Mengejar Cinta Shavira

Mengejar Cinta Shavira
#57 Aqiqah (2)


__ADS_3

#Hai reader kesayangan othor.. Gimana kabar kalian ? Sehat kan ? Insha Allah cerita ini akan update 1/2hari sekali ya. Smoga aja othor bisa terus menulis dengan lancar.


Jangan lupa bagi bunga 🌹atau kopi β˜• nya biar Othor semakin semangat buat nulis.. #


Semoga kalian semua menikmati cerita ini ya. Enjoy !!


Selamat Membaca πŸ“–πŸ“–πŸ“–


...*****...


Acara dimulai. Rio dan Sissy duduk di sebelah kiri pasangan Ical dan Avi. Di sebelahnya duduk Difan dan Aca yang memangku si kembar jilid 2. Di sebelah mereka duduk juga Topan dan Yoan.


"Assalamualaikum Warahmatullah wabarakatuh." Rio menyapa para tamu yang terdiri dari sahabat, tetangga dan anak - anak dari panti asuhan.


"Waalaikumsalam Warahmatullah wabarakatuh. " jawab para tamu serempak.


"Hari ini kami akan mengadakan aqiqah cucu - cucu kami, sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran mereka, merujuk pada hadist β€œAnak tergadai dengan akikahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, diberi nama dan dicukur rambut kepalanya,” (H.R. Tirmidzi)." Rio memberi sambutan.


"Oleh karena itu sebelum acara potong rambut, kami ingin mengumumkan nama dari masing - masing cucu kami, semuanya ada 5 orang ya, produktif sekali ternyata anak - anak saya. Hahaha." kata Rio yang langsung disambut tawa para tamu.


"Yang pertama, saya akan perkenalkan anak dari pasangan Difan Agung Yudanto dan Khansa Putri Hanggana, Yang pertama bernama Zafran Adam Yudanto, dan yang kedua bernama Zafira Hawa Yudanto." Rio memperkenalkan cucunya.


Aca dan Difan menggendong si kembar sedikit maju.


"Selanjutnya saya akan perkenalkan anak dari Pasangan Khalid Putra Hanggana dan Shavira, kembar 3 nih anaknya, Yang pertama, Abidzar Shaka Airlangga, Yang kedua, Baskara Shaka Abimanyu, dan yang ketiga, Cantika Shaka Aurora." kata Rio. Lalu Ical, Avi dan Sissy berdiri sambil menggendong mereka.


Kelimanya lalu berkeliling pada para tamu agar berkenan menggunting sedikit rambut mereka.


Setelah selesai, semua tamu menikmati hidangan dengan menu utama sate dan gule kambing.


"Teh, selamat ya. Gimana rasanya melahirkan bayi kembar 3 langsung ?" tanya Lia yang sedang duduk bersama dengan Avi, Ayu dan Linda.


"Amazing banget. Masih gak nyangka bisa lahirin mereka bertiga secara normal." jawab Avi.


"Semoga anakku juga bisa kembar ya." kata Lia sambil mengusap perut ratanya.


"Emang udah isi ?" tanya Ayu penasaran.


"Hehehe. Belum. Kan baru angan - angan." jawab Lia sambil tersenyum malu.


"Semoga segera hamil ya Lia." kata Linda sambil mengusap perutnya yang mulai buncit.


"Linda juga bentar lagi lahiran nih." kata Avi.


"Belum Mbak. Baru 5 bulan." kata Linda.


"Aku kapan ya ?" Ayu mengetukkan jarinya di pelipis seolah sedang berpikir.


"Nikah dulu Non, Baru hamil." sindir Lia.


"Iya juga ya. Amit - amit deh kalo sampai hamil dulu." kata Ayu sambil mengetukkan jatinya ke meja.


"Hahaha. Emang udah sejauh mana kalian ?" tanya Avi.


"Belum ya Mbak. Aku masih perawan." protes Ayu.


"Maksud aku, Hubungan kalian sejauh mana ? siapa juga yang mau nanya soal keperawanan." Avi mendengus kesal.


"Kirain. Ya begitu ajalah. Masih intens sih. Cuma belum ada obrolan serius." jawab Ayu.

__ADS_1


"Jangan kelamaan pacaran, nanti malah bosan." kata Linda.


"Emang gitu ya ?" tanya Ayu bingung.


"Mana ku tahu. Aku kan gak pacaran. Tapi memang paling enak itu pacaran setelah menikah." jawab Avi.


"Nanti deh aku tanya ke Mas Agus." kata Ayu.


"Hei.. Kalian ternyata disini." sapa Cintya.


"Hai Cin. Ayo gabung." ajak Avi.


"Aku kok gak lihat Aca ?" tanya Cintya.


"Tadi si kembar rewel. Jadi dia pulang dulu." jawab Avi.


"Tapi aku lihat si kembar lagi digendong sama Tane Yoan dan Kak Hana." kata Cintya.


"Si kembar jilid 1 maksudnya. Nana dan Nia." ralat Avi.


"Bingung juga ya. Habis anaknya kembar semua." kata Cintya sambil tertawa kecil.


