Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#53 Pernikahan Lia & Bayu


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Insha Allah cerita ini akan update 2/3 hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar semakin semangat buat nulis.. #


Selamat Membaca πŸ“– πŸ“–πŸ“–


...*****...


Beberapa hari lagi Bayu dan Lia akan menikah. Segala persiapan sudah rampung disiapkan. Avi yang tak bisa turun tangan langsung, hanya bisa membantu menghubungi beberapa pihak yang membantu pelaksanaan pernikahan kedua adik angkatnya itu.


"Sayang, kamu mau kemana ?" tanya Ical melihat Avi membawa beberapa kotak untuk hantaran.


"Ini Mas. Aku mau bungkusin barang seserahannya. Kan bekas punya kita dulu masih bagus, jadi pakai ini aja biar gak mubazir." jawab Avi.


"Iya boleh. Tapi jangan bawa - bawa yang berat kayak gini. Kan bisa minta tolong aku." Ical mengingatkan Avi akan kondisi perutnya yang sudah besar.


"Gak berat kok Mas. Aku masih bisa." elak Avi.


"Gak berat tapi besar. Kalo kamu keserimpet gimana ?" kata Ical.


"Iya Maaf. Gak diulangi lagi deh." Avi tahu kalo Ical sudah marah sebaiknya jangan dibantah.


"Mau bikin dimana ?" Ical mengambil alih kotak - kotak itu.


"Di kamar sebelah aja." tunjuk Avi.


Ical segera membawa kotak - kotak itu ke kamar.


"Apalagi yang diperlukan ?" tanya Ical.


"Gunting, pita sama peralatan lainnya ada di kotak di meja dapur." jawab Avi.


"Kamu diam sini aja. Biar aku yang ambil." kata Ical. Avi duduk di ranjang dan mulai menyusun kotak - kotak itu. Tak lama Ical masuk membawa peralatan untuk membungkus dna menghias kotak.


"Ada lagi ?" tanya Ical.


"Minta tokong bawakan kantong besar yang di meja ruang tamu." kata Avi.


Ical pun menuruti permintaan istrinya.


"Udah semua sayang ?" tanya Ical dengan sabar.


"Udah Mas. Makasih ya." jawab Avi.


"Aku mau bersihin halaman dulu ya Sayang. Kalo ada apa - apa kamu teriak panggil aku aja." kata Ical.


"Iya Mas." jawab Avi singkat.


Avi sibuk berkreasi merangkai barang - barang seserahan untuk pernikahan Bayu dan Lia.



(source : google)


Saking asyiknya, Avi tak sadar sudah menghabiskan waktu selama 2 jam.


"Yang, Kamu belum selesai ?" tanya Ical yang sudah selesai berkebun.


"Dikit lagi Yang. Kenapa memangnya ?" Avi bertanya balik.


"Sayang, ini udah 2 jam loh. Sekarang udah Dhuhur. Aku laper." jawab Ical.

__ADS_1


"Astagfirullah. Aku gak sadar kalo udah Dhuhur. Maaf ya Mas." Avi meletakkan gunting dan pita yang tadi dipegangnya.


"Gak apa. Kamu selesaikan dulu. Tinggal satu lagi kan ?" Ical membelai kepala Avi.


"Trus makannya gimana ? Aku belum masak. Baru sempet masak nasi tadi pagi." Avi sedikit panik.


"Nanti aku pesen makanan deh. Kamu lanjutin aja. Aku mau mandi dulu ya." kata Ical.


"Iya Mas. Makasih atas pengertiannya ya." Avi merasa beruntung memiliki suami seperti Ical yang sabar dan pengertian.


Avi segera menyelesaikan kotak hantaran ke 7 atau yang terakhir. Setelah selesai, Avi segera mengambil wudhu untuk bersiap shalat dhuhur.


"Yang, udah selesai ? Abis shalat kita makan ya." kata Ical.


"Emang udah datang makanannya ?" tanya Avi.


"Udah. Barusan datang pas kamu di kamar mandi." jawab Ical.


Mereka pun shalat dhuhur berjamaah.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tiba hari Akad Nikah Bayu dan Lia. Akad nikah diadakan di masjid komplek perumahan Ical. Sedangkan Walimatul 'Urs diadakan di rumah Bunda Sissy yang sudah menganggap adik - adik Avi sebagai anaknya juga.


Akad nikah berjalan dengan khidmad. Hingga keduanya resmi menjadi suami istri.


