksplorasi, gimana rasanya berpacaran."


Telunjuk Candra mulai turun menyentuh bibir lembut berwarna pink alami. Salma melunglai, namun rengkuhan tangan kokoh menahannya untuk tetap berdiri---semakin rapat. Ia memilih memejamkan mata, saat hembusan nafas aroma mint kian dekat menerpa wajah.


Tubuhnya menegang dan panas, saat daging kenyal nan lembut menyentuh bibirnya hingga menempel. Salma sontak menahan nafas saat bibir bergaris tegas itu mulai menghisap, pelan tapi pasti rasa yang tak biasa menjalar ditubuh keduanya mengantar hasrat untuk saling memagut.


Private Villa, hanya mereka berdua yang ada di sana. Disaksikan debur ombak yang tenang beriak karena hembusan angin pantai, dipandangi sinar mentari yang mengintip malu di sela nyiur kelapa, first kiss sepasang pengantin tercipta.


Sang mentari undur pamit menuju peraduan. Siang tlah berganti senja yang mengantarkan hari menuju malam. Kamar nuansa kayu yang luas dengan wangi aromatherapi yang menenangkan, pun menjadi saksi bisu malam pertama yang panjang dan melenakan.


Cinta telah bertutur


Dalam bukti penyatuan jiwa dan raga


Dua insan


Berjanji saling setia dan menjaga


Atas nama cinta yang murni


Dalam ridho Sang Maha Cinta


...--------------...


Hai-hai....readers setiaku, sekadar pengobat rindu. Aku kasih bab pemanasan menuju season 2. Jangan minta buru-buru up, karena aku masih dalam mode hiatus sampai waktu yang tidak ditentukan.


Semoga 1 bab ini bisa menghibur. Terkhusus yang udah DM, kangen novel MENGAPA CINTA.

__ADS_1


Sehat dan bahagia selalu untuk aku dan pembaca setia. Laf u all 😙😍


follow ig @me_niadar


__ADS_2