
Tak terasa sudah 3 bulan kantor advertising Ical beroperasi. Hari ini Ical mengadakan grand opening Recall Advertising. Meski hanya acara syukuran sederhana tapi Sissy dan ketiga sahabatnya mengatur acara ini sebaik mungkin. Mereka turun tangan langsung dengan segala persiapannya. Ical dan Revan sibuk menyiapkan meja untuk display contoh produk dari usaha mereka. Ical dna Revan mengundang semua yang pernah menjadi klien mereka. Tak lupa juga mereka mengundang keluarga dan kerabat dekat.
Tampak Ayah Rio sedang ngobrol dengan Dimas, Papanya Revan.
"Nak, Ustadnya belum datang ? Acaranya mau dimulai jam berapa ?" tanya Sissy.
"Bentar Bun, biar Ical tanya sama Papa Alif dulu." Ical meninggalkan Sissy mencari Alif.
"Pa, Pak Ustadnya belum datang ? Acaranya bentar lagi mau dimulai loh." tanya Ical.
"Iya Cal. Tadi Papa udah telpon pak ustad bentar lagi sampai." jawab Alif.
"Oke deh Pa. Makasih." Kata Ical.
"Kita tunggu di depan aja yuk." Alif mengajak Ical ke pintu masuk untuk menyambut tamu.
"Udah banyak yang datang Van ?" tanya Ical pada Revan yang daritadi menyambut tamu.
"Alhamdulilah. Udah penuh tuh di dalam." Revan melirik ke dalam ruang aula untuk acara itu.
"Baguslah. Bentar lagi ustad datang, jadi acara bisa dimulai." kata Ical.
Benar saja tak lama kemudian Ustad datang. Setelah menghampiri dan menyalami Alif, Ustad Bagus menyalami Revan dan Ical.
"Selamat ya buat kalian." ucap ustad Bagus tulus.
"Makasih Ustad. Silahkan masuk. Kita mulai acaranya sekarang." kata Ical sambil mendampingi ustad Bagus ke bagian depan aula.
Acara syukuran pun dimulai dengan tausyiah dari Ustad Bagus.
Sementara itu di bagian belakang jamaah, ada seorang gadis yang bolak balik menatap antara penceramah dan jam di tangannya.
"Aduh.. Udah jam segini. Pasti bos nyariin aku nih." gumam gadis itu yang ternyata Avi.
"Tapi aku belum ketemu sama pemiliknya. Gak enak kalo gak menyapa dulu." gumam Avi lagi.
Avi pun coba mengirim pesan singkat ke Koh Dio, bosnya.
Avi
Koh, saya datang telat ke toko. Acaranya baru mulai.
Koh Dio
Iya Vi. Kalem aja. Tapi kalo bisa sebelum jam makan siang kamu sudah di toko ya.
Avi
Insha Allah Koh.
Koh Dio
Jangan lupa sampaikan salam dan selamat kalo ketemu Sissy.
__ADS_1
Avi
Siap Koh.
Setelah acara tausyiah, dilanjutkan sambutan dari pemilik advertising itu.
"Ternyata 2 orang pemiliknya masihlah sangat muda. Sepertinya usianya tak jauh dari aku." batin Avi. Avi mengitarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Akhirnya dia menemukan sosok yang dikenalnya. Segera dihampirinya.
"Pagi Bu Sissy. Selamat ya Bu !" Avi mendekati Sissy.
"Eh.. Avi. Makasih ya. Kamu sendirian ?" tanya Sissy.
"Iya Bu. Tadi ada salam dan selamat dari Koh Dio." Avi memberikan kado kecil pada Bu Sissy.
"Waduh Dio selalu repot aja nih. Harusnya kamu kasih langsung ke anak saya yang lunya advertising ini. Sebentar, mana ya si Ical.." Sissy mencari cari sosok Ical.
"Saya masih ada urusan Bu. Saya nitip ke Ibu saja." kata Avi sambil melirik jam di tangannya.
"Sebentar dulu. Saya cari anak saya. Kamu juga belum makan." Sissy memegang tangan Avi agar tidak pergi. Tak lama seorang pria paruh baya menghampiri mereka.
"Bun.. Sama siapa ?" tanya Rio.
"Oh ini Yah. Ini Avi, pegawainya Dio. Avi, kenalin ini Mario suami saya." kata Sissy pada dua orang di dekatnya itu.