"Ajaib emang. Si kembar punya anak juga kembar. Apalagi Teh Avi, anaknya kembar 3" kata Lia.


"Eh iya.. Triplet mana ?" tanya Cintya.


"Lagi tidur ditemenin sama Omanya." jawab Avi.


"Pantesan emaknya bisa ngobrol - ngobrol disini." celetuk Ayu.


"Siapa namanya Vi ?" tanya Cintya lagi.


"Keren ya. Sekali hamil langsung 3. Tapi pasti repot ngurus pas kecilnya." kata Cintya.


"Kan ada yang bantuin. Ada Mbak, juga dibantu sama Bunda Sissy." kata Avi.


"Syukurlah. Apalagi kantor Ayahnya bakal pindah juga kan ?" kata Cintya.


"Iya. Jadi bisa lebih dekat." kata Avi.


"Ibu - ibu, Maaf mengganggu. Boleh saya pinjam istri saya ?" Ical datang menghampiri mereka.


"Ada apa sih Mas ?" tanya Avi.


"Anak - anak nangis tuh. Haus kayaknya." jawab Ical.


"Ooh.. Aku tinggal dulu ya lihat anak - anakku." pamit Avi pada teman dan adiknya.


Avi bergegas menuju kamar diikuti suaminya.


"Aduh.. Sayang ku, udah bangun ya. Haus ?" tanya Avi pada ketiga bayinya.


"Kamu asyik banget sih ngobrolnya ?" kata Sissy.


"Maaf ya Bun. Mumpung triplet lagi tidur." Avi merasa tak enak pada mertuanya.


"Ada asi perahnya ?" tanya Sissy.


"Ada Bun. Tapi baru dikit." jawab Avi.

__ADS_1


"Gak apa. Biar Bunda yang kasih minum Abi." kata Sissy.


"Mbak, minta tolong ambilin trus panasin susu nya ya." kata Avi pada pengasuh bayinya.


"Sini.. Biar Caca aku gendong dulu." Ical langsung mengambil alih Caca. Sedangkan Avi menyusui Abas.


Akhirnya Abi pun mulai tenang setelah meminum susu dalam botol.


"Untung ada Bunda. Kalo gak repot banget ini." kata Avi.


"Ya itu resikonya punya anak kembar. Apalagi kembar 3. Kamu yang sabar." kata Sissy.


"Iya Bun. Asal Mas Ical mau bantuin juga." Avi melirik suaminya.


"Insha Allah aku akan selalu bantuin kamu Sayang." Ical mengusap lembut kepala Avi.


"So sweet banget kalian. Bunda jadi inget jaman muda dulu." kata Sissy sambil tersenyum.


"Bukannya dulu Ayah sempet koma ya Bun saat kami lahir ?" tanya Ical.


"Iya. Dulu Bunda dan Ayah kecelakaan saat Bunda hamil 8 bulan, Sampai kalian harus masuk inkubator. Pas kalian lahir juga Ayah masih koma." jawab Sissy.


Avi dan Ical mendengarkan cerita Sissy dengan haru.


"Ayah baru siuman setelah kalian berusia 5 bulan. Selama Ayah koma hingga pemulihan, Bunda berjuang mencari nafkah untuk hidup kita. Meski sebenarnya pesangon dari kantor Ayah cukup, tapi kan lambat laun akan habis kalo Bunda hanya diam saja." lanjut Sissy.


"Makasih ya Bun. Udah jadi Ibu yang hebat buat aku dan Aca." Ical mendekat dan mencium pipi Sissy.


"Sama - sama Sayang. Untungnya tak lama Ayah bangun dan membantu mengembangkan usaha Bunda." kata Sissy.


"Aku juga sempat mau punya adik loh. Tapi Allah mengambilnya lebih dulu." kata Ical.


"Oh ya. Surga buat Bunda sudah menanti disana" Kata Avi.


"Aamiin. Adik Ical meninggal saat Nenek Ical juga meninggal. Bunda gak bisa menjaganya. Kalo masih ada, dia pasti seumuran dengan Rico." kata Sissy.


"Rico Anaknya Uwa Ochy ?" tanya Avi.


"Iya. Hanya beda beberapa bulan aja." jawab Sissy.


"Semoga Bunda dan Ayah bisa menikmati masa tua dengan bahagia ya." Ical memeluk sang Bunda. Begitupun dengan Avi. Triplet juga terlihat tidur dengan tenang di boks mereka.


...***...


Bagi vote atau Bunga 🌹 atau secangkir kopiβ˜• 😁😁


Jangan lupa juga baca karya Author lainnya "Geng Pelangi" yang menceritakan kehidupan Sissy, Zizi, Yoan dan Amira sebelumnya.


Bagi yang belum baca cerita tentang kisah orangtua Ical juga bisa baca "Kisah Cinta Sang Perawan Tua" atau bisa buka di bio saya ya..


Jangan lupa ada cerita baru juga, judulnya "Tiga Dara".


Like πŸ‘ Komen dan Vote ✌✌


ajak juga teman lain buat ikut membaca ya..


Makasih πŸ™πŸ™πŸ™


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2