Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#10 Akhirnya dibalas


__ADS_3

Pagi itu Ical kembali mengecek ponselnya. Dilihatnya chat yang selalu dikirimkan pada sebuah nomer yang tak pernah dibaca apalagi dibalas. Ya itu adalah nomer Avi. Tapi sudah 2 minggu ini dia selalu mengirim pesan pada nomer itu dan tak pernah dibalas. Ical pun keluar kamar dan menuju ke ruang makan.


"Nak, kamu belum mandi ?" tanya Sissy pada anak bujangnya.


"Bentar Bun. Masih dingin." kata Ical yang mengambil cangkir lalu membuat kopi.


"Kan kamu mau nganter Bunda sama Ayah ke Bandara. Nanti telat loh." Sissy kembali mengingatkan.


"Iya Bun. Aku ngopi dulu biar melek." Ical duduk menikmati kopi dan pisang goreng.


"Lagian suruh siapa abis shalat subuh tidur lagi." Rio datang dan ikut mengomeli anaknya.


"Kan Ical abis ngerjain desain sampe pagi Yah. Ical lupa kalo pesawatnya berangkat dari Surabaya." Ical memberikan alasan.


"Ya udah kamu cepetan mandi. Nanti biar Ayah yang nyetir pas berangkatnya. Kamu bisa tidur dulu dalam mobil." kata Rio sambil menepuk bahu Ical.


"Lagian kenapa gak naik pesawat dari Malang aja sih ?" protes Ical sebelum bangkit.


"Kan kamu tau dari Malang gak ada yang ke Bandung. Harus ke Jakarta dulu." kata Sissy.


"Iya iya.." Ical langsung naik ke kamarnya untuk mandi.


Tak lama kemudian Ical sudah keluar dengan tampilan yang rapi dengan polo shirt dan celana chinos pendek.



"Wah.. Ganteng banget anak Bunda." Sissy tersenyum melihat Ical.


"Iya dong. Siapa dulu Ayahnya." kata Rio bangga.


"Ical kan mirip Bunda, bukan Ayah." Sissy tak terima dengan ucapan suaminya.


"Gaklah. Anak - anak itu smeuanya mirip sama Ayah, gak ada yang kayak Bunda." Rio tak mau kalah.


"Kan Bunda yang hamil, masa gak ada yang mirip Bunda." kata Sissy sambil mencubit lengan Rio.


"Ical tuh mirip Ayah sama Bunda. Puas. Udah yuk kita berangkat." kata Ical.


"Kamu yakin mau nyetir Cal ?" tanya Rio ketika melihat Ical duduk di belakang kemudi.


"Yakin Yah. Ical udah seger kok." Ical lalu menjalankan mobilnya menuju Bandara Juanda.



"Ayah dan Bunda hati - hati ya. Salam buat Aca dan Kak Difan." kata Ical sambil menyimpan tas milik Bundanya di pintu sebelum check in.


"Iya sayang. Kamu juga hati - hati di rumah sendirian. Kamu yakin gak mau ikut ke Bandung ?" Sissy memeluk anak bujangnya itu.


Sissy dan Rio ke Bandung untuk menemani Aca yang akan melahirkan.


"Kerjaan aku masih banyak Bun. Salam aja buat mereka." Ical mencium tangan dan pipi Sissy. Lalu berganti mencium tangan Rio.


"Kamu hati - hati nyetir pulangnya. Jangan ngelamun." pesan Rio.


"Siap Yah." Ical menatap kedua orangtuanya. "Assalmualaikum." pamit Sissy dan Rio.


"Waalaikumsalam. Ical langsung pulang ya." Ical menunggu Ayah dan Bundanya masuk ke tempat check in dan menghilang di ruang tunggu baru kemudian berbalik menuju ke mobilnya.

__ADS_1


Ical melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tak lupa dia mampir ke rest area untuk makan siang dan mencari kopi untuk menemaninya di perjalanan. Sambil menikmati makan siang dan kopinya, Ical membuka ponselnya. Ical sedikit terkejut melihat pesan yang masuk dari nomor Shavira.