"Pagi Pak." Avi menyapa sopan dengan mengatupkan kedua tangannya di depan dada.
Rio hanya membalas dengan anggukan.
"Cari Ical Yah. Kamu tau dia dimana ?" Sissy balik bertanya.
"Ical lagi sama teman - temannya. Mau aku panggilkan ?" Rio menawarkan diri.
"Kita kesana aja yuk." ajak Sissy pada Avi.
"Gak usah Bu. Saya sudah ditunggu." tolak Avi.
"Makan dulu aja ya." bujuk Sissy.
"Terimakasih banyak Bu. Saya harus segera pergi." Avi tersenyum lembut pada Sissy.
"Ya sudah kalo begitu. Sampaikan salam buat Dio ya. Ini kenang - kenangan dari sini. Saya titip satu lagi buat Dio." Sissy menyerahkan dua paperbag pada Avi.
"Makasih Bu. Assalamualaikum." pamit Avi.
"Yah, Bunda kok seneng banget ya liat Avi." kaat Sissy saat Avi sudah menghilang dari pandangan.
"Gadis tadi ?" tanya Rio.
"Iya. Anaknya sopan banget. Anaknya juga berpendidikan." jawab Sissy.
"Kalo berpendidikan kenapa kerja di yoko nya Dio ?" tanya Rio lagi.
"Katanya sih baru lulus kuliah. Jadi untuk sementara kerja di toko dulu." Sissy menjelaskan.
__ADS_1
"Hhmm." Rio berkomentar singkat.
"Bunda pengen punya mantu kayak dia. Tadinya mau dikenalin dia sama Ical. Tapi anaknya gak muncul - muncul." Gerutu Sissy.
"Kamu tuh pengennya maksain keinginan sendiri aja. Biarin Ical milih jodohnya sendiri." kata Rio.
"Aku kan cuma mau ngenalin Mas. Terserah nantinya mereka jodoh atau gak. Kamu juga mau kan punya mantu kayak dia ?" Sissy menatap suaminya.
"Boleh jugalah. Biar gak bawel kayak Bundanya si kembar." ledek Rio.
"Mas.. Kok gitu sih. Emang aku bawel ya ?" Sissy bertanya pada Rio.
"Ya pikir aja sendiri. Hahaha." kata Rio yang langsung di hadiahi cubitan di lengannya oleh Sissy.
"Yah, Bun.. Tadi katanya nyariin Ical ?" sapa Ical yang sudah ada di belakang mereka.
"Telat Nak. Tadi Bunda mau kenalin sama cewek cakep." kata Sissy.
"Apaan sih Bun. Males ah Ical kalo dijodoh - jodohin gitu." protes Ical.
"Siapa yang jodohin ? Bunda cuma mau kenalin kamu sama dia. Anaknya sopan dan lembut sekali." kata Sissy.
"Bunda tuh udah gak sabar pengen punya mantu kayak gadis tadi." ledek Rio.
"Ya siapa juga yang gak pengen punya mantu sholehah kayak gitu." Sissy tersenyum pada suami dan anaknya.
"Nanti Ical carikan yang Bunda mau. Tapi gak sekarang ya. Ical masih mau kerja dulu biar punya uang banyal buat bahagiain Ayah sama Bunda." Ical merangkul Sissy.
"Bunda tuh udah bahagia lihat kamu mau bekerja keras seperti ini." Sissy memgusap lembut kepala Ical.
"Malu Bun. Jangan kayak gini." Ical berusaha melepaskan tangan Sissy dari kepalanya.
"Iya.. Iya.. Pokoknya kamu harus cepat memikirkan soal pendamping ya. Bunda gak mau kamu nikahnya telat kayak Bunda dan Ayah." pinta Sissy.
"Insha Allah Bun. Nanti Ical langsung cari calon istri, bukan pacar." kata Ical.
"Bener ya ? Bunda tunggu loh." kata Sissy lagi. Ical dan Rio hanya tersenyum menatap wanita terkasih mereka.
Hampir aja Ical ketemu sama Avi. Kira - kira kapan ya mereka akan bertemu ?
Bagi vote atau Bunga atau secangkir kopi 😁😁
Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.
Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..
Like 👍 Komen dan Vote ✌✌
ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..
Makasih 🙏🙏🙏
Bersambung
__ADS_1