Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#11 Salah Paham


__ADS_3

Malam harinya setelah makan malam, Ical menuju ke teras lantai atas. Dia langsung mengeluarkan ponselnya. Langsung diketiknya sebuah pesan.


Ical


Met malam. Apa ganggu ?


Shavira


Assalamualaikum. Insha Allah tidak.


Ical


Shavira kerja dimana sekarang ?


Shavira


Saya kerja di PT. Dandelion Pak.


Ical


Eits,, jangan panggil pak dong. Panggil saja Ical.


Shavira


Iya Mas Ical.


Ical


Kamu tau gak. Dulu aku pikir yg namanya Shavira yg suka chat sm aku itu cik Vira. Hahahha


Shavira


Hehehe


Ical


Saya pengen ketemu kamu boleh gak ?


Shavira


Maaf Mas. Saya baru mulai kerja di perusahaan yang sekarang, jadi saya masih sibuk.


Ical


Segitu sibuknya sampe gak ada waktu buat santai ?


Shavira


Maaf Mas. Saya memilih menghabiskan waktu luang saya dengan adik - adik saya saja.


Ical


Kamu punya adik ? banyak ya ?


Shavira


Maaf Mas. Saya gak ingin bercerita masalah pribadi dengan orang yang baru saya kenal.


Ical


Kok gitu ? Kita kan sudah sering chat.


Shavira


Kita kan dulu chat hanya masalah pekerjaan, tidak lebih. Saya kurang nyaman ditanya masalah pribadi seperti ini.


Ical


Maaf ya Shavira. Kamu jangan salah paham, Saya gak bermaksud lancang. Tapi saya memang ingin kenal kamu lebih dalam lagi.


Shavira

__ADS_1


Saya kurang nyaman seperti ini Mas. Maaf..


Ical


Shavira, aku cuma ingin menambah teman saja. Boleh kan ?


Shavira


Hhmm.. Insha Allah klo sy udah ada waktu senggang.


Ical


Makasih ya


Shavira


Makasih buat apa Mas ?


Ical


Makasih kamu udah kasih kesempatan aku buat mengenal kamu lebih jauh.


Shavira


Iya Mas.


Ical meletakkan ponsel nya setelah menyelesaikan obrolannya dengan Avi.


"Kalo ada kesempatan aku harus bertemu dengan Shavira. Aku ingin tahu apa benar dia perempuan yang aku cari selama ini ?" gumam Ical sambil memandangi layar ponselnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di tempat lain, Sissy sedang bercengkrama dengan anak perempuannya.


"Ca, Kamu coba dong tanya sama Ical. Kapan dia mau serius dengan perempuan." kata Sissy.


"Bun, Bunda tenang aja ya. Aca yakin Ical pasti sedang berusaha mencari cinta sejatinya." Aca membelai tangan Sissy.


"Bunda yang sabar ya. Percaya sama Aca. Ical pasti akan segera ketemu sama jodohnya." Aca tersenyum melihat Bundanya.


"Emang gitu ya Ca ? Bunda takut Ical gak mau menikah." Akhirnya kalimat itu diucapkan juga oleh Sissy.


"Insah Allah gak Bun. Aca pernah dengar kalo Ical gak mau pacaran, tapi mau taaruf aja." kata Aca.


"Semoga Ical segera bertemu dengan jodohnya ya." Sissy membelai lembut rambut anak perempuannya itu.


"Aamiin." Aca memeluk Sissy.


"Aamiin." Sissy membalas pelukan anaknya.


"Kalian lagi ngobrol apa nih ? Seru banget ?" Rio baru pulang dari shalat berjamaah di masjid bersama dengan Difan.


"Ayah.. Ngagetin aja." Sissy mengelus dadanya.


"Abis tadi Ayah sama Difan kasih salam gak ada yang jawab." keluh Rio.


"Maaf Yah. Tadi keasikan ngobrol sama Aca." jawab Sissy.