Selesai akad dan menyelesaikan segala administrasi, Kedua pengantin dan keluarga menuju ke tempat walimah di rumah Sissy dan Rio.


"Selamat ya Sayang. Akhirnya kalian menjadi suami istri. Semoga rumah tangga kalian Sakinah Mawardah Warohmah dan penuh Berkah." Avi memeluk Lia.


"Makasih ya Teh. Makasih Teteh udah jagain kami selama ini." jawab Bayu.


"Sama - sama. Itu udah kewajiban Teteh. Sekarang kewajiban Teteh beralih ke kamau Ya Bayu. Jagain dan perlakukan Lia dengan baik." Nasehat Avi kepada adik angkatnya itu.


"Selamat ya Bayu, Lia. Ini ada hadiah voucher menginap di hotel." Ical menyalami dan memeluk Bayu.


"Makasih Mas. Akhirnya kita bisa honeymoon sayang." jawab Bayu. Lia hanya bisa mencubit pinggang lelaki yang sudah resmi menjadi suaminya itu.


"Kalian akan tinggal dimana setelah ini ?" tanya Ical.


"Saya sudah kontrak rumah di dekat rumah sakit tempat Lia kerja." jawab Bayu.


"Wah.. Berarti Agus tinggal sendirian sekarang ?" ledek Ical.


"Iya.. Jahat. Aku ditinggal sendirian." protes Agus pura - pura ngambek.


"Makanya cepet halalin yang di sebelah tuh. Jangan cuma diajak kesana kesini aja." Ledek Bayu sambil melirik pada Ayu yang menemani Agus.


"Segera Bay. Tunggu tanggal mainnya. Iya kan ?" Agus menoleh pada Ayu.


"Iya gak ya ?" Ayu malah ikut menggoda kekasihnya itu.


"Iya ding Yang. Masa kamu tega sama aku." Agus merengek.


"Jijik ih. Amit - amit." Avi reflek mengusap perut buncitnya.


"Tuh kan triplet jangan sampe ketularan om nya yang satu ini." kata Bayu.


"Maaf ya keponakan Om ganteng." Agus berbicara di depan perut Avi.


"Kapan launchingnya sih Teh ?" tanya Lia.

__ADS_1


"Insha Allah seminggu lagi." jawab Avi.


"Sehat - sehat terus ya debay sama Ibunya." kata Lia sambil mengusap perut Avi.


"Makasih Ate Lia." kata Avi menirukan suara anak kecil.


Avi pamit untuk duduk karena kakinya terasa pegal. Ical membantu istrinya mengambilkan makanan dan minuman.


"Mas, ini kebanyakan. Perutku udah begah banget." kata Avi.


"Iya nanti aku yang abisin." jawab Ical.


"Lama - lama kamu ikutan hamil juga Cal." ledek Aca yang ikut duduk di sebelah Avi.


"Hati - hati ya bumil kalo ngomong." sindir Ical.


"Kamu kapan jadwal operasinya Ca ?" tanya Avi saat mereka menunggu para suami mengambilkan minuman.


"Insha Allah 10 hari lagi. Kamu masih sebulan lagi kan ?" Aca balik bertanya.


"Iya betul. Akhirnya kamu hamil anak cowok ya." kata Avi.


"Iya. Akhirnya jadi 2 pasang." kata Aca tersenyum lebar.


"Hai bumils." sapa Cintya.


"Hai juga bumil. Gabung yuk." ajak Avi.


"Cintya nih lagi hamil tapi gak bengkak loh." puji Aca.


"Iya. Jadi kayak orang busung lapar. Besar di perut doang." canda Cintya.


"Kamu nih. Alhamdulilah dong." kata Avi.


"Puji tuhan. Semoga bisa cepet balik lagi setelah lahiran." kata Cintya.


Interaksi ketiga ibu hamil itu menarik perhatian para tamu. Meski hamil besar, Keduanya terlihat semakin cantik. Seolah aura keibuannya terpancar jelas.


"Tambah satu orang lagi jadi teletubies nih." ledek Ical sambil membawakan jus buah untuk Avi.


"Kak Difan jadi yang keempat. Udah lumayan buncit tuh perut." Aca malah meledek suaminya.


"Awas ya ngeledek suami nanti kualat." Difan mengingatkan.


"Maaf suami. Jangan kutuk istrimu yang cantik dan muda ini ya." rayu Aca pada suaminya.


Semuanya ikut tertawa mendengar obrolan suami istri itu.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Jangan lupa ada cerita baru juga, judulnya "Tiga Dara".


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..

__ADS_1


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung


__ADS_2