"Akhirmya dibalas juga." batun Ical.


Shavira


Maaf ya Mas. Hp saya habis rusak. Jadi sempat ganti nomor.


Recall Adv


Pantesan saya hubungi beberapa minggu yang lalu kok gak aktif. Saya cari di toko juga gak ada.


Shavira


Iya Mas. Saya sudah resign dari toko. Urusan Baliho dan flyer juga sudah selesai kan ?


Recall Adv


Iya. Tapi apa boleh saya kenal dengan Mbak Shavira lebih jauh ?


Shavira


Untuk apa Mas ?


Recall Adv


Ya untuk berteman saja. Siapa tau Mbak masih butuh jasa saya untuk bikin desain


Shavira


Insha Allah Mas. Kalo saya butuh jasa desain, saya hubungi Mas. Mohon maaf saya harus kembali kerja.


Recall Adv


Shavira


Iya boleh.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=



Satu setengah jam kemudian Sissy dan Rio sudah keluar dari pesawat. Dilihatnya Difan sudah menunggu di lobby bandara.


"Assalamualaikum Bun, Yah. Gimana perjalanannya ?" sapa Difan sbil mencium tangan mertuanya.


"Waalaikumsalam. Alhamdulilah lancar." jawab Rio.


"Aca gak ikut ?" tanya Sissy.


"Gak Bun. Perutnya udah besar banget. Udah agak sudah buat jalan." kata Difan sambil membawa tas milik Sissy dan Rio.


"Ayo deh kita langsung pulang aja." ajak Sissy yang sudah tak sabar untuk bertemu dengan anak perempuannya.


"Mau mampir beli makan dulu Bun ?" tanya Difan.


"Gak usah Nak. Bunda udah pegal - pegal ini. Pengen cepat rebahan." kata Sissy.

__ADS_1


"Dasar udah tua. Batu segitu aja udah pegel - pegel." ledek Rio.


"Kayak Ayah gak pegel aja." balas Sissy.


"Iya juga sih. Nanti pijetin ya Bun." Rio menoleh pada istrinya yang duduk di bangku belakang.


"Boleh tapi gantian ya." kata Sissy.


Setengah jam kemudian mereka sampai di rumah Difan dan Aca.


"Assalamualaikum." sapa Sissy.


"Waalaikumsalam." Aca setengah berlari menghampiri Ayah dan Bundanya.


"Pelan - pelan sayang." Sissy memeluk Aca erat.


"Bunda.. Aca kangen." Aca bergelanyut manja.


"Kamu nih. Udah mau jadi Ibu juga masih aja manja." Sissy mengelus rambut Aca lembut.


"Ayah gak dipeluk nih ?" Rio membuka tangannya bersiap menyambut putrinya.


"Iya Ayah. Aca juga kangen sama Ayah. Kok Ayah sekarang gendutan sih ?" kata Aca sambil mencubit perut buncit Rio.


"Bunda kamu nih masaknya enak terus." Rio mengusap rambut Aca.


"Ical gak ikut Yah ?" tanya Aca.


"Gak. Banyak kerjaan katanya." kali ini Sissy yang menjawab.


"Paling juga lagi pacaran. Kayaknya dia lagi seneng deh." kata Aca.


"Sok tau kamu." kata Rio.


"Kita tuh anak kembar. Jadi kadang suka kerasa gitu. Sekarang aku lagi ngerasa bahagia banget, kayak lagi jatuh cinta." kata Aca.


"Emang gitu ya ? Ayah baru tau." Rio sedikit meragukan perkataan Aca.


"Iya. Bener kan Yang ?" tanya Aca oada suaminya.


"Iya sih. Kadang aku juga merasakan yang dirasakan Dafa." jawab Difan.


"Seru juga ya jadi anak kembar." kata Sissy sambil memeluk Aca.


"Mereka juga akan seperti itu." kata Aca sambil mengusap perut buncitnya.


"Jadi gak sabar ketemu si kembar." Sissy ikut mengusap perut Aca.


Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Like 👍 Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih 🙏🙏🙏


Bersambung


__ADS_2