"Yuk, kita makan dulu Yah, Kak." ajak Aca yang sudah berjalan pelan ke ruang makan.


Mereka pun menikmati makan malam dalam suasana hangat dan akrab.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pagi itu Ical sedang sibuk mencatat orderan yang masuk pada mereka.


"Van, Kalo ada yang pesan kaos, kira - kira kita sanggup gak ?" tanya Ical pada Revan.


"Banyak gak ?" Revan balik bertanya.


"Sekitar 3 kodi. Gimana Van ?" Ical menatap rekannya menunggu jawaban.

__ADS_1


"Bisa Cal. Semakin banyak jumlahnya makin sedikit biaya produksinya." kata Revan.


"Iya. Mereka sekalian minta desain dari kita juga." kata Ical.


"Okelah. Sebelum memutuskan kita hitung dulu biaya produksinya. Biar kita bisa memastikan harganya." kata Revan.


Mereka pun berdiskusi mengenai biaya produksi, pilihan bahan dan waktu yang diperlukan untuk membuat kaos.


Setelah itu Ical menyampaikan segala detail nya kepada kliennya, Blomma Company. Akhirnya dicapai kesepakatan antara mereka. Ical pun segera mencatat bahan, warna dan ukuran yang dipesan oleh klien mereka. Untuk desain akan segera diajukan oleh pihak Recall Adv.


"Van, kamu coba hitung dulu kebutuhan bahan dan warnanya secara detail sesuai permintaan klien." kata Ical.


"Oke Cal. Gue akan minta orang produksi buat hitung detail kebutuhan per warna nya." Revan sudah membawa kertas catatan orderan ke ruang rapat di sebelah.


"Iya Van. Aku juga bakal bikin desainnya." Ical langsung membuka komputer desainnya.


Setelah mengajukan 3 desain serta beberapa kali revisi, akhirnya klien menyetujui desain terakhir buatan Ical.


"Van, aku udah selesai. Kamu udah beres belum ?" tanya Ical yang melihat Revan sedang memainkan ponselnya dengan santai.


"Iya udah. Mau hunting bahan sekarang ?" Revan balik bertanya.


"Udah sore Van. Kayaknya toko juga udah banyak yang tutup." jawab Ical.


"Dilanjut besok gitu ?" tanya Revan lagi.


"Iya besok aja kita cari bahannya. Tapi ke kantor dulu ya. Kita harus meeting evaluasi mingguan." kata Ical.


"Siap Bos. Kita berangkat dari kantor aja." Revan bangkit dan menuju ke ruang kerja mereka.


"Oke. Kamu langsung pulang ?" tanya Ical yang mengikuti Revan.


"Gue mau nonton sama cewek gue. Loe mau ikut ?" Revan menawarkan pada Ical.


"Ogah. Ngapain aku jadi obat nyamuk." tolak Ical.


"Makanya loe cari cewek biar kita bisa double date." goda Revan.


"Iya bentar lagi juga aku ketemu sama calon istriku." Ical berkata dengan percaya diri.


"Cewek yang loe cari selama ini ?" tanya Revan.


"Belum tahu. Tapi feeling ku sih bilang begitu." jawab Ical.


"Yakin banget loe. Emang udah sejauh apa usaha loe ?" tanya Revan lagi.


"Aku udah mulai chat sama dia. Tapi kita belum ketemu sih. Tinggal nunggu waktu aja." kata Ical.


"Pepet terus Cal. Jangan sampe lepas." Revan memberi semangat.


"Susah Van. Ni cewek agak galak, jual mahal. Jadi harus pelan - pelan deketinnya." Ical sedikit lesu menjelaskannya.


"Semangat Bro." Kata Revan.


"Makasih ya supportnya." kata Ical.


"Gue tunggu ya kabar bahagianya." Revan menepuk bahu Ical dan meninggalkannya.


"Shavira.. Kapan kita bisa ketemu.." gumam Ical dalam hati.


Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Like 👍 Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2