Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#59 Penitipan Anak


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Gimana kabar kalian ? Sehat kan ? Insha Allah cerita ini akan update 1/2hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar Othor semakin semangat buat nulis.. #


Semoga kalian semua menikmati cerita ini ya. Enjoy !!


Selamat Membaca πŸ“–πŸ“–πŸ“–


...***...


Pagi ini penuh bayi di rumah Sissy. Anak Aca, Avi, Cintya dititipkan karena Ibu mereka sedang mengurus persiapan pembukaan cabang baru Cake Shop Pelangi.


Awalnya hanya Sissy aja yang mengurus keenam bayi itu ditambah 2 balita itu.


"Assalamualaikum. Bantuan datang." Yoan, Amira dan Zizi kompak datang ke rumah Sissy.


"Alhamdulilah kalian datang juga." kata Sissy sambil memeluk ketiga sahabatnya.


"Tapi aku bawa temen buat Nana dan Nia nih." Yoan memanggil cucunya.


"Hai Vivi.." Sissy langsung menyambut anak dari Vanya dan Kian.


"Dia kebagian dititipin cucu juga." ledek Zizi.


"Ini cucu kamu juga Cil." kata Yoan.


"Untung cucuku udah pada gede." kata Amira lega.


"Iya. Tapi tetep bantuin kita jaga cucu kan ?" tanya Sissy.


"Pastinya dong. Kalo gak ngapain aku ikut kesini." jawab Amira.


"Mbak, ajak Vivi ke kamar bermain." kata Sissy.


"Untung yang besar ikut sama Papanya." kata Yoan.


"Oh iya. Bengkel jadi dialihkan juga ?" tanya Amira.


"Iya Ra. Para suami juga ingin pensiun." jawab Zizi.


"Hhmm.. Kita tinggal menikmati pensiun sambil jaga cucu." kata Amira.


"Tapi Sissy pensiun malah repot jaga cucu ya." kata Zizi.


"Gak juga Zi. Nanti kalo udah buka cabang di sini gak serepot inilah. Bahkan rencananya Mas Rio mau ngajak pulang ke Jombang." kata Sissy.


"Yah.. Jadi jarang ketemu lagi dong." Zizi terlihat sedih.


"Malang Jombang masih deket kah Zi. Lagian anak cucu aku kan disini semua." Sissy menepuk bahu sahabatnya itu.


"Pas udah tua gini kita kan makin jarang ketemuan. Gak segesit jaman muda dulu." kata Yoan.


"Padahal baru 60an ya. Hehehe." canda Zizi.


"Kamu katanya mau ke Tuban juga ya Ra ?" tanya Sissy.


"Belum tahu Si. Terserah Mas Alif aja." jawab Amira.


"Yang penting semua sehat lah." kata Yoan sambil memeluk sahabatnya.


"Si, Teh Ochy balik kesini lagi ya ?" tanya Amira.

__ADS_1


"Iya. Kok kamu tahu ?" tanya Sissy.


"Aku ketemu di rumah lama kamu pas nemenin Hana ke rumah Reva minggu lalu." jawab Amira.


"Udah sebulan ini disini. Rumah lama aku kan dibeli sama Reva." kata Sissy.


"Oh ya ? Baby bule ikut juga ?" tanya Zizi.


"Hei.. Jangan sampai Rico denger kamu panggil dia baby bule. Udah gak baby lagi kali." protes Sissy.


"Iya juga ya. Maaf. Belum ada rencana mau nikah ?" tanya Yoan.


"Udah. Rencana Awal tahun depan nikahnya." jawab Sissy.


"Orang mana calonnya ?" tanya Amira penasaran.


"Orang Bali. Nikahnya nanti di Bali." kata Sissy.


"Wah.. seru ya. Mau ikut dong ke Bali." kata Zizi.


"Emang masih kuat Cil ?" sindir Yoan.


"Kuatlah. Insha Allah." Zizi sambil tertawa kecil.


"Nanti kita semua berangkat kesana ya. Kita sewa travel aja, biar lebih santai perjalanannya." kata Sissy.


"Siap." jawab ketiga sahabatnya kompak.


"Yuk kita lihat anak - anak di kamar bayi." ajak Sissy.


Mereka masuk ke kamar bayi dan melihat 2 boks besar bayi yang masing - masing berisi 3 bayi.


"Iya. Emang kayak gitu. Hahaha." kata Yoan sambil tertawa.


"Sstt.. Jangan kenceng - kenceng. Nanti bangun semua." Sissy mengingatkan.


Benar saja tak butuh waktu lama bayi Adam menangis dan otomatis membangunkan bayi lainnya. Mereka cukup kewalahan menenangkan bayi - bayi itu.


"Tuh kan. Jadi pada bangun semua." Sissy langsung menepuk pantat 2 bayi cewek dengan lembut. Hingga akhirnya tertidur lagi.


Begitupun bayi Ryan yang tidur dalam boks yang sama.


Ketiga sahabatnya langsung menggendong masing - masing satu bayi untuk ditenangkan.


"Adam Sayang. Cucu Oma. Bobok lagi ya sayang." kata Yoan sambil menimang bayi Adam, anak Aca dan Difan.


"Abas haus nih Si." kata Amira yang gagal membuat bayi Abas diam.


"Abi juga nih. Kompak banget ya mereka." kata Zizi.


"Asip nya ada di kulkas. Tolong sekalian panasin ya." Sissy masih berusaha menenangkan Caca dan Hawa.


Amira berjalan mengambil Asip dan memanaskannya.


"Sekalian buat Adam juga Ra." kata Yoan pelan.


"Iya." jawab Amira.


Sissy membantu memindahkan Asip yang sudah dihangatkan ke dalam botol. Lalu memberikan masing - masing pada Amira, Zizi dan Yoan.


"Kubu sana udah tidur lagi ?" tanya Yoan.

__ADS_1


"Ryan tidur lagi. Tapi Hawa sama Caca melek tapi anteng kok." jawab Sissy.


Sissy memanaskan lagi Asip untuk Caca dan Hawa.


Setelah Adam tertidur, Yoan mengambil Hawa dari boksnya dan memberikan asip hangat.


Setengah jam kemudian akhirnya semua bayi kembali tertidur.


"Fiuh.. Untung ada kalian. Kebayang kalo mereka nangis bersamaan dan aku cuma sendirian." kata Sissy.


"Kan ada Mbak nya." kata Zizi.


"Iya sih. Tapi Mbaknya cuma 2, yang 1 lagi di kamar sebelah nemenin kakak - kakaknya." kata Sissy.


"Iya juga ya. Lagian anak - anak kok belum balik. Gak inget sama bayinya apa ?" gerutu Yoan.


"Harusnya sih pulang abis dhuhur. Bentar lagi." kata Sissy.


"Kita pesen makanan yuk. Aku lapar." kata Amira.


"Boleh. Beli rujak sekalian dong. Udah lama gak makan rujak." kata Zizi.


"Ada buah - buahan kok disini. Kita bikin aja rujaknya. Minta tolong Bibik buat bikinin bumbunya." kata Sissy.


"Boleh juga tuh. Tinggal pesen makan aja." kata Amira.


"Eh.. Gak usah pesen makan. Tadi Bibik udah masak Ayam bakar sama Sop buntut. Lupa bilang." kata Sissy.


"Ish.. Kenapa gak bilang dari tadi." protes Zizi.


"Maaf.. Lupa." kata Sissy sambil tersenyum.


"Udah mulai pikun sepertinya dia." ledek Yoan.


"Enak aja. Cuma lupa aja." elak Sissy.


"Iya deh iya." kata Amira.


"Yuk, kita ke ruang makan. Mbak, titip bayi - bayi ya." kata Sissy pada seorang pengasuh.


"Iya Bu." jawab pengasuh itu.


Keempat wanita paruh baya yang tak mau disebut tua itu pun beranjak ke ruang makan. Mereka mengisi perut sambil menunggu para Ibu dari bayi dan balita itu pulang.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Jangan lupa ada cerita baru juga, judulnya "Tiga Dara".


